Kaskus

Story

PolyamorousAvatar border
TS
Polyamorous
When Music Unites Us
When Music Unites Us


Sinopsis:
Dalam lintas waktu yang terus berjalan, perlahan aku terus menyadari bahwa sebuah nada yang telah tergores tak bisa hilang. Bermula dari sebuah sebuah nada progresif yang mengalun, nada-nada ini bercerita mengenai bagaimana musik mempengaruhi kehidupan seorang remaja biasa bernama Iman yang menjalani masa mudanya sebagai pecinta musik, juga sebagai pemain musik.

Musik sebagai bahasa universal menyatukan hati para individu penyuka nada serupa, hingga akhirnya mereka saling terkoneksi karena adanya musik.

Satu dua patah kata awal untuk mengantarkanmu ke duniaku; Satu dua nada untuk membawa jiwamu menembus dimensi lain!

Teruntuk:
Tahun-tahun paling menyenangkan di masa remaja;
Teman-teman dan sahabat-sahabatku;
Penulis-penulis favoritku dan penulis yang membantu memperbaiki tulisanku;
Juga dosen bahasa Inggris-ku dan komunikasi massa yang selalu memberikan semangat;
Hingga untuk kamu yang membuat cerita ini ada.
Kalian adalah referensi musik terbaik dalam hidupku.



P.S : Part-part awal sedang masa konstruksi lagi, gue tulis ulang. Mohon maaf jika jadi agak belang gitu bacanya emoticon-Malu (S)

Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh Polyamorous 10-09-2017 20:23
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
47.1K
445
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
PolyamorousAvatar border
TS
Polyamorous
#155
Partitur no. 34 : A Little Surprise


Mungkin, kebanyakan orang ketika pacaran merayakan Anniversary perbulan (Mensive), bukan pertahun seperti semesti nya arti dari kata Anniversary tersebut. Gw pribadi, sebenernya lebih nyaman ketika kita merayakan hanya setahun sekali, bukan sebulan sekali. Karena, dari pengalaman gw sebelum-sebelum nya, gw selalu kehabisan sebuah ide untuk melakukan anniversary setiap bulan, dan hilang rasa greget seperti yang dulu dimiliki.

Kini, masih merujuk pada bulan Juni. Berarti 8 bulan setelah kejadian gw menembak Tasya, yang berarti Tasya menjadi pacar gw. Tidak ada perubahan seperti ketika gw pacaran sebelum nya. Di masa 8 bulan dulu bersama Sarah, gw udah makin sering berantem, bahkan karena hal kecil doang. Tapi, ketika dengan Tasya, sama sekali nggak ada perubah ketika gw awal ketemu dia saat jamming Muse tersebut. Masih asik, bercanda seperti masa PDKT, mematahkan anggapan bahwa sebuah hubungan itu hanya enak pada masa PDKT nya saja, malah tambah romantis dari bulan ke bulan, dan belum pernah berantem sama sekali. Nggak percaya? Gw juga lho, bahkan gw aja kaget bisa begini.

Ketika ada seorang teman bilang ke gw tentang hubungan itu nggak seru kalo mulus-mulus terus, bisa gw bantah anggapan itu dengan mudah nya dengan beberapa analogi yang cukup mudah. Jujur, ini pertama kalinya gw begini. Gw pacaran paling lama sama Sarah, itu sudah setahun plus putus nyambung dan cekcok terus, bahkan kata-kata binatang pun keluar dari mulut nya.

Ah iya, soal tribute paramore itu, ternyata di adakan bertepatan dengan tanggal yang sama ketika gw jadian dengan Tasya, yaitu tanggal 16. Walaupun gw menganut paham jika anniversary itu satu tahun seperti semesti nya, tapi kali ini buat gw nggak ada salah nya sekali-sekali ngasih sesuatu yang special di tanggal jadian gw tersebut.

“Sayang, kayaknya kita nggak bisa ke tribute paramore deh..” ujar gw ke Tasya ketika gw dinner di sebuah restoran di Kelapa Gading sehabis nonton. Delapan bulan pacaran dengan Tasya, baru kali ini gw nonton film di bioskop bareng dia, biar kayak orang pacaran pada umumnya.

“Yaah kenapa sayang? Karena kamu nggak jadi main ya?” jawab nya dengan kecewa, disertai muka cemberutnya yang menurut gw imut banget.

“Iya nih sayang.. Maaf ya, padahal tanggal nya special banget lho..” kata gw pura-pura menyesal.

“Iya padahal special banget.. Kalo kamu nggak kesana sama siapa dong?” tanya nya dengan masih cemberut.

“Nah itu dia aku nggak tau.. Tapi aku udah nyiapin ganti nya lho sayang, yang lebih seru” jawab gw dengan muka sok meyakinkan.

“Wah, apa itu sayang? Kayaknya seru tuh..” ujar Tasya seketika ekspresi muka nya berubah.

Gw pun mengamil sebuah kertas. Bukan kertas biasa, namun sebuah kertas yang jika kita ada event berbayar, kita harus mempunyai kertas ini, mungkin tepatnya disebut sebuah tiket. “Nih sayang..”.

Tasya awalnya masih bingung tiket apa itu, tapi setelah membaca tulisan pada tiket itu, dia langsung seneng banget dan memeluk gw dengan antusias. “Yaampun, ternyata si Wapolku tercinta ini bisa romantis juga ya..” ujar nya kemudian.

“Hehe emang nya biasanya nggak romantis?” jawab gw sambil ngeledek.

“Iih nggak gitu. Gimana ya jelasin nya, beda deh pokok nya hehe makasih banyak ya sayang. Btw, ini kok tiket nya ada 4? Buat siapa aja?” tanya Tasya kebingungan.

“Satu buat kamu, satu lagi aku, dua lagi buat istri muda dan istri tua” jawab gw dengan muka sok imut.

“Kamu maaah! Serius atuh!” katanya dengan nada agak ketus.

“Hehe itu dua lagi buat Abang Kamu sama Harrys. Si Harrys kasian kalo nggak di ajak. Dia fans beratnya paramore juga kayak kamu. Kalo untuk Abang Kamu, ya biar ada yang nemenin kamu juga aja hehe” jawab gw kali ini dengan benar.

“Makasiih sayang, so sweet!” ujar nya lagi.

“Sebenernya aku nggak beli sih sayang, aku kenal deket sama drummer dari guest star acara tribute paramore itu, dia dulu sering nongkrong bareng sama fans-fans nya Gigi, jadi dia masih inget sama aku, dan aku pesenin free pass 4 tiket. Yang ini buat ditunjukin kesana kalo kita dapet free pass..” kata gw menjelaskan ke Tasya. Tasya hanya mengangguk dan lanjut melukin gw.

Quote:


Quote:
Diubah oleh Polyamorous 21-09-2015 21:45
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.