Kaskus

Story

kevinadr04Avatar border
TS
kevinadr04
Claudya.
haloo.. kali ini ane mau nulis cerita baru, dan dengan gaya tulisan yang baruemoticon-Big Grinsetelah sebelumnya dengan cerita DIALOGUE (DIA, LO, GUE) yang nggak kelar, karena ada sesuatu, bukan bermasalah sama tokohnya tapi karena ane udah agak lupa cerita dan kisahnya, makanya nggak ane terusinemoticon-Ngakak (S) insyaAllah, kali ane tulis sampe kelar sambil ngisi liburan kuliah dan belajar nulis. Heheemoticon-Big Grin

PROLOG:

Spoiler for :


INDEX

Spoiler for :

Diubah oleh kevinadr04 01-10-2015 04:14
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
9.5K
61
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
kevinadr04Avatar border
TS
kevinadr04
#12
Satnight Absurd
Seperti malam minggu sebelum-sebelumnya, hari ini aku nongkrong di tempat biasa aku dan anak-anak yang lain berkumpul. Malam minggu ini bagiku adalah malam minggu yang indah, bagaimana tidak, kali ini hadir sesosok wanita yang beberapa hari ini terus menganggu pikiranku. Ya, dia adalah Claudya. Tapi kali ini aku sudah tidak diledek oleh teman-temanku, karena mereka memang sudah tau kedekatanku dengan Claudya.

“lo setiap malem minggu disini mulu yaa vin?” tanya claudya.

“iya. Hehe lo malem minggu emang biasanya kemana Clau?” tanyaku kembali.

“nggak jelas sih, kadang ngumpul sama temen, kadang dirumah aja.” Jawabnya sambil tersenyum manis.

“hoo.. emang cowok lo kemana?” tanyaku sambil mencari tahu.

“hmm..” tiba-tiba wajah claudya berubah cemberut.

“eh, vin, jalan yuk!” ajak claudya mengalihkan pertanyaanku.

“mau kemana?”

“kemana aja, jalan yuk, kemana gitu. Bete banget nih gue.”

“hhh.. yaudah, yuk.” Jawabku terpaksa.

Dengan sangat terpaksa aku pergi dengan Claudya, antara senang dengan malas saat itu. Bukan tanpa sebab aku malas, karena claudya tidak menjelaskan kemana dia ingin pergi. Aku sendiri sangat malas dengan pergi tanpa tujuan, hanya membuang-buang waktu di jalan.

“ini mau kemana lagi sih claudya…” ucapku menggerutu, karena daritadi aku dengannya hanya jalan-jalan tidak jelas saja.

“beli bakso bakar yuk!” ajak claudya.

“yaudah, dimana tempatnya?” tanyaku yang masih sibuk mengendarai motor.

“di blok A vin.” Jawab claudya polos.

“hazz..kenapa nggak ngomong daritadi…..” ucapku sedikit kesal.

“kita kan nggak perlu muter-muter nggak jelas dulu clau.”

“hehe” jawab claudya sambil menyengir, yang kulihat dari kaca spion.

Setelah membeli bakso bakar di daerah Blok A, aku dan claudya kembali lagi ke tempat anak-anak berkumpul sambil membawakan bakso bakar yang tadi kubeli. Aku dan claudya memang tidak langsung makan disana, pikiranku dan claudya memang sama. Lebih baik bakso bakarnya dibungkus dan dimakan bersama-sama dengan anak-anak.

“abis darimana luh berdua?” tanya yoka.

“abis jalan-jalan donggg..” jawab claudya manja.

“ciyee.. makin deket aja nih, kapan diresmiinnya nih?” haha” Audrey datang dari belakang yoka.

“apasih drey..” ucapku sedikit malu-malu.

“ehh, kita bawa bakso bakar nih, mau nggak?” claudya membuka bungkusan yang tadi kita beli.

“mana.. mau dong.” Rendi berlari mengahampiri kita.

“giliran makanan aja luh, cepet banget.” Aku mencibir.

“udahh.. gapapa vin, biarin aja.” Claudya menenangkanku.

“ehh, gue mana? Masa gue nggak kebagian.” Tanyaku sambil melihat kantong plastik yang sudah tidak ada baksonya dan hanya tersisa sambal.

“makanya, jangan marah-marah mulu vin. Keabisan kan? Haha” ledek claudya.

“ihh.. kampret banget, gue yang jalan, gue juga yang ngga kedapetan. Malah disisain sambel doang lagi, emangnya gue burung beo.” Aku menggerutu.

“haha. Nihh, punya gue masih ada satu nih. Mau?” claudya menunjukkan yang ada di tangannya.

“mana? Gue cobain doang clau.” pintaku.

“HAHHH…”

“kenapa lo vin? Haha” tanya claudya tertawa melihat mukaku yang mulai memerah.

“PEDES BANGETTT!!! HAHHH…” jawabku singkat.

“Haha. Nihh.. nihh. Minum vin.” Claudya memberikanku air putih.

“mana, cepetannn..” jawabku kesal.

“makanya, tanya dulu vin. Pedes apa nggak. Haha” claudya masih menertawakanku.

“EDANNN!!! Kenapa punya lu pedes banget sih?”

“Haha. Sengaja, yang nggak pedes itu punya lu tuh. Tadi udah gue pisahin, tapi udah abis duluan. Haha”
“hazz.. kampret, pantes aja.” Kesalku.

“HAHA” Claudya tertawa senang melihatku menderita.

Benar-benar manis tawa claudya malam ini, walaupun aku jadi korban akibat bakso bakarnya. Andai saja aku mampu mengungkapkan rasaku mala mini padanya. Tapi rasanya mustahil, secara, aku kenal dengannya baru dua minggu. Aku juga tidak tahu apakah ia sudah punya cowok atau belum, aku tanyakan dia hanya berpura-pura dan tak menjawab pertanyaanku. Dari seberang jalan kulihat ada wanita berjalan kearah kita, aku tahu siapa orang ini. Tidak lain, tidak jauh, dia adalah kakak dari claudya.


“dy.. pulang, udah malem.” Ucap kakak claudya menyuruh claudya pulang tanpa menghentikan langkahnya.

“iya, sebentar lagi kak.” Jawab claudya.

“udah malem nih, cepet pulang.” Sahut kakak claudya yang mulai masuk ke gang.

“iyaa.” Claudya berteriak.

Tak lama kakak claudya menyuruhnya pulang, claudya pamit pada kita semua, dia juga sudah di telfon oleh ibunya yang kulihat di handphonenya. Sebagian anak-anak yang lain akhirnya memutuskan untuk pulang juga, yang tersisa hanyalah aku, yoka, Audrey dan dimas.

“tumben luh nggak ikut pulang?” tanya yoka sambil tertawa.

“kampret banget gue diusir.” Jawabku.

“biasanya kan kalo anak-anak bubar, lu ikut bubar juga. Haha” sambung yoka.

“kampret.” Ucapku singkat.

Kalo dibilang ngeselin, memang yoka rajanya bikin orang kesal, tapi dia juga selalu buat orang lain tertawa. Kelakuan bodoh dan usilnya dia yang selalu buat kita tertawa.

Plakk..

“aduhh.. ngapa banyak banget nyamuk yak.” Ucap yoka sambil menepuk kakinya.

“makanya mandii..” celetuk dimas.

“enak aja, gue mah udah mandi. Emangnya elu, mandi kalo mau pergi doang.” Yoka membalikkan kata-kata dimas.

“haha” aku dan Audrey tertawa.

“sialan luh.” Ucap dimas.

“beli lotion anti nyamuk sono dim, risih banget gue kalo digigitin gini.” Yoka menyuruh dimas.

“mana duitnya? Enak aja, nyuruh doang tapi pake duit gue.”

“HAHA” yoka tertawa lepas.

“yaudah nih duitnya, sekalian beli rokok. Tambahin sekalian, enak aja luh pada mau ngerokok doang nggak ngeluarin duit.” Suruh yoka sambil mengeluarkan uang sepuluh ribu.

“nihh..” aku mengeluarkan uang lima ribuan.

“elu mana? Enak aja kagak ngeluarin duit.” Tanya yoka pada dimas.

“kagak duit yok.” Ucap dimas memelas.

“alesan mulu luh, udah buruan sono jalan. Nih kunci motor luh.” suruh yoka.

Belum sampai lima menit, dimas sudah kembali membawa kantong plastik hitam berisi makanan, rokok, dan lotion anti nyamuk yang tadi kita suruh.

“tumben luh cepet, biasanya lama banget.” Tanya yoka heran.

“iyalah, gue.” Jawab dimas dengan tampang annoying.

“eh, gue punya kabar gembira.” Ucap dimas membuat kita penasaran.

“apaan?” tanyaku berbarengan dengan yoka.

“motor gue udah bisa di starter.” Ucap dimas serasa tak punya dosa.

“haha. bodo amat dim.” Jawab yoka sambil tertawa geli.

Ini yang membuatku senang berlama-lama kumpul dengan anak-anak, kebodohan dan kelakuan-kelakuan mereka yang kadang sampai membuat kita tidak mengenal waktu. Kadang aku berpikir, sampai kapan yaa kita bisa terus kumpul gini. apalagi mereka kuliah sudah semester enam, sementara aku sudah kelas dua sma, dan sebentar lagi naik kelas tiga, pasti nanti semuanya makin susah berkumpul akibat kesibukan masing-masing. Kemarin saja, anak-anak sudah mulai sibuk, apalagi nanti mendekati mereka lulus dan aku juga lulus sma, karena ku tau kelas 3 sma tidak lama, hanya beberapa bulan saja, belum lagi aku persiapan masuk perguruan tinggi. Aku selalu berharap kita selalu bisa berkumpul bersama, walaupun dengan kesibukan masing-masing.
Diubah oleh kevinadr04 29-01-2015 21:54
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.