Quote:
"Jangan harap"
Kataku kesal akan ucapan Brian
"Hahaha...dasar bodoh,aku tidak mungkin menyukainya"
Ucap Brian tertawa
"Belum apa-apa sudah ada saingan,Sial !!"
Kataku kesal dalam hati
"Heiii Rey !!!"
Teriak Nabilah dari kejauhan
"Bagaimana hasil perundinganya ?"
Tanya Nabilah
"Belum selesai bil"
Kataku sambil menatap tajam si brengsek itu
"Lho..kalian berdua masih belum akur ya ?"
Ucap Nabilah sambil melihat kami berdua
"Aku tidak sudi"
Kataku
"Kau menjijikan bagiku"
Ucap Brian
"Kalian ini kenapa ? Apa masalahnya ?"
Tanya Nabilah murung
Kami berdua hanya terdiam sambil tatap menatap tajam.
"Yasudah kalau tidak mau jawab,lebih baik aku keluar saja dari tim ini"
Ucap Nabilah kesal
"JANGAN !!!"
Kami berdua berbicara berbarengan
"Sial,si bodoh ini mengikutiku saja"
Dalam hati Brian
"Dasar anak gila yang sok cool"
Kataku dalam hati
"Jadi bagaimana ?"
Tanya Nabilah lagi
"Kami berdua hanya merasa belum cocok"
Kataku sambil memelototi Brian
"Ya,kami belum merasa cocok"
Kata Brian membalas pelototanku
"Ohh jadi itu, Payah !"
Ucap Nabilah dalam hati
******
3 jam sudah berlalu,akhirnya kakek keluar
"Bagaimana kek ?"
Tanyaku
"Maaf...."
Kata kakek menunduk
"Gagal"
Ucap Brian pelan
"Kita berhasil dapat izinn !!!!"
Teriak kakek gembira
"Wah...hahaha kakek hebat"
Ucap Nabilah girang
"Ehemm...."
"Ibu ?"
Kataku
"Kalian memang ku izini tapi dengan 3 Syarat"
Ucap ibu
"Apa bu syratnya ?"
Tanyaku
"Pertama,Kalian harus selalu dalam keadaan selamat Kedua,pulanglah 2 minggu sekali dan... hhhhhh... ketiga,kita makan malam dulu kalian boleh pergi besok"
Jawab ibu tersenyum tipis
"HAHAHA Ini akan menyenangkan"
Teriaku senang
"Oh iya,anak pendiam ini namanya siapa ?"
Tanya ibu
"Perkenalkan, Namaku Brian"
Jawab Brian tersenyum pada ibuku
"Wah..sopan sekali kamu hehehe,ayo masuk kita makan bersama. Ayo Nabilah"
Ajak ibuku
"Dasar tukang pencari perhatian"
Kataku dalam hati kesal.
Satu malam kuhabiskan dengan meditasi agar tenagaku kembali pulih.
Tapi Brian dan Nabilah malah enak-enakan ngobrol di belakangku. Sial,bikin ngiri aja.
"Brian ! Jangan ganggu Nabilah,dia butuh tidur untuk perjalanan besok"
Kataku sok Cool
"Kenapa kau ini,justru aku menemaninya karena dia gak bisa tidur"
Jawab Brian enteng
"Dasar kutu tengik pengganggu"
Kataku kesal dalam hati dan kembali melanjutkan meditasi
Rupanya Nabilah berhenti mengobrol dengan Brian dan ikutan Meditasi di sampingku.
Wajahku memerah senang
"Asiikkkk"
Kataku pelan
"Hmmm....Fokus"
Ucap Nabilah pelan
Aku sangat senang kalau dia sudah bisa mengendalikan kekuatan barunya dan fokus pikiranya betambah.
Tapi aku juga tidak boleh kalah dengan Nabilah,walaupun Brian mempunyai kemampuan lebih tinggi dariku.
Aku tidak akan menyerah,karena ku yakin akan kekuatanku.
Matahari bersinar indah di luar sana,kulihat Nabilah tertidur di pundaku saat meditasi.
Ingin rasanya ku sentuh pipinya namun...aku malu.
Sementara si aneh itu tertidur dengan posisi duduk.
"Huhhhh Selesai,tenagaku sudah pulih"
Kataku
"Wah...sudah pagi ya, huh..aku ketiduran"
Kata Nabilah
"Selamat pagi"
Kataku
"Iyah..selamat pagi Rey, eh maaf aku ketiduran di pundakmu"
Ucap Nabilah gelagapan
"Lamaan dikit juga gak apa-apa bil"
Kataku tersenyum lebar
"Hahaha dasar kau ini sangat berbeda jauh saat kita masih sekolah"
Tertawa Nabilah dipagi hari memang sangat membangkitkan semangatku untuk memulai perjalanan
"Hey,sudah pacaranya ?"
Tanya Brian,rupanya dia hanya pura-pura tidur
"Terima kasih atas doanya"
Kataku tersenyum sinis
"Hmm...ayo kita mulai perjalanan ini"
Ucap Brian tenang
"Ayo anak-anak kita berangkat"
Teriak kakek penuh semangat
"Eh..eh.. aku mandi dulu kek"
Ucap Nabilah
"Hahaha yasudah,cepat ya. Sinar matahari pagi sangat bagus untuk menambah tenaga titik Cakra kita"
Ujar kakek
"Hoaammm...pagi sekali sih berangkatnya"
Ucap Ibu masih mengantuk
"Iya bu,kami semua sudah sangat bersemangat"
Kataku
******
"Perlengkapan kalian sudah siap ???"
Tanya kakek
"Selalu"
Jawab Brian singkat
"Hahaha baiklah ayo jalan"
Teriak kakek
"Oooyyyy Hati-Hati ya anak-anak"
Teriak ibuku dari kejauhan
"Pasti tante"
Ucap Nabilah dengan senyumya
Kami sudah berjalan kira-kira 2 jam setengah dan kakek belum memberi tau kemana tujuan kita.
"Kek,kita mau kemana si ?"
Tanyaku
"Nanti kalian kaget lagi"
Ucap Kakek
"Kakiku sudah sakit ni kek"
Kata Nabilah kelelahan
"Mari ku gendong"
Ajak Brian
"Hahaha tidak perlu,nanti kamu capek"
Ucap Nabilah
Brian hanya tersenyum tipis
"Baiklah satu jam lagi kita sampai ke gerbang teleportasi terbesar di indonesia"
Kata kakek
"Haduh..masih jauh"
Kataku
"Kek,kenapa kita tidak menaiki kendaraan ? Kalau begini hanya akan buang-buang waktu saja"
Ucap Brian
"Jangan,orang-orang biasa kan tidak melihat kakek.dan resikonya akan ketahuan jati diri kita yang sebenarnya"
Jawab kakek
"Hmm,masuk akal juga"
Ucap Brian
******
Dua jam telah berlalu
"KEKKKK KATANYA SATU JAMMM !!!!"
Teriaku kesal
"Hahaha maaf,salah perhitungan"
Ucap Kakek
"Jadi disini tempatnya ?,hmm..Auranya besar juga"
Kata Brian
"Disinilah Gerbang teleportasi terbesar"
Kata kakek Penuh semangat
"Lalu kita akan kemana ?"
Tanya Nabilah
"Ke jepang"
Jawab kakek
"HAAAHHH !!! JEPANGGGG !!!!"
~To Be Continued~