Kaskus

Story

rahanAvatar border
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
28.9K
213
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
rahanAvatar border
TS
rahan
#216
EPISODE 8


LULLABY FOR ANNABELLE




"Apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini Padre?" tanya Dandra penasaran.

"Wanita itu hanya tubuh. Jiwanya sedang diduduki oleh Annabelle. Asisten Iblis ini suka menempati sosok-sosok yang rapuh. Tapi dia bukan penguasa sebenarnya dari jiwa itu."

"Lalu bagaimana dengan pacarnya "si cakepan dia dari Ariel?"tanya Dandra lagi.

"Oh, itu kemungkinan adalah pengawalnya dari bangsa Jin."

Songke dari tadi diam saja dan keningnya berkerut tanda ia sedang berpikir keras.

"Ada sesuatu yang kau pikirkan, Ke?" tanya Ibang pada karibnya yang jenius ini.

"Aku sedang mengkalkulasi kemungkinan Jonson menang melawan mereka berdua, tapi ya, saat ini pasti ada kelemahan mereka yang harus kita ketahui."

Sir Canckefon die der Ariel yang memang lumayan ganteng mencabut pedang panjangnya dan bergerak maju akan menebas Jonson.

Jonson menghindar, membungkuk dengan gemulai, pedang itu berselisih beberapa sentimeter saja dari lehernya. Menangkap cepat tangan kiri si bajak laut, lalu dipelintir hingga si bajak laut terbanting memutar dan terkapar di lantai. Dengan satu kali injak di bahunya, terdengar bunyi tulang patah. Dan bajak laut itu pun tak bergerak lagi. Jonson belum selesai bermain. Diangkatnya tubuh si bajak laut, dimasukannya ke dalam peti segel. Lalu dipencetnya tombol peti tersebut mengurung si bajak laut di dalamnya.

"Mau ma suk sen diri atau aku bantu?" ucap Jonson pada Annabelle.

"Hiss!" lalu mata Annabelle tiba - tiba saja mengeluarkan api yang membakar pakaian Jonson.

Badan Jonson sepertinya sudah terselimuti api. Tiga temannya dan si Padre tampak sangat cemas.

"Ibang apa yang harus kita lakukan?" tanya Songke mengkhawatirkan Jonson.

"Tidak ada. Kau lihatlah, Jonson begitu tenang dalam setiap gerakannya." Ibang menunjuk ke arah Jonson.

Benar saja walaupun pakaian dan rambutnya mulai terbakar api, Jonson mencopoti kancing kemeja putihnya satu demi satu dengan tidak terburu - buru, dengan sebelah tangan kirinya saja sambil matanya tersenyum melirik Annabelle si gadis cosplay gipsi berambut pirang. Lalu dilemparkannya pakaian yang terbakar api tersebut. Ditepuk-tepuknya sedikit sisa api di celana bagian belakang dan samping, dan sesudahnya ia mengusap rambutnya yang dilahap api seperti orang berkeramas saja dan satu kali usapan, api tersebut pun padam.

"No na, kau hanya ingin lihat dadaku kan?"

Tubuh Jonson yang sangat bidang, bugar, tentulah tidak mengherankan bagi teman-temannya di Bilik Indonesia, karena mereka setiap hari melihat Jonson fitness. Tapi, nampaknya tidak demikian halnya dengan nona Annabelle, ia sangat takjub melihat fisik Jonson tersebut.

"Sayangku, kau sangat tampan dan perkasa? Kau mau diriku?" Annabelle bergerak mendekati Jonson dan sepertinya merayu.

"Oh sial, ada sesuatu yang tidak beres disini. Aku butuh ide cepat." keluh Songke.

Dandra, "Mungkin ada sesuatu yang berhubungan dengan boobsnya?"

Ibang menepak kepala Dandra dari belakang, "Yang bener idenya. Malah ngelawak."

Dandra, "Mungkin ada sesuatu yang berhubungan dengan bajak lautnya?"

Padre menepak kepala Dandra dari belakang, "Yang bener idenya. Bajak lautnya udah kalah."

"Kok ikutan mukul sih," keluh Dandra.

"Mungkin ada sesuatu yang berhubungan dengan ramalan?" Dandra mencoba lagi, kali ini dengan langsung jongkok tak mau kepalanya dikeplak lagi.

Mata Songke berbinar, "That's it! Ia menduduki seorang peramal gipsi untuk mencari tahu sesuatu. Gipsi adalah orang Romani betul Padre? Dan mereka ini, menurut kitab Shahnameh yang ditulis oleh Firdaus si penyair tahun 1000an, punya kadar ilmu pengetahuan yang luar biasa. Ilmu pengetahuan. Googlax. Albetistra. Kali Sara. Mahanisha Puja!"

"Aum Kreem Kalikaye Namaha" dengan sangat cepat Songke merapal mantra yang baru saja dicernanya itu berulang kali. Ia berjalan dengan pelan dan mata tertutup mendekat ke Annabelle. Kedua tangan Songke tertangkup di depan dada dengan jemari menunjuk ke langit.

Benar saja, mendengar mantra tersebut diucapkan, reaksinya mulai terlihat pada Annabelle yang terjatuh berlutut dan memegang kepalanya kesakitan.

Songke terus mendekat hingga ia berdiri tanpa jarak dengan si gadis gipsi pirang. Dan akhirnya gadis gipsi itu terkulai tak sadarkan diri.

Semua Albetistran keluar dari persembunyian di bilik masing-masing dengan lega. Begitu pula dengan Padre, Dandra, dan Ibang. Mantra tadi tampak berhasil mengeluarkan sisi negatif yang ada di sekitaran Pasar Albetistra.

Tapi, mendadak Jonson mendekati gadis gipsi itu. "Eh tidur lagi, aku mau minta semangkanya," seraya menyentuh kancing pakaian si Annabelle.

Lutut Songke yang tak jauh dari situ naik menghantam kepala Jonson, membuatnya berguling - guling dan terkapar telentang beberapa meter dari tempat Annabelle berbaring.

"Lo diboongin Dandra, Jonson. Itu bukan semangka. Itu boobs." ucap Songke.

Jonson hanya tersenyum tipis memandang langit biru cerah di luar Dome yang melingkupi Albetistra. Ia berbaring dengan tangan terentang lebar.

"Di a bi lang sayang pada ku."

Ibang hanya menunduk melihat jari-jari kakinya mendengar itu. Wajahnya agak muram.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.