- Beranda
- The Lounge
KISAH IBLIS TERMULIA, TERHORMAT DAN TERKUTUK (ISLAM VERSION)
...
TS
cyberphone
KISAH IBLIS TERMULIA, TERHORMAT DAN TERKUTUK (ISLAM VERSION)
Quote:

Quote:
Sebelum dilaknat oleh Allah, Azazil (nama asli iblis) memiliki wajah rupawan cemerlang, mempunyai empat sayap, banyak ilmu, terbanyak dalam hal ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan masih banyak lagi.
Azazil/Azazel (Bahasa Arab: عزازل) adalah nama asli dari Iblis, ia adalah nenek moyang para Jin. Menurut legenda bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azazil pernah menjadi Imam para Malaikat. Azazil dikenal juga sebagai Sayidul Malaikat (penghulu para malaikat)[1] dan Khazinul Jannah (bendaharawan surga).
Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'melata'. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.
Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.
Disebut dalam kitab daqoiqulahbar karangan Abd Rahim bin Ahmad dan Kitab badaiuz zuhur karangan Muhammad bin Ahmad Al Hanafi dari Ubadatillah bin Samit, Rasulullah bersabda
Pertama Allah menjadikan makhluk-Nya ialah nur Muhammad kemudian pena yang bentuknya seperti mutiara putih yang panjang sekali. Allah menyuruh pena menulis ilmu Allah sampai hari kiamat, yang pertama kali ditulis :” Aku Maha Pengampun dan Aku Mengampuni Pada Orang-orang (siapa saja) Yang Minta Ampun.”
Kemudian Allah menciptakan sabak (lauhul mahfud) bentuknya seperti cahaya berlian biru, kemudian Allah menciptakan arasy, baitul makmur, surga, neraka, padang ma’shar, sirothol mustaqim dan sebagainya.
Allah menciptakan bumi, matahari, rembulan, bintang, malaikat, bidadari, burok di dalam surga dan binatang di darat dan di lautan kecuali ular.
IBLIS
Jin memiliki pemimpin yang disebut jan banuljan (jan abal jin).
Dalam tafsir sohwi jilid 2 hal 60 surat al A’rof. Iblis itu bapaknya jin dan setan, maksudnya bahwa anak iblis sebelum dikutuk oleh Allah namanya jin, sesudah dikutuk namanya setan. Pendapat lain menegaskan bahwa Jan banuljan bukan anak iblis, pimpinan (nenek moyang) jin yang diciptakan dari asap api yang menjilat-jilat.
Setan punya pimpinan banyak sekali, dalam kitab hadits iblis, karangan ki Taptazani bin Basyumi. Sholawat ka’bul Ahbar meriwayatkan, bahwa Allah SWT, menugaskan pada iblis dengan tugas yang mulia sebagai berikut :
1. Iblis sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 (empat puluh ribu tahun), namun disurga iblis tidak bau harum, padahal iblis di surga makhluk Allah yang tampan, gagah perkasa, dan bentuknya sangat bagus, orang jawa bilang bagaikan Raden Janoko dari kayangan. Kata orang sunda bagaikan Raden Gatotkaca dari Pringgondani.
2. Iblis bergabung dengan malaikat dalam waktu 80.000 tahun (delapan puluh ribu tahun)
3. Iblis menjadi penasehat malaikat dalam waktu 20.000 tahun (dua puluh ribu tahun).
4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun (tiga puluh ribu tahun)
5. Iblis melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 (empat belas ribu tahun), jadi secara keseluruhan iblis beribadah melakukan semua perintah kepada Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih, selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Dan arasy), iblis tidak merasa lelah dan mengeluh menjalankan perintah Allah, tugas-tugas Allah yang termulia ini, iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah SWT semata-mata. Pada masa itu malaikat dan lainnya, iblis diberi gelar Al A’ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar A’zazil (panglima besar malaikat). Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, iblis beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Aras 14.000 tahun.
Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh, iblis dihormati para malaikat, hingga terhormatnya iblis dilangit yang pertama berkibarlah bendera bertulis Al ‘abid (iblis ahli ibadah).
Langit ke 2 berkibarlah tulisan Al Zahid (iblis ahli suci) tidak melanggar larangan Allah, dan mematuhi segala perintah Allah.
Langit ke 3 berkibarlah tulisan Al Ar’rif (yang mengetahui segala kekuasaan kemulyaan Allah).
Langit ke 4 berkibarlah tulisan Al Waliyu (yang dibebani dan dikasihi Allah).
Langit ke 5 berkibarlah tulisan Attaqiyu (yang takut/ patuh perintah Allah).
Langit ke 6 berkibarlah tulisan Alkhozinu (yang mengawasi makhluk Allah yang bernyawa)
Langit ke 7 berkibarlah tulisan Azroilu (yang mencabut nyawa/ memberi celaka pada makhluk lainnya). Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arasy, dan sebagainya, mereka semua menghormati pada iblis sebagai makhluk Allah yang terhormat dan termulia, sehingga bila iblis lewat di depan para malaikat, maka malaikat menghormati pada iblis, bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama iblis di penjuru alam semesta.
Namun sayang, di lauhul mahfudz, tulisan iblis terselubung rapi tidak satupun makhluk yang tahu kecuali Allah, tertera Alkafir Almal’un (iblis inkar terkutuk).
dalam sumber lain
Iblis pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah jin yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah swt selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat. Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, kerana dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat.
Azazil adalah imam kepada kepada seluruh malaikat. Ibadahnya kepada Allah banyak. Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80,000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadrat Allah.
Dalam satu riwayat menceritakan, akan malaikat Israfil melihat yang tersurat di Loh Mahfuz ada tercatat satu suratan berkenaan:
..."“Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80,000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.”...
Maka menangislah Israfil karena bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz. Maka menangislah sekelian malaikat kerana takut dan bimbang nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat, agar Azazil mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat. Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa:
...“Ya Allah, Janganlah ENGKAU murka terhadap mereka (para malaikat).”...
Malangnya, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Selepas mendoakan semua para malaikat, Azazil terus menuju ke surga. Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan:
..."“Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat.”...
Lalu Allah Menciptakan Adam a.s., dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam a.s. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.
Bukan saja enggan sujud, Azazil malah sombong dan menjawab kepada Allah:
..."Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujudlah melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)? Israa [61]"...
Keengganan sujud ini berpunca dari hasad dengki iblis Azazil, yang iri hati apabila Allah hendak melantik nabi Adam sebagai khalifah di bumi karena ia dijadikan dari api sedangkan manusia dijadikan dari tanah yang busuk dan melekat. Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa daratan. Maka terhalaulah Azazil dari surga. Namanya diubah kepada Iblis. Apabila Iblis diturunkan ke bumi, dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya.
..."Dia berkata lagi: Kabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempo kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan zuriat keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya) Israa [62]"...
..."Allah berfirman (kepada iblis): Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup. Israa [63]"..
Azazil/Azazel (Bahasa Arab: عزازل) adalah nama asli dari Iblis, ia adalah nenek moyang para Jin. Menurut legenda bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azazil pernah menjadi Imam para Malaikat. Azazil dikenal juga sebagai Sayidul Malaikat (penghulu para malaikat)[1] dan Khazinul Jannah (bendaharawan surga).
Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'melata'. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api. Kata al-‘azâz (العزاز) terdiri dari empat huruf, yaitu huruf ‘ain, zây, alif, dan zây yang kedua. Masing-masing huruf menunjukkan sepak terjang iblis, karena setiap nama itu menunjukkan perbuatan pemiliknya.
Dari huruf ‘ain muncul kata ‘ulluw ‘kesombongan’, dari huruf zây muncul kata zuhw ‘sikap takabur’, dari huruf alif muncul kata ibâ’ ‘pembangkangan’ dan istikbâr ‘sifat angkuh’. Kesombongan, sikap takabur, pembangkangan, dan sifat angkuh merupakan sifat-sifat yang dimiliki iblis. Inilah tafsir nama asli iblis yaitu Azâzîl.
Disebut dalam kitab daqoiqulahbar karangan Abd Rahim bin Ahmad dan Kitab badaiuz zuhur karangan Muhammad bin Ahmad Al Hanafi dari Ubadatillah bin Samit, Rasulullah bersabda
Pertama Allah menjadikan makhluk-Nya ialah nur Muhammad kemudian pena yang bentuknya seperti mutiara putih yang panjang sekali. Allah menyuruh pena menulis ilmu Allah sampai hari kiamat, yang pertama kali ditulis :” Aku Maha Pengampun dan Aku Mengampuni Pada Orang-orang (siapa saja) Yang Minta Ampun.”
Kemudian Allah menciptakan sabak (lauhul mahfud) bentuknya seperti cahaya berlian biru, kemudian Allah menciptakan arasy, baitul makmur, surga, neraka, padang ma’shar, sirothol mustaqim dan sebagainya.
Allah menciptakan bumi, matahari, rembulan, bintang, malaikat, bidadari, burok di dalam surga dan binatang di darat dan di lautan kecuali ular.
IBLIS
Jin memiliki pemimpin yang disebut jan banuljan (jan abal jin).
Dalam tafsir sohwi jilid 2 hal 60 surat al A’rof. Iblis itu bapaknya jin dan setan, maksudnya bahwa anak iblis sebelum dikutuk oleh Allah namanya jin, sesudah dikutuk namanya setan. Pendapat lain menegaskan bahwa Jan banuljan bukan anak iblis, pimpinan (nenek moyang) jin yang diciptakan dari asap api yang menjilat-jilat.
Setan punya pimpinan banyak sekali, dalam kitab hadits iblis, karangan ki Taptazani bin Basyumi. Sholawat ka’bul Ahbar meriwayatkan, bahwa Allah SWT, menugaskan pada iblis dengan tugas yang mulia sebagai berikut :
1. Iblis sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 (empat puluh ribu tahun), namun disurga iblis tidak bau harum, padahal iblis di surga makhluk Allah yang tampan, gagah perkasa, dan bentuknya sangat bagus, orang jawa bilang bagaikan Raden Janoko dari kayangan. Kata orang sunda bagaikan Raden Gatotkaca dari Pringgondani.
2. Iblis bergabung dengan malaikat dalam waktu 80.000 tahun (delapan puluh ribu tahun)
3. Iblis menjadi penasehat malaikat dalam waktu 20.000 tahun (dua puluh ribu tahun).
4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun (tiga puluh ribu tahun)
5. Iblis melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 (empat belas ribu tahun), jadi secara keseluruhan iblis beribadah melakukan semua perintah kepada Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih, selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Dan arasy), iblis tidak merasa lelah dan mengeluh menjalankan perintah Allah, tugas-tugas Allah yang termulia ini, iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah SWT semata-mata. Pada masa itu malaikat dan lainnya, iblis diberi gelar Al A’ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar A’zazil (panglima besar malaikat). Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, iblis beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Aras 14.000 tahun.
Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh, iblis dihormati para malaikat, hingga terhormatnya iblis dilangit yang pertama berkibarlah bendera bertulis Al ‘abid (iblis ahli ibadah).
Langit ke 2 berkibarlah tulisan Al Zahid (iblis ahli suci) tidak melanggar larangan Allah, dan mematuhi segala perintah Allah.
Langit ke 3 berkibarlah tulisan Al Ar’rif (yang mengetahui segala kekuasaan kemulyaan Allah).
Langit ke 4 berkibarlah tulisan Al Waliyu (yang dibebani dan dikasihi Allah).
Langit ke 5 berkibarlah tulisan Attaqiyu (yang takut/ patuh perintah Allah).
Langit ke 6 berkibarlah tulisan Alkhozinu (yang mengawasi makhluk Allah yang bernyawa)
Langit ke 7 berkibarlah tulisan Azroilu (yang mencabut nyawa/ memberi celaka pada makhluk lainnya). Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arasy, dan sebagainya, mereka semua menghormati pada iblis sebagai makhluk Allah yang terhormat dan termulia, sehingga bila iblis lewat di depan para malaikat, maka malaikat menghormati pada iblis, bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama iblis di penjuru alam semesta.
Namun sayang, di lauhul mahfudz, tulisan iblis terselubung rapi tidak satupun makhluk yang tahu kecuali Allah, tertera Alkafir Almal’un (iblis inkar terkutuk).
dalam sumber lain
Iblis pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah jin yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah swt selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat. Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, kerana dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat.
Azazil adalah imam kepada kepada seluruh malaikat. Ibadahnya kepada Allah banyak. Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80,000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadrat Allah.
Dalam satu riwayat menceritakan, akan malaikat Israfil melihat yang tersurat di Loh Mahfuz ada tercatat satu suratan berkenaan:
..."“Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80,000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.”...
Maka menangislah Israfil karena bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz. Maka menangislah sekelian malaikat kerana takut dan bimbang nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat, agar Azazil mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat. Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa:
...“Ya Allah, Janganlah ENGKAU murka terhadap mereka (para malaikat).”...
Malangnya, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Selepas mendoakan semua para malaikat, Azazil terus menuju ke surga. Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan:
..."“Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat.”...
Lalu Allah Menciptakan Adam a.s., dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam a.s. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.
Bukan saja enggan sujud, Azazil malah sombong dan menjawab kepada Allah:
..."Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujudlah melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah (yang di adun)? Israa [61]"...
Keengganan sujud ini berpunca dari hasad dengki iblis Azazil, yang iri hati apabila Allah hendak melantik nabi Adam sebagai khalifah di bumi karena ia dijadikan dari api sedangkan manusia dijadikan dari tanah yang busuk dan melekat. Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa daratan. Maka terhalaulah Azazil dari surga. Namanya diubah kepada Iblis. Apabila Iblis diturunkan ke bumi, dia berjanji akan menyesatkan manusia serta keturunannya.
..."Dia berkata lagi: Kabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempo kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan zuriat keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya) Israa [62]"...
..."Allah berfirman (kepada iblis): Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup. Israa [63]"..
Quote:
Diubah oleh cyberphone 27-01-2015 22:31
0
69.6K
Kutip
99
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
cyberphone
#22
Azazil, Sang Monoteis Sejati
Quote:
“Penguasa segala dunia menciptakan api suci Sammun. Dari api ini Beliau menciptakan sesosok makhluk untuk kemudian dinaikkan ke surga tertinggi dan hidup sebagai malaikat. Dinamai-Nya makhluk ini, Azazil. Diwajibkan atas malaikat-malaikat yang diciptakan setelahnya untuk mengikuti, karena ia adalah imam mereka”
Potongan di atas merupakan tafsir dari ahli kitab Muslim abad ke-18 bernama Abdul Al-Wahhab, yang anaknya kemudian mengembangkan Islam aliran Wahhabi. Abdul Al-Wahhab sendiri merupakan keturunan Bani Tamim, yang jika dirunut akan kembali ke Abu Bakar As-Siddiq, sahabat Rasulullah SAW sendiri. Ini merupakan bukti bahwa walaupun tidak pernah disebutkan dalam Al-Qur’an, nama Azazil pernah disebut oleh Rasulullah. Hassan Al-Basri yang kemudian menerangkan kalau setelah dilaknat oleh Allah, Azazil kemudian dikenal sebagai Iblis.
Jauh sebelum zaman Rasulullah, nama Azazil muncul di buku ketiga dari 5 kitab Taurat, yakni buku Leviticus. Dalam yang diturunkan kepada nabi Musa ini, penyebutan nama Azazil berkenaan dengan Hari Penebusan, yang juga memiliki multitafsir. Hari Penebusan, yang menurut ajaran Yahudi disebut Yom Kippur, adalah hari dimusnahkannya semua makhluk dimana Azazil menjadi makhluk terakhir yang akan dimatikan oleh Tuhan.
Menurut ajaran Kristen Adventist Hari Ketujuh, Azazil disebut sebagai Azazel, yang disamakan dengan Satan. Dikatakan bahwa pada hari kiamat, Azazel akan menanggung dosa dari semua kaum Yahudi sebelum mereka semua menjalani penebusan dan diperkenankan memasuki surga.
Terlepas dari agama Semit mana yang mengajarkan tentang Azazil, namanya jelas ditemukan pada dokumen sejarah yang ditemukan di Qumran. Para arkeolog berasumsi kalau dokumen ini berasal dari zaman Yahudi karena banyak mencatat tentang Bani Ibrahim, mulai dari awal persebaran ajarannya hingga ke akhir hayatnya yang diyakini sebagai Yom Kippur. Dari buku-buku inilah serpihan-serpihan kisah tentang Azazil disatukan.
Etimologi
Kata Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'Allah'. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. atau dapat diartikan sebagai mahluk yang membawa kesombongannya milik Allah Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api.
Kisah Seutuhnya
Azazil tidak langsung diciptakan untuk menjadi imam dari para malaikat. Ia harus membuktikan pengabdiannya kepada Tuhan terlebih dahulu, dan harus berkompetisi dengan malaikat lainnya, termasuk malaikat Ridwan. Demi pembuktian dirinya, Azazil berusaha keras untuk selalu beribadah, dan Tuhan pun menganugerahkan penghargaan atas setiap pencapaiannya dengan mengizinkannya untuk naik ke surga yang setingkat di atasnya. Azazil mendapat gelar yang berbeda-beda seiring dengan surga yang dimasukinya.
§ Surga Pertama (Ar-Rafii’ah)
Al-Abid yang artinya ahli ibadah
§ Surga Kedua (Al-Maa'uun)
Ar-Raki yang artinya ahli ruku
§ Surga Ketiga (Al-Maziinah)
As-Saajid yang artinya ahli sujud
§ Surga Keempat (Az-Zahirah)
Al-Khaasyi yang bermakna senantiasa merendah dan takluk kepada penciptanya
§ Surga Kelima (Al-Muniirah)
Al-Qaanit yang artinya selalu ta'at
§ Surga Keenam (Al-Khaliishah)
Al-Mujtahid yang bermakna bersungguh-sungguh dalam beribadah
§ Surga Ketujuh (Al-Ajiibah)
az-Zahid yang berarti sederhana
Setelah berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan hamba Tuhan paling setia dengan pengabdian paling besar, barulah Tuhan memberinya gelar Sayidul Malaikat dan Khazinul Jannah. Dia telah berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan monoteis sejati yang hanya akan menyembah Tuhan, dan tiada selain Dia.
Rupanya Tuhan berkata lain. Dia menguji kesetiaan Azazil melalui penciptaan manusia. Usai menciptakan Adam, Tuhan memerintahkan kepada Azazil untuk menyembahnya, dengan dalih bahwa manusia merupakan makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan-Nya. Setelah melalui ujian berat menaiki 7 tingkat surga demi membuktikan kesetiaannya, Azazil tentu tidak mudah untuk langsung menyembah selain Tuhan. Dia pun menolak, lalu seketika itulah Tuhan melaknat Azazil, tubuh malaikatnya serta-merta berubah menjadi tubuh setan, dan namanya berganti menjadi Iblis. Sebagai hukuman atas ketidak-patuhannya, Tuhan mengirim Iblis ke dunia. Hingga kini, lokasi dimana Azazil diturunkan dikenal sebagai Jabal Muntar, yang lokasinya berada tidak jauh dari Jerusalem.
Di dunia, Iblis berkembang biak menjadi banyak dan tak lama menjadi bangsa setan. Ia pun mengutus salah satu keturunannya untuk menggoda Adam agar memakan buah Khuldi. Iblis tahu bahwa jika Adam maupun Hawa memakan buah tersebut, mereka akan dilaknat dan diasingkan ke dunia. Peristiwa bersejarah itupun terjadi, kedua manusia tersebut memakan buah terlarang dan dikirim ke dunia. Sebelum mereka tiba di dunia, Iblis telah terlebih dahulu mengetahui dimana mereka akan mendarat. Iblis berfikir bahwa untuk memusnahkan kedua manusia tersebut dengan cara menjadikan tempat mereka mendarat menjadi sebuah tanah yang tandus yang tak mungkin dihidupi. Daerah yang disebut sebagai Padang Arafah yang tadinya merupakan padang rumput yang asri dengan pepohonan dan sungai pun dibakar dengan menggunakan api dari tubuh Iblis, mengingat dia memang diciptakan dari api Sammun. Padang Arafah berubah menjadi padang pasir yang gersang dan tandus.
Renungan Hari Ini
Sepintas tampaknya tidak adil bagi Azazil. Justru karena kesetiaannya sebagai monoteis yang tidak mengizinkannya untuk menyembah selain Tuhan, dia malah dihukum sepanjang masa hingga Hari Akhir. Apakah Tuhan malah mendukung politeisme, dimana umat menyembah selain diri-Nya? Mengapa Azazil, yang hanya berbuat satu kesalahan, yang bahkan mungkin tidak bisa disebut sebagai sebuah kesalahan, langsung dilaknat Tuhan, sementara kita manusia yang berbuat kesalahan berulang-kali masih dibiarkan hidup dan berkeliaran di muka bumi? Apakah Tuhan telah berbuat kesalahan?
Dimana letak keadilan-Nya? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua.
Potongan di atas merupakan tafsir dari ahli kitab Muslim abad ke-18 bernama Abdul Al-Wahhab, yang anaknya kemudian mengembangkan Islam aliran Wahhabi. Abdul Al-Wahhab sendiri merupakan keturunan Bani Tamim, yang jika dirunut akan kembali ke Abu Bakar As-Siddiq, sahabat Rasulullah SAW sendiri. Ini merupakan bukti bahwa walaupun tidak pernah disebutkan dalam Al-Qur’an, nama Azazil pernah disebut oleh Rasulullah. Hassan Al-Basri yang kemudian menerangkan kalau setelah dilaknat oleh Allah, Azazil kemudian dikenal sebagai Iblis.
Jauh sebelum zaman Rasulullah, nama Azazil muncul di buku ketiga dari 5 kitab Taurat, yakni buku Leviticus. Dalam yang diturunkan kepada nabi Musa ini, penyebutan nama Azazil berkenaan dengan Hari Penebusan, yang juga memiliki multitafsir. Hari Penebusan, yang menurut ajaran Yahudi disebut Yom Kippur, adalah hari dimusnahkannya semua makhluk dimana Azazil menjadi makhluk terakhir yang akan dimatikan oleh Tuhan.
Menurut ajaran Kristen Adventist Hari Ketujuh, Azazil disebut sebagai Azazel, yang disamakan dengan Satan. Dikatakan bahwa pada hari kiamat, Azazel akan menanggung dosa dari semua kaum Yahudi sebelum mereka semua menjalani penebusan dan diperkenankan memasuki surga.
Terlepas dari agama Semit mana yang mengajarkan tentang Azazil, namanya jelas ditemukan pada dokumen sejarah yang ditemukan di Qumran. Para arkeolog berasumsi kalau dokumen ini berasal dari zaman Yahudi karena banyak mencatat tentang Bani Ibrahim, mulai dari awal persebaran ajarannya hingga ke akhir hayatnya yang diyakini sebagai Yom Kippur. Dari buku-buku inilah serpihan-serpihan kisah tentang Azazil disatukan.
Etimologi
Kata Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'Allah'. Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti kebanggaan atau kesombongan. atau dapat diartikan sebagai mahluk yang membawa kesombongannya milik Allah Dinamakan demikian karena ia tercipta dari api.
Kisah Seutuhnya
Azazil tidak langsung diciptakan untuk menjadi imam dari para malaikat. Ia harus membuktikan pengabdiannya kepada Tuhan terlebih dahulu, dan harus berkompetisi dengan malaikat lainnya, termasuk malaikat Ridwan. Demi pembuktian dirinya, Azazil berusaha keras untuk selalu beribadah, dan Tuhan pun menganugerahkan penghargaan atas setiap pencapaiannya dengan mengizinkannya untuk naik ke surga yang setingkat di atasnya. Azazil mendapat gelar yang berbeda-beda seiring dengan surga yang dimasukinya.
§ Surga Pertama (Ar-Rafii’ah)
Al-Abid yang artinya ahli ibadah
§ Surga Kedua (Al-Maa'uun)
Ar-Raki yang artinya ahli ruku
§ Surga Ketiga (Al-Maziinah)
As-Saajid yang artinya ahli sujud
§ Surga Keempat (Az-Zahirah)
Al-Khaasyi yang bermakna senantiasa merendah dan takluk kepada penciptanya
§ Surga Kelima (Al-Muniirah)
Al-Qaanit yang artinya selalu ta'at
§ Surga Keenam (Al-Khaliishah)
Al-Mujtahid yang bermakna bersungguh-sungguh dalam beribadah
§ Surga Ketujuh (Al-Ajiibah)
az-Zahid yang berarti sederhana
Setelah berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan hamba Tuhan paling setia dengan pengabdian paling besar, barulah Tuhan memberinya gelar Sayidul Malaikat dan Khazinul Jannah. Dia telah berhasil membuktikan bahwa dirinya merupakan monoteis sejati yang hanya akan menyembah Tuhan, dan tiada selain Dia.
Rupanya Tuhan berkata lain. Dia menguji kesetiaan Azazil melalui penciptaan manusia. Usai menciptakan Adam, Tuhan memerintahkan kepada Azazil untuk menyembahnya, dengan dalih bahwa manusia merupakan makhluk paling sempurna yang pernah diciptakan-Nya. Setelah melalui ujian berat menaiki 7 tingkat surga demi membuktikan kesetiaannya, Azazil tentu tidak mudah untuk langsung menyembah selain Tuhan. Dia pun menolak, lalu seketika itulah Tuhan melaknat Azazil, tubuh malaikatnya serta-merta berubah menjadi tubuh setan, dan namanya berganti menjadi Iblis. Sebagai hukuman atas ketidak-patuhannya, Tuhan mengirim Iblis ke dunia. Hingga kini, lokasi dimana Azazil diturunkan dikenal sebagai Jabal Muntar, yang lokasinya berada tidak jauh dari Jerusalem.
Di dunia, Iblis berkembang biak menjadi banyak dan tak lama menjadi bangsa setan. Ia pun mengutus salah satu keturunannya untuk menggoda Adam agar memakan buah Khuldi. Iblis tahu bahwa jika Adam maupun Hawa memakan buah tersebut, mereka akan dilaknat dan diasingkan ke dunia. Peristiwa bersejarah itupun terjadi, kedua manusia tersebut memakan buah terlarang dan dikirim ke dunia. Sebelum mereka tiba di dunia, Iblis telah terlebih dahulu mengetahui dimana mereka akan mendarat. Iblis berfikir bahwa untuk memusnahkan kedua manusia tersebut dengan cara menjadikan tempat mereka mendarat menjadi sebuah tanah yang tandus yang tak mungkin dihidupi. Daerah yang disebut sebagai Padang Arafah yang tadinya merupakan padang rumput yang asri dengan pepohonan dan sungai pun dibakar dengan menggunakan api dari tubuh Iblis, mengingat dia memang diciptakan dari api Sammun. Padang Arafah berubah menjadi padang pasir yang gersang dan tandus.
Renungan Hari Ini
Sepintas tampaknya tidak adil bagi Azazil. Justru karena kesetiaannya sebagai monoteis yang tidak mengizinkannya untuk menyembah selain Tuhan, dia malah dihukum sepanjang masa hingga Hari Akhir. Apakah Tuhan malah mendukung politeisme, dimana umat menyembah selain diri-Nya? Mengapa Azazil, yang hanya berbuat satu kesalahan, yang bahkan mungkin tidak bisa disebut sebagai sebuah kesalahan, langsung dilaknat Tuhan, sementara kita manusia yang berbuat kesalahan berulang-kali masih dibiarkan hidup dan berkeliaran di muka bumi? Apakah Tuhan telah berbuat kesalahan?
Dimana letak keadilan-Nya? Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua.
Quote:
0
Kutip
Balas