- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#213
EPISODE 7
GADIS GIPSI DAN SI PENYAMUN
"Tzooiittttt," bunyi kedua pintu peti segel terbuka.
Dari dalamnya melangkah keluar dua sosok unik. Yang satu adalah gadis gipsi tampil dengan pakaian khasnya ala tukang ramal sambil mengunyah permen karet. Bedanya gadis gipsi yang satu ini rambutnya pirang, dan matanya biru.
"Ini gipsi apa ABG Jerman? Cantik bener, putih lagi," bisik Dandra pada Songke.
"Tau tanya gih sono ama si TUA, menurut gw ini dia salah masuk peti, ini kayaknya sih dia mau ikutan cosplay dimana tau ini?" Songke menjawab.
Dandra pun bertanya pada Ibang, "Bang, ni gipsi beneran? Cantik banget Bang. Ga kaya gipsi."
Tapi tak ada komen balasan.
Dandra yang tadi tidak melihat ke arah yang ditanya, sekarang balik badan sekedar untuk melihat dan mendapati Ibang sedang memerah pipinya, dan matanya merem melek ga keruan serta mulutnya lidahnya melet kemana-mana.
"Songke, buruan liat si Ibang tumbenan engas'. Apa gara-gara liat si Gipsi boobsnya gede?"
Songke kaget juga liat Ibang keadaannya udah kayak pasien ayan gitu.
"Bang, woy jaga nama baik bilik woy, masa lo TUA engask gitu sih liat cewek. Woy kontrol woy."
Songke mengira ia menyatakannya dengan telepati. Tapi ternyata tidak. Ia nyablak dari mulutnya semua pernyataan barusan dengan keras suara level tertinggi sehingga semua pasang mata beralih pada Ibang yang sedang dalam keadaan tak sedap dipandang itu. Termasuklah si gadis Gipsi yang perlahan berjalan mendekat ke arah Ibang. Tapi kaca Dome masih belum terbuka.
Di peti segel satunya, muncul ...
"Captain Jack Sparrow." ucap Dandra.
"Eh," Songke memperhatikan, "captain who?"
"Ini bajak laut terkenal Ke, masa lo ga tau?" Dandra bingung.
Memang pria dengan kostum bak penyamun ini terlihat seperti bajak laut yang bintang film itu. Tapi insting Songke mengatakan ini bukan seperti yang dibayangkan Dandra.
"Ndra mundur Ndra. Jonson, lindungin Ibang. Ayo kita cari tempat aman. Gw feeling bakal rusuh bentar lagi di sini."
Songke memerintah koleganya saat Ibang tak bisa diandalkan.
Keempatnya langsung berlari bersembunyi di bangunan yang cukup jauh, Bilik Rusia. Tapi mereka masih bisa memantau keadaan di Pasar Albetistra.
Dan ketika pintu Dome terbuka, gadis gipsi cantik itu berteriak.
"Selamat siang Albetistra!"
"Nama saya Annabelle! dan ini adalah pacar saya Sir Canckefon die der Ariel!"
"Hah? Dia udah punya pacar? Haduuuh" tiba-tiba Ibang sudah kembali pulih dan berkomentar lagi.
"Lo knapa TUA, barusan? Sakit ngarep lo ye? Kalo Googlax tau lo kaya gini, bakal penuh ni tempat dijejelin sama cewek master pake dandanan cosplay. Malu-maluin bilik aja lo."
"Biasa, setiap orang kan punya kelemahan toh." Ibang gak mau tengsin coba membela diri.
Padre Benedetto bertanya, "Mau apa kau datang kemari, Hai sang Gipsi asisten Iblis?"
"Ha! Rupanya ada orang yang bisa mengenaliku disini. Aku sungguh tidak menduga. Menyenangkan bila kau terkenal bukan?"
"Kau sembunyikan seperti apapun rupamu kau ubah, aku tetap tahu siapa kau," balas Padre Benedetto.
"Kau harus segera menghadap Tuhanmu, Padre. Kalau tidak urusanku disini bisa kacau."
Tak terlihat gerakannya oleh mata, gadis gipsi itu kini telah mencekik leher Padre Benedetto dan perlahan kaki Padre pun terangkat dari tanah.
"Jonson, lindungi Padre. Aku aman disini bersama Songke dan Dandra," instruksi Ibang.
"Tidak mau, aku disini saja," ucap Jonson menentang perintah.
"Cewek itu punya buah semangka di dadanya. Bertemanlah dengannya agar kau diberinya," bujuk Dandra.
"Oh ya?" Mata Jonson berbinar.
Lalu Jonson berlari dengan secepat kilat tak ubahnya badak lepas mengarah ke si gadis gipsi yang membahayakan nyawa Padre.
"Hei No na! Aku mau minta semangkamu!!" teriakan Jonson dapat didengar jelas oleh semua orang hingga semua warga Albetistra pun tersenyum.
"Semangka apa maksudmu?" Gadis gipsi nampak kesal melihat semua orang tersenyum.
"Semangka yang kau simpan di dadamu." Jonson polos menuturkan yang ia dengar dari Dandra.
"Mau menghadap Tuhan mu ya?" Gadis gipsi melepaskan cekikannya dari si Padre. Padre pun dibanting ke tanah. Dan kini dengan cepat ia sudah mencekik leher Jonson dan berusaha mengangkatnya dari tanah.
Tapi tak bisa diangkat.
"Kau mau apa?" tanya Jonson. Tapi tinju kirinya ia layangkan ke perut si gadis Gipsi dengan sangat cepat telak menghantam samping abdomen dan si gadis Gipsi pun terpental sejauh 8 meter dan membentur kaca Dome.
Gadis Gipsi menahan kesakitan dan si penyamun tampak sangat marah. Terlepas dari itu, ekspresi kaget terbaca jelas di wajah keduanya.
Cuma Ibang, Dandra dan Songke sedang bersalam-salaman di kejauhan merayakan kesuksesan mitranya itu.
"Padre, kau baik saja?" ucap Jonson seraya membantu Padre Benedetto berdiri.
"Terima kasih, Jonson. Kau anak baik. Tapi berhati-hatilah dia itu asisten iblis."
Padre yang mendapatkan telepati dari Songke bergegas mendatangi tempat persembunyian Songke, Dandra dan Ibang. Para Albetistran lainnya juga membubarkan diri dari tempat itu mencari perlindungan. Dan pertempuran sangat mungkin terjadi sebentar lagi.
0