- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#211
EPISODE 5
ALBETISTRA: BILIK INDONESIA - DAY 3
"Kena!"
"Apaan yang kena?" Suara Jonson seperti biasa full bass.
"Aku berhasil menentukan komponen terakhir dari partikel ..." Songke tak melanjutkan penjelasannya menyadari yang bertanya adalah Jonson.
"Ibang sama Dandra mana?"
"Pergi survei lingkungan" jawab Jonson.
"Ransum!" Terdengar teriakan Master di depan bilik Indonesia.
"Ya letakkan saja disana. Kami sedang sibuk." teriak Songke.
"Habiskan ransum!" Master berteriak sekali lagi.
"Ya tentu saja! Akan kami habiskan!"
Lalu tiba-tiba pintu bilik terbuka dan Ibang serta Dandra masuk. Dandra membawa kotak ransum yang diletakkan para Master di depan tadi.
"Jonson tutup pintu," perintah Ibang.
Segera Jonson menutup pintu bilik.
"Semua, coba agak mendekat kemari." Ibang meminta teman-temannya mendekat.
"Dengarkan baik-baik. Aku tadi mendengar kabar rahasia dari rekan-rekan di bilik Selandia Baru. Mereka bilang besok akan terjadi sesuatu hal yang direncanakan di Pasar Albetistra. Tepatnya, beberapa orang baru telah ditangkap dan dalam perjalanan menuju Albetistra baru-baru ini. Dan anehnya, menurut kabar, mereka tidak akan masuk bilik."
"Tidak akan masuk bilik?" Dandra bingung
"Ya."
"Lalu apa yang sebenarnya akan terjadi?" Songke bertanya.
"Ada dua kemungkinan, ini bisa jadi plot lain lagi dari Googlax untuk memasukkan mata-mata di antara kita Albetistran. Kemungkinan yang lain adalah, mereka adalah kaum tak berdaerah."
"Kaum tak berdaerah?" Dandra masih bingung
"Gypsy." Songke berkata lirih.
"Merekalah kemungkinannya. Mereka mistis dan sangat kejam."
"Bistik sangat lezat?" Jonson yang tidak fokus ikut bertanya.
"Ya Jonson, mereka adalah 'Bistik yang sangat lezat'." Songke jadi kesal.
"Mistis, Jonson." ucap Ibang pelan.
"Misis? Jonson suka misis sangat lezat."
Kesal dengan Jonson, Dandra pun buka suara.
"Ibang, kau kan TUA di grup ini, bisa gak kira-kira kita tukar si Jonson ini dengan Master? Bilik kita gak maju-maju karena ada dia ini nih."
"Oh ya, aku hampir lupa, aku sudah melokalisir komponen terakhir nanti malam kita bisa mulai membuat tiruan zat pada sup udang tersebut dan reversanya." Songke mengabarkan pekerjaannya tadi.
"Kerja bagus Songke." puji Ibang.
"Ingatlah kalian semua, kita tidak tahu sudah seberapa dekat Googlax menciptakan komputer yang juga bisa menetralisir Albetistran. Apapun yang terjadi malam ini dan besok, ingat bahwa keadaan akan sangat rentan untuk perubahan drastis. Jadi apapun yang terjadi kita harus tetap bersatu, paham?"
"Paham, Bang" ucap Songke, Dandra dan Jonson.
"Paham apa Son?" Tanya Ibang.
"Ingatlah, kita tidak tahu komputer." jawab Jonson.
"Mati aku," ucap Dandra sambil menepuk jidatnya.
0