Kaskus

Story

rahanAvatar border
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
29K
213
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
rahanAvatar border
TS
rahan
#210
“Son! Lo bilang tadi dengar apaan?” Dandra bersuara.

“TUA”

Songke penasaran. Ia kirim telepati lagi.
“Nah sekarang lo denger apaan?” tanya Songke.

“KETEK”

“Sekarang?” Dandra melanjutkan

“JONSON”

“Sekarang?” Songke sekali lagi.

“HITAM?”

“Dibaca dong. Tiga - tiganya” Songke menyarankan.

“KETEK JONSON HITAM?” Jonson menuruti dengan polosnya
Dan tak pelak lagi berderailah tawa Dandra dan Songke, bahkan Ibang pun tersenyum saja melihat Jonson dikerjai kali ini.

“Ei, siapa ini ada bilang ketek aku hitam?”Jonson mulai sadar sedang dikerjai.

“Nah Bang, dia bisa denger sekata – sekata Bang, tapi dia gak tau yang ngirim siapa.”

“Coba kirim telepati panjang” saran Ibang pada Songke dan Dandra, “Kita lihat apa dia bisa ‘mendengar’ lebih baik dari dia membaca?”

Dandra pun mengirim telepati semacam ini “KENTUT JONSON BAU SAMPAH SEPERTI MUKANYA YANG SANGAT TIDAK WAJAR BAGAI KERBAU BAU.”
Lalu ia bertanya, “Son kau ada dengar sesuatu tidak?”

“JON SON SEPERTI NYA SANGAT TIDAK BAU” ucap Jonson.
“Ah gak seru lo Son,” Dandra kecewa.

“Yah Bang, tuh liat sendiri kan, sama aja dia mah, gak baca gak denger otaknya ada lembaga sensornya kali nih Bang. Mungkin gegara ginian nih mesin Googlax meledak semua kalo dikonekin ke dia.” Songke menganalisis keadaan Jonson.

“Itu bisa jadi.” Ibang berkomentar singkat sembari memikirkan apa sebenarnya yang sedang terjadi.

“Tapi ini pasti anomali,” lanjut Ibang.

“Anomali gimana Bang?” Dandra ingin tahu.

“Ada sesuatu yang mengubah kepekaan telepati Jonson. Dan kita harus cari tau apa itu.”

Mereka semua hening beberapa saat mencoba mencerna kata - kata Ibang barusan.

“Ah gw tau, gw tau,” Songke langsung seperti biasa menunjukkan kejeniusannya.

Wajah Ibang dan Dandra tampak sumringah dan sangat tertarik, Jonson tetap dengan ekspresi bodohnya.

“Apa?!” Tanya Ibang dan Dandra.

“Sup udang!” Songke menunjuk ke mangkuk yang terjatuh di lantai.

“Sup udang ini adalah ransum dari Googlax, dan ini tidak hanya diberikan kepada kita saja.” Ibang dengan satu kalimat.

“Akan tetapi, di bilik kita, di antara kita berempat, satu siluman kerbau gila berwajah manusia, melahap hampir semua dari sup udang tersebut, dan mendadak dia bisa mendengar telepati.” Dandra pun dengan satu kalimat.

“Dan mengingat, Jonson adalah jenis moron yang sangat unik dan tangguh, serta mempertimbangkan faktor apapun yang terjadi padanya kecuali steroid dan barbel akan menimbulkan efek bertolak belakang, maka bisa disimpulkan bahwa sup udang ini memiliki kandungan tertentu yang bertujuan melemahkan kemampuan telepati kita, namun dalam hal ini rencana Googlax ini menjadi bumerang dan justru menguntungkan kita, dan semua ini bisa dibuktikan, dengan menganalisis kandungan sup udang ini, kita akan bisa mengetahui zat apa yang membuat Jonson bertambah kemampuan telepatinya, dan dengan membuat komponen yang sama kita berikan pada Jonson agar ia semakin membaik, dan komponen reversanya kita berikan pada kita bertiga agar kita pun mendapat peningkatan kemampuan apapun itu.” Jenius Songke dengan kalimatnya yang tak terhitung telah bersuara.

Inilah titik balik di Albitestra. Dengan segera Dandra mengambil sisa sup udang dan membawanya ke laboratorium Songke.

Ketiganya bergegas menuju ruang serba guna. Tinggallah Jonson sendiri di ruang makan, “Sup ku.”
Suaranya terdengar begitu pilu.
Diubah oleh rahan 27-01-2015 02:07
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.