- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
28.9K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#208
EPISODE 4
ALBETISTRA: BILIK INDONESIA - DAY 2
"Kenapa kalian kalian ini tak jadi Master?" suara Jonson berat saat mereka sedang makan malam. Dia tengah asik dengan sup udangnya dan duduknya agak menjauh dari temannya yang lain.
"Hei kerbau bermuka manusia, jangan nanya yang gak penting gitu dong. Lo alibi doang kan pura pura bolot, itu sup udang udah 3 mangkok ke perut lo semua? Telen sama mangkoknya sekalian Son." Dandra ketus gak kebagian sup udang.
"Otot ku butuh ini udang udang." Jonson membela diri.
"Bang, lo TUA kan? Mau sampe kapan lo biarin si Jonson menindas kita saban makan malam dengan cara-cara seperti ini? Masa lo TUA gak ngeliat ini sebagai bentuk ketidakadilan." Songke protes.
"Kalian kan kalau mau beli udangnya nanti bisa ke market sendiri. Nah Jonson kan ndak bisa. Jadi biarlah dia makan ransum udang dari Googlax ini. Kalian kan masih punya tahu dan cabe rawit. Dinikmati lah." ucap Ibang santai membela Jonson.
"Be tul Pasar aku tak bi sa." Dengan gaya patah-patah dan suara beratnya, Jonson mengamini ucapan Ibang.
Dandra lalu mengedipkan matanya pada Songke. Mendapat kode tersebut Songke pun langsung beraksi, dilemparkannya dua buah cabe rawit dari tahu-tahu yang ada di depannya ke arah Dandra layaknya seorang pitcher mengumpan bola mudah bagi sang pemukul, Dandra mengayunkan tangan kirinya yang memegang sendok hanya dengan pergerakan pelan pergelangan tangannya saja kepala sendok langsung mengenai kedua cabe rawit tersebut sekaligus. Dua buah cabe rawit itu pun melesat menuju dua lubang hidung Jonson ... dan sleppp ... masuk dengan pas menyumbat kedua lubang hidung tersebut. Jonson yang tengah hendak menyuap supnya, mulanya kaget, lalu mendelik dan bersin, sehingga baik sup di sendok maupun yang di mangkuk pun tumpah dan jatuh ke lantai.
"Praaang!" Bunyi mangkuk dan sendok bergelimpangan di lantai.
Dandra dan Songke diam menahan senyum dikulum. Ibang yang tak melihat perbuatan keduanya, bertanya pada Jonson, "Ada apa Son?"
Jonson pun menyahut terbata, "Ter bang ca be dua masuk hidung aku bersin."
"Pffft," baik Songke dan Dandra tawanya sudah nyaris pecah mendengar Jonson yang begitu polos.
Ibang melihat gelagat tak baik dari Songke dan Dandra pun menegur, "Kalian ini telepati jangan dipakai untuk ganggu Jonson lah. Kasian kan dia?"
Dan dengan telepati nya pun, Songke dan Dandra berteriak, "TUAAA!!"
Ibang yang mendengar teriakan telepati itu cuma menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat perbuatan Songke dan Dandra yang seperti bocah.
Lalu tiba-tiba Jonson berkomentar, "Eh, aku kok kayak dengar ada yang bilang TUA ya?"
Jelas ini sangat mengejutkan bagi Ibang, Songke, dan Dandra!
Jonson sebelumnya 'buta telepati'.
Diubah oleh rahan 26-01-2015 06:57
0