- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
28.9K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#207
EPISODE 3
ALBETISTRA: BILIK INDONESIA - DAY 1
"Dandra!!!!" suara cowok kurus yang duduk di depan meja komputer tiba-tiba melengking tinggi.
"Apaaan sih Ke, ribut amat?" Yang namanya merasa dipanggil nggak nyahut. Ini si Jonson yang kekar lagi angkat-angkat barbel.
"Ini ingusnya si Dandra di keyboard, kena tangan gw ah! Brengsek banget kan tuh anak." Songke ngomel.
"Ibang, Dandra mana?" teriak Songke lagi sekarang manggil ke Ibang.
"Dandra kan tadi keluar. Katanya tadi mau cari tisu, abis dia bersin-bersin. Makanya komputer kosong walaupun lagi jam dia pake sekarang kan." Ibang menjelaskan dengan bijaksana.
"Ya tapi gak ingus semua di keyboard gini dong, kan gw gak tau." Songke masih sebal.
"Ya mungkin dia sekarang beli tisu, mau ngelap ingus disitu." Ibang masih tetap membela Dandra.
"Aisshh mana mungkin, orang super jorok kaya dia ngurusin begituan."
Dan Songke masih tetap ngomel.
"Lagian gw heran, gw udah bilang bolak-balik, gw bingung Googlax pada bego-bego amat sih, orang kaya si Dandra itu ya, udah jadiin Master aja sekalian. Apa hebatnya sih dia? Apa joroknya dia yang bikin mesin jadi meledak pada ga tahan sama dia? Kalo gw kan jelas nih, pinter, mesin Master mah ancur mau ngeladenin gw. Si Jonson kan ototnya beh banget tuh, makannya juga dua bakul sendiri. Lu Bang, udah jelas kalo lu mah, power lu, TUA! Nah si Dandra spesialnya apaan pake disimpen segala sama Googlax di mari?'
"Yang kamu bilang tua itu siapa? Saya ini ndak tua, saya ini dewasa. Beda lho arti dewasa dengan tua."
"Songke," suara Jonson yang super ngebass bunyi mendadak, "Si Dandra itu ndak cuma jual cerewet dia yang kaya nenek-nenek itu, tapi juga dia itu orangnya lucu kali, kan aku pun sering dibuatnya kencing di celana kalau dia sudah main lucon."
"Le- Lu - Con." koreksi Songke, "Lucon mah apaan?"
"Ya itu lah pokoknya." Jonson enggak tahu mau bilang apa.
Nah si Jonson ini sudahlah dia ngomongnya ngebass dan pelan, dia punya kesulitan membaca. Dia kalau mau baca ada kalimat yang kebaca sama dia maksimal 7 kata yang terbaca kalau dia berusaha keras dan itu pun random.
Pernah waktu si Jonson berlagak pesan makan sendiri di restoran,
Pas dikasih menu sama mbak resto cepat sajinya, dan ditanya, "Silakan, pesan yang mana."
Si Jonson berusaha keras untuk baca, dan jawab dengan polosnya, "Pesan, pahamu lezat dan dadamu lezat 2."
Ketiga rekannya terkekeh - kekeh sakit perut menahan untuk tidak tertawa, dan keluar dari resto cepat saji tersebut dan berguling-guling tertawa di pelataran parkir resto cepat saji satu-satunya di Albetistra tersebut.
Dan ironisnya lagi, Jonson tak tau kalau apa yang diucapkannya itu salah. Selalu dia pikir apa lah yang dia baca itulah yang terbenar, karena ia berpikir bahwa dia pintar dan itulah mengapa Googlax tak sanggup mengkonversinya menjadi Master. Padahal ....
Dandra datang dari luar, "Siapa yang mau tisu?"
"Gw!" teriak Songke, "Ingus lo tuh, ke keyboard jadi kena tangan gw,"
"Dih kok nyalahin gw sih? Katanya pinter, kalo pinter mata dipake dong, liat ke keyboard kalo mau pake keyboardnya." cerewet Dandra gak ada yang mengalahkan.
"Eh monyong, di dunia ini mana ada orang ngetik di Keyboard ngeliat ke keyboardnya?" Songke jelas kesal.
"Dan lo ngaku-ngaku lo yang paling pinter di sini? Huh, Pinter apanya. Jelas-jelas itu si Jonson ada, tiap ngetik liat ke keyboard komputer, trus dipencet pake jempol kanan kiri ... dikiranya keyboard hape pake jempol ngetiknya." Si Dandra cerewet memberikan alibinya, yang gak ngenakkin buat si Jonson.
"Ndra," Jonson dengan suara bass lagi, "Kau mau pilih keselek otot bisepku atau mau kutimpuk palamu, pake Barbel ini?"
"Sudah - sudah, jangan berantem, nggak baik itu," Ibang menengahi.
Dan Songke, Dandra serta Jonson ketiganya saling pandang dan langsung serempak meneriaki Ibang, "Huu Dasar TUA!"
Padahal Ibang memang belum tua - tua banget, umurnya juga baru 21 tahun. Tapi ya begitulah Ibang, semua tindakannya bukan dibuat-buat tapi memang beneran dewasa dan terkesan TUA, karakter yang diperlukan tapi sangat bikin sebal anak-anak bilik Indonesia.
Diubah oleh rahan 26-01-2015 06:57
0