- Beranda
- Stories from the Heart
Claudya.
...
TS
kevinadr04
Claudya.
haloo.. kali ini ane mau nulis cerita baru, dan dengan gaya tulisan yang baru
setelah sebelumnya dengan cerita DIALOGUE (DIA, LO, GUE) yang nggak kelar, karena ada sesuatu, bukan bermasalah sama tokohnya tapi karena ane udah agak lupa cerita dan kisahnya, makanya nggak ane terusin
insyaAllah, kali ane tulis sampe kelar sambil ngisi liburan kuliah dan belajar nulis. Hehe
PROLOG:
INDEX
setelah sebelumnya dengan cerita DIALOGUE (DIA, LO, GUE) yang nggak kelar, karena ada sesuatu, bukan bermasalah sama tokohnya tapi karena ane udah agak lupa cerita dan kisahnya, makanya nggak ane terusin
insyaAllah, kali ane tulis sampe kelar sambil ngisi liburan kuliah dan belajar nulis. Hehe
PROLOG:
Spoiler for :
INDEX
Spoiler for :
Diubah oleh kevinadr04 01-10-2015 04:14
anasabila memberi reputasi
1
9.5K
61
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kevinadr04
#8
Malam Minggu Bersama Claudya
Hari demi hari terus berlalu, tapi aku dan Claudya belum pernah bertemu lagi, terakhir kita bertemu saat awal perkenalan di sebuah café itu. Tapi bbm masih terus berjalan, semenjak aku sms dia pertama kali, makin lama pun kita makin terasa dekat. Aku tak ingin terlalu cepat untuk mengatakan bahwa aku suka dengannya, terlebih lagi aku tidak tahu apakah dia sudah ada yang punya atau belum.
Aku mencoba untuk mengajaknya keluar malam minggu besok untuk nongkrong bareng lagi dengan anak-anak, yang kebetulan anak-anak sekarang sudah tidak begitu sibuk seperti sebelumnya yang kala untuk bertemu saja susah.
BBM:
Kevin : “claudya, besok malam minggu ada acara nggak?”
Claudya : “hmm.. kayaknya nggak ada, emang kenapa vin?”
Kevin : “malam minggu nongkrong lagi yuk, btw rumah lo dimana deh?”
Claudya : “di deket tongkrongan lo kan.”
Aku begitu kaget, bahwa ternyata rumah Claudya dekat dengan tongkrongan yang selama ini kita kumpul, yang selalu aku bingung, kenapa aku tidak pernah melihat dia.
Kevin : “seriuss?? Kok gue nggak pernah liat lo ya?!”
Claudya : “benerann.. gue suka ngeliat yoka sama rendi tuh disitu kalo lagi lewat situ, tapi kok gue juga nggak pernah liat lo kalo lagi lewat situ yaa?”
Kevin : “yekali? Gilak. Ternyata Jakarta sempit banget yaa.”
Claudya : “haha. Bukan Jakarta yang sempit, tapi pergaulan kita yang terlalu luas vin.”
Kevin : “yaudah, besok malem minggu ketemuan disana yaa. Hehe”
Claudya : “yaudah iya, vin.”
Benar-benar tak pernah ku duga sebelumnya, bahwa rumah Claudya ternyata dekat tempat biasa aku dan teman-teman berkumpul. Yang membuatku heran, kenapa aku tidak pernah melihat dia, atau memang karena aku dan anak-anak yang lain mengumpul hanya malam saja jadi tidak tahu. Tapi kalau pun aku tahu rumah Claudya dekat dengan tempat biasa aku berkumpul, aku tidak tahu juga namanya jika tidak dikenalkan oleh Audrey.
Malam minggu pun telah tiba, ini berarti ini waktu aku akan bertemu dengan Claudya (lagi). Aku menyiapkan sepeda motorku untuk berangkat ke tempat tongkrongan, aku berpakaian rapi dan tak lupa pakai sepatu. aku sangat jarang sekali memakai sepatu kalau hanya untuk sekadar berkumpul saja, biasanya aku lebih sering hanya memakai sandal. Kalaupun aku pakai sepatu, mungkin karena dingin bukan karena untuk gaya seperti teman-temanku. Sepatu ku pun bukan bermerk yang harganya mencapai angka satu jutaan keatas seperti yang lain, aku hanya memakai sepatu Converse buluk dengan sobek disamping.
“mau kemana vin?” tanya ibuku yang sedang menonton tv.
“mau main mah sebentar” jawabku.
“yaudah, pulangnya jangan malem-malem.” Ucap ayahku.
“iya. Yaudah kevin berangkat dulu pak, mah.” Ucapku sambil mencium tangan ayah dan ibuku.
Setelah mencium kedua tangan orang tuaku, aku menjalankan motorku yang daritadi sudah kusiapkan dan kupanaskan. Tidak sabar aku ingin cepat sampai ke tempat anak-anak berkumpul, tidak sabar ingin bertemu Claudya.
Sesampainya disana aku belum melihat sesosok Claudya, yang kulihat hanya ada beberapa teman-temanku yang laki, dan ada Audrey juga disana. Saat aku baru duduk dibangku panjang tempat anak-anak yang lain duduk daritadi, Audrey menanya.
“vinn.. udah sejauh mana sama Claudya? Ciyee.” Tanya Audrey padaku yang membuatku bingung dan membuat anak-anak semuanya melihat padaku.
“hmm.. sejauh mana apanya?” tanyaku berpura-pura.
“halahh.. nggak usah pura-pura gitu, gue tau kali. Lo minta nomor Claudya pas balik juga gue tau. Haha” ledek Audrey.
“……” aku hanya diam tidak bisa berkata apa-apa dan menjadi salah tingkah.
“wahh.. kevin diem-diem udah nyolong start duluan yaa dibelakang kita. Haha” ledek rendi padaku.
Tak lama anak-anak tongkronganku meledek dan membullyku karena aku diam-diam mendekati Claudya, ada sebuah motor matic berwarna putih pink dikendarai seorang perempuan datang ke arah kita. Dan kalau dilihat dari lekuk tubuhnya, aku tahu siapa orang yang membawa motor matic ini. Ya! Dia adalah Claudya, wanita yang dari kemarin membuatku tak bisa tidur dan selalu memikirkannya.
“haii..” ucap Claudya sesampainya di depan kita.
Anak-anak yang tadinya lagi sibuk mengobrol dan memainkan gadgetnya masing-masing berlirik kearahku dan senyum-senyum pertanda mereka meledekku.
“haii.. claudya.” Sapa Audrey.
“vinn.. tuh Claudya, tadi katanya nyariinn.” Ledek yoka.
“ehh.. enggak, apaansih.” Jawabku sambil melirik kearah Claudya yang lagi senyum-senyum sendiri.
“udahh..ngaku aja vin.” Celetuk Audrey ikut meledekku.
“kamprettt.. kenapa ujung-ujungnya malah dilledekin abis-abisan gue.” Ucapku dalam hati.
“ehh..kesitu yuk, duduk disana aja. Nggak enak ganggu yang lagi pdkt.” Ucap Audrey.
Tak lama Audrey berkata seperti itu, anak-anak yang lain meninggalkan kami berdua satu persatu. Ada yang menuju ke warung, ada yang ke ayunan juga. Benar-benar salah tingkah aku saat itu, bagaimana tidak. Sebelumnya aku hanya berani mengobrol lewat bbm dan sms, tapi kali ini aku mengobrol langsung.
“abis darimana clau?” tanyaku malu-malu membuka pembicaraan.
“abis dari rumah temen vin. Lo udah daritadi disini?” Jawab Claudya.
“ohh.. pantes bawa motor, kirain dari rumah, perasaan rumah lu deket dari sini. Nggak, belum lama kok gue disini. hehe” jawabku.
“lo kenapasih vin?” tanya Claudya melihatku heran.
“kenapa apanya clau?” tanyaku balik.
“gue perhatiin daritadi lo kayak salah tingkah gitu, lo grogi yaa deket gue? Haha” ledek Claudya.
“nggak, gue nggak grogi kok.” Jawabku berbohong.
“halahh.. boong, keliatan kali vin. Lo daritadi nggak bisa diem gitu. Haha” claudya masih meledekku.
“ihh..enggak.”
Benar-benar grogi aku didekat Claudya, kenapa aku menjadi seperti ini di dekat Claudya. Padahal biasanya aku jika mengobrol, tak pernah sesalah tingkah ini. Memang beda jika kita di dekat orang yang benar-benar kita suka dengan orang yang kita hanya sekadar kenal saja. Cukup lama aku mengobrol dengan Claudya, untungnya semakin lama aku semakin terbiasa, tidak seperti sebelumnya yang sangat amat grogi.
Setelah dirasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, Claudya izin pulang kepadaku karena daritadi ibunya sudah menghubunginya untuk segera pulang karena sudah larut malam.
“vinn.. gue pulang dulu yaa, gapapa kan?” ucap Claudya sambil bersiap-siap.
“iya Clau, gapapa kok. Gue juga ngerti kok, nggak baik juga pulang terlalu malem. Hehe”
“nahh iya. Itu lo paham. Haha”
“mau gue anterin nggak? Haha” tanyaku sambil bercanda.
“haha nggak usah, rumah gue deket ini.”
“haha iya, gue juga cuma bercanda. Haha” ledekku.
“yaudah, gue pulang dulu yaa vin.” Salam claudya.
“iyaa, hati-hati yaa. Kalo jatoh missed call. Haha”
“haha dasarr. Ehh.. semuanya balik dulu yaa.” Ucap claudya pada semuanya.
Sangat senang aku hari ini, selain bisa bertemu kembali dengan Claudya, aku juga mengobrol berdua dengan Claudya cukup lama dan pastinya tidak diganggu oleh teman-temanku. Aku saat itu belum pulang ke rumah, karena aku memang masih ingin agak lama disini. Masih ingin berkumpul dengan teman-temanku, lagi pula saat itu ada seorang temanku yang rumahnya searah denganku belum pulang juga. Jadi kupikir, lebih baik nanti aku pulang bareng dengannya saja.
New BBM:
Claudya : “kevinn.. maaf yaatadi pulang duluan, ternyata lo orangnya asik juga yaa kalo ngobrol langsung. Haha”
Kevin : “haha. Emang lo kira gue nggak asik yaa? Haha”
Claudya : “enggak bukan gitu, soalnya waktu pertama gue liat lo. Tampang lo jutek banget, senyum juga jarang.”
Kevin : “haha maklumin aja, efek muka jutek dari lahir yaa gini. Diem juga dibilang jutek. Haha”
Claudya : “haha iya. Lo masih disitu vin?”
Kevin : “masih nih. Mau pulang males, nanti aja bareng sama temen gue.”
Claudya : “yee..dasarr lu pemales.”
Kevin : “haha enak aja. Nggak tidur Clau?”
Claudya : “ini lagi mau tidur vin. Lo tuh, pulang sana.”
Kevin : “iya clau, ini gue lagi mau pulang kok.”
Claudya : “yaudah, gue tidur duluan yaa vin. Hehe”
Kevin : “iya clau, selamat tidur yaa. Hehe”
Mungkin lagu yang pas untuk saat ini, lagu Mocca – Sebelum Kau Tidur. Untuk yang belum tau lagunya seperti apa, coba dengerin dibawah ini..
Aku mencoba untuk mengajaknya keluar malam minggu besok untuk nongkrong bareng lagi dengan anak-anak, yang kebetulan anak-anak sekarang sudah tidak begitu sibuk seperti sebelumnya yang kala untuk bertemu saja susah.
BBM:
Kevin : “claudya, besok malam minggu ada acara nggak?”
Claudya : “hmm.. kayaknya nggak ada, emang kenapa vin?”
Kevin : “malam minggu nongkrong lagi yuk, btw rumah lo dimana deh?”
Claudya : “di deket tongkrongan lo kan.”
Aku begitu kaget, bahwa ternyata rumah Claudya dekat dengan tongkrongan yang selama ini kita kumpul, yang selalu aku bingung, kenapa aku tidak pernah melihat dia.
Kevin : “seriuss?? Kok gue nggak pernah liat lo ya?!”
Claudya : “benerann.. gue suka ngeliat yoka sama rendi tuh disitu kalo lagi lewat situ, tapi kok gue juga nggak pernah liat lo kalo lagi lewat situ yaa?”
Kevin : “yekali? Gilak. Ternyata Jakarta sempit banget yaa.”
Claudya : “haha. Bukan Jakarta yang sempit, tapi pergaulan kita yang terlalu luas vin.”
Kevin : “yaudah, besok malem minggu ketemuan disana yaa. Hehe”
Claudya : “yaudah iya, vin.”
Benar-benar tak pernah ku duga sebelumnya, bahwa rumah Claudya ternyata dekat tempat biasa aku dan teman-teman berkumpul. Yang membuatku heran, kenapa aku tidak pernah melihat dia, atau memang karena aku dan anak-anak yang lain mengumpul hanya malam saja jadi tidak tahu. Tapi kalau pun aku tahu rumah Claudya dekat dengan tempat biasa aku berkumpul, aku tidak tahu juga namanya jika tidak dikenalkan oleh Audrey.
Malam minggu pun telah tiba, ini berarti ini waktu aku akan bertemu dengan Claudya (lagi). Aku menyiapkan sepeda motorku untuk berangkat ke tempat tongkrongan, aku berpakaian rapi dan tak lupa pakai sepatu. aku sangat jarang sekali memakai sepatu kalau hanya untuk sekadar berkumpul saja, biasanya aku lebih sering hanya memakai sandal. Kalaupun aku pakai sepatu, mungkin karena dingin bukan karena untuk gaya seperti teman-temanku. Sepatu ku pun bukan bermerk yang harganya mencapai angka satu jutaan keatas seperti yang lain, aku hanya memakai sepatu Converse buluk dengan sobek disamping.
“mau kemana vin?” tanya ibuku yang sedang menonton tv.
“mau main mah sebentar” jawabku.
“yaudah, pulangnya jangan malem-malem.” Ucap ayahku.
“iya. Yaudah kevin berangkat dulu pak, mah.” Ucapku sambil mencium tangan ayah dan ibuku.
Setelah mencium kedua tangan orang tuaku, aku menjalankan motorku yang daritadi sudah kusiapkan dan kupanaskan. Tidak sabar aku ingin cepat sampai ke tempat anak-anak berkumpul, tidak sabar ingin bertemu Claudya.
Sesampainya disana aku belum melihat sesosok Claudya, yang kulihat hanya ada beberapa teman-temanku yang laki, dan ada Audrey juga disana. Saat aku baru duduk dibangku panjang tempat anak-anak yang lain duduk daritadi, Audrey menanya.
“vinn.. udah sejauh mana sama Claudya? Ciyee.” Tanya Audrey padaku yang membuatku bingung dan membuat anak-anak semuanya melihat padaku.
“hmm.. sejauh mana apanya?” tanyaku berpura-pura.
“halahh.. nggak usah pura-pura gitu, gue tau kali. Lo minta nomor Claudya pas balik juga gue tau. Haha” ledek Audrey.
“……” aku hanya diam tidak bisa berkata apa-apa dan menjadi salah tingkah.
“wahh.. kevin diem-diem udah nyolong start duluan yaa dibelakang kita. Haha” ledek rendi padaku.
Tak lama anak-anak tongkronganku meledek dan membullyku karena aku diam-diam mendekati Claudya, ada sebuah motor matic berwarna putih pink dikendarai seorang perempuan datang ke arah kita. Dan kalau dilihat dari lekuk tubuhnya, aku tahu siapa orang yang membawa motor matic ini. Ya! Dia adalah Claudya, wanita yang dari kemarin membuatku tak bisa tidur dan selalu memikirkannya.
“haii..” ucap Claudya sesampainya di depan kita.
Anak-anak yang tadinya lagi sibuk mengobrol dan memainkan gadgetnya masing-masing berlirik kearahku dan senyum-senyum pertanda mereka meledekku.
“haii.. claudya.” Sapa Audrey.
“vinn.. tuh Claudya, tadi katanya nyariinn.” Ledek yoka.
“ehh.. enggak, apaansih.” Jawabku sambil melirik kearah Claudya yang lagi senyum-senyum sendiri.
“udahh..ngaku aja vin.” Celetuk Audrey ikut meledekku.
“kamprettt.. kenapa ujung-ujungnya malah dilledekin abis-abisan gue.” Ucapku dalam hati.
“ehh..kesitu yuk, duduk disana aja. Nggak enak ganggu yang lagi pdkt.” Ucap Audrey.
Tak lama Audrey berkata seperti itu, anak-anak yang lain meninggalkan kami berdua satu persatu. Ada yang menuju ke warung, ada yang ke ayunan juga. Benar-benar salah tingkah aku saat itu, bagaimana tidak. Sebelumnya aku hanya berani mengobrol lewat bbm dan sms, tapi kali ini aku mengobrol langsung.
“abis darimana clau?” tanyaku malu-malu membuka pembicaraan.
“abis dari rumah temen vin. Lo udah daritadi disini?” Jawab Claudya.
“ohh.. pantes bawa motor, kirain dari rumah, perasaan rumah lu deket dari sini. Nggak, belum lama kok gue disini. hehe” jawabku.
“lo kenapasih vin?” tanya Claudya melihatku heran.
“kenapa apanya clau?” tanyaku balik.
“gue perhatiin daritadi lo kayak salah tingkah gitu, lo grogi yaa deket gue? Haha” ledek Claudya.
“nggak, gue nggak grogi kok.” Jawabku berbohong.
“halahh.. boong, keliatan kali vin. Lo daritadi nggak bisa diem gitu. Haha” claudya masih meledekku.
“ihh..enggak.”
Benar-benar grogi aku didekat Claudya, kenapa aku menjadi seperti ini di dekat Claudya. Padahal biasanya aku jika mengobrol, tak pernah sesalah tingkah ini. Memang beda jika kita di dekat orang yang benar-benar kita suka dengan orang yang kita hanya sekadar kenal saja. Cukup lama aku mengobrol dengan Claudya, untungnya semakin lama aku semakin terbiasa, tidak seperti sebelumnya yang sangat amat grogi.
Setelah dirasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam, Claudya izin pulang kepadaku karena daritadi ibunya sudah menghubunginya untuk segera pulang karena sudah larut malam.
“vinn.. gue pulang dulu yaa, gapapa kan?” ucap Claudya sambil bersiap-siap.
“iya Clau, gapapa kok. Gue juga ngerti kok, nggak baik juga pulang terlalu malem. Hehe”
“nahh iya. Itu lo paham. Haha”
“mau gue anterin nggak? Haha” tanyaku sambil bercanda.
“haha nggak usah, rumah gue deket ini.”
“haha iya, gue juga cuma bercanda. Haha” ledekku.
“yaudah, gue pulang dulu yaa vin.” Salam claudya.
“iyaa, hati-hati yaa. Kalo jatoh missed call. Haha”
“haha dasarr. Ehh.. semuanya balik dulu yaa.” Ucap claudya pada semuanya.
Sangat senang aku hari ini, selain bisa bertemu kembali dengan Claudya, aku juga mengobrol berdua dengan Claudya cukup lama dan pastinya tidak diganggu oleh teman-temanku. Aku saat itu belum pulang ke rumah, karena aku memang masih ingin agak lama disini. Masih ingin berkumpul dengan teman-temanku, lagi pula saat itu ada seorang temanku yang rumahnya searah denganku belum pulang juga. Jadi kupikir, lebih baik nanti aku pulang bareng dengannya saja.
New BBM:
Claudya : “kevinn.. maaf yaatadi pulang duluan, ternyata lo orangnya asik juga yaa kalo ngobrol langsung. Haha”
Kevin : “haha. Emang lo kira gue nggak asik yaa? Haha”
Claudya : “enggak bukan gitu, soalnya waktu pertama gue liat lo. Tampang lo jutek banget, senyum juga jarang.”
Kevin : “haha maklumin aja, efek muka jutek dari lahir yaa gini. Diem juga dibilang jutek. Haha”
Claudya : “haha iya. Lo masih disitu vin?”
Kevin : “masih nih. Mau pulang males, nanti aja bareng sama temen gue.”
Claudya : “yee..dasarr lu pemales.”
Kevin : “haha enak aja. Nggak tidur Clau?”
Claudya : “ini lagi mau tidur vin. Lo tuh, pulang sana.”
Kevin : “iya clau, ini gue lagi mau pulang kok.”
Claudya : “yaudah, gue tidur duluan yaa vin. Hehe”
Kevin : “iya clau, selamat tidur yaa. Hehe”
Mungkin lagu yang pas untuk saat ini, lagu Mocca – Sebelum Kau Tidur. Untuk yang belum tau lagunya seperti apa, coba dengerin dibawah ini..
Diubah oleh kevinadr04 05-02-2015 01:14
0