Kaskus

Story

pujangga1000Avatar border
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Kelakuan Anak Kuliah

Takut mati? Jangan hidup ~
Takut hidup? Mati saja... - Anak kostan

Quote:

Quote:

Buat ngobrol santai
(click!)Kamar 3A

Quote:


emoticon-rainbow----------------------------------------------------------------------------------emoticon-rainbow

emoticon-rainbow========================================emoticon-rainbow


pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
faeyzarbnAvatar border
hllowrld23Avatar border
yusrillllllAvatar border
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.4KAnggota
Tampilkan semua post
pujangga1000Avatar border
TS
pujangga1000
#525
Tragedi futsal 1
Kalo ditanya orang, apakah gue dan Una itu pacaran? Kita berdua kompak jawab, iya!
Lalu kalo ditanya orang, kapan kita jadian? Gue diem, Una menjawab sebelum makrab.
Terus panggilan sayang kita berdua apa? Gue manggil Una dengan "neng", sedangkan Una manggil gue, "abang".

emoticon-flower

Sejak kejadian "kopi", hampir tiap pagi, gue dibeliin sama Una. Doi juga gak mau diganti duitnya. Alhasil, gue selalu bergegas ke kantin buat mencegat doi. Rada malu juga gue kalo harus ditraktir kopi tiap hari. Tapi sayangnya, entah gue yang terlalu lambat atau Una yang kecepetan. Gue selalu berpapasan sama doi di selatsar (jalan dari ruang kelas menuju kantin). Una dengan senyumnya dan secangkir kopi ditangannya disodorin ke gue.

"Abaaaaaang, ini uda dibeliin kopinya emoticon-Big Grin"
" emoticon-Hammer "

***
Hari ini adalah hari terakhir sebelum kita mid-term (Ujian ditengah-tengah semester). Cowok-cowok angkatan gue berencana untuk ngadain sparing futsal, lawan tim dari jurusan lain. Hitung-hitung refreshing dulu sebelum belajar buat ujian. For your information, angkatan gue 100an orang, tapi cowoknya cuman 17 orang, dan yang dihitung sebagai bener-bener cowok itu gak nyampe 10 orang emoticon-norose

Sore ini kita bakal ngelawan tim dari jurusan lain, tapi satu gedung kampus sama jurusan gue. Gue pun siap-siapin diri dari kostan. Gue siapin sepatu, kaos kaki, baju bola, sama baju ganti. Jujur aja, gue uda lama gak olahraga. Apalagi sejak ngekost, rokok gue makin sepur. Hasilnya ya nafas gue pendek banget emoticon-Embarrassment

Sampe di TKP, gue liat anak-anak jurusan gue cuman ada 8 orang termasuk gue. Sedangkan lawan ada hampir 15 orang. Gue uda mulai mikir, ini sih bisa-bisa gue mokad karena kehabisan nafas. Lah, mereka enak, kalo capek tinggal ganti, pemainnya banyak. emoticon-Thinking

Satu jam pertama, permainan masih selow, masih enak ngeliat oper-operan, lari-larian, dan lain-lain. Satu jam setelahnya, anak-anak pada berdiri dibelakang semua nemenin kiper, termasuk gue emoticon-Peace

Uda bisa ditebak donk, kalo tim lawan itu berusaha mati-matian nyetak gol, tapi gagal melulu karena kami semua berdiri dibelakang nahan bola. Ada satu pemain lawan yang gue liat agresif banget mainnya. Malah boleh dikatakan cenderung kasar.

Entah berapa kali dia nyoba buat nabrak gue. Tapi emang perbedaan bodi kita berdua terlalu mencolok. Gue sedikit berisi, sedangkan dia sedikit cungkring (kurus). Dia selalu terhempas setelah berusaha melewati gue. Well, dari analisa gue, ni anak gak bisa main futsal. Karena dia gak ngerti gimana gojek bola. Dia cuman bisa bawa bola lurus kedepan, kalo ada yang halangin, dia halau pakai tangannya atau kadang ditabrakin aja sama dia emoticon-Hammer

Pikir gue, kalo dia mainnya kasar, ya gue ikutan kasar juga donk. Gue juga sedikit banyaknya uda agak emosi kalo liat cara dia. Sampai suatu ketika, dia terhempas setelah nyoba nabrak gue. Ehh dia langsung berdiri, lalu megang kerah baju gue.

"Eh j*nk! Bisa main bola ngak lo?!" Teriaknya
" emoticon-Confused "
"Kalo gak bisa, keluar aja lu ngent*t" Katanya lagi
" emoticon-Mad "

Gue mulai emosi saat itu, gue mulai ngepal tangan siap-siap mau memberikan bogem mentah ke wajahnya
Tiba-tiba dari belakang, temen gue megangin gue

"Udah-udah jek, ganti aja dulu sama yang lain" Kata temen gue
" emoticon-Mad "
"Orangnya emang gila, gak usah dihirauin lah" Katanya lagi

Gue berjalan keluar dari lapangan. Akhirnya gue duduk-duduk aja sampai selesai. Gue liat orang tadi masih aja ngeliat gue sinis. Gue yang ngerasa gue gak salah, gue balas juga natap sinis ke arahnya.

Setelah urusan bayar membayar dan kita semua pulang. Saat diperjalanan, tiba-tiba gue diberhentiin sama empat orang dengan dua motor. Ternyata orang yang tadi mainnya kasar. Dia jalan kearah gue, lalu megang kerah gue lagi.

"Lo nantangin gue?" Katanya
" emoticon-Confused "
"Maksud lo apa tadi mainnya kasar? Bisa main gak lo? Kalo gak bisa, dirumah aja mending lo, anak anj*ng"
" emoticon-Kagets "
"Apa lo liat-liat? Gak senang lo sama gue?"

TIba-tiba gue tampar sama dia! Lalu dia lanjut megang kerah gue lagi

"Ngomong maaf gak lo?!" Teriak dia
" emoticon-Mad "
"Ngomong! Punya mulu gak lo, brengs*k!"

Akhirnya karena kesabaran gue uda melewati ambang batasnya. Gue ayunkan kepala gue ke depan. Kepala dia beradu dengan kepala gue. Tapi gue yakin hantaman gue keras, soalnya dia langsung oleng. Dan gue mulai dikeroyok sama tiga temannya yang lain..
sormin180
itkgid
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.