Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
delet3Avatar border
delet3 dan 50 lainnya memberi reputasi
49
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.9KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#2024
PART 88

Gue duduk didepan Adinda dan menyeruput caffe latte yang sudah mendingin. Sementara itu gue liat Adinda mulai mengeluarkan laptopnya dari tas, dan menyalakannya, kemudian terdiam beberapa saat. Adinda membuka binder yang dari tadi diletakkan di meja, dan mencari-cari catatan kuliah yang dimaksud. Gue memperhatikan binder milik Adinda, dan tertawa kecil. Adinda sadar kalo gue ketawa, kemudian mendongak dan memandangi gue dengan aneh.

Quote:


Gue tertawa kecil, dan menggeleng pelan. Gue menyeruput minuman didepan gue, sebelum menjawab pertanyaan itu.

Quote:


Adinda memandangi gue dengan heran, kemudian membolak-balikkan bindernya sendiri. Seakan dia mencari apa yang aneh dari bindernya dan membuat gue tertawa. Sesaat kemudian, dia mendongak dan memandangi gue lagi.

Quote:


Adinda tertawa kecil, dan sekali lagi membolak-balikkan bindernya. Memang sih, binder punya Adinda itu cukup unik, dengan berbagai warna. Agak lucu rasanya kalo binder semeriah itu dipake sama mahasiswi tingkat akhir seperti Adinda. Cocoknya buat anak SMA atau SMP malah, pikir gue geli.

Quote:


Gue mengangguk pelan, kemudian Adinda berdiri menuju tempat pemesanan. Gue berpikir sejenak, dan kemudian ikut berdiri mengikuti Adinda dari belakang, tanpa sepengetahuannya. Untung meja gue gak jauh dari tempat pemesanan, jadi gampang ngawasinnya, gak perlu takut barang-barang ilang. Gue memperhatikan Adinda memilih minuman dan makanan kecil, kemudian dia bergeser ke kasir. Waktu dia menunduk untuk membuka dompet dan mencari uang, gue bertindak sigap, dengan menyodorkan selembar uang ke kasir. Adinda memandangi gue, dan gue tersenyum kecil sambil mengangguk, mengucapkan kata “udah” ke Adinda tanpa suara. Adinda kaget melihat tingkah gue ini, tapi kemudian dia juga tersenyum tersipu. Gue dan Adinda kemudian kembali ke meja.

Di meja, pembicaraan gue dan Adinda beralih ke topik awal, yaitu tugas matakuliahnya. Obrolan kami itu berlangsung cukup panjang, sehingga gak perlu ya gue tuliskan disini. Setelah beberapa waktu, gue melihat jam tangan, dan menyadari bahwa udah mulai sore. Gue mengeluarkan handphone dari kantong jaket, tapi ternyata gak ada apapun di handphone itu. Sepi. Gue menggelengkan kepala pelan, dan menghela napas.

Ternyata Adinda memperhatikan gue selama itu. Dia memiringkan kepalanya sedikit, dan bertanya.

Quote:


Gue tersenyum, dan menggeleng pelan.

Quote:


Adinda tertawa mendengar omongan gue itu. Joke itu memang lagi mewabah di kalangan anak muda waktu itu.

Quote:


Adinda tertawa, kali ini lebih keras, sehingga dia terpaksa menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Gue kemudian pasang tampang aneh yang susah dijelaskan, yang membuat dia semakin ngakak lagi. Dan itu berlangsung beberapa saat.

Adinda menutup bindernya, dan kemudian memperhatikan gue. Gue balas memandanginya, dengan tampang datar dan pandangan semi cuek yang susah digambarin disini. Adinda tertawa.

Quote:


Gue agak kaget mendengar pertanyaan simple itu, tapi langsung gue jawab dengan anggukan kepala dan senyuman tipis.

Quote:


Adinda mengangguk-angguk pelan, dan sedikit mengkerutkan bibirnya. Dari gesturenya itu gue tau dia mau melontarkan pertanyaan lanjutan.

Quote:


Nah bener kan dugaan gue, pikir gue geli.

Quote:


Gue tertawa kecil, dan kemudian mengangguk pelan sambil menyeruput minuman gue yang udah sedingin ruangan ini.

Quote:


Gue terperanjat mendengar itu, dan mencondongkan badan ke arah Adinda.

Quote:


Gue gak langsung menjawab pertanyaan itu. Pikiran gue melayang ke sosok Vina. Sosok yang udah setahun ini ilang dari hidup gue, tapi punya cerita khusus di hati gue. Apa kabar ya Vina sekarang, pikir gue penasaran.
khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.