- Beranda
- Stories from the Heart
Bukan Cerita Zombie Biasa
...
TS
mbahloki
Bukan Cerita Zombie Biasa
Diubah oleh mbahloki 15-01-2015 19:29
anasabila memberi reputasi
1
4.1K
Kutip
34
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mbahloki
#2
Chapter 2: Mad World
Quote:
All around me are familiar faces Worn out places, worn out faces Bright and early for the daily races Going no where, going no where. Their tears are filling up their glasses No expression, no expression Hide my head I wanna drown my sorrow No tomorrow, no tomorrow.
Aku mengisi kepalaku dengan lagu Mad World yang dinyanyikan oleh Gary Jules. Aku berjalan meninggalkan Rumah Wendi. Aku telah menguburkan jenazah Wendi dengan layak di halaman depan rumahnya.
And I find it kind of funny, I find it kind of sad The dreams in which I'm dying are the best I've ever had I find it hard to tell you, I find it hard to take When people run in circles its a very, very Mad world, mad world.
Alasan Aku mendengarkan mp3 ini adalah karena suara-suara itu, bukan dari zombie, melainkan dari setiap arwah penasaran yang menangis pilu menyayat hati, meminta pertolongan untuk mengakhiri penderitaan mereka, sebuah tusukan ke kepala zombie mereka. Aku tidak menghiraukan mereka, maksudku aku tidak perlu membantu mereka semua, Aku bukan pahlawan. Wendi adalah temanku, dan Dia memberikan persediaan makanannya padaku, itu hal lain.
Tiga zombie berada di jarak pandang ku. Bisa saja ku akhiri penderitaan mereka saat ini juga, namun Aku begitu lelah, entah berapa kilo sudah aku berjalan. Aku menghemat energi menunggu sejenak, dan mencari-cari jalan lain.
Masalahnya adalah, Aku terlalu sibuk memperhatikan tiga zombie itu dan pendengaranku terhalang oleh lagu ini. Sehingga Aku baru sadar ketika mendengar teriakan keras. “Hai Kau AWAS !!!”, Aku menoleh, sesosok zombie lapar tengah berusaha menyerang ku, tangannya berusaha meraih leherku, Aku mengelak dan menendang makhluk itu. “Kau !! Kau bisa mendengar ku?”, Sesosok arwah melayang disekitar zombie itu. “yah, keras dan nyaring!”.
Aku meraih pisauku ketika zombie itu kembali menyerangku, Aku berguling kekanan dan pisauku terpental entah kemana. “Ya tuhan !! Pisau !? Kau tidak membawa Pistol ? Sebuah tembakan ke kepalaku bisa mengakhiri penderitaanku !”, teriak arwah itu. “ Berisik !!” , jawab ku. Aku berusaha meraih pisau ku namun zombie itu mendesakku hingga Aku tersudut. Sesaat Aku berifikir, ini kah akhirnya, ini kah saatnya Aku menjadi seperti mereka, dan arwah ku mengikuti tubuh malang ku yang dikendalikan oleh parasit? Namun seketika itu juga , tiba-tiba kepala zombie itu terbakar. Sejurus kemudian seluruh tubuh zombie itu terbakar. Dan tubuh hangus zombie itu terjatuh tepat di depanku. Sesosok wanita muda berdiri didepanku. “Apa kau gila? Dari tadi ku lihat kau mengoceh sendirian ketika melawan zombie itu”, Aku menatap heran ke arah tangannya. “tangan mu ?! Tanganmu mengeluarkan Api ?”.
Aku mengisi kepalaku dengan lagu Mad World yang dinyanyikan oleh Gary Jules. Aku berjalan meninggalkan Rumah Wendi. Aku telah menguburkan jenazah Wendi dengan layak di halaman depan rumahnya.
And I find it kind of funny, I find it kind of sad The dreams in which I'm dying are the best I've ever had I find it hard to tell you, I find it hard to take When people run in circles its a very, very Mad world, mad world.
Alasan Aku mendengarkan mp3 ini adalah karena suara-suara itu, bukan dari zombie, melainkan dari setiap arwah penasaran yang menangis pilu menyayat hati, meminta pertolongan untuk mengakhiri penderitaan mereka, sebuah tusukan ke kepala zombie mereka. Aku tidak menghiraukan mereka, maksudku aku tidak perlu membantu mereka semua, Aku bukan pahlawan. Wendi adalah temanku, dan Dia memberikan persediaan makanannya padaku, itu hal lain.
Tiga zombie berada di jarak pandang ku. Bisa saja ku akhiri penderitaan mereka saat ini juga, namun Aku begitu lelah, entah berapa kilo sudah aku berjalan. Aku menghemat energi menunggu sejenak, dan mencari-cari jalan lain.
Masalahnya adalah, Aku terlalu sibuk memperhatikan tiga zombie itu dan pendengaranku terhalang oleh lagu ini. Sehingga Aku baru sadar ketika mendengar teriakan keras. “Hai Kau AWAS !!!”, Aku menoleh, sesosok zombie lapar tengah berusaha menyerang ku, tangannya berusaha meraih leherku, Aku mengelak dan menendang makhluk itu. “Kau !! Kau bisa mendengar ku?”, Sesosok arwah melayang disekitar zombie itu. “yah, keras dan nyaring!”.
Aku meraih pisauku ketika zombie itu kembali menyerangku, Aku berguling kekanan dan pisauku terpental entah kemana. “Ya tuhan !! Pisau !? Kau tidak membawa Pistol ? Sebuah tembakan ke kepalaku bisa mengakhiri penderitaanku !”, teriak arwah itu. “ Berisik !!” , jawab ku. Aku berusaha meraih pisau ku namun zombie itu mendesakku hingga Aku tersudut. Sesaat Aku berifikir, ini kah akhirnya, ini kah saatnya Aku menjadi seperti mereka, dan arwah ku mengikuti tubuh malang ku yang dikendalikan oleh parasit? Namun seketika itu juga , tiba-tiba kepala zombie itu terbakar. Sejurus kemudian seluruh tubuh zombie itu terbakar. Dan tubuh hangus zombie itu terjatuh tepat di depanku. Sesosok wanita muda berdiri didepanku. “Apa kau gila? Dari tadi ku lihat kau mengoceh sendirian ketika melawan zombie itu”, Aku menatap heran ke arah tangannya. “tangan mu ?! Tanganmu mengeluarkan Api ?”.
Diubah oleh mbahloki 15-01-2015 19:24
0
Kutip
Balas