- Beranda
- Stories from the Heart
Kelakuan Anak Kuliah
...
TS
pujangga1000
Kelakuan Anak Kuliah
Quote:
Quote:
Quote:
----------------------------------------------------------------------------------
========================================
pujangga1000
Diubah oleh pujangga1000 19-09-2016 03:37
yusrillllll dan 23 lainnya memberi reputasi
22
3.9M
7.4K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pujangga1000
#223
Perjalanan Makrab
Spoiler for :
Saat ini, sahabat gue udah bahagia dengan wanita pilihannya. Semua rasa yang gue punya terhadap Widya, terpaksa gue pendam. Buat gue, persahabatan lebih indah dari sekedar percintaan murahan.

Gak terasa, sudah sebulan gue merasakan bangku kuliah. Dan sekarang, tibalah waktu makrab (malam keakraban) jurusan angkatan gue.
Acara ini sepenuhnya dipanitiain oleh satu angkatan diatas angkatan gue. Mereka yang mengatur gimana acaranya, akomodasinya, konsumsinya, dan segala tetek bengek yang bersangkutan dengan makrab. Kami angkatan baru cuman perlu bawa badan.
Makrab gue diadain di Pantai Parang Tritis, Selatan Jogja selama tiga hari, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Angkatan gue berangkat menggunakan bus kopata (bus angkutan umum) yang disewa seharian oleh panitia, sedangkan panitia sendiri berangkat dengan motoran.
Wawan dan Widya terlihat mesra sekali ketika di bus. Mereka duduk bersebelahan. Sedangkan gue duduk dibelakang mereka bersama...
Spoiler for bersama:
Sikap gue terhadap Widya udah lumayan, setidaknya menurut gue. Gue uda mulai bisa mengeluarkan candaan kepadanya. Tapi as you can imagine, no one can stand with this feeling.

Gue masih merasakan sakit, cemburu, dan apapun itu yang gak enak banget buat gue. Cewek disamping gue emang cakep. Banget malah. Gue sempat menangkap beberapa pasang mata yang memandang gue sinis karena gue duduk disamping idola mereka. Toh bukan gue yang mau.

Gue duduk duluan dikursi itu karena emang persis dibelakang Wawan dan Widya. Una masuk ke bus, lalu Widya melambaikan tangan kearahnya. Mereka berdua saling menyapa. Karena bangku disebelah gue kosong, maka disitulah Una duduk
.Perjalanan satu jam gue isi dengan duduk sambil mendengar playlist gue yang kebanyakan lagu-lagu era 80'an. Bee Gees, ABBA, dan grup grup musik lainnya yang mungkin jarang didengar orang.

Entah sengaja atau tidak, Una tertidur dan menyandar di bahu gue. Apa anak ini sengaja? Atau emang kecapekan? Mungkin gue terlalu pecaya diri untuk menyimpulkan Una sengaja. Mungkin dia memang kecapekan.
***
"ciyeeeh, uda nyandar aja boy.." Sindir Wawan
"Apaan?
" Kata gue"Kapan jadian nih?" Wawan kembali nyengir
Lalu gue hanya memberikan gestur telapak tangan yang digoyang pertanda tidak mau. Kecuali...
Kemudian gue membentuk kedua telapak tangan gue seperti mangkuk dan menempelkannya didada gue, lalu mendorongnya ke arah depan seperti 'membesar'. #IYKWIM
"bodoh
" Kata Wawan.Gue dan Wawan tertawa ngakak..
***
Ketika sudah sampai di TKP, kami semua turun dari bus sambil membawa ransel berisi perlengkapan selama 3 hari 2 malam disini.
Tiba-tiba Wawan menyapa gue
"Cakep ya?" Kata Wawan
Entah siapa yang dirujuk bocah ini. Gue menarik kesimpulan bahwa dia sedang membicarakan Widya, karena dia berjalan didepan kita sambil bercengkerama dengan teman-teman yang lain..
"Yoi" Kata gue menyetujui
"Terus kapan lu mau nembak?" Kata Wawan
Gue mengalihkan pandangan ke Wawan.

"Maksud lo?" Kata gue kebingungan
"Itu Una, kapan mau lo tembak?"
Ternyata dari sekumpulan wanita yang berjalan didepan kita, ada seorang Una yang terselip diantara mereka. Gue yang tidak terlalu memperhatikan, atau mungkin lebih tepatnya, gue yang terlalu memperhatikan Widya, melupakan bahwa disana ada sesosok wanita yang sempurna buat kebanyakan lelaki.
"Ahhh, kurang demen gue, bodinya kurang" Kata gue
"gue ngomong serius jek" Kata Wawan
"
""Tu anak punya perasaan ke lo, jangan lo sia-siain"
Una punya perasaan ke gue? Apalah gue ini? Bukan sosok yang populer. Pulang pergi kampus jalan kaki. Gue gak punya harta yang menunjang gue untuk mendapatkan Una. Lagipula hati gue tidak merespon Una.
"Ayolah boy, cocok kok kalo lo berdua jalan" Kata Wawan menambahkan
"Aduuuh, gue pikir-pikir dulu deh ya" Kata gue
"Jangan kelamaan lo mikir, keburu disambet orang"
"
"Betul..
Gue sudah didahului orang lain,
orang itu adalah elo...
Diubah oleh pujangga1000 12-01-2015 07:45
jenggalasunyi dan 9 lainnya memberi reputasi
10

