Kaskus

Story

PolyamorousAvatar border
TS
Polyamorous
When Music Unites Us
When Music Unites Us


Sinopsis:
Dalam lintas waktu yang terus berjalan, perlahan aku terus menyadari bahwa sebuah nada yang telah tergores tak bisa hilang. Bermula dari sebuah sebuah nada progresif yang mengalun, nada-nada ini bercerita mengenai bagaimana musik mempengaruhi kehidupan seorang remaja biasa bernama Iman yang menjalani masa mudanya sebagai pecinta musik, juga sebagai pemain musik.

Musik sebagai bahasa universal menyatukan hati para individu penyuka nada serupa, hingga akhirnya mereka saling terkoneksi karena adanya musik.

Satu dua patah kata awal untuk mengantarkanmu ke duniaku; Satu dua nada untuk membawa jiwamu menembus dimensi lain!

Teruntuk:
Tahun-tahun paling menyenangkan di masa remaja;
Teman-teman dan sahabat-sahabatku;
Penulis-penulis favoritku dan penulis yang membantu memperbaiki tulisanku;
Juga dosen bahasa Inggris-ku dan komunikasi massa yang selalu memberikan semangat;
Hingga untuk kamu yang membuat cerita ini ada.
Kalian adalah referensi musik terbaik dalam hidupku.



P.S : Part-part awal sedang masa konstruksi lagi, gue tulis ulang. Mohon maaf jika jadi agak belang gitu bacanya emoticon-Malu (S)

Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh Polyamorous 10-09-2017 20:23
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
47.1K
445
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
PolyamorousAvatar border
TS
Polyamorous
#88
Partitur no. 23 : Going To Stage


“Semangat ya sayang!” Sebuah kata penyemangat terlontar dari Tasya.

Akhirnya gue mengeluarkan gitar batik favorit gue (karena belum punya gitar akustik elektrik emoticon-Hammer (S)) dan maju ke panggung bareng yang lain.
Awal nya belum ada yang kenal sama gue,terkesan masih asing. Dan yang nonton masih di pinggir-pinggir.

“Vokalis nya yang mana nih?” Kata mc nya dengan nada ramah.

Gue pun ngangkat tangan.

“Oke.. Ini band nya udah dari kapan nih?” Mc nya pun mulai nanya.

“Baru dari Maret 2011 kemaren..” Gue jawab agak malu-malu.

“Basecamp nya dimana?” Tanya lagi MC nya.

“Di daerah Jatinegara” Kata gue dengan nervous.

“Boleh kenalin personil nya?” Kata MC nya lagi.

“Ngg di bass ada Afi,di cajon ada Harrys,dia masih kelas 5 SD. Dan gue sendiri Iman di gitar dan vokal” Jawab gue.

“Oke langsung aja,kita sambut **** ***!” Kata MC nya menyerukan dan yang lain pada tepuk tangan.

Ini pertama kali nya gue main di tribute. Gue lupa kalo di tribute pasti lagu yang kurang terkenal pun pasti hafal. Dan gue bawain lagu mainstream karena takut pada nggak hafal._.

Gue mencoba untuk nggak nervous. Tarik nafas dalam-dalam dan membuka lagu pertama dengan lagu Boulevard of Broken Dreams (lagi). Dan nggak gue sangka-sangka penonton nya sing a long. Bener-bener sing a long! Dan mulai agak maju ke depan. Gue dikitin bagian gue nyanyi,terutama bagian reff awal biar pada sing a long. Momen yang nggak bakal gue lupain seumur hidup. Asik banget!

Penonton mulai agak panas dan agak lebih kencang sing a long nya. Lagu kedua gue bawain lagu yang lagi terkenal banget waktu itu,21 Guns. Nggak disangka sing a long nya tambah menjadi. Gue mulai kehilangan nervous gue dan mencoba lebih enjoy menikmati detik-detik itu. Apalagi lagu ini emang tipikal lagu yang slow,dan cocok untuk sing a long.

Dan lagu ke tiga ini,gue persembahin buat Tasya. “Lagu ketiga dari kita,lagu yang agak gak mainstream dikit” Kata gue dan penonton pun tertawa. “Lagu berikut nya special untuk pacar tercinta gue,Tasya.” Kata gue sambil senyum. Di lanjutin dengan sorak penonton dengan nada cie-cie.

“... So tell me when it’s time,to say i love you...”

Gue sangat menikmati menyanyi lagu itu. Kalo bisa dibilang,gue paling menikmati ketika lagu itu. Dan penonton juga pada sing a long walau nggak sebanyak 21 Guns tadi. Ketika lagu selesai mulai nervous. Karena biasa manggung dengan hanya 3 lagu,gue nanya ke admin nya “Jadi berapa lagu Bang?” kata gue diatas panggung. Dan dia menjawab “5 lagu aja”. Berarti tinggal 2 lagu lagi. Ini pertama kali nya gue di minta nambah lagu lagi..

Wah malah keenakan gue diatas panggung mulu ahaha emoticon-Hammer (S)gue melanjutkan dengan lagu yang cukup mainstream lagi,yaitu Wake Me Up When September Ends yang ending nya di medley dengan Time of Your Life seperti life di era 21st Century Breakdown ini. Disaat lagi mainin lagu ini,tiba-tiba Dimas dateng. Yes,he is proving that he’s coming to the gig. Lagu ini bisa dibilang paling ramai dan sukses di banding 3 lagu sebelum nya. Gue pun mengucap terima kasih atas apresiasi di sana.

Gue pun nambah kenalan lagi disana. Mereka baik-baik. Saat gue turun panggung gue mulai disalamin (masih nggak nyangka) emoticon-Hammer (S) tapi dari tiap panggung,yang paling banyak di ajak kenalan itu Harrys sama Afi.

Harrys ini seperti Sammy Pignalosa,salah satu aktor dari film yang juga di perankan oleh Billie Joe Armstrong pada film Like Sunday Like Rain itu yang mirip Harrys. Semenara Afi gue gak tau mirip siapa,tapi yang jelas dia ini populer dikalangan temen-temen nya. Yang naksir dia ini banyak banget.

Setelah itu gue lanjut nonton band-band keren berikut nya dan Harrys sama Afi melanjutkan main Billiard nya. Sepertinya mereka ketagihan dengan itu. Nggak lama Tasya dan rombongan nya pulang karena besok mereka harus kembali beraktifitas dan rumah nya jauh-jauh.

Gue mengajak Afi udah memberi sesuatu untuk ponakan temen nya Tasya ini. Gue dan Afi ngasih sebuah pick yang baru dipake manggung tadi.

“Ini buat ponakan lo ya,semoga aja dia seneng..” Ujar gue sambil ngasih kedua pick itu.

“Wah beneran nggak apa-apa nih? Makasih banyak ya man..” Jawab nya dengan senang.

Dan gak lupa gue ngasih pick kesayangan yang bener-bener gue pake dari dulu ke Tasya.

“Eh ini nggak apa-apa sayang?” Kata Tasya awalnya menolak.

“Hehe nggak apa-apa.. Ini nandain kalo aku percaya sama kamu.. Kamu bisa jaga sesuatu yang berharga buat aku” Kata gue sambil tersenyum.

“Aaa makasih.. Makasih juga buat lagunya tadiii” Kata Tasya yang kemudian meluk gue dengan erat.

“Daaah sayang,hati-hati ya..” Kata gue mencium pipi nya dan melepas kepulangan Tasya dan rombongan.

Gue pun balik ke tempat tribute dan kembali nonton band yang masih main. Ternyata Bokap gue juga ke Asyikan nonton,belum mau pulang. Sebelum penutupan ada band admin nya main,dan emang asik banget,penonton makin maju ke stage. Selanjutnya tribute yang asik ini di lanjutin dengan band yang emang udah terkenal bagus main Green Day nya,gue akuin bagus banget. Rapih!

“Fi,Rys! Ini bentar lagi selesai.. Foto sama admin nya yuk.. Kapan lagi coba soalnya hehe” Kata gue mengajak sambil malu-malu.

“Ayah,fotoin iman sama admin nya dong” Kata gue. Gue langsung manggil admin nya untuk foto dan ternyata dia mau. Emang ramah orang nya.

Akhirnya pada rame dan ngajak foto-foto.

Nggak lama gue ketemu sama gitaris dan vokalis dari band penutup tadi.
Gue deg-deg an deket dia,dan beraniin ngajak ngobrol.

“Mas,keren banget tadi main nya rapih!” Kata gue sok kenal.

“Wah makasih banyak..” Katanya dengan cool.

Akhirnya malam indah itu pun di akhiri dengan di traktir oleh Tante gue,dan alhasil pulang jam setengah 12 an....
Diubah oleh Polyamorous 21-09-2015 21:30
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.