Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729.1K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.2KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1735
PART 80
"Cause you've seen, seen
Too much, too young, young
Soulless is everywhere
***
Destroy the spineless, show me it's real
Wasting our last chance to come away
Just break the silence
'Cause I'm drifting away, away from you"


........................
........................

Potongan lirik lagu apakah itu? Ya, para MUSERS pasti tau. Sebuah lagu berjudul New Born dari MUSE sukses kita mainkan. Kemudian lagu kedua, ke tiga dan seterusnya kita malah jadi coverin karyanya MUSE. Setelah itu kita kehabisan ide. Yang ada malah planga plongo saling bertanya satu sama lain.

"Lagu apa lagi nih?"
"Lagu 'anu' aja deh..."
"Waduh gw ga apal..."
"Yaudah lagu 'anu'..."
"Gw belum ngulik euy..."

Yah begitulah. Maklum baru pertemuan pertama jadi masih pada kaku. Padahal gw pengen banget bawain lagunya bang Haji. Salah satunya lagu kesukaan Bapak gw, MANDUL. Sayangnya request gw malah diketawain sama anak anak.

Latihan pun selesai. Kami sempat mengobrol dulu di halaman studio membahas tujuan band ini ke depannya mau bagaimana, serta menentukan visi dan misinya. Hingga tak terasa waktu sudah semakin sore, kami pun akhirnya bubar. Sebelumnya kami sepakat untuk latihan lagi minggu depan. Tentunya latihan yang lebih terkonsep serta kompetitif. Nggak acakadut macam begini.

"Kereen sumpaah...tadi tuh keren banget!!" Ucap Ana ketika di atas motor.

"Keren apanya? Berantakan iya...temponya aja nggak karuan. Kaya metromini sama kopaja lagi balapan..." Ujar gw.

"Tapi kereen Jar apalagi pas lu mencet mencet senar pake jari tuh (Maksudnya Tapping). Kok bisa sih?.."

"Hehe....Entar gw ajarin yang kayak begitu."

"Ah lu mah dari dulu ngomong doang...Kapan ngajarinnya? Sampe sekarang aja gw belum tau kunci kunci dasar..."

"Lah peak! Terus itu gitar kagak pernah lu maenin? Mending buat gw aja daah..."

"Ye jangan! Itu hadiah dari kakak gw!!"

"Daripada jadi pajangan doang. Dimakan rayap?"

"Makannya ajarin gw atuh. Biar gw maenin gitarnya."

"Ya kalo cuma konci dasar mah lu kan bisa belajar sendiri An. Gampang kok ga berat kaya konci ledeng..."

"Haha...gelo siah!" Ucapnya sambil noyor helm gw.

Setelah mengantar Ana ke kosannya, gw langsung pamit untuk pulang. Tadinya gw mau mampir dulu tapi berhubung waktu sudah hampir magrib, gw putuskan untuk pulang saja. Tepat Pukul 18.30 gw sudah sampai di depan rumah. Bukan, bukan rumah gw, melainkan rumahnya Bunga. Gw menyempatkan diri mampir kesini hanya ingin tahu kondisinya. Entah kenapa selama dia sakit, gw jadi kangen terus sama dia.

"Asslamualaikum" Gw mengucap salam.

"Waalaikumsalam...Eh mas Fajar. Masuk mas." Ucap Puput ramah.

Gw melepas helm serta sepatu kemudian masuk ke dalam rumah membuntuti Puput. Gw celingak celinguk, sepi. Nggak ada tanda tanda kehidupan. Kalo di halaman belakang sih ada beberapa tukang yang masih nyicil kerjaan disini. Ya, rumahnya Bunga belum 100% jadi. Terutama di halaman belakang yang guede banget. Mungkin luasnya setara dengan 3x lapangan futsal.

"Kok sepi put? Pada kemana?"

"Bunda sama Mamas (Kakaknya Bunga) lagi nganter ayah ke bandara. Kan ayah mau berangkat ke luar kota lagi.."

"Oh....Mba Bunga mana?"

"Tuh di kamar..."

"Yaudah, mas numpang ke mushola ya. Maghrib dulu"

Rumahnya Bunga bisa dibilang lengkap. Ada mushola di tengah tengah rumah. Bahkan ada taman terbuka juga di sebelah mushola yang membuat suasana rumah menjadi makin sejuk. Selesai solat, tanpa disuruh gw langsung nyelonong masuk ke dalam kamar dimana Bunga berada.

"Ceklek...." Gw putar handel pintu.

"Loh kamu tadi sms katanya nggak kesini?" Ucap Bunga.

"Hehe abisnya aku kangen sama kamu. Aku kesini aja..."

"Oh...."

"Gimana, kamu udah sehat?" Tanya gw.

"Udah kok. Besok juga aku udah berangkat ke kampus.." Jawabnya.

"Alhamdulillah....Sukur deh kalo kamu udah sehat mah."

Seketika hening, Bunga sibuk dengan HP nya. Bahkan terlampau sibuk. Sebentar sebentar HP nya bunyi pertanda ada sms masuk. Kemudian dia membacanya sambil nyengir lalu mengetik sms balasan sambil nyengir juga. Gw nggak tau itu sms dari siapa. Setengah jam disini gw cuma ngeliatin dia sibuk sama HPnya. Bete? pasti lah. Gw dikacangin, gw dicuekin, gw didiemin.

Tiba tiba Bunga bangkit dari duduknya berjalan keluar kamar ninggalin gw disini. Entahlah dia mau kemana. Tapi ada satu yang tertinggal. Yaitu HP nya. Lalu tanpa seizin pemiliknya gw buru buru mengambil HP yang tergeletak di atas kasur. Tentu saja gw penasaran banget sedari tadi dia itu smsan sama siapa. Sampai sampai gw dicuekin selama setengah jam. Kemudian gw buka kunci tombol, klik menu dan membuka inbox.

Satu...
Dua...
Tiga...

Gw buka satu persatu sms itu. Ternyata dugaan gw tepat. Itu semua sms dari cowo bahkan 3 cowo sekaligus. Gw langsung merinding ketika membacanya. Bahasa alus banget, pake "aku-kamu" dan semua sms itu tertulis layaknya orang yang lagi PDKT. Apalagi ada satu sms dari cowo bernama Bono yang bikin hati gw panas kayak di bakar kompor tukang nasi goreng!

"Iya Bungaa. Jangan lupa makan ya terus diminum obatnya. Moga cepet sembuh....Aku nungguin kamu terus di kampus..."

Kemudian isi sms itu gw forward/ kirim balik ke nomor gw. Lalu sent item yang tertuju ke nomor gw, langsung gw hapus. Setelah cukup puas dan cukup panas membaca semua sms itu, kemudian HP nya gw taruh lagi di tempat semula, dengan posisi yang aama seperti tadi. Selang satu menit, Bunga kembali lagi kesini sambil membawa segelas jus guava. Tanpa bicara apa apa, dia langsung menggenggam HPnya lagi.

Serangan pun dimulai. Gw ambil jimbot gw, kemudian isi sms sialan itu langsung gw kirim ke nomornya dia. "Tingdung" gw dengar suara nada sms hpnya, kemudian Bunga langsung buka itu sms. Sadar kalau itu sms dari Mr. Bono yang gw forward, lantas dia lngsung menoleh ke arah gw dengan tatapan tajam.

"Apaan ini? Kamu buka buka HP aku ya?" Tanya dia.

"Iya."

"Maksud kamu apa? Nggak sopan banget sih!"

"Maaf aku nggak sopan. Aku cuma pengen tau kamu smsan sama siapa sampe aku dikacangin disini."

"Itu hak aku dong, mau smsan sama siapa aja. Bukan urusan kamu.." Ujarnya.

"Iya emang bukan urusan aku, tapi aku perlu tau!!"

"Haha. Kamu bisa tuh smsan sama cewe laen sampe kangen kangenan segala. Emang kamu kira aku ngga bisa?" Ujarnya.

"Loh kemaren kan aku udah bilang, dia cuma temen. Ga kurang, nggak lebih. Lagian kamu kan bilang sendiri nggak masalah, dan nggak perlu dipermasalahkan..." Balas gw.

"Yaudah klo gitu aku mau smsan sama siapa kek, mau deket sama siapa kek, nggak usah dipermasalahkan dong? Ya kan?" Ucapnya bernada tinggi.

"Oh, jadi gini? Kamu bales aku gitu...."

"Aku nggak bodoh kali!!"

"Iya, kamu pinter, sempurna segala galanya. Aku yang bodoh. Sekarang aku malah dibodohin sama kamu!" Sindir gw.

"Udah lah aku nggak mau ribut sama kamu! Malah bikin aku nggak sembuh sembuh! Sekarang aku cuma pengen sembuh! Masa bodoh lah...Terserah kamu!" Ujarnya.

"Yaudah, semoga kamu cepet sembuh deh. Biar kamu bisa cepet ketemu sama Mr.Bono...Udah ditungguin tuh...Hahaha" Ucap gw sinis.

"............." Dia diem.

Gw ambil tas, memakai jaket, lalu segera berdiri meninggalkan kamar ini. Sebelum gw keluar, gw sempat mengucapkan sepatah kata.

"Aku pulang, moga cepet sembuh. Salam buat Mr.Bono!"

Gw langsung nyelonong keluar rumah tanpa pamit pada siapapun yang ada di rumah ini. Ibarat jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar. Masa bodoh lah! Gw udah kepalang kesel. Gw starter jupi lalu tancap gas sekencang kencangnya. Sampai di rumah gw langsung masuk kamar, tiduran di atas kasur menatap langit langit kamar.

Kecewa. Itulah yang gw rasakan. Gw nggak habis fikir Bunga bisa kaya gitu, dengan entengnya dia bicara seperti itu pada gw. Memang awalnya gw yang salah, gw salah udah deket sama Ana. Tapi gw tidak terus menerus menyalahkan diri gw sendiri. Toh gw sama Ana memang tidak ada apa apa.

Padahal waktu Bunga dirawat di rumah sakit, siapa orang yang paling khawatir sama dia selain orng tuanya? Gw! Siapa orang yang ngejaga dia selain orng tunya? Gw! Siapa orang yang pertama kali dia liat waktu dia bangun dari tidur siang? Gw! Tapi kenapa, kenapa dia nggak berfikir kesitu? Dia malah nurutin egonya dengan cara membalas gw seperti itu. Dia nggak tau, semenjak dia di RS, gw sama sekali nggak pernah bales sms nya Ana, gw cuma peduli sama dia. Sampai dia pulang ke rumah pun, gw tetep berusaha ada disampingnya. Berusaha menjaganya sampai dia benar benar sehat. Gw fokus sama dia, hanya pada dia.

Gw segera bangkit dari kasur mengambil handuk lalu mandi untuk sekedar menenangkan fikiran gw. Setelah mandi, benar saja fikiran gw kembali jernih. Gw jadi berfikir positif, mungkin Bunga lagi emosi. Mungkin Bunga cemburu sama gw. Mungkin dia begitu cuma ngebales biar gw cemburu. Ya, mungkin, mungkin saja. Kemudian gw ambil jimbot, gw cari sebuah nama di phonebook. Lantas jari jemari gw mengetik sebuah sms...

"Ded, lu dimana? Di rumah nggak?"

Tak lama kemudian jimbot gw berdering,

"Oi jar! Gw di rumah nih. Kemari lah kita ngopi..."

"Oke gw OTW kesana!!"



Cuma lu yang ngerti gw Ded disaat gw galau kaya begini......
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.