- Beranda
- Stories from the Heart
When Music Unites Us
...
TS
Polyamorous
When Music Unites Us
Sinopsis:
Dalam lintas waktu yang terus berjalan, perlahan aku terus menyadari bahwa sebuah nada yang telah tergores tak bisa hilang. Bermula dari sebuah sebuah nada progresif yang mengalun, nada-nada ini bercerita mengenai bagaimana musik mempengaruhi kehidupan seorang remaja biasa bernama Iman yang menjalani masa mudanya sebagai pecinta musik, juga sebagai pemain musik.
Musik sebagai bahasa universal menyatukan hati para individu penyuka nada serupa, hingga akhirnya mereka saling terkoneksi karena adanya musik.
Satu dua patah kata awal untuk mengantarkanmu ke duniaku; Satu dua nada untuk membawa jiwamu menembus dimensi lain!
Teruntuk:
Tahun-tahun paling menyenangkan di masa remaja;
Teman-teman dan sahabat-sahabatku;
Penulis-penulis favoritku dan penulis yang membantu memperbaiki tulisanku;
Juga dosen bahasa Inggris-ku dan komunikasi massa yang selalu memberikan semangat;
Hingga untuk kamu yang membuat cerita ini ada.
Kalian adalah referensi musik terbaik dalam hidupku.
Tahun-tahun paling menyenangkan di masa remaja;
Teman-teman dan sahabat-sahabatku;
Penulis-penulis favoritku dan penulis yang membantu memperbaiki tulisanku;
Juga dosen bahasa Inggris-ku dan komunikasi massa yang selalu memberikan semangat;
Hingga untuk kamu yang membuat cerita ini ada.
Kalian adalah referensi musik terbaik dalam hidupku.
P.S : Part-part awal sedang masa konstruksi lagi, gue tulis ulang. Mohon maaf jika jadi agak belang gitu bacanya

Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh Polyamorous 10-09-2017 20:23
anasabila memberi reputasi
1
47.1K
445
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
Polyamorous
#85
Partitur no. 21 : Complicated Friend
Gue dilahirin dari orang tua yang memang suka musik. Selera orang tua gue pun gak jauh beda sama gue. Terkadang orang tua gue bertukar influence band atau penyanyi yang suka mereka dengarkan pada waktu muda mereka. Begitu pula gue. Gue sering bertukar influence dengan orang tua gue.
Salah satunya band yang lagi gue gilain banget waktu itu. Yaitu,Green Day. Orang tua gue perlahan gue cekokin lagu-lagu Green Day yang pada waktu itu agak berbau suasana lagu jadul. Setelah mereka mulai suka,gue kasih tau bahwa gue bakal main di tribut akustik Green Day di salah satu kafe di Kemang,orang tua gue pun mengapresiasi itu dan berencana ingin datang.
Ya,group fanbase yang waktu itu kebetulan gue liat adalah fanbase Green Day. Gue coba ajak Afi yang masih ada dirumah gue waktu itu. Dia pun langsung setuju. Tanpa pikir panjang,gue coba contact cp nya dan berharap di balas.
Tapi ternyata bukan cp nya yang bales,namun Tasya. Bukan berarti gue nggak nungguin balesan Tasya,tapi balesan nya itu bikin dag dig dug.
Wah,masalah yang lumayan berat nih. Sebenernya gue gak gitu mau ikut campur urusan dia dan temen nya.
***
Malem nya kita langsung bicarain setlist dan latihan untuk acara itu. Kebetulan gue langsung daftar dan udah di setujuin sama panitia nya. Bukan main seneng nya gue waktu itu
Yang asik dari band ini buat gue karena mungkin sodaraan,bawaan nya setiap latihan serius tapi santai. Nggak pernah ada ngotot-ngototan dan masalah baru ada pas temen gue yang gitaris itu. Setelah itu kita seperti biasa,tetep seru-seru an.
Waktu itu gue minta masing-masing ngajuin lagu favorit nya untuk dibawain,dan mereka pun setuju. Setelah dikiranya pas,baru kita coba latihan,walaupun ada beberapa yang di ganti karena dirasa kurang cocok.
Tiba-tiba ada bbm masuk ke gue.
Ternyata yang contact gue barusan adalah orang yang dulu pernah jadi personil band gue beberapa hari doang. Menghilang begitu saja dan kembali lagi..
Gue lupa ngabarin Tasya. Mungkin dia akan senang juga jika tau gue main disana
Gue berpikiran selain ngajak Tasya nonton gue,suatu saat gue bisa nonton suatu konser bareng.
Tiba-tiba gue punya sesuatu ide yang cukup romantis kalo dia jadi dateng nonton
Salah satunya band yang lagi gue gilain banget waktu itu. Yaitu,Green Day. Orang tua gue perlahan gue cekokin lagu-lagu Green Day yang pada waktu itu agak berbau suasana lagu jadul. Setelah mereka mulai suka,gue kasih tau bahwa gue bakal main di tribut akustik Green Day di salah satu kafe di Kemang,orang tua gue pun mengapresiasi itu dan berencana ingin datang.
Ya,group fanbase yang waktu itu kebetulan gue liat adalah fanbase Green Day. Gue coba ajak Afi yang masih ada dirumah gue waktu itu. Dia pun langsung setuju. Tanpa pikir panjang,gue coba contact cp nya dan berharap di balas.
Tapi ternyata bukan cp nya yang bales,namun Tasya. Bukan berarti gue nggak nungguin balesan Tasya,tapi balesan nya itu bikin dag dig dug.
Quote:
Wah,masalah yang lumayan berat nih. Sebenernya gue gak gitu mau ikut campur urusan dia dan temen nya.
***
Malem nya kita langsung bicarain setlist dan latihan untuk acara itu. Kebetulan gue langsung daftar dan udah di setujuin sama panitia nya. Bukan main seneng nya gue waktu itu

Yang asik dari band ini buat gue karena mungkin sodaraan,bawaan nya setiap latihan serius tapi santai. Nggak pernah ada ngotot-ngototan dan masalah baru ada pas temen gue yang gitaris itu. Setelah itu kita seperti biasa,tetep seru-seru an.
Waktu itu gue minta masing-masing ngajuin lagu favorit nya untuk dibawain,dan mereka pun setuju. Setelah dikiranya pas,baru kita coba latihan,walaupun ada beberapa yang di ganti karena dirasa kurang cocok.
Tiba-tiba ada bbm masuk ke gue.
Quote:
Ternyata yang contact gue barusan adalah orang yang dulu pernah jadi personil band gue beberapa hari doang. Menghilang begitu saja dan kembali lagi..
Quote:
Gue lupa ngabarin Tasya. Mungkin dia akan senang juga jika tau gue main disana
Gue berpikiran selain ngajak Tasya nonton gue,suatu saat gue bisa nonton suatu konser bareng.Quote:
Tiba-tiba gue punya sesuatu ide yang cukup romantis kalo dia jadi dateng nonton

Diubah oleh Polyamorous 21-09-2015 21:28
0

