- Beranda
- The Lounge
Air Asia QZ8501 Ditemukan
...
TS
ifacleopradnya
Air Asia QZ8501 Ditemukan
Breaking News
Pesawat Air Asia QZ 8501 ditemukan


Ada perasaan sedih atau perasaan lega saat berita-berita di media mengabarkan kalau ada titik terang terkait pencarian pesawat Air Asia QZ8501 ditemukan.
Pesawat Air Asia yang hilang semenjak tanggal 28 Desember lalu, akhirnya berhasil ditemukan di perairan Selat Karimata . Hingga thread ini ditulis, sudah ada enam jenazah yang berhasil ditemukan tim Basarnas dan 3 sudah dievakuasi oleh tim penyelamat.

Pesawat Air Asia QZ 8501 ditemukan


Ada perasaan sedih atau perasaan lega saat berita-berita di media mengabarkan kalau ada titik terang terkait pencarian pesawat Air Asia QZ8501 ditemukan.
Pesawat Air Asia yang hilang semenjak tanggal 28 Desember lalu, akhirnya berhasil ditemukan di perairan Selat Karimata . Hingga thread ini ditulis, sudah ada enam jenazah yang berhasil ditemukan tim Basarnas dan 3 sudah dievakuasi oleh tim penyelamat.

Quote:
Quote:
UPDATE 31 Desember 12:25
Quote:
7 Jasad Korban AirAsia QZ8501 Telah Dievakuasi
Metrotvnews.com, Jakarta - Sepanjang pagi ini ada empat jasad korban AirAsia QZ8501 yang ditemukan. Maka total ada tujuh jasad yang berhasil dievakuasi tim SAR dari Selat Malaka.
"Kemarin ditemukan tiga, tadi pagi tiga lagi, baru saja ada satu lagi jasad," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo.
Ini disampaikannya usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (31/12/2014). Rapat yang dipimpin Presiden Jokowi ini juga diikuti antara lain oleh Menko Polhukam, Sekretaris Kabinet dan Menteri Sekretaris Negara.
"Posisi terakhir ada tujuh yang sudah kita evakuasi, enam masih berada di KRI Bung Tomo," sambungnya.
Enam jasad yang saat ini masih di atas kapal segera akan dipindahkan ke posko di Pangkalan Bun. Pemindahannya dengan helikopter dilakukan setelah cuaca kembali cerah dan aman untuk penerbangan.
"Jika sudah selesai, kami akan langsung menerbangkan ke Surabaya," pungkasnya
Sehari sebelumnya tim SAR menemukan jasad mengapung di lokasi pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Dugaan kuat mayat tersebut adalah penumpang AirAsia yang hilang sejak, Minggu (28/12/2014).
"Penemuan mayat pada radial 230. Kalau ditarik dari titik hilang kontak itu 60 nautical mile. Arus laut datang dari tenggara, itu yang membuat dugaan kuat," kata Kadispenau Marsma TNI Hadi Cahyanto dalam kesempatan terpisah.
UPDATE 31 Desember 10:30
Quote:
Lagi, Tiga Jenazah Ditemukan, Salah Satunya Berpakaian Pramugari
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan SAR Nasional kembali menemukan tiga jenazah yang diduga adalah penumpang dan kru pesawat Air Asia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014). Salah satu jenazah itu mengenakan pakaian pramugari.
"Hari ini, pagi ini, ditemukan dan dievakuasi 3 jenazah, yakni 2 laki-laki dan 1 perempuan. Yang satu perempuan berpakaian pramugari," papar Kepala Basarnas, Marsdya TNI F Henry Bambang Sulistyo, dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2014).
Sulistyo mengatakan, ketiga jenazah tersebut ditemukan pada pukul 06.06 WIB, 06.45 WIB, dan 06.56 WIB. Untuk dua jenazah lainnya Sulistyo tidak menyebut ciri-ciri atau tanda-tanda khusus. "Kondisi sudah membengkak tapi bisa dikenali," ujar Sulistyo.
Hingga Rabu pagi, Basarnas telah mengangkat enam jenazah yang diduga terkait AirAsia QZ8501. Semua jenazah diangkat oleh KRI Bung Tomo. Bila cuaca membaik, tiga jenazah yang baru ditemukan akan segera dibawa ke pangkalan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
UPDATE 31 Desember 8:00
Quote:
Press Conference BASARNAS live di media
- Total Jenazah yang ditemukan hingga saat ini berjumlah 6 orang ( salah satunya memakai pakaian pramugari). 3 jenazah berada di KRI Bung Tomo dan 3 jenazah di KRI Banda Aceh
- Jenazah akan di bawa ke pangkalan bun yang selanjutnya akan dibawa ke surabaya
- Pencarian dan evakuasi di persempit menjadi 2 sektor
- 80% Kekuatan sudah berada di sekitar daerah operasi namun belum beroperasi akibat cuaca yang buruk ( hujan deras dan gelombang yang tinggi 2-3M)
- 20 penyelam dari BASARNAS dan 47 penyelam dari TNI AL untuk mencari dan mengevakuasi korban
-Informasi dikelola oleh BASARNAS agar tidak ada informasi yang tidak akurat di media
UPDATE 30 Desember 18:01
Quote:
40 Jasad Korban Air Asia Ditemukan KRI Bung Tomo

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, menyatakan kapal perang Indonesia sudah menemukan lebih dari 40 mayat dari laut yang saat ini menjadi lokasi pencarian pesawat Air Asia QZ8501. Pesawat ini hilang kontak sejak Ahad, 28 Desember 2014.
"Berdasarkan radio angkatan laut, telah dilaporkan bahwa kapal perang Bung Tomo telah mengambil 40 mayat dan jumlah ini terus berkembang. Mereka sangat sibuk sekarang," kata Manahan Simorangkir seperti yang disitir kantor berita AFP di Jakarta, Selasa, 30 Desember 2014. (Baca: 3 Jasad Korban Air Asia Bergandengan Tangan)
Sebelumnya, hingga siang tadi, TNI AU menemukan sekitar delapan tubuh manusia dan serpihan pesawat Air Asia saat menyisir perairan Selat Karimata sebelah barat. Temuan ini didapat ketika Hercules Alpha 1319 yang terbang di ketinggian 500 kaki atau sekitar 150 meter di atas permukaan laut.
"Ada sekitar tujuh sampai delapan (mirip) orang," ujar kopilot Hercules C130, Letnan Satu Penerbang Erwin Tri Prabowo, di kokpit pesawat, Selasa, 30 Desember 2014. Pantauan Tempo yang ikut dalam penyisiran itu, terlihat benda mirip tubuh manusia yang hanya bercelana pendek hitam dengan posisi telungkup sekitar pukul 16.00 Wita.
Tri mengatakan, ia melihat tiga dari delapan jasad itu dalam posisi bergandengan tangan. "Lalu ada satu lagi posisinya di bawah pesawat Air Asia, jadi tak sempat difoto," kata dia. Titik koordinat temuan itu di S-03"56.388' dan E-110"29.987'. "Sudah kami sampaikan pada KRI Budi Utomo agar segera mengevakuasi." (Baca: Body Air Asia Tampak di Bawah Permukaan Laut)
Selain dugaan tubuh manusia, ditemukan juga beberapa benda yang mirip serpihan pesawat Air Asia dan pelampung. Pantauan Tempo, benda-benda tersebut berwarna oranye, merah, dan putih. Adapun, benda-benda tersebut ditemukan di titik koordinat 03"53.851'-E 110"34.928', kurang-lebih 10-20 km dari lokasi QZ8501 hilang kontak.
Sebelumnya, pesawat Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura dinyatakan hilang kontak pada Ahad pagi, 28 Desember 2014. Pesawat hilang kontak dengan menara pengawas di sekitar Tanjung Pandan, Belitung Timur. Pesawat membawa 155 penumpang dan 7 awak.
Sumber
UPDATE 17:33
Quote:
Lihat Padatnya Lalu Lintas Kapal Pencari AirAsia QZ8501


Metrotvnews.com: Tim Basarnas akhirnya menemukan pecahan pesawat dan jenazah penumpang AirAsia QZ8501 di perairan bagian selatan Pulau Kalimantan pada Selasa sore, 30 Desember. Mereka menemukan lokasi jatuhnya pesawat tersebut sesudah bekerja selama tiga hari berturut-turut.
Kegiatan pencarian yang melibatkan berbagai unsur, dan sejumlah kapal dari negara sahabat ini membuat suasana lalu-lintas laut di sekitar lokasi pencarian menjadi sangat sibuk. Hal tersebut dilansir MarineTraffic melalui Twitter.
Mereka bahkan merilis sebuah gambar yang menggambarkan kondisi lalu-lintas kapal di sekitar area pencarian pesawat AirAsia QZ8501.
Heavy vessel traffic in #QZ8501 search area, from US warships to fishing boats #AirAsia pic.twitter.com/Mg2NIg6uDu
— MarineTraffic (@MarineTraffic) December 30, 2014
Penemuan serpihan bodi pesawat dan jasad yang diduga penumpang AirAsia disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henry Bambang Soelistyo beberapa jam lalu.
Berikut kronologi penemuan serpihan-sepihan dan jasad manusia di perairan Pangkalan Bun:
1. Pukul 11.07 WIB, Hercules TNI AU menemukan lempengan logam pada posisi 08'50"43 LS dan 110'29"21.8 BT.
2. Pukul 12.50 WIB, Hercules TNI AU menemukan objek menggambarkan bayangan di dalam laut seperti pesawat.
3. Pukul 13.25 WIB, pencarian untuk meyakinkan semua temuan dan melihat benda mengapung seperti jasad.
4. Pukul 13.50 WIB, KRI Bung Tomo melihat benda diduga emergency exit pintu pesawat.
5. Pukul 14.00 WIB, KRI Bung Tomo dan Helikopter Dolphin melaksanakan pencarian untuk meyakinkan an mengevakuasi emergency exit ke KRI.
6. Pada pukul 15.00 WIB, Helikopter Dolphin melakukan evakuasi jasad yang mengapung di perairan.
ABE
Quote:
Jasad Mengapung dan Koper Terlihat di Sekitar Selat Karimata
PANGKALAN BUN, KOMPAS.com — Kopilot Pesawat Hercules C130 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Letnan Satu Penerbang Tri Wibowo, menyebutkan bahwa obyek-obyek yang terlihat mengapung di Selat Karimata, tepatnya di perairan sekitar Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menyerupai manusia, tas koper, pelampung, dan serpihan pesawat.
Khusus untuk obyek yang menyerupai manusia, Tri mengaku pada awalnya sempat mengira bahwa obyek tersebut adalah manusia yang melambai-lambai ke arah pesawat. Namun, setelah didekati, ia melihat obyek tersebut seperti jasad manusia yang sudah membengkak.
"Tadi pas saya lihat awalnya kayak orang dadah-dadah, mungkin dia melihat pesawat, kan. Akan tetapi, pas kami dekati, kayaknya sudah bengkak. Kelihatan dadah-dadah karena kena ombak," kata Tri di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (30/12/2014) siang.
Berdasarkan lokasi yang ditunjukkan oleh Tri di peta, kawasan penampakan obyek-obyek tersebut berada di sekitar Teluk Air Hitam. Penampakan obyek yang diduga benda-benda milik pesawat AirAsia QZ8510 terjadi sekitar pukul 11.00, setelah selama lebih kurang lima jam pesawat melakukan penyisiran daratan, pantai, dan lautan di wilayah bagian selatan Kalimantan.
Quote:
Quote:
Basarnas Pastikan Temukan Bayangan Pesawat AirAsia di Dalam Laut
Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Bambang Sulistyo menyatakan, tim pencari pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak menemukan benda-benda serpihan pesawat, bayangan pesawat, dan objek yang diduga jasad penumpang. Bambang menjelaskan, pada pukul 10.05 menit, pesawat C 295 TNI AU menemukan benda-benda serpihan yang mengapung pada posisi 03 derajat 46 menit 50 second south, 110 derajat 29 menit 27 east.
Kemudian pada pukul 11.07, unsur C 130 Hercules AU menemukan kembali lempengan logam pada posisi 08 derajat 50 menit 43 south, 110 derajat 29 menit 21,8 east.
"Kemudian pada pukul 12.50 pesawat Herculer TNI AU menemukan objek yang menggambarkan bayangan di dalam laut seperti diduga bentuk pesawat," ujar Bambang dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
"Pada pukul 13.25, kemudian searching dilakukan untuk meyakinkan semua temuan-temuan itu, dan melihat benda mengapung yang diduga, salah satu jasad dari penumpang," tambah Bambang.
Pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura hilang kontak dari Air Traffic Controller (ATC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu 28 Desember 2014 sekitar pukul 06.17 WIB. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu take off dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur pukul 05.20 WIB, dan seharusnya tiba di Bandara Changi, Singapura pukul 08.30 waktu setempat.
Pesawat jenis Airbus A320-200 dengan register PK-AXC itu dipiloti Kapten Iriyanto dan co-pilot Kapten Remi Emmanuel Plesel, serta 4 awak kabin, yakni Wanti Setiawati, Khairunisa Haidar Fauzi, Oscar Desano, Wismoyo Ari Prambudi, dan 1 teknisi bernama Saiful Rakhmad.
Pesawat itu berpenumpang 155 orang, terdiri atas 138 penumpang dewasa, 16 penumpang anak-anak, dan 1 bayi. Penumpang didominasi dari warga negara Indonesia, 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan. (Mvi/Mut)
Sumber
Quote:
Keluarga Korban AirAsia Teriak Histeris di Ruang Crisis Center
Sidoarjo- Teriakan histeris mewarnai ruang Crisis Center, Terminal 2 Bandar Udara (Bandara) Juanda Surabaya, di Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Selasa (30/12) sore, menyusul ditemukannya dugaan serpihan pesawat AirAsia QZ 8501 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa siang.
Sebagian keluarga penumpang yang ada di ruang tersebut, langsung berteriak histeris begitu melihat tayangan televisi Nasional, yang melaporkan ditemukan serpihan pesawat tersebut.
Bahkan berdasarkan catatan dari wartawan ini, terdapat lima keluarga yang pingsan. Mereka kemudian dipindahkan ke ruangan kesehatan.
Sampai berita ini dikirim, para keluarga korban di ruang Crisis Center, terlihat murung. Ada di antara mereka mengumpat keras, sebagai ekspresi kesedihan yang mendalam, karena kehilangan keluarga tercinta.
Kepala Basarnas Jatim, Hernanto, belum bisa memberikan penjelasan, karena atas temuan dugaan serpihan AirAsia, pihaknya masih belum mendapatkan keterangan rinci dari Basarnas.
Sumber
Quote:
AirAsia Sediakan Airbus 320 bagi Keluarga Korban yang Ikut Pantau Pencarian
SURABAYA, KOMPAS.com — Manajemen AirAsia akan mengajak keluarga penumpang AirAsia QZ8501 untuk ikut dalam penerbangan yang memantau proses pencarian pada Rabu (31/12/2014). Presiden Direktur PT AirAsia Indonesia Sunu Widiatmoko mengatakan, pihaknya menyediakan 180 tempat duduk bagi keluarga yang akan ikut memantau pencarian.
"Disediakan 180 tempat duduk dengan pesawat Airbus 320 bagi keluarga penumpang untuk ikut memantau jalannya pencarian pesawat," kata Sunu di Crisis Centre Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (30/12/2014).
Saat ini, kata Sunu, AirAsia tengah berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak bagian pesawat komersial agar penerbangan tidak mengganggu aktivitas pesawat komersial.
"Aktivitas pesawat komersial kami kan tidak berhenti karena musibah ini," katanya.
Manajemen PT AirAsia juga menjanjikan komunikasi langsung dengan pihak Basarnas di Jakarta untuk mengetahui perkembangan hasil pencarian setiap tiga jam sekali melalui telekonferensi. Sunu mengatakan, hal ini dilakukan agar keluarga penumpang mendapatkan informasi secara akurat dan tidak cemas dengan pemberitaan media.
Pada hari ini, ratusan orang yang merupakan keluarga dan kerabat penumpang AirAsia masih memenuhi ruang Crisis Centre Bandara Juanda untuk memantau perkembangan pencarian pesawat. Menurut Basarnas, pencarian pesawat berpenumpang 155 orang dari Surabaya menuju Singapura yang hilang kontak sejak Minggu pagi itu akan diperluas hingga menyusuri Selat Karimata sampai Teluk Kumai di Kalimantan. Sebelumnya, penyisiran dilakukan di wilayah perairan Belitung Timur, tetapi tidak membuahkan hasil.
Quote:

Suasana Haru Keluarga Penumpang AirAsia QZ8501 di Bandara Juanda
VIVAnews - Suasana haru keluarga penumpang AirAsia di bandara Juanda, Surabaya tampak jelas terlihat ketika televisi menampilkan proses evakuasi korban yang ditemukan di laut.
Suasana Haru Keluarga Korban Pesawat Air Asia
Quote:
Semoga masih ada keajaiban saat pencarian berlangsung.
Semoga para tim penyelamat bisa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mencari para korban.
Semoga kegiatan evakuasi diberikan kelancaran dan kemudahan.
Dan
Semoga semua keluarga diberi ketabahan&kesabaran ekstra agar kuat menghadapi semua ini.
Aamiin.
Semoga para tim penyelamat bisa diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mencari para korban.
Semoga kegiatan evakuasi diberikan kelancaran dan kemudahan.
Dan
Semoga semua keluarga diberi ketabahan&kesabaran ekstra agar kuat menghadapi semua ini.
Aamiin.

Diubah oleh ifacleopradnya 07-01-2015 15:48
0
529.5K
Kutip
4.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ifacleopradnya
#3951
UPDATE 5 Januari 2013 11:20
Quote:
Lokasi AirAsia QZ8501 Diketahui, Pesawat Pencari Diminta Terbang Kurang dari 5.000 Kaki
PANGKALAN BUN, KOMPAS.com — Badan SAR Nasional telah memastikan lokasi pesawat AirAsia QZ8501. Pesawat-pesawat yang melakukan operasi udara dalam misi pencarian akan terbang kurang dari 5.000 kaki.
"Kita sudah dapatkan perintah operasi dari Basarnas. Semua penerbangan akan berada kurang dari 5.000 feet," kata Danlanud Iskandar Letkol Pnb Johnson Simatupang di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (5/1/2015).
Lokasi pencarian akan dibagi empat sektor. Pesawat Boeing 737 milik TNI AU akan melakukan pencarian di Sektor I. Di Sektor II, pesawat Orion milik Korea Selatan akan terbang di atas ketinggian 1.500 kaki.
"Sektor III diisi oleh Rusia, (pesawat) BE-200, dengan altitute 10.000 feet. Pesawat ini direncanakan akan landing di (Lanud) Iskandar, tetapi belum (berstatus) A1," ujarnya.
Sementara itu, kapal USS Sampson milik AL Amerika Serikat akan melakukan pencarian di Sektor IV. Pesawat helikopter milik mereka, Seahawk, rencananya juga akan terbang di ketinggian 500 kaki.
Ia menambahkan, pesawat CN-295 rencananya akan melakukan pengintaian di ketinggian 2.000 kaki. Pesawat ini, kata dia, akan melakukan penerbangan di Sektor I dan IV.
"Pengambilan jenazah didominasi (penggunaan) kapal, dinaikkan ke dek untuk dijemput," katanya.
Sebelumnya, Basarnas memastikan, pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di lokasi terakhir kontak dengan air trafic control (ATC). Tim SAR gabungan akan fokus melakukan pencarian di titik koordinat saat kali terakhir pesawat itu melakukan kontak.
"Meyakinkan bahwa AirAsia jatuh di tempat lost contact terakhir," kata Direktur Operasional Basarnas SB Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Minggu (4/1/2015).
Berdasarkan informasi, AirAsia QZ8501 melakukan kontak terakhir di titik koordinat 03.22.46 Lintang Selatan (LS) dan 108.50.07 Bujur Timur (BT). Titik tersebut berada di sebelah utara Laut Jawa, dekat dengan Selat Karimata.
Supriyadi menuturkan, lokasi pencarian akan dilakukan sejauh 60 mil laut dari titik kontak terakhir.
SUMUR
Quote:
Demi Kenyamanan, Petugas Kebersihan RS Imanuddin Berjuang Menahan Mual
Pangkalan Bun - Bau tak sedap menyeruak dari delapan kantong jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 yang dipindahkan petugas tim SAR dari ambulance ke delapan buah ranjang dorong yang telah disiapkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1) sekitar pukul 11.00 WIB.
Delapan jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 yang baru saja dievakuasi itu telah mengalami pembusukan karena sudah lebih dari lima hari berada di dalam air laut di Selat Karimata, Kalimantan Tengah. Akibatnya, saat petugas tim SAR mendorong kedelapan ranjang, dari kantong-kantong jenazah yang berada diatasnya, menetes cairan berwarna kuning pekat yang menimbulkan bau lebih menyengat.
Puluhan hingga ratusan pasien RSUD Imanuddin dan warga Kotawaringin Barat yang menyaksikan dan dilewati oleh ranjang-ranjang dorong berisi jenazah secara spontan menutup hidung mereka dengan masker, sapu tangan, baju, dan tangan mereka sendiri. Beberapa di antaranya yang tak kuat mencium bau yang ditimbulkan dari jenazah langsung menjauh.
Bau menyengat ini tak kunjung mereda meski petugas Tim SAR telah mengarahkan kedelapan ranjang dorong masuk ke Ruang Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Tengah yang berada di ujung lorong rumah sakit.
Tak lama setelah delapan ranjang dorong yang membawa jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 masuk ke ruang DVI Polda Kalimantan Tengah, dua wanita yang masing-masing berusia sekitar 20 tahun dan 40 tahun dengan sigap mengepel cairan dari jenazah menggunakan kain pel yang dipasang pada sebuah tongkat dari pipa paralon.
Kedua wanita bernama Sarinah (23) dan Anis Neni Yulianti (39) itu mengepel dengan bergerak mundur mengikuti seorang pria yang terus memercikan cairan disinfektan dan pemutih dari sebuah dirigen berukuran 10 liter. "Harus pakai cairan pemutih, kalau hanya cairan pembersih masih menyengat baunya," kata Sarinah.
Sesekali secara bergantian, Anis dan Sarinah tampak mual. Wajah mereka terlihat memerah menahan mual. Sarinah mengaku tak tahan dengan bau yang ditimbulkan. "Enggak kuat, mual sekali. Ini paling parah. Bau sekali dan cairannya kuning sekali. Kalau yang kemarin tidak terlalu," kata Sarinah.
Sambil menahan mual, Sarinah dan Anis tetap membersihkan cairan dari jenazah yang berceceran di lantai sepanjang lorong rumah sakit. Setelah dirasa cukup bersih dan tidak lagi tercium bau khas jenazah, Sarinah dan Anis membersihkan kain pel yang digunakannya tanpa menggunakan sarung tangan khusus. Sarinah mengaku tak terlalu khawatir terjangkit penyakit yang berasal dari bakteri karena sudah didaftarkan sebagai peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. "Memang dikasih sarung tangan, tetapi saya tidak bisa karena gatal-gatal. Kulit saya alergi. Kalau memang harus sakit ya sakit saja," ungkapnya.
Sarinah menuturkan, semenjak jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 pertama kali ditemukan di perairan Selat Karimata pada Selasa (30/1), dirinya bersama lima rekan sesama petugas kebersihan taman RSUD Imanuddin lainnya ditugaskan membersihkan cairan dari jenazah yang menetes di lantai rumah sakit. Setiap hari, Sarinah dan lima rekannya mulai bekerja sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Jika RSUD menerima jenazah yang baru dievakuasi tim SAR, Sarinah harus mempersiapkan kain pel, dan masker yang sudah dioleh minyak kayu putih.
"Biasanya tugas mengepel lantai hanya sekali sehari, tetapi ini berkali-kali. Setelah mengepel, menunggu lagi jenazah yang datang," kata Sarinah yang bekerja di RSUD Imanuddin sejak 2012 lalu.
Dengan tugas barunya ini, Sarinah mendapat upah dua kali lipat dibanding hari biasanya. Sebagai petugas kebersihan taman, Sarinah yang biasanya mendapat upah Rp 25.000, kini mendapat upah Rp 50.000. Meski mendapat penghasilan lebih besar dari biasanya, Sarinah mengaku tak terlalu tertarik. Selain bau menyengat, hingga kini, ibu dengan satu anak berusia tiga tahun itu, tidak tega untuk melihat secara langsung jenazah korban pesawat AirAsia.
"Apalagi waktu kemarin ada jenazah seperti anak kecil. Tidak tega melihatnya, karena seperti melihat anak sendiri. Saya tidak berani lihat jenazah," ungkapnya.
Setelah dibersihkan oleh Anis dan Sarinah, tak tercium lagi bau khas yang ditimbulkan jenazah. Pasien, keluarga, dan staf serta dokter pun dapat kembali beraktifitas secara normal di RSUD Imanuddin.
SUMUR
Ternyata ada jalan yang cukup panjang saat mencari dan mengidentifikasi para korban Air Asia QZ 8501, Gan! Yuk, kita cekidot dulu
Quote:
Jalan Panjang Menyingkap Identitas Korban AirAsia QZ8501
SURABAYA, KOMPAS.com- Tim Disaster and Victim Identification (DVI) gabungan bekerja tanpa lelah dalam mengidentifikasi satu per satu jenazah korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 ruter Surabaya-Singapura. Proses identifikasi harus dilakukan dengan cepat karena berkaitan dengan kondisi jenazah yang sudah rusak. Di sisi lain, keluarga menuntut DVI untuk bergerak cepat. Mereka ingin mendapatkan kepastian tentang nasib anggota keluarganya yang hilang.
Semakin hari, kerja DVI terbilang makin sulit. Pasalnya, kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut. Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Arthur Tampi bahkan menyebutkan kondisi korban secara visual sudah tidak bisa lagi dikenali.
Saat ini, tim DVI yang bertugas mengidentifikasi korban AirAsia QZ8501 berjumlah 160 orang. Mereka terdiri dari ahli forensik kepolisian dan guru-guru besar forensik, serta ahli DNA dari berbagai universitas seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Tenaga dari sejumlah negara juga dilibatkan yakni sebanyak 7 orang dari tim DVI Singapura yang memiliki keahlian forensik sidik jari, pathologi, dan DNA.
Lalu, apa saja tahapan yang perlu dilakukan tim DVI dalam menyingkap identitas jenazah korban?
1. Pengumpulan data ante-mortem
Tahap pertama yang dilakukan dalam proses identifikasi adalah mengumpulkan data ante-mortem atau data yang dihimpun sebelum kematian terkait korban. Data ini diserahkan oleh pihak keluarga mulai hari pertama kecelakaan terjadi.
Data yang dikumpulkan seperti medical record, foto rontgen gigi, ciri-cirik fisik yang khas dari korban, foto korban, sisir yang masih tersisa rambut, hingga ijazah atau data apa pun yang memuat sidik jari korban sebelum kematian.
Tim DVI juga mengumpulkan sample DNA dari keluarga segaris yakni orangtua atau anak. Hingga Minggu (4/1/2015), seluruh data-ante mortem dari korban dinyatakan lengkap untuk 162 orang.
2. Penyimpanan Jenazah
Sembari melengkapi data-data ante-mortem, jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 satu per satu tiba di RS Bhayangkara, Surabaya. Hingga Minggu (4/1/2015) malam, ada 34 jenazah yang diterima rumah sakit milik Polri itu.
Saat tiba di RS Bhayangkara, jenazah yang ditempatkan di kantong jenazah langsung dimasukkan ke lemari pendingin. Ada pun, lemari pendingin seukuran peti kemas itu mampu menampung sekitar 200 jenazah.
3. Re-labelling
Setelah disimpan di lemari pendingin, tim DVI melakukan pemeriksaan awal terhadap fisik korban. Tim melakukan re-labelling dengan memisahkan jenazah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan kebangsaan. Hal ini dilakukan agar temuan post-mortem (data setelah kematian) terhadap jenazah korban bisa lebih mudah dicocokkan dengan data ante-mortem.
4. Proses Identifikasi
Setelah re-labelling, tim DVI akan langsung melakukan proses identifikasi. Setiap jenazah ditangani oleh lima orang ahli yang terdiri dari ahli pathologi (organ dalam), ahli sidik jari, ahli odonthologi (gigi), ahli antropologi forensik, dan ahli DNA.
Pemeriksaan dilakukan secara bersamaan terhadap beberapa jenazah yang diletakkan di 15 meja bedah yang ada.
Pada pemeriksaan ini, tim DVI terlebih dulu mencatat data primer seperti sidik jari, struktur gigi, dan DNA. Sidik jari korban memasuki hari ketujuh sudah mulai tak bisa diidentifikasi karena kulit yang mulai rusak dan lepas dari tubuh.
Apabila sidik jari tak bisa diidentifikasi, maka tim DVI beralih menggunakan struktur gigi yang dicocokkan dengan data ante-mortem yang ada. Apabila gigi juga rusak atau pun terlepas, maka tim DVI menantikan hasil tes DNA yang diuji di laboratorium di Jakarta. Waktu analisis tes DNA ini bisa memakan waktu 1-2 minggu.
Sampel DNA diambil dari berbagai bagian tubuh mulai dari darah, cairan liur, pipi, hingga sperma. Namun, DNA yang ada di bagian tulang yang paling banyak dipakai karena bisa bertahan sampai 100 tahun.
Setelah data primer selesai diteliti, tim DVI juga mendata sejumlah data sekunder seperti properti yang menempel di tubuh korban hingga ciri-ciri fisik tertentu yang masih terlihat.
5. Rekonsiliasi
Setelah proses identifikasi dilakukan, maka dihasilkan data post-mortem (setelah kematian). Data itu kemudian harus dibandingkan dengan data ante-mortem yang telah dikumpulkan dalam sebuah rapat rekonsiliasi. Rapat rekonsiliasi dihadiri para ahli tim ante-mortem dan post-mortem serta dipimpin oleh DVI commander yakni Kepala Tim DVI Jawa Timur Kombes Budiyono.
Apabila dalam rapat itu kedua data dinyatakan cocok dan identik, maka tim DVI kemudian memberitahukan kepada pihak keluarga. Namun, apabila data masih tidak cocok atau masih ada data yang kurang, tim DVI belum akan memberikan informasi kepada pihak keluarga karena dikhawatirkan ada jenazah yang tertukar. Tim akan kembali melakukan identifikasi dan pendalaman hingga hasil akhirnya benar-benar coock dan identik.
6. Pengembalian jenazah
Setelah jenazah teridentifikasi, tim DVI bertanya kepada pihak keluarga apakah jenazah mau dikafan atau pun dilakukan pemulasaraan (perawatan dan penitipan jenazah). Dengan demikian, pihak keluarga nantinya hanya akan melihat jenazah dalam bentuk yang diinginkan.
Seluruh proses yang dijalani tim DVI ini bisa memakan waktu berbeda-beda. Hingga Minggu malam, tim DVI sudah berhasil mengidentifikasi sembilan jenazah dari total 34 jenazah yang ditemukan. Kesembilan jenazah itu teridentifikasi atas nama Hayati Lutfiah Hamid, Grayson Herbert Linaksita, Kevin Alexander Soetjipto, Khairunnisa Haidar Fauzi, Hendra Gunawan Sawal, Themeiji Tejakusuma, Wismoyo Ari Prambudi, J Stephanie Gunawan, serta Juanita Limantara.
SUMUR
0
Kutip
Balas