Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729.4K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1688
PART 78
3 hari kemudian

Total sudah 6 hari Bunga dirawat di rumah sakit. Kondisinya berangsur angsur mulai membaik. Kadar trombosit di dalam darahnya perlahan naik menuju normal. Tapi dia belum diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya belum stabil. Sore itu sepulang kuliah gw menyempatkan diri untuk datang menjenguknya. Gw kangen sama dia dan gw pengen tau perkembangan kondisinya. Seharian kemarin gw tidak datang menjenguknya dikarenakan gw sibuk ngerjain tugas.

"Ceklek.." Gw buka handel pintu.

Baru juga kepala gw nongol dari balik pintu, gw pun kembali menutup pintu tersebut. Gw tidak jadi masuk ke dalam karena ada bunda yang lagi solat. Lantas gw keluar lagi lalu duduk di sebuah kursi lorong rumah sakit. Tak lama kemudian pintu kamar terbuka, muncullah bunda dari balik pintu. Gw langsung menghampirinya salim cium tangan.

"Nah kebetulan ada kamu Jar. Bunda titip Bunga ya..." Ucapnya.

"Loh emang bunda mau kemana?"

"Mau ambil baju dulu di rumah."

"Ohh..."
"Bunda tinggal dulu ya."

"Iya..."

Gw masuk ke dalam melihat Bunga tidur pules dengan posisi miring menghadap samping. Gw biarkan dia tidur tidak membangunkannya. Kemudian gw setel tipi kecil 14" menonton acara gosip sambil rebahan di sofa hingga gw ngantuk. Rumah sakit ini enak banget ya, kamarnya ase (AC), ada tipi, sop(f)a, dan dilengkapi kasur pasien yang ada tombolnya. Jadi, kalo itu tombol dipencet, kasurnya bisa naek turun sendiri. Udah gitu ini kamar bersih banget plus harum nggak kecium bau obat yang menyengat. Wajarlah ini kamar kelas satu berbeda jauh dengan kelas dua atau kelas tiga.

Ketika gw sedang asik selonjoran di sofa menikmati rasa kantuk, tiba tiba gw dikagetkan oleh sebuah kulit jeruk yang mendarat tepat di kepala gw. Lantas gw langsung bangun terus nengok ke samping. Dan gw lihat Bunga udah cengengesan sambil nutupin mulutnya. Ternyata dia sudah bangun.

"Heh iseng ya!!"

"Hehehe..."

Kemudian dia mengambil lagi beberapa kulit jeruk yang berserakan di atas meja samping ranjangnya, lalu, "Pluk...Pluk...Pluk"
Kepala gw dilempar lagi pake kulit jeruk tiga kali. Dia langsung nyengir lalu tertawa terbahak bahak. Sementara gw manyun sambil geleng geleng kepala heran sama tingkah ini anak. Mentang mentang udah rada sehat sekarang malah penyakit jailnya yang kumat.

"Yaah ngajak perang!!"

Dengan cepat gw pungut kulit jeruk yang tadi, lalu gw serang balik melemparkan ke arahnya.

"Aaaa iyaa ampun...!!" Dia memelas

"Rasain nih...!!"

Dalam waktu singkat, banyak potongan kulit jeruk melayang di langit-langit kamar bak UFO lantas berceceran mengotori lantai rumah sakit.

"Udah dong yaank damai yaa...huu jahat kamu mah!" Ucapnya.

"Makanya jangan jail. Baru sehat dikit aja udah mulai jail lagi!"

"Hehehe iyaa piss..." Ucapnya sambil mengacungkan jari membentuk huruf V.

Gw pandangi wajah lucunya itu dalam dalam sementara di dalam hati ini gw mengucap syukur. Gw bersyukur kalau Bunga sudah mulai sehat, sudah bisa tertawa ceria, bahkan dia juga sudah bisa jailin gw. Dengan ini gw nyatakan bahwa Bunga gw mekar lagi....

Entah kenapa tiba tiba gw jadi geregetan sama dia. Langsung tanpa Ba-Bi-Bu, gw mendekat ke arahnya lalu gw kecup keningnya. Yah sejauh ini gw cuma berani cium keningnya doang nggak berani cium yang laen. Takutnya kena gampar. Soalnya ini anak kalo ngegampar gw suka nggak tanggung tanggung. Sampe tenaga dalemnya dikeluarin juga. Haha

"Kamu kapan boleh pulang?" Tanya gw.

"Kata dokter kalo besok pagi aku udah nggak pusing, siangnya aku boleh pulang..."

"Sekarang masih pusing?"

"Masih sedikit."

"Tapi kalo jailin aku mah nggak pusing ya?" Sindir gw.

"Hehe.. Abisnya aku gemes sama kamu..."

"Oya?"

"Iya gemes pengen nimpuk!!" Ujarnya.

"Eee..."

Gw duduk di samping ranjangnya mencetin remot tipi, gonta ganti chanel mencari acara yang layak untuk gw tonton. Tapi yang gw dapet hanya tayangan gosip, gosip dan gosip. Lantas gw matikan itu tipi, lalu mengambil satu buah jeruk yang tergeletak di atas meja.

"Mau dong jeruknya." Pinta Bunga.

"Nih...Aaaaa'.."

Gw menodongkan jeruk ke mulutnya, tapi sesaat sebelum disambut, gw buru buru belokin itu jeruk ke mulut gw sendiri. Dengan tampang tak berdosa, gw mengunyah jeruk itu di depan Bunga.

"ih nyebelin!"

"Oh mau....bilang dong!"

"Daritadi juga udah bilang..."

"Yaudah....Aaaa..."

Kemudian dia mangap, tapi lagi lagi jeruk itu gw belokin ke arah mulut gw sendiri. Seketika mulutnya yang tadi mangap langsung berubah jadi manyun.

"Hahaha...." Gw tertawa.

"........."

"Emang enak dijailin...."

"Au ah...."

"Makannya jangan suka jail..."

"Oh jadi sekarang kamu maennya bales balesan nih?"

"Hehe nggak kok...Yaudah aku kupasin satu lagi ya." Gw ambil jeruk, lalu gw kupas.

"Nggak usah. Udah ga napsu!" Ujarnya sambil manyun.

"Yee gitu aja ngambek...Nih aaaaaa"

Kembali gw todongkan sepotong jeruk ke mulutnya tapi dia malah nutup mulutnya rapat rapat. Pandangan matanya berubah sinis terhadap gw. Ternyata dia beneran ngambek.

"Heei ga boleh ngambek. Kalo ngambek ntar ga sembuh sembuh..."

"Biarin!!"

"Yah sayang banget...Padahal kalo kamu udah sembuh rencananya aku mau ajak kamu ke air terjun...."

"........"

"Kalo kamunya masih sakit kan nggak bisa jalan jalan kesana."

"........"

"Yaudah deh aku batalin aja jalan kesananya. Aku kesana sama Dedi aja."

"Tuh kan??"

"Kenapa?"

"Au ah....kamu mah jahat!"

"Hehe makannya aaaaaa dulu. Ntar aku jadi baik deh. " Rayu gw lagi.

"Hap" Akhirnya dia makan jeruk juga. Dia mengunyahnya dalam keadaan cemberut plus manyun. Gw malah geli ngeliatin dia kaya gitu. Mirip kaya anak kecil yang ngambek nggak mau makan terus disuapin sama ibunya secara paksa. Alhasil ya begini lah. Seperti tampangnya Bunga waktu itu. Sampai sekarang gw masih ingat bagaimana raut wajah itu selalu sukses membuat gw tertawa. Haha

"Yank..." Panggil dia.

"Hmmm...."

"Makasih ya atas waktunya. Selama aku disini, kamu nemenin aku terus. Padahal kan kamu lagi sibuk sama kuliah kamu..."

"Yaa selagi aku sempet nemenin kamu, aku bakal nemenin kamu terus kok..."

"Tapi nggak ganggu jadwal kuliah kamu kan?"

"Nggak lah...lagian aku kesini kan sore sore beres kuliah..." (nyatanya tugas tugas gw jadi terbengkalai)

"Hehe iya. Kamu ngapain aja selama nggak ada aku?"

"Aku mikirin kamu terus laah. Mikirin keadaan kamu. Pokonya nggak kelewat sedetik pun waktu buat mikirin kamu."

"Yeee gombal banget sih kamu."

"Haha tapi beneran kok. Suerr deh..."

Kemudian dia bersandar di bahu gw. Sementara mulut gw masih bercerita panjang lebar mengenai kegiatan gw selama Bunga dirawat disini. Dia hanya mendengarkan gw bicara sambil memainkan tali kupluk sweater gw melalui jari jemarinya yang lentik. Dia selalu terkekeh pelan setiap kali gw mengeluarkan lelucon yang konyol. Dan sekali lagi, gw merasa tenang berada di dekatnya. Gw juga senang karena sampai detik itu bahu gw masih jadi tempat sandarannya yang paling nyaman.

Tiba tiba dia mendongakkan kepalanya sedikit ke atas menatap gw dengan tajam. Gw balas tatapan matanya hingga jarak wajah kami sangat dekat hanya terpaut sekian sentimeter. Entah dorongan darimana reflek kami memajukan wajah kami masing masing menjadi semakin dekat, lebih dekat, dan sedikit lagi bibir kami saling bertemu.....

"Ceklek...." Pintu kamar terbuka.

Gw yang kaget langsung buru buru ngelepas rangkulannya dia lantas pindah duduk ke sofa. Gw jadi salah tingkah ketika Bunda dan Puput masuk ke dalam kamar menyapa kami berdua. Alhasil gw malah keki sendiri gara gara nanggung padahal sedikit lagi gw dapet kiss dari Bunga. Arghh!

..............................
..............................

Esoknya

Hari ini sama seperti kemarin. Selesai kuliah gw langsung berjalan menuju parkiran motor bersama dua kawan gw. Kami bertiga mengendarai motor masing masing berjalan beriringan sambil ngobrol tereak tereak. Sampai di depan gerbang kampus, lantas kami berpisah. Mereka ke arah kosan, sementara gw ke arah pulang. Tak lama kemudian jimbot gw bergetar menandakan ada sms masuk. Gw tak menghiraukannya lanjut jalan terus.

Sampailah gw di parkiran rumah sakit. Gw langsung jalan sedikit terburu buru menuju lift di lobi depan. Tak lama kemudian gw sudah berada di depan kamar, gw putar handel pintu lalu melongok ke dalam. Dan.....

"Wakwaw!!"

Entah kenapa gw langsung keluar lagi lalu mengecek nama serta nomor kamar. Apakah gw salah kamar atau benar. Setelah mengecek dengan teliti gw pun yakin 100% kalau ini kamarnya Bunga. Gw kembali memutar handel pintu, lalu melongok ke dalam, dan hasilnya tetap sama. yaitu; "wakwaw!". Gw langsung buru buru keluar. Kemudian gw mematung sejenak, merogoh Jimbot dari kantong lalu membuka satu sms yang ternyata dari Bunga.

"Aku udah di rumah nih. Nanti kamu ke rumah ya temenin aku.." From Bunga.

Yaelah...Jauh jauh gw kesini nggak taunya Bunga udah pulang. Pantesan aja pasien yang di dalem kamar ini berubah jadi sepasang nini nini dan aki aki.

Sesampainya di rumah Bunga, gw dipersilahkan masuk oleh puput. Gw diantar menuju sebuah kamar di lantai satu. Sebenarnya kamar dia itu ada di lantai dua. Tapi karena Bunga masih butuh perhatian dan perawatan khusus, maka kamar kosong di lantai satu ini jadi kamar sementaranya dia. Kemudian gw masuk ke dalam diikuti Puput lalu duduk di pinggir kasur. Gw lihat Bunga sedang minum jus jambu klutuk merah atau bisa juga disebut guava sambil pencet pencet remot ase kamar.

"Kamu sampe rumah jam berapa tadi?" Tanya gw.

"Jam setengah 12...."

"Ooh..pantesan."

"Kamu abis dari kampus nih?" Tanya dia.

"Iya....Eh kamu tau nggak, tadi aku ke rumah sakit loh." Ucap gw.

"Eeee ngapain? Kan aku udah sms ngabarin kamu kalo aku udah di rumah.."

"Nah maka dari itu, tadi aku belum sempet baca sms dari kamu."

"Dasar kamu mah kebiasaan. Terus..."

"Ya aku langsung jalan dari kampus ke rumah sakit. Pas udah sampe, aku langsung nyelonong masuk ke dalem kamar..."

"Haha...Terus...terus..?"

"Ya aku kaget kamu udah ngga ada. Yang ada malah aki aki sama nini nini!"

"Hahaha...."

"Baru deh disitu aku baca sms kamu..." Ucap gw.

"Hahha dasar o'on!!" Ejek Bunga.

"Iya aku emang o'on." Gw mengaku.

"Hahhaha..." Bunga ketawa makin geli.

Kemudian kami sibuk nonton tipi di kamar. Ga ada acara rangkul rangkulan kaya di rumah sakit kemaren, soalnya ada Puput ikutan nimbrung nonton tipi disini. Kemudian jimbot gw berdering. Kala itu jimbot gw taruh di atas kasur yang mana posisinya lebih dekat dengan Bunga. Lantas Bunga lah yang mengambil jimbot gw. Lalu gw lihat dia seperti membaca sms itu.

"Yank..." Panggil dia.

"Hmmm...."

"Ana siapa?"

NAHLOH!!
Diubah oleh javiee 05-01-2015 15:52
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.