Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#1921
PART 86

Beberapa minggu setelah gue melamar Anin secara spontan.

Hubungan gue dan Anin berjalan seperti biasa. Akhir-akhir ini dia sering ke Jakarta, untuk menjalani serangkaian tes yang memang diperlukan untuk seleksi sebuah badan usaha milik negara. Karena kesibukan masing-masing, gue dan Anin menjadi jarang ketemu. Komunikasi tetep rutin sih, tapi frekuensi bertemu muka itu yang berkurang. Alhasil gue jadi sering jalan-jalan sendirian.

Hari itu memang gue berencana pergi ke mall, niatnya mau beli cover buat handphone gue, maklum handphone baru. Hehehe. Di mall gue keluar masuk berbagai store yang menjual asesoris handphone. Entah kenapa gue gak ada yang sreg. Diliat bagus, kalo udah dipakein kok jadi norak. Gak jadi deh. Setelah beberapa kali keluar masuk toko, gue merasa bosen dan memutuskan beristirahat di sebuah coffee shop yang memang jadi spot favorit gue di mall ini.

Setelah memesan kopi, kemudian gue duduk bersandar dan menyapukan pandangan gue ke sekeliling. Hari itu entah kenapa banyak mama-mama muda cantik yang membuat gue kegirangan ngeliatnya. Untung gak ada Anin disini, kalo ada Anin bisa-bisa gue dijatuhin dari lantai 3 nih, pikir gue sambil nyengir ngeliatin mama-mama muda. Handphone yang gue masukkan di kantong dada jaket kulit gue daritadi bunyi-bunyi gak jelas. Ternyata itu grup chat yang isinya anak-anak sekelas semasa kuliah. Bawel emang mereka, tapi ngangenin sih. Setelah membaca chat dan nimbrung secukupnya, gue memasukkan lagi tuh handphone ke kantong jaket.

Sambil bertopang dagu, gue masih menikmati pemandangan mama-mama muda di mall ini. Akhir-akhir ini memang gue lebih suka menikmati sesuatu sendirian, termasuk pemandangan mama-mama muda ini. Hehehe.

Mendadak di meja sebelah gue ada suara berdenting, disusul suara benda lain jatuh. Gue menoleh. Di dekat kaki gue tergeletak sebuah pisau makan, dan di belakang kursi di sebelah gue ada beberapa kantong belanjaan yang jatuh. Secara refleks gue berdiri, mengambil pisau, kemudian mengambil kantong belanjaan yang tadi jatuh.

Sambil tersenyum, gue kembalikan pisau dan kantong belanjaan tadi ke pemiliknya. Pemiliknya adalah seorang cewek, cantik dan berambut panjang hitam yang bergelombang. Cewek tadi mengucapkan terimakasih ke gue dengan tergesa-gesa. Agaknya dia merasa bersalah barang-barangnya jatuh. Gue tersenyum dan mengucapkan kalimat yang selayaknya gue ucapkan. Gue kembali ke meja, dan menoleh kembali ke cewek tadi. Ternyata dia masih ngeliatin gue, dan kemudian gue balas dengan tersenyum sambil memiringkan kepala.

Sambil sesekali menyeruput kopi, gue perhatikan cewek ini. Dia disitu bersama satu cewek lain, berjilbab, dan tadi juga ikut mengucapkan terimakasih ke gue. Setelah itu perhatian gue teralihkan ke handphone gue, karena anak-anak sekelas pada berisik disitu. Obrolan gak penting padahal, tapi tetep sukses bikin gue ketawa-ketawa sendiri. Setelah beberapa waktu, gue jadi ikut hanyut di chat gak penting anak-anak itu, sampe sebuah suara menyadarkan gue.

Quote:


Gue menoleh, ternyata cewek yang tadi menyapa gue duluan dengan pertanyaan barusan. Gue tersenyum dan menggeleng pelan.

Quote:


Cewek tadi tertawa kecil. Kemudian menggeser kantong-kantong belanjaannya tadi ke lantai. Dia menoleh lagi ke gue.

Quote:


Gue tersenyum, kemudian mengangkat cangkir gue, dan berpindah duduk di sebelah cewek ini tadi. Kedua cewek ini senyum-senyum melihat gue duduk bersama mereka. Gue mengulurkan tangan.

Quote:


Gue melongo sejenak. Kemudian kedua cewek di depan gue ini ketawa cekikikan tapi pelan. Sambil masih bingung-bingung sedikit, gue melanjutkan.

Quote:


Gue menoleh ke Rachma yang sedari tadi diem aja sambil senyum-senyum.

Quote:


Entah berapa lama gue dan kedua cewek ini ngobrol. Yang jelas hal-hal yang kami obrolin banyak nyambungnya, secara gue dan mereka berasal dari kampus yang sama. Ternyata mereka berdua udah sering banget ngeliat gue di kampus, tapi guenya yang gak kenal. Emang dasarnya gue cuek sih soal ginian, kalo sama junior banyak lupanya emoticon-Malu

Di sela-sela obrolan kami itu, mendadak handphone gue yang sedari tadi gue kantongi berbunyi. Gue mengambil handphone dan melihat layar, ternyata ada chat Line dari Anin. Gue tersenyum dan langsung membalas chatnya. Sayangnya gue agak lupa apa yang dia tanyain waktu itu. Jadi mending gak usah gue tulis ya. Setelah membalas chat Anin itu, kemudian gue memasukkan lagi handphone ke kantong dada jaket kulit gue. Adinda menoleh ke gue, dan nyeletuk.

Quote:


Setelah itu obrolan kami bertiga berlanjut beberapa saat, sampe akhirnya gue memutuskan untuk pamit karena masih ada beberapa tujuan lagi yang belum gue datangi.

Quote:


Kemudian gue berlalu dari tempat itu, dan keluar dari mall. Kebetulan di luar hujan, jadi gue males mampir-mampir lagi dan mengarahkan mobil gue langsung pulang kerumah. Hari itu di rumah gak ada yang spesial, cuma gue habiskan dengan tidur dan nonton film. Malam-malam, waktu gue sedang mendengarkan lagu di iPod gue, mendadak handphone gue berdenting. Gue melirik layar handphone, dan melihat sebaris pesan.

Quote:

Diubah oleh jayanagari 03-01-2015 22:56
khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.