Kaskus

Story

tomsangAvatar border
TS
tomsang
Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.
Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.

Taruh Aku Di Tempat Yang Istimewa Dihatimu.

PART 1-5
PART 6-9
PART 10
PART 11
PART 12
PART 13
PART 14
PART 15
PART 16
PART 17
PART 18
PART 19
PART 20
PART 21
PART 22
PART 23
PART 24
PART 25
PART 26
PART 27
PART 28
PART 29
PART 30

Spoiler for :
Diubah oleh tomsang 07-06-2016 21:53
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
36.6K
221
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
tomsangAvatar border
TS
tomsang
#117
22
(DUA PULUH DUA)

Oops udah jam 7 pagi, gue terbagun.

Gue: “Mah, ada charger handphone?” Sambil melihat istri gue yang lagi sibuk nyari pakaian yang akan gue pakai hari ini.
Istri : “ Enggak bawa, charger handphone kamu dimana?”
Gue: “ Ga tau, ketinggalan di Manado apa hilang di jalan kayaknya.”
Istri: “ Ya udah nanti aku bawa kalau udah balik ke rumah.”

Harusnya hari ini gue ada di Cikarang, bukan Tangerang, di tambah ada kondisi handphone mati, makin runyam aja. Lemah banget sih gue, ada bonus tambahan pula, tangan kanan yang tertusuk jarum kok buat di gerakan sedikit bawaannya ngilu dan nyeri, apa begini ya rasanya di infuse? Belum pernah seumur hidup.

Gue coba meraih handphone dari dalam laci dengan tangan kiri dengan memiringkan badan ke sisi kanan dan berhasil, Ternyata handphone touchscreen susah ya di operasikan pakai tangan kiri, untuk orang yang non-kidal. Kalau nyala juga ga bisa buat ngetik, cuma bisa di pakai telpon. Keyboard touchscreen-nya sangat tidak friendly, kecil-kecil sekali. Ya sudahlah, besok aja minta maaf-nya karena gagal buat hadir di Cikarang hari ini.

Hari kedua, sangat membosankan. Hanya ada istri di samping tempat tidur yang sangat sibuk dengan handphone yang selalu berbunyi setiap saat. “Mana anak-ku?” Tanya gue. “Nanti Sore datang, di anter sama adik kamu.” Jawab istri.

Kangen banget pengen meluk anak gue, seminggu di kota orang ditambah dua hari ga bisa bebas bergerak, kalo ada eneng rasanya pasti bakal lebih enak. Membosankan ada di sudut sebuah ruangan dengan istri yang berlaku seperti patung menatap handphone sepanjang waktu, terkadang cekikikan sendiri.

Sesekali gue mengganti channel TV yang isinya tayangan acara musik ala anak muda jaman sekarang yang sebentar-sebentar penonton di studio-nya ketawa di bikin bikin, ganti channel lagi sinetron lokal. Berita, mana berita ?daripada bego nonton tayangan alay.

Gue: “Mah, punya powerbank?”
Istri : “ Ga ada.”
Gue: “ Cari toko handphone dong mah, beliin charger.”
Istri: “Buat apaan sih, tadi aku udah BBM adikmu suruh bawain charger, ngapain pake beli. Kalau mau nelpon, pake ini dulu aja.” Seraya istri gue nyodorin handphone nya.
Gue: “ Buat BBM bukan buat nelpon, kayaknya aku ada janji sama orang deh, mau ngasih tau kalo aku mendadak masuk Rumah Sakit.”
Istri: “Ya mau gimana, sabar aja deh, nanti chargernya juga datang.”
Gue: “Ah bête….Jam berapa itu ga keliatan, kehalang gordyn.”
Istri: “ Jam 11.”

Kayaknya masih lama waktu menunggu gue, dari jam 11 siang sampai menjelang sore. Sekali-kalinya gue kok kesel cuma gara gara ga punya charger handphone. Jadi yang di harepin Cuma adek gue datang sama anak gue sore nanti, sambil bawain charger handphone. Kalo ketinggalan juga dan enggak kebawa? Mungkin gue kabur ke mall terdekat ijin cuti sama perawatnya buat kabur beberapa jam.

Istri: “ Tas kamu ada makanannya enggak? Takut basi atau kalo ada yang basah?”
Gue: “ Ada tapi ga banyak, ada titipan temen juga. Ambil aja tapi yang kue kenari jangan ya, punya orang.”
Istri: “lah ini kamu cuma bawa kue kenari seplastik sama ikan asap (ikan fufu) beberapa biji. Enggak mungkin aku makan ikannya nih jadinya? Aku ambil kue kenarinya aja ya. Masa ngado ikan asep mentah.”
Gue: “ Ya deh, terserah.”

Jam 12…
Jam 13…

Gue harus berterima kasih sama TV yang pernah punya konsep TV Pendidikan karena menayangkan film India yang cukup panjang durasi tayangnya buat gue tonton dan ngabisin waktu. Ga terasa udah jam 15 aja,

Alhamdulilah, sepertinya ini sudah menjelang sore, mudah mudahan sebentar lagi anak gue datang bersama charger handphone dan adik gue. Ini seperti 8 jam paling membosankan dalam sejarah menunggu dalam hidup gue. Karena bisa gerak? Kalo Bisa gerak dan jalan apa yang akan gue lakukan buat nunggu sampe sore? Gampang, cari taksi dan kabur.

Jam 17…Kacau, ga ada tanda tanda kedatangan orang, sepanjang waktu istri gue sibuk dengan handphone dan keluar ruangan sesekali, paling lama dia keluar waktu gue sibuk sama tayangan film India, Mungkin dia makan di bawah tapi sepertinya dia kabur ke mall deh, soalnya di Rumah sakit ini kantinnya ga jualan donat J-Co.

Pikiran gue pasti istri gue ke mall SMS itu, tempat hari hari pertama gue jalan sama Novi, apa khabar Greentea Starbucks-nya ya? Gue bayangin aja deh. Berusaha buat merangkai time-frame awal awal gue kenal Novi. Dengan tangan gue angkat gue seolah-olah bikin rute perjalanan dari McDonalds Alam Sutera, ke Mall SMS, ke Lebak Bulus, ke Karawang dan balik lagi ke Rumah Sakit ini.

Istri: “Kenapa tangannya? Pegel?”
Gue: “Iya, pegel banget. Ini malah tangan kanan kesemutan, sampe ga berasa. Kamu tau ga, kenapa jarum infuse ini ada di tangan kanan? Tanyain suternya dong.”
Istri:” Ya, nanti aku tanyain.”

Kemudian handphone istri gue berbunyi, ada tamu yang mau dating besuk gue katanya.

Istri: “Papa mamaku dateng sama anakmu.”
Gue: “Sama Dita enggak?”
Istri: “Enggak sepertinya.”
Gue: “ lah trus chargernya gimana?”
Istri : “Kamu ini kenapa sih? Di Rumah Sakit ngomonginnya charger mulu, ini ada yang mau besuk, bukannya girang kek, senang dikit lah, orang udah ada yang mau dateng jauh jauh ke sini.”

Datenglah mertua gue bersama anak gue, beliau rupanya menyempatkan diri buat jemput anak gue dulu sebelum datang ke sini. Jadi adik gue ga perlu datang buat nganter anak gue.

Sudah dua hari ini keberadaan gue ga terlacak sama kantor, dan temen temen gue. Manusia modern, ga bisa lepas dari alat komunikasi yang bernama handphone. Secanggih canggihya handphone jaman sekarang gue yakin pasti cuma di pakai untuk Medsos, sangat typical anak jaman sekarang banget. untuk update status, cek status temen, browsing barang barang yg di jual di Internet, paling cuma fitur itu yang di pakai. Begitu juga handphone gue. isinya Cuma Medsos, Messenger sama email buat support kerjaan.

Gue: “ Halo nak.”
Eneng: “Papa lupa pulang ya, kok pindah ke sini kamarnya?”
Gue: “Iya nak, enakan di sini, ada yang ngerawat, kalo di rumah kan ga ada.” Istri gue senyum kecut denger jawaban gue yang ini.
Setelah basa basi selama kurang lebih satu setengah jam dengan mertua gue, dengan posisi anak gue meringkut sampai dia tertidur di atas tempat tidur gue, akhirnya mertua pamit pulang, juga istri dan anak gue. Gue berpesan ke Istri untuk mengantar oleh-oleh tersisa ke orang tua gue, dan beberapa tolong di bawa untuk mertua.

Dan malam ini, kali ini sepertinya gue akan menghabiskan malam sendiri di kamar, dengan seorang pasien di balik gordyn yang gue ga kenal. Sedih rasanya harus pisah dengan eneng sekali lagi. Semoga acara TV kali ini bisa menemani malam panjang ini. dan mengalihkan pikiran gue demi kesembuhan fisik gue terlebih dahulu.


Diubah oleh tomsang 07-01-2015 21:18
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.