Kaskus

Story

masternagatoAvatar border
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)

Bissmillah.
Assalamualaikum.

Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato

mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’

DISCLAIMER

1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.

Selamat membaca tulisan busuk ini!

*******

Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******

soudtrack: Eminem Not Afraid

Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99

WhatsappBrother-sister
Jangan lupa
emoticon-army
Bikin
emoticon-Bookmark (S)
sekalian
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Malu
Atas saran berbagai pihak.
emoticon-army:
Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

emoticon-Malu
Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213

Norek:
90010415858
Rudi hermawan

emoticon-Malu

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?

Guest what?
Yang nulis HIV+
emoticon-Thinking
jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.
emoticon-Hammer2

emoticon-Ngakak (S)
warning 16+ only.
emoticon-army
Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!
emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah

Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"
emoticon-Hammer2
harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.
emoticon-Frown
emoticon-Mewek
stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.
emoticon-Hammer2
impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.

dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"
emoticon-Mewek

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.


cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV
emoticon-army

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.
emoticon-Ngakak (S)

emoticon-Hammer2

1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.

Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.
emoticon-Shakehand2

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99

Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan

Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato

selamat membaca
emoticon-Selamat
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?

Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel
emoticon-Malu

emoticon-Malu
"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"
emoticon-Mewek
Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.

Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale
emoticon-Malu
Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.


DAFTAR ISI:

Update langsung ad line:
@masternagato

BAB1: KABUKI

BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK

BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK



BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN

BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA

BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA

BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA

BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL

BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL

BAB6: SAVE HOUSE



BAB7: OTAK ATIK



BAB8: TEKAD BLENDER



BAB9 BAGIAN1: EMOTION



BAB9 BAGIAN2: EMOTION


BAB WARNING: WAJIB BACA


BAB WARNING: WAJIB BACA



BAB10: LATIHAN MEMBUNUH

BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE



BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE



BAB : warning2: galaw gak penting!



BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE



BAB13: NGENES AWARDS



BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU

BAB15 BAGIAN1: HEY MAN



BAB15 BAGIAN2: HEY MAN



update FHD16: koberlaw



BAB16 BAGIAN1: RIP



BAB16 BAGIAN2: RIP




BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH



BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS



BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK



BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK



BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART




BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART



REHAT



BAB WARNING4: FHD LEGOWO


BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT



BAB21 BAGIAN1: BIG MOM



BAB21 BAGIAN2: BIG MOM



BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH



BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER




BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER



BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS




BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS



BAB25: VIRGIN SEGAW


BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU

BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU



BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT



BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT


BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON


BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON

BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON


video zamirah monster kecil


wait yo!
IN PROGRESS
emoticon-I Love Kaskus
emoticon-I Love Indonesia
Kontak:

WA: 08128886670

Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato

Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
masternagatoAvatar border
TS
masternagato
#1025
BAB24-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB24-1:

ROLLER HEARTS
Sumber:
www.masternagato.com

*******
Walaupun baru kelas lima SD, Rudi sudah terlihat seperti anak kelas tiga SMP.
Awalnya masih suka bermain action figure dari satria baja hitam, power rangers, dragonball.
Semenjak mengenal mainan rakitan model Gundam Kid, ia tergila-gila dengan mainan rakitan.
Memiliki jadwal padat, sepulang sekolah les private bahasa Inggris, seminggu tiga kali, selama dua jam.
Dilanjutkan hoby renang selama sejam.,
Dua jam berikutnya, bermain basket.,
Sehabis maghrib les private ngaji selama dua jam, seminggu tiga kali.
Hari-hari biasa, bermain di Timezoom.,
Membaca komik dan tergila-gila pada kecepatan adalah hoby utamanya.
Komplek sepi, jalanan lurus panjang, menjadi surga buat Rudi dengan motor Astrea Greennya.
Memperhatikan, mengingat, mempraktekan.
Sungguh rangkaian kata penuh keajaiban, kalau diterapkan dengan sungguh-sungguh.
Setiap jalan bersama ayahnya, Rudi memperhatikan detail ayahnya yang mengemudi.
Mengingat, mengingat, dan terus mengingat.
Sekarang lima SD cukuplah untuk mempraktekanya.
"mah, kunci mobil mane?" tanya Rudi.
"itu di meja, mau ngapain kamu?" sahut Ayu, membaca-baca dokumen.
"mau jajal jalan-jalan" sahut Rudi, mengambil kunci.
"ada-ada aja kamu sayang" tanggap Ayu, menggeleng.
-------
Pom bensin Daanmogot.
Sodikin melihat Kijang LGX yang biasa di pakai istrinya melintas.
Berawal ragu, tapi melihat plat nomer baru ia yakin.,
Mungkin ada keperluan mendadak?
-------
Melihat istri dan Siti yang seperti cacing kelabakan di depan rumah.
Firasatnya sudah jelek, takut hal-hal yang ia takutkan terjadi.
"kenapa mah?" tanya Sodikin, tercekam ketakutan.
"ya ampun pah, kamu bagaimana sih? Kok pager di tinggal dirumah?" omel Ayu, putus asa.
"lupa mah, kenapa sih? Mobil kemana?"
"Rudi pah, Rudi! Bawa mobil!
Mobil kalo kenapa-napa bisa dibeli! Lah itu anak kalo kenapa-napa bagaimana coba!" ucap Ayu, mengomel membabi buta.
Sodikin menjelaskan pengalamannya saat di pom bensin tadi.
"ap, apa kamu bilang!? Rudi ada di Daanmogot?" tanggap Ayu ngeri, serasa mau pingsan mengetahui anaknya ada di jalan raya.
Baru Sodikin mau mengejar sekalian melapor Polisi setempat.
Sebuah Kijang LGX kembali dengan utuh.
Rudi keluar dari mobil sambil ngedumel tak jelas.
"nih kuncinya mah.,
Gak enak naik mobil! Nyalain AC kedinginan, dimatiin kepanasan.
Enakan naik motor" jelas Rudi, langsung masuk kedalam rumah.
Sodikin, Ayu, Siti, mereka dibikin tertawa tak bisa, menangis tak mampu.
Salah satu keanehan atau darah kampung dari Rudi?
Gak doyan ama yang namanya AC.,
Perasaan yang kampung juga gak gitu-gitu amat?
Emang dasar si Rudinya aja yang aneh bin tolol!
*******
Rudi dan temanya Markus serta Endang sepupunya Markus.
Berawal dari omongan kotor yang meledek Endang.
Rudi, Markus memang sepantaran, Endang sudah kelas dua SMP.
Mereka bertiga didalam komplek NewGardenia, menghadapi dua orang yang lebih besar.
Salah satu dari mereka berteriak, mengajak Endang tidur bersama.
Melihat Endang yang menangis, modal nekat.,
Rudi mengajak mereka taruhan motor, track komplek.

"emang lo kelas berapa sih?" tanya William.
"kelas lima" sahut Rudi, tak acuh.
"Lima SD?" timpal Ahoi.
"iyalah! Mana ada lima SMP!"
"lo tau gak gua kelas berapa?" tanya William, menyemburkan asap rokok.
"gak tahu" jawab Rudi, terbatuk-batuk.
"udah Di, pulang aja yuk" bisik Markus.
"iya, ya, pulang yuk" bisik Endang, takut.

"cukimay! Denger ya!
Gua SMA kelas dua, macem-macem gua pukulin, mau lo!" ancam William, menjambak rambut Rudi.
"will, kasian ah, ntar nangis sambil ngompol lagi" ucap Ahoi.
"gimana? Masih berani taruhan lo!" tanya William, meludahi baju Rudi.
"masih" jawab Rudi singkat.
"gocap, emang ada duit lo?" tanya Ahoi, heran.
"ada nih" Rudi memperlihatkan uangnya.
William, ahoi, saling melirik heran?
-------
Track lurus, batasanya tembok sport center.
Ahoi terheran-heran Rudi sampai garis finis duluan?
Markus, endang berseru kegirangan.
William, Ahoi, saling berbisik.
Ahoi pergi sebentar, kembali dengan membawa motor Force One.
Sekali lagi mereka ngajak ngetrack.
Taruhan rp100000, dengan syarat tukeran motor.
"berani gak lo" ledek William.
"berani" jawab Rudi, singkat.
-------
Menjajal gas, kugeber, geber, force one.
Entah apa maksudnya chokin sengke ini ngajak tukeran motor?
Apa dia merasa yakin kalo pake motorku menang?
Kan bego namanya? Biar menang tetep aja itu motorku?
Suara klakson berbunyi, menandakan start dimulai.
Menarik gas, motor menggerung kumasuki gigi berikutnya.
Sampai empat kali, garis finish di depan mata.
Menarik rem tangan, tak ada yang terjadi?
Menginjak rem kaki, sama saja?
Mataku membelalak, melihat tembok sport center yang akan kutabrak dalam sekejap!
-------
Palaku pusing, tanpa rasa sakit?
Merasakan bau comberan? Motor yang hancur disebelahku?
Apa yang terjadi? Lapat-lapat aku mendengar orang berdebat?
"tolong pak, tolong angkat temen saya pak!" rengek Endang.
"ah ini kan anak pribumi? Paling orang kampung belakang.,
Biarin aja nih anak di dalam comberan, salah sendiri main balapan di komplek ini" sahut satpam ketus.
"pak temen saya tinggal di komplek ini pak!
Dia orang sini pak, tolong angkat dia pak!" tangis Endang semakin menjadi.
"eh neng masih kecil jangan jadi tukang boong ya!
Udah saya bilang tadi! Nih anak pribumi! Disini gak ada pribumi yang tinggal disini!
Pribumi paling jadi pembantu disini.,
Apa jangan-jangan nih anak pembantu!" jawab satpam mencemooh.
Apa satpam ini gila! Apa yang ada didalam otaknya?
Karena aku pribumi dia malas menolong? Zaman udah gila! Aku berada di zaman apa?
Dia pribumi? Aku juga! Kenapa dia mencemooh pribumi!
Apa nih satpam gila udah keblinger ama komplek yang mayoritas Chokin dan bule ini?
William, Ahoi, ketakutan, sebetulnya kalo mereka mengucapkan sepatah kata, Rudi anak komplek.
pasti semua beres dengan cepat! Sayangnya rasa takut membuat mereka gila!
Markus gregetan, tak hilang akal, ia berlarian meminta bantuan kuli bangunan.
Dua orang kuli berlari secepat kilat, tanpa bertanya mereka berdua menceburkan diri ke dalam got.
Mereka tak peduli apa itu pribumi, apa itu chokin.
Yang mereka tahu ada orang kecelakaan yang butuh bantuan.
"astagfirullah, tong, ayo cepet kita bawa ke rumahnya" ujar Munanjar (kuli1)
"iya bang, makasih bang, rumahnya deket kok, pas di depan sport center ini" jawab Markus terbata, menangis.
"heh tong! Jangan ngomong sembarangan ya!
Udah saya bilang tadi!
Mana mampu sih, pribumi beli rumah disini!
Disini paling banter pribumi jadi pembantu! Jadi satpam! Jadi kuli!" bentak satpam.
"sabar pak, seharusnya bapak bangga ada pribumi yang bisa beli rumah disini" ucap Bendi (kuli2)
"tunggu bentar, rasanya gue kenal ama nih anak.,
Rumahnya yang didepan sana yang ada burung beonya ya?
Lo inget gak ben, ada bapak muda datang ke masjid, ngajak semua orang ngadain selametan dirumahnya?" jelas Munanjar, memperhatikan Rudi.
"iya, iya, bener bang!
Dirumahnya ada beonya!" sahut Endang, semangat.
"eh iye bener, bang! Gue inget sekarang.,
Udah nyok, kita anter ke rumahnya, subhanallah, nih anak darah ngalir terus dari kepalanya!" sahut Bendi, panik.
Satpam gila kini mulai merasa takut, kalo bener nih anak komplek?
Orang pertama yang bakal di pecat, pasti dirinya!
"gak mungkin lah bang! Pasti salah orang.,
Ini pasti anak kampung, gak ada pribumi yang tinggal disini" ucap satpam, mulai ragu.
"heh! Munir! Lo ngape sih!
Lo manusia bukan sih!
Gak seneng amat lo ama pribumi?
Lo kan juga anak kampung sini!
Kalo babeh lo masih ada, bisa digorok lo!
Ngelihat tingkah laku lo kaya gini.,
Bikin malu aja lo.,
Mau pribumi kek, mau chokin kek, mau nih anak kambing kek!
Yang lagi kecelakaan ya butuh bantuan!
Ngerti lo tong!" sergah Munanjar galak.
"i, iye, bang" sahut Munir, merunduk.
Aku ingin tersenyum tapi tak bisa, hanya memanjatkan harapan untuk ke dua kuli ini.
’mudah-mudahan mereka berdua, dinaikan derajatnya, amin’
Bagaimana cara aku bisa sampai dirumah? Aku tak tahu.
Yang jelas sekarang aku berdiri di depan rumah, memanggil-manggil ibuku sambil menangis.
Aneh aku tak merasakan sakit? Tapi darah terus mengalir?
Aku menangis bukan karena sakit, tapi aku ketakutan diomelin, menghancurkan motor punya orang!
"allahu akbar!! Rudii!!" jerit Ayu, penuh kengerian.
Aku masih melihat ibuku yang pingsan, melihat Siti yang berteriak.
Tapi rasa kantuk mulai menyelimutiku.,
Tapi perkataan satpam gila, membuatku tersadar sebentar.
""ya allah gimana anak saya bisa begini?" tanya Ayu, setengah klenger.
"anak ibu jatuh, saya yang nolong bu" jawab Mumir, cari muka.
"tukang bohong!" ucapku lemah, menunjuk Munir.
Rasanya tentram berada dipelukan ibuku.
-------
Rumah sakit Usada Insani Cipondoh.
Aku tak tahu dimana? Tapi rasanya tempat tidurku terus berjalan dengan kecepatan tinggi.
Melihat ibuku yang pucat, berlarian disebelah, sambil memegangi tanganku.
Aku meremas tangan ibuku, wajah pucatnya menghilang, berganti senyuman menenangkan.
"kamu pasti sembuh, kamu pasti sembuh, mamah yakin kamu sembuh, sayang" ucap Ayu bergetar, sepatah demi sepatah.,
kata-kata memupuk keyakinan.
"mah?" ucapku pelan.
"iya sayang"
Entah sampai kapan perjalanan tempat tidur ini? Membuatku mual.
"ada dua kuli yang nolong Rudi, mamah bantu mereka ya" ucapku serak.
"pasti, pasti sayang, yang penting kamu sembuh dulu"
"jangan tunggu nanti mah, sekarang mamah bantu mereka.,
Kalo gak ada mereka berdua? Gak tahu na..."
-------
Rudi belum menyelsaikan kata-katanya tapi sudah terlelap kembali.
Ayu menatap Sodikin, mereka berkomunikasi melalui tatapan.
Sodikin pergi, Ayu terus berjalan mengiringi Rudi yang sedang didorong menuju ruangan apolo scan.
Melihat anaknya masuk ke dalam kapsul.,
Dari balik kaca Ayu menangis tertahan.

*******
Suasana GOR ramai penuh sorakan.
"DEFENSE!! DEFENSE!! DEFENSE!!"
sorakan di segala penjuru.,
Ditambah suara genderang tabuhan perang dari dua kubu, menggetarkan GOR.
Pertandingan basket putra pasti ramai pendukung.,
Tapi kalo pertandingan basket putri, lebih ramai lagi penontonya!
Pertandingan putri antara SMA Waterdoor dan SMA Fantista.

Acara yang disponsori oleh permen mano-mano.
Dengan semboyannya yang terkenal.
’mano, mano, mano, gak karuan rasanya’
untuk masuk GOR, dibandrol karcis rp8000, plus dapat sebungkus permen mano-mano.
Diantara ramainya penonton, di bagian pojok tempat favorit geng tengah.
Dipojok atas ini, bisa melihat keseluruhan GOR dengan puas.
Ara, Bego, sibuk merakit peltokan.
Jidad, Acong, jelalatan melihat penonton yang bening-bening.
Sementara Rudi fokus melihat pertandingan.
Matanya terus mengarah ke pemain nomer tujuh dari SMA Fantista.
Nomer tujuh bergerak, mengecoh lawan.
Kubu SMA Fantista bergemuruh dengan teriakan.
"Galuh!! Galuh!! Galuh!!"
Serasa dejavu, setiap mendengar teriakan nama Galuh.,
Rudi serasa naik mesin waktu, berkelana menuju keping kenangan lama.
Dari jauh seorang Security mendekat.
"Ra, Ra! Ada satpam ra!" kata Bego, panik.
Ara kebingungan, Jidad, Acong, sudah menghilang tanpa jejak.
Sementara Rudi, tetap cuek, fokus dengan nomer tujuh.
"ngapain lo pada?
Pada minum ya" tanya Security garang.
"Japra! Itu tokem gue, sini lo bentar, gue ada perlu" ujar Rudi sedikit keras, tanpa melihat.,
Memberikan salam tinju, mata tetap fokus di nomer tujuh.
"oh, temen lo pak? Sorry gua gak tau" jawab Japra cepat, membalas salam tinju.
Duduk disamping Rudi.
Ia membisiki sesuatu ke Japra.
Japra melihat nomer tujuh, lalu mengangguk dan pergi berlalu.
-------
Kenapa pertandingan cewek lebih membeludak penontonya? Ketimbang pertandingan cowok?
menurutku, memang lebih asik, melihat tiga bola dibawa satu pemain.
Sial! Kalo tahu ada Galuh?
Lebih baik, aku gak ikut kesini tadi.
"woi pak? Lo kenal ama satpam tadi?" tanya Acong, yang bisa muncul tiba-tiba kalo bahaya sudah menghilang?
"tai lo Cong! Tadi lo kemane?" ledek Ara.
"abis dari WC gua, setan!" sahut Acong, ngeles.
Setengah pertandingan berakhir, melihat Galuh yang sekarang.
Berbagai macam pikiran berkecamuk,tentunya pasti beda?
Body SMP ama body SMA? Sial! Otak comberan kampret!
Senyumku menghilang, melihat Galuh yang beristirahat ditemani cowok.
Memang aku bukan siapa-siapanya, tapi tetap ada rasa cuka didarahku yang mendidih.
"lo suka basket kan pak?" tanya Jidad, tiba-tiba nongol.
"ah sama aja lo kaya Acong, Dad!" celetuk Bego.
"suka basket? Gue benci basket!" sahutku singkat.
" laah? Kan dirumah, lo punya lapangan basket sendiri?" tanggap Jidad, bingung.
"itu karena gue suka basket" jawabku dingin.
"laah??? Lagi sedeng kayanya nih anak?" tanggap Jidad, keki.
Suara music menggelegar, waktunya dancer.
Halftime dijadikan ajang unjuk kebolehan dance dua kubu.
Atmosfir semakin memanas, teriakan semakin menggila.
Terutama empat orang disebelahku, melebihi anjing gila!
awalan yang perform dari Waterdoor.
Melihat lima cewek yang keluar, bersiap di lapangan.,
Aku menganga tak percaya? Mengerjap-ngerjapkan mata.
"buset? Itu kan Ros, pak? Sejak kapan dia masuk tim dance?" tanya Jidad, tak percaya.
Kalo Jidad bertanya padaku? Aku harus bertanya pada siapa?
Rasa bingung, marah, kecewa, membaur jadi satu.
Menyodorkan gelas plastik ke Ara.
Dance dimulai, melihat Rita yang keterlaluan cabul, aku sama sekali tak heran.
Tapi melihat Ros yang innocent, meliuk-liuk memamerkan kebolehanya saat ngedance?
Nafasku sampai sesak dibuatnya, gelas peltokan kuhabiskan secepat kilat.
Berharap panas di darahku mereda.
Yang terjadi berikutnya, sebaliknya!
Darahku mau meledak, melihat uang koin berterbangan ke arah Rita.
Memang Rita keterlaluan cabulnya, tapi tetap aja, aku gak terima melihat cewek dilecehkan dengan koin seperti itu.
Dua koin lagi terbang, dari tempat yang sama, mataku mengunci anak-anak cowok SMA Fantista.
Aku berdiri, penuh hawa pembunuhan, tapi tangan Jidad menekanku kembali duduk.
"gua tahu, gua suka lari kalo ada masalah genting.,
Tapi kalo urusan kecoak kaya gini biar gua yang urus!" ucap Jidad, merasa tak enak.
"ya gak gitu juga my man, ayo gua bantu nyikat tuh kecoak" timpal Bego.
"gua ikut!" sela Ara.
"gua juga" semangat Acong.
Aku terdiam, terbengong-bengong, dasar setan, ternyata bisa kerjasama juga?
Dari jauh aku hanya bisa melihat, wajah kesakitan beberapa anak SMA Fantista.
Lebih baik melihat mereka menghajar kecoak, daripada nonton Ros, cuma membuatku tambah emosi.
dance selsai, mereka berempat balik, dengan wajah penuh kemenangan.
"beres pak" ucap Jidad, menepuk bahuku.
"lo apain, emangnya?" tanyaku, membakar rokok, menyodorkan bungkusnya ke Jidad.
"gua kesel, gua pencet aja tuh bijinya!" jawab Jidad geli, mengambil rokok.
"hah? Geli ah, kaya homo lo!" balasku cepat, rada jijik membayangkanya.
"liat dong, gua dapat ini nih" Ara memperlihatkan dua botol mansion hasil jarahan.
"gua juga dapet coy!" Bego mengeluarkan empat bungkus rokok.
"ah sampah semua, liat nih gua dapet apaan" Acong mengeluarkan kertas berisi nomer HP.
"apaan tuh Cong?" tanyaku, tak paham.
"nomer telpon cokri coy!" sahut Acong, bangga.
kami terdiam sesaat, lalu terbahak bersama.
"ada-ada aja lo Cong.,
Huh untung yang dilempar koin Rita" ucap Jidad, masih geli.
"untung darimana? Tetep aja man.,
Mau itu Rita, mau itu siapa kek, masa cewek dilempar koin kaya gitu?" balasku, mengernyit.
"iye, iye, tapi tetep aja, gua lebih gak terima kalo Ros yang dilempar" sahut Jidad.
"mang ngape?" tanyaku, heran.
"karena Ros kan cewek lo!
Terus lo brother gua!" ucap Jidad, serius.
"kadang bisa bener juga otak lo!
Sayangnya Ros bukan pacar gue man" jawabku salut, bertambah respect.
Dance dari SMA Fantista dimulai.
Dari kubu Waterdoor, membalas kejadian melempar koin tadi.
tempat kami nongkrong dibagian paling pojok atas.,
Jidad turun, tak tahu untuk apa?
"woii! Bang'saaat!! Sekali lagi lo lempar koin.,
Gua lempar semua lo kebawah!" teriak Jidad, seperempat hawa kesal, setengah hawa alkohol.
Dari kubu Waterdoor, semua mata mengarah ke Jidad.
Biar jelek-jelek begitu, Jidad cukup punya nama.
Tak ada lagi yang melempar koin.,
Kesialan atau keberuntungan? Beberapa pasang mata memperhatikan Jidad dengan kagum.
Pertandingan dimulai lagi, memang kalo untuk basket putra, Waterdoor langganan diurutan satu dan dua.
Tapi kalo untuk putri, yang selalu langganan di tempat pertama ya SMA Fantista.
Aku baru tahu, dikasih tahu Jidad barusan.,
Tapi aku juga paling tahu seberapa handalnya permainan basket Galuh.
"lo liat pak, itu nomer tujuh!
Doi bintangnya basket putri, gokil keren amat tuh anak.,
Dari tadi gua perhatiin mata lo ngincer doi terus pak?" Jidad menyelidik.
"masa sih? Ngapain gue merhatiin tim lawan?" balasku cepat.
Tiap detik, tiap gerakan, kurekam, dilapangan aku seperti melihat dua Galuh.
Galuh yang dulu? Galuh sekarang? Apa aku menyesal?
Pertandingan berakhir, Fantista menang telak!
Suara speaker menggema, MC dari permen mano-mano, mewancarai Galuh.
“ini dia bintang kita, Galuh kamu keren banget deh tanya MC mano, ceriwis.
“biasa aja kok, makasih” jawab Galuh ramah, masih tersengal-sengal sehabis pertandingan.
Mendengar suaranya, hatiku terglitik, secepatnya meninggalkan GOR sialan ini!
"lah mana lo pak?" tanya Jidad.
"pulang lah!" jawabku singkat.
Suara galuh masih terus terdengar, wawancaranya dengan MC mano-mano membuatku gila.
Terburu-buru, secepatnya meninggalkan GOR.
"tunggu bentar ngapa pak, gua beresin dulu minumanya" teriak Bego, sewot.
Tak peduli, terus berlalu, berusaha menjauh dari speaker.
Sangking buru-burunya sampai menabrak orang yang membawa mangkok mie ayam.
"aduh!" jeritnya kaget.
"sorry, sorry, gue gak liat, gue ganti ya" ucapku reflek, membereskan pecahan mangkok di lantai.
"kalo jalan pake mata dong!" omelnya ketus.
Badanku membeku, mengenali suara cemprengnya.
Kami sama-sama menatap, membelalak tak percaya.
Tapi masih ragu dengan tebakanku.
"lo, lo Rudi kan?" tanyanya, kaget.
"lo Eno ya?" jawabku merasa yakin.
Beberapa tahun bisa merubah seseorang, memang penampilan Eno bertambah make-up sedikit.
Tapi perawakanya yang pendek, serta air-bag yang kebesaran masih tercetak jelas.
"ya ampuun Rudii, kemana aja lo" jeritnya cempreng, memeluku erat.
"gak, gak kemana-mana bu, lep, lepasin bu air-bag lo bikin gue sesek nafas"ucapku sesak.
"sialan lo Di" omelnya, memukul bahuku.
"duh sorry ya no, mienya"
"ah, asal bisa ketemu lo.,
Sepuluh mangkok lagi pecah juga bodo amat.
Ayoo, cepetan kedalem, Galuh pasti seneng banget ketemu lo"Eno histeris bahagia.
"jangan No, Gal udah ngelupain gue.,
Pleas lo jangan bilang dia, kalo lo ketemu gue" jawabku, membeku, menahan tarikan tanganya.
"ngomong apa sih lo?"
"pleas No, lagian ada bokinnya juga!
Udahlah gak usah, kapan-kapan aja"
"Di! Lo ngomong apaan sih? Bokin apaan?
Galuh gak ada bokin tau!"
"ta, tapi gue gak mau ketemu Gal.,
Dia udah lupain gue kan" selaku, entah mengapa merasa terhibur, mengetahui Galuh tak punya pacar.
"Aluh ngelupain lo apa kagak?
Lo bakal tau pas ketemu nanti" ucap Eno cempreng, melipat ke dua tangan, membuat air-bagnya mau meloncat keluar.
"nah nih Sempak masih disini.,
Wah mangkok mie siapa nih? Ehh gile bener lo pak?
Belum lima menit dah dapet cewek lagi?" cerocos Jidad, bikin runyam.
Yang lain menyusul tiba, membuat semua makin kacaw.
“Galuh, pertanyaanku yang terakhir nih, ada gak orang spesial atau pacar gitu?
Yang mau Galuh kasih ucapan terimakasih?”
Suara sorakan penonton, bergemuruh.
“hmm, kalo pacar sih sekarang lagi gak ada.,
Tapi kalo orang spesial? Aluh mau ngucapin terimakasih buat orang yang udah ngajarin Aluh basket.,
Ngajarin untuk terus belajar, ngajarin banyak hal”
"Ooh sweet!!" sorakan penonton bersaut-sautan.
“wah spesial banget dong berarti?
Pasti gurunya ya?
Ihh sok tau deh aku.,
Kasih tahu dong Galuh, siapa nama spesial itu?”
“namanya..
.......
Rudi Hermawan.
Buat Rudi makasih ya, dimanapun Rudi berada”
Eno tersenyum sinis penuh kemenangan.
Aku, geng tengah membeku menjadi patung keramik.
"yang, yang dia maksud bukan Rudi Sempak kan?" tanya Acong, membuyarkan keheningan.
"bukanlah! Emang nama Rudi cuma satu!" tukasku cepat.
"iya deh, nama Rudi Hermawan kan banyak ya?" ledek Eno.
*******
Bersambung ke bagian2
Diubah oleh masternagato 16-12-2014 04:26
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.