Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1506
PART 67
Masa masa ospek yang suram sudah gw lalui dengan sukses. Si cunguk Fauzi akhirnya minta maaf sama gw secara pribadi, dan gw pun memaafkannya. Sebenernya sih kalo urusan mau dipanjangin gw nggak masalah. Tapi, daripada ada pertumpahan darah nantinya, lebih baik gw berdamai. Dia sempat sedikit curcol sama gw, menjelaskan mengapa dia bisa sangat dendam terhadap anak STM gw.

Saat itu waktu pulang sekolah seperti biasa dia naik bus untuk pulang. Namun tiba tiba bus yang ditumpanginya dinaiki oleh gerombolan anak STM gw. Alhasil dia yang ketahuan siswa dari STM lain langsung dihajar di Bus oleh anak STM gw. Giginya copot tiga biji, sepatunya dirampas, dan isi dompetnya dikuras. Gw cukup kaget juga mendengar dia bicara. Masa iya anak anak STM gw beraninya sama satu orang doang? Dasar bocah Es-Te-Em!! (Loh gw pan STM?). Oya, bicara soal gigi, ternyata si Fauzi ini pake gigi palsu.

Hari ini hari Sabtu. Suasana akhir pekan ini sebenarnya sangat cocok digunakan untuk jalan jalan. Cuacanya bagus serta dialiri udara sejuk tidak terlalu panas, walaupun matahari baru sedikit melenceng ke arah barat. Gw yang saat itu kebetulan lagi libur pasca ospek, malah asik tidur tiduran sambil mendengarkan musik di komputer. Entah kenapa saat itu gw malas sekali untuk keluar rumah. Sempat beberapa kali Bunga menelfon gw menyuruh gw datang ke rumahnya untuk tanding biliard. Tapi gw menolaknya. Gw cuma mau istirahat di rumah setelah melewati berbagai kegiatan ospek yang melelahkan.

"Udah jadi mahasiswa sombong lu ga pernah sms gw, ga pernah ke rumah gw. Payah lu ah..." Message from Dedi.

"Yee bukannya begiitu Ded, gw baru beres ospek Kampret! Lu dimana? Gw ke rumah lu dah..." Sent to Dedi.

"Gw masih gawe ntar balik jam 3'an. Ke rumah aja ntar. Kita ngopi..." Balas Dedi.

"Okeeh....." Sent to Dedi.

Sambil menunggu waktu sampai jam 3 sore, gw pun akhirnya tidur beneran. Tepat adzan Ashar gw sudah terbangun lalu langsung mandi, sebab dari pagi memang gw belum mandi. Kebiasaan gw kalau libur pasti mandi cuma sore doang. Selesai mandi, gw mendapati jimbot gw berdering pertanda ada telfon masuk.

"Halo...." Ucap gw.

"Kamu ngapain aja daritadi aku telfon ga diangkat angkat sih?" Tanya Bunga dengan nada sedikit tinggi.

"Ya maap aku tidur tadi..."

"Huuh, nyebelin! Kamu ke rumah dong. Ayo kita tanding lagi! Berani nggak?" Tantang dia.

"Yaelah...Dari pagi sampe sekarang kamu udah ngajakin aku tanding 10x Bunga."

"Hehe abisnya aku bete nggak ada temennya daritadi cuma main sendiri aja. Kamu kesini ya...ya?" Rayu dia.

"Emm, males ah. Lagian aku kalah mulu"

"Yauda deh yang kalah hukumannya suruh mijitin aja ga usah traktir makan. Gimana?" Tawar dia.

Wah mijit? Gw sempet bengong sebentar membayangkannya. Gw kan selalu kalah maen biliard tuh, berarti gw disuruh mijit, berarti gw bisa pegang pegang dia bisa ngeraba raba juga. Dan gw membayangkan mijit mijit dia sampe mangap mangap. Ah, tapi gw sudah Janji sama Dedi mau kerumahnya.

"Kok malah bengong! Gimana? Mau tak?" Tanya dia sekali lagi.

"Nggak ah. Aku mau ke rumah Dedi. Udah lama nggak ketemu dia." Jawab gw.

"Tuh kan giliran aku yang ngajakin nggak mau! Sekarang malah mau ke rumah Dedi!" Gerutu dia.

"Hehe, aku udah kangen banget soalnya sama dia..." Ucap gw.

"Tuh kan giliran Dedi dikangenin, giliran aku nggak dikangenin!" Gerutu dia lagi.

"Eee bukannya gitu Bungaa...!"

"Tuut...tuut...tuut"

Telefon ditutup sepihak olehnya. Gini nih kebiasaan si Jembung, maen tutup aja orang belum selesai ngomong. Lantas gw langsung garuk garuk kepala gw yang botak. Dasar perempuan, maunya pa sih?
Setelah semuanya siap, gw sudah rapi harum mewangi lalu gw pun bergegas berangkat ke rumahnya Bunga. Loh? Iya, daripada nantinya dia ngambek manyun kagak jelas mendingan sekalian aja gw ajak ke rumah Dedi. Itung itung silaturahmi lah. Lagipula dia belum pernah gw ajak kesana.

"Assalamualaikum" Ucap gw ketika sampai di depan rumahnya.

"Waalaikumsalam. Eh kamu Jar. Masuk..." Jawab Bundanya Bunga.

Gw pun salim cium tangan pada Bunda, lalu duduk di kursi menunggu Bunga menghampiri gw disini. Tak lama kemudian dia pun muncul dengan masih mengenakan kaos U can see serta celana pendek diatas lutut. Kemudian dia mengambil dua buah stik biliard dan memberikannya satu ke gw. Aduh ni anak ada ada bae dah. Siapa juga yang mau maen biliard?

"Lah kok malah dikasih stik akunya?" Tanya gw.

"Ayo main. Hehe...." Ajak dia.

"Nggak main biliard Bunga sayang....!!"

"Terus ngapain kamu kesini?" Tanya dia.

"Mendingan buruan deh kamu siap siap. mau ikut nggak?" ucap gw.

"Emang mau kemana?" Tanya dia.

"Kita jalan jalan. Malem mingguan kayak orang orang."

"Beneran?"

"Iya..."

"Kemana?" Tanya dia lagi.

"Ke rumah Dedi dulu, abis itu kita kemana kek."

"Si botak nyebelin ih!!" Gerutu dia lalu duduk disamping gw.

"Lah kok malah duduk? cepetan siap siap nggak pake lama keburu sore nih!"

"Iya iya! Aku ganti baju dulu." Ujarnya.

5 menit...
10 menit...
15 menit....

Ya ampun perempuan tuh bener bener ya. Cuma ganti baju aja masa sampe lama banget kaya gini. Masa iya dia ganti daleman juga? Tak lama kemudian Bunga sudah keluar dengan mengenakan baju kodok berbahan jeans. Dia terlihat seperti sedikit tomboy dengan pakaian itu. Tapi, mau gaya tomboy atau gaya feminim dia selalu sukses bikin jakun gw seret buat naik turun, bahkan sampe nyangkut. Nggak sia sia dah gw nunggu dia 15 menit kalau begini ceritanya.

"Baju kamu bagus ya..." Puji gw.

"Hehe..."

"Bando kamu juga bagus tuh ada cicaknya nempel." Lanjut gw.

"Ini bukan cicak tau!"

"Terus apa? coba liat?"

"Ini tuh kodok." ujarnya.

Aneh aneh aja emang aksesoris yang dia pake. Sesuai sama bajunya yang model kodok, tapi masa bandonya ada kodoknya juga. Pernah juga dia memakai t-shirt gambar lidah melet milik Rolling Stone, sementara dia memakai kalung yang liontinnya itu berbentuk muka Mick Jagger. Perpaduan yang serasi memang. Ketika gw mau minjem kalung Mick Jaggernya, dia cuma bilang; "Kalo kamu bisa menang biliard sama aku, aku kasih pinjem". Nyatanya gw nggak pernah menang main biliard sama dia.

"Udah pada rapi mau kemana nih?" Tanya Bundanya Bunga di selasar pintu rumah.

"Anu...aku ngajak Bunga jalan jalan dulu ya Bun." Ujar gw.

"Yaudah jangan pulang malem malem. Pokoknya jam 8 udah di rumah." Ujar beliau.

"Iyaa siap"

Begitulah, Bunga memang anak rumahan yang tidak dibolehkan oleh orang tuanya untuk keluar malam. Gw juga nggak pernah kelayapan sama dia malam malam. Bunda selalu bilang lebih baik di rumah, ada yang ngawasin Bunga. Memang Bunda belum sepenuhnya percaya sama gw. Tapi gw selalu berusaha membuat dia percaya kalau anak perempuannya yang cantik ini bakalan gw jaga dengan baik.

Tanpa menunggu lama lagi kami berangkat menuju rumah Dedi. Bunga mengencangkan pegangannya pada pinggang gw saat gw mempercepat laju sepeda motor. Dan kamipun sampai di rumahnya Dedi. Disana gw melihat si tuan rumah sedang sibuk mencuci motor Kirananya.

"Assalamualaikum..." Ucap gw cukup keras sambil memencet klakson.

"Waalaikumsalam...Lama amat lu gw tungguin daritadi." Balas Dedi.

"Biasa nih nungguin nyonya kelamaan." Ujar gw sambil nunjuk Bunga.

"Eh, ada Bunga juga." Ucap Dedi.

"Eh, ada Melly" Sahut Bunga.

"....." Gw bengong.

Kemudian gw turun dari motor bersamaan dengan Bunga membuka helm dan duduk di bale bambu.

"Kepala lu Jar!!" Ujar Dedi.

"Ngapa?"

"Buahahaha...."

"....."

"Huahahaha anjirr palalu!!"

"....."

"Huahahaha..." Dedi masih tertawa.

Kampret bener nih si Dedi. Gw dateng jauh jauh kemari cuma buat diketawain doang. Emang sih kepala gw rada aneh kalo botak. Jadi wajar aja kalo dia ketawa. Tapi si Dedi masih mending daripada Bunga. Waktu Bunga pertama kali ngeliat gw botak, dia ngakak sejadi jadinya sampe keluar air mata. Ya, keluar air mata! Sangking gelinya ngeliat gw.

Dedi masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian dia kembali lagi ke depan membawa dua gelas esteh manis berbarengan dengan babehnya. Gw sama Bunga langsung salaman ke si Babeh, lalu si Babeh pun pergi naik motor yang baru beres dicuci sma Dedi. Enak banget ya, motor udah bersih langsung cabut. Fikir gw.

"Gimana Ded, kerjaan lu?" Tanya gw.

"Ya tiga bulan pertama gw masih tahap training. Abis itu baru deh gw disodorin kontrak kerja setahun." Jawabnya.

"Oh, berarti sistemnya kontrak Ded? Tapi ada kemungkinan nggak kalo lu nantinya bakal diangkat jadi karyawan?" Tanya gw lagi.

"Ya tergantung. Kalo gw ngasih performa kerja bagus mungkin bisa aja. Tapi tergantung pihak perusahaan juga. Mau ngangkat apa nggak." Jawabnya."

"Oh begitu, gw kira lu langsung jadi karyawan tetap." Ucap gw.

"Kuliah lu gimana? Kok ampe plontos gini palalu? Hahaha" Dedi balik bertanya.

"Ya begini lah..." Jawab gw.

"Dia mah parah Ded, masa baru hari pertama ospek udah berantem!!" Ujar Bunga tiba tiba.

"Ah masa?" Tanya dedi heran.

"Iyah tuh nasihatin dia biar kelakuannya bener!" Jawab Bunga.

"Apaan sih Bung..!!" Gerutu gw.

"Hahaha. Lah elu ngapa bisa berantem Jar?" Tanya Dedi pada gw.

Kemudian gw menceritakan tentang kejadian hari pertama ospek itu pada si Dedi. Gw juga menceritakan perihal si Fauzi yang punya dendam sama anak STM kita. Si Dedi cuma bisa cengar cengir sambil geleng geleng kepala ketika gw bercerita.

"Set dah, bisa kebetulan gitu ya." Ujarnya

"Tau dah gw juga heran Ded."

"Bentar jar, Hp gw bunyi." Ucap si Dedi.

Dedi bergegas masuk ke dalam rumah mengambil hapenya yang sudah bunyi sedari tadi. Gw sedikit mendengar percakapan via telefon itu. Si Dedi suaranya berubah jadi halus lemah lembut. Gw pun curiga nih pasti ada something.

"Cewe gw mau kemari Jar..."

"Hah?"

"Iya cewe gw mau kemari."

"Hah? Apaan?"

"Cewe gw mau kemari bolot!"

"Hah?"

"Bangke lu ngeledek gw?" Ujarnya.

"Hahaha, sejak kapan lu??" Tanya gw.

"Apanya?"

"Sejak kapan lu punya cewe? Buahaha...."

"Cieee Dedi..." Ucap Bunga nyambung.

Satu persatu ceng cengan dari gw langsung menghujam ke arah Dedi. Bunga juga ikut menimpali ngecengin dia. Lantas wajahnya si Dedi langsung pucet kayak mayat dikremasi.

"Anak mana Ded?" Tanya gw.

"Deket sini, anak kampung sebelah." Jawabnya.

"Siapa namanya?" Tanya gw lagi.

"Ntar juga lu tau..."

Tak lama kemudian datanglah sesosok perempuan berkerudung mengendarai motor matic. Di pun turun lalu melangkah ke arah kami bertiga.

"Nih Jar kenalin, Bunga nih kenalin" Ucap Dedi pada gw dan Bunga.

"Mia...."

"Fajar."

"Bunga."

Wah bener nih si Dedi kagak salah pilih. Ini sih kembang desa. Sosok Mia ini berkerudung, berbadan mungil, kulitnya lumayan putih, dan hidungnya agak mancung. Kalo soal tinggi, masih tinggian Bunga daripada si Mia. Kalo masalah cantik, masih cantik Bunga lah. (Ya jelas pe'ak, Itu cewe lu!). Kami pun ngobrol ngobrol, entah ngomongin apa gw lupa. Hingga akhirnya Bunga nyeletuk.

"Yank, kayanya kita harus pulang deh." Ucap Bunga pada gw. Tapi matanya melirik ke arah Dedi dan Mia.

"Loh kenapa?" Tanya gw.

"Ekhem...Soalnya ada yang mau pacaran. Daripada kita jadi kambing hitam nih..." Sindir Bunga.

"Hush! Bukan kambing hitam!" Ujar gw.

"Terus apa dong?"

"Kambing conge Bungaa..."

"Nah iya apalah pokoknya kambing. Yu kita pulang.." Ajak Bunga.

"Ded, gw cabut dulu yaak..." Ucap gw.

"Yee mau kemana lu? Baru gw mau motong ayam nih buat digodog." Ucapnya sambil nyengir.

"Aah, dah lu makan aja bedua tuh sama si Mia. Haha." Ujar gw.

"Yaudah Jar...Sering sering lu maen kemari!"

"Iya tenang bae. Asalkan gw besok di ajak makan makan.!!" Canda gw.

"Kampret luuh.." Geruu Dedi.

"Hahaha..."

"Dedi...Mia..Bunga pulang ya" Pamit Bunga pada mereka.

"Yaa. Hati hati di jalan."

Perlahan gw pacu jupi pelan menelusuri gang kampungnya Dedi. Kami tak langsung pulang waktu itu, lantas kami berdua jalan jalan muterin kota Bogor sebagaimana mestinya malam mingguan para anak muda.

Di sepanjang perjalanan, tak hentinya kita tertawa menikmati malam itu. Ada motor terondol melewati kita, kita tertawa. Ada motor yang rodanya speleng oglek oglek, jalannya ngengsol, kita tertawa. Ada salah satu motor dengan suara klakson merekbek kehabisan aki, kita tertawa juga. Ada sepasang muda mudi sedang ngambek berantem di pinggir jalan, lagi lagi kita tertawa. Bahkan lampu merah error yang mana merah dan hijaunya nyala bersamaan kita tertawa. Semuanya kita tertawakan. Entah apanya yang lucu. Mungkin menurut Bunga itu semua lucu.

Hingga akhirnya kita kelaparan lalu gw memutuskan makan di salah satu kedai pecel lele pinggir jalan. Gw memesan pecel lele, sementara Bunga pecel ayam. Ketika makanan siap, lagi lagi kita tertawa. Bunga mentertawakan bentuk lele punya gw yang aneh. Dia menyebut lele itu mirip ikan hiu. Malahan dia menyebut lele itu jelmaan ikan hiu. Ikan hiu junior.

Tak terasa acara makan yang penuh dengan tawa selesai. Gw melirik jimbot gw. Jam menunjukkan pukul 20.15. Sontak gw kaget!

"Alamak...mampus gw kudu cepet cepet balikin anak orang nih!!"
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.