Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
729K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1486
PART 66
"Jar nih bajunya, terus celananya juga udah mama setrika."

"Iya ma..."

"Kamu mau sarapan apa? Mau mama bikinin dadar telur?"

"Iya Ma. boleh deh..."

"Mau bikin susu sekalian?" Tawar beliau lagi.

"Waah ya mau atuh. hehe"

Entah kenapa tiba tiba Bidadari No.1 gw menjadi sangat perhatian terhadap gw. Beliau memperlakukan gw layaknya anak emas yang paling disayang. Padahal sebelumnya jarang sekali beliau memperlakukan gw seperti itu. Bahkan hampir tidak pernah. Tak terkecuali bapak gw. Beliau yang biasanya galak sama gw sekarang juga mendadak menjadi kalem lemah gemulai. Entahlah mereka itu kenapa. Gw nggak ambil pusing.

Hari ini adalah hari bersejarah buat gw. Mulai hari ini juga, status gw berubah dari pelajar menjadi mahasiswa. Ya, gw jadi mahasiswa. Tak disangka pula gw bisa kuliah di PTN. Aneh memang, berandalan model gw ini bisa diterima di PTN. Gw cuma bisa mensyukuri rejeki yang sudah Tuhan berikan kepada gw.

Sebelum berangkat, gw sempatkan untuk meriksa perlengkapan gw. Baju sudah, celana bahan hitam oke, atribut ospek yang aneh aneh juga sudah lengkap. Setelah semuanya siap, gw pun langsung memakai sepatu pantopel hitam boleh pinjem bapak gw, memanaskan kuda besi, tak lupa pamit kepada kedua orang tua gw.

Baru juga jalan beberapa meter dari rumah, gw pun teringat sesuatu. Gw memberhentikan motor, lantas melepas helm dan memegang kepala gw. Oke, gw lupa potong rambut. Rambut gw masih gondrong belum dibotakin. Padahal itu salah satu syarat yang harus dilaksanakan. Sontak gw putar balik dan kembali ke rumah.

"Loh koe ngopo balik meneh Le?" Tanya Bapak gw.

"Paak, cukurin rambut aku sekarang. Cepetan Pak!!"

"Loh cukur gimana?"

"Ya dicukur, dibotakin! Aku lupa potong rambut."

"Owalah..."

"Dah Pak cepetan ambil gunting! Keburu kesiangan!"

Tak lama kemudian bapak gw sudah kembali ke depan sambil membawa gunting kecil dan cermin. Lalu..."Crek...Crek...Crek". Dengan cepat bapak gw mulai memotong rambut gw layaknya tukang cukur profesional. Tak sampai 10 menit rambut gw sudah dibabat habis oleh beliau. Dan sekarang gw benar benar botak. Kalo Bunga liat gw begini, apa kata dia nanti?

Selama kurang lebih satu jam perjalanan gw sudah tiba di depan pintu gerbang kampus. Namun gw terkejut ketika salah satu senior dibalut almamater menyetop gw dengan paksa. Ada apa nih? fikir gw.

"Siapa yang suruh bawa motor?" Ujar salah satu dari mereka.

"Lah emang kenapa?" Tanya gw.

"Tau peraturan nggak? Kalo semasa ospek tuh nggak boleh bawa kendaraan!"

"Rumah saya jauh bang di Bogor."

"Kan bisa pake kereta!"

"Ya terus sekarang gimana dong? Saya dah terlanjur bawa motor."

"Pokonya gw nggak mau tau entah tu motor lu tinggal disini kek, atau gimana kek terserah."

"Yaelah...."

Sial, untungnya itu senior, kalo bukan mah udah gw pukul batang idungnya. Akhirnya gw memarkir jupi di tempat penitipan motor di sekitar stasiun dekat kampus. Dan gw jalan kaki ke kampus yang jaraknya lumayan jauh, ada kali kurang lebih sekilo. Hetdah bener bener ini mah.

Sesampainya di kampus gw tengok kanan kiri memperhatikan satu persatu mahasiswa laki laki. Gw pengen ketawa ketika melihat kepala plontos mereka. Ada yang kepalanya bulet, lonjong, kotak, panjul, jenong, bahkan ada juga yang kepalanya mirip HellBoy haha. Lalu gw menatap satu persatu mahasiswi perempuan. Rata rata pada cantik, apalagi ada satu orang yang benar benar menarik perhatian gw. Tapi, ah sudahlah. Gw udah punya Bunga.

Acara ospek dimulai, kami para mahasiswa berkumpul di tengah lapangan dibagi beberapa kelompok. Disitu gw cuma mendengarkan sambutan sambutan para petinggi kampus dilanjut oleh petinggi BEM. Entahlah dia orang ngomongin apa sebab gw nggak minat mendengarkan ocehan macam begitu. Hingga akhirnya waktu istirahat tiba, acara dilanjutkan dengan makan bersama di tengah lapangan.

"Hey, kenalkan aku Said" Ucap salah satu mahasiswa memperkenalkan diri.

"Oh ya, gw Fajar" Ujar gw sambil bersalaman.

"Aku dari Aceh, kamu dari mana?" Tanya dia.

"Aceh? Setdah jauh amat. Gw dari bogor." Jawab gw.

"Aceh itu dekat cuma enam hari perjalanan dari sana kesini naik bis. Hahaha"

"........" Gw nyengir.

Lah kocak nih si Said. Masa iya sesama laki laki manggilnya "Aku-Kamu". Gw rada geli sebenernya ngobrol sama dia. Tapi gw faham kok, mungkin budaya disana tidak ada kata "Elu-Gua" yang sangat lazim digunakan disini. Ketika sedang asik ngobrol "aku-kamu" dengan si Said, tiba tiba ada seorang laki laki duduk disamping gw. Laganya rada tengil, sok cool, udah gitu tampangnya sedikit tua.

"Oi bro...kenalin gw Fauzi."

"Fajar" Jawab gw singkat.

"Asal lu dari mana Jar?" Tanya dia.

"Bogor. Lu?"

"Wah sama dong...gw juga Bogor."

"Ooh...Bogornya dimana?" Tanya gw lagi.

"Gw di Bantarjati"

"Wah jauh ya dari daerah gw. Haha. Ngomong ngomong lu dari SMA mana?" Lanjut tanya gw.

"Gw lulusan STM." Jawabnya.

"Beuuh STM mana lu?" Tanya gw.

"STM B*******A"

Ternyata ada juga nih manusia dari negeri cucunguk yang nyasar disini. Gw kira gw doang. Mana sekolahannya si Fauzi ini musuh bebuyutan sekolah gw.

"Gw dari STM M******" Ujar gw.

"Waah? Serius lu?"

"Iya serius" Jawab gw.

"Wah jangan jangan elu!!!" Ujarnya sambil menunjuk wajah gw.

Ada apaan nih? Tiba tiba raut wajah si Fauzi ini berubah menjadi berapi api. Lalu dia langsung narik kerah gw, sambil maki maki gw.

"A***ng lu anak M******* setan! Lu tau nggak gw dendam banget ama bocah lu an**ng!!!" Ujarnya sambil narik kerah gw.

"Lah lu kenapa woi??" Tanya gw.

"Bang**t lu!! Gara gara lu nih gigi gw ilang tiga!!"

"Woi An**ng gw kagak pernah mukul lu!!" Balas gw.

"B*****t lu!!" Umpat dia.

Tiba tiba,
"Bugh!!!"

Lah ini bocah kenapa? Ujug ujug Gw dipukul. Tau apa gw sama giginya yang ilang tiga gara gara dipukulin sama anak STM gw? Gw nggak tau apa apa masa jadi gw yang kena. Lumayan nyut nyutan ini rahang gw. Gw pun tidak terima atas pukulan dia, langsung gw dorong badannya, terus gw bales mukul tepat di idungnya. Otomatis keluar dah itu kecap. Mendadak gw berubah menjadi Evander Hollifield dan dia jadi Mike Tyson. Adu jotos pun tak terelakkan.

Para mahasiswa yang lain langsung turun tangan melerai kami berdua yang udah jotos jotosan. Gw dipegang sama 2 orang, sama halnya dengan si cunguk Fauzi.

"Sini lu maju!!" Tantang gw.

"Lu sini! An**ng!" Balas dia.

Emosi gw sudah benar benar di ujung kepala. Gw nggak terima sama perlakuan dia yang tiba tiba mukul gw. Kita berdua masih saling memaki, padahal kondisi gw dan si fauzi udah dipegangin sama anak anak lainnya. Tak lama kemudian datanglah beberapa senior memakai almamater.

"Mau jadi jagoan lu berdua??" Bentak salah satu senior berwajah garang.

Gw sama si Fauzi dibawa ke depan lapangan untuk diinterogasi. Para senior mempertanyakan inti permasalahan penyebab kita adu jotos begini. Gw menjelaskan jujur apa adanya kalau gw tidak tau menau, tapi si Fauzi ini yang heboh sendiri. Dia membuat cerita dipenuhi hiperbola di dalamnya.

Pada akhirnya acara ospek dilanjutkan lagi sebagaimana mestinya. Sedangkan gw dan Fauzi berdiri di depan lapangan sambil bertelanjang dada. Lantas gw jadi pusat perhatian ratusan mahasiswa baru saat itu.

Malu? Sudah pasti. Kesal? Ya jelas gw kesel banget gara gara nih cunguk gw jadi begini. Gw cuma bisa mengumpat di dalam hati gw, memaki di dalam hati gw. Nggak di STM nggak di kampus gw selalu saja bikin kasus. Parahnya lagi, ini gw baru hari pertama, baru menginjakkan kaki disini. Entah kedepannya kasus macam apalagi yang gw terima.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.