Kaskus

Story

javieeAvatar border
TS
javiee
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"
BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


Spoiler for RULES:


BUNGA "PERTAMA" DAN "TERAKHIR"


INTRO

Perkenalkan, nama gw Raden Fajar Putro Mangkudiningrat Laksana...Bohong deng, kepanjangan...sebut aja gw Fajar. Tinggi 175 cm berat 58kg. bisa disebut kurus karena tinggi dan berat badan gw ga proposional. emoticon-Frown. Gw ROCKER...!! Pastinya Rocker Kelaparan.
Gw terlahir dari keluarga biasa saja yang serba "Cukup". dalam arti "cukup" buat beli rumah gedongan, "cukup" buat beli mobil Mewah sekelas Mercy. (ini jelas jelas bohong). yang pasti gw bersyukur dilahirkan dari keluarga ini.

Gw Anak pertama dari 3 bersaudara. Adik adik gw semuanya perempuan. Gw keturunan Janda alias Jawa Sunda. Bokap asli dari Jepara bumi Kartini. Tempatnya para pengrajin kayu yang terkenal di Nusantara bahkan diakui oleh Dunia. Tapi bokap gw bukan pengusaha mebel seperti kebanyakan orang Jepara. Nyokap gw asli Sumedang Kota yang terkenal dengan TAHU nya. Tapi wajahnya sama sekali nggak mirip tahu ya. Sunda tulen nan cantik jelita. Beliau bidadari gw nomer "1" di dunia ini.

Spoiler for INDEKS:


Spoiler for INDEKSII:
Diubah oleh javiee 06-04-2015 23:49
anasabilaAvatar border
nona212Avatar border
manusia.baperanAvatar border
manusia.baperan dan 4 lainnya memberi reputasi
3
728.7K
2.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
javieeAvatar border
TS
javiee
#1439
PART 63
Jimbot berdering keras menggema hingga ke penjuru kamar. Ditambah suara getarannya yang membuat kuping semakin ngilu. Gw yang lagi asik tidur pun jadi bangun gara gara itu suara jimbot. Dengan malas, gw mengambil jimbot yang ada di atas meja. Gw lihat layarnya, ternyata telfon dari Bunga.

"Emm...halo"

"Lagi ngapain kamu?"

"Tidur..." Jawab gw lesu.

"Udah jam berapa ini?"

"Nggak tau."

"Ini udah jam 11 sayank ayo bangun!"

"Heemmmm..."

"Aku udah sampe di Bandara nih. Jemput aku ya"

"Hah? Jemput? dimana? Di bandara? Bandara mana? Bandara Atang Sanjaya?" Tanya gw bertubi tubi.

"iihh nyebelin banget sih kamu. Di bandara SOETTA lah!. Terus kamu Jemput aku di Pangkalan Damri deket terminal Baranangsiang maksudnya."

"Ooh kirain."

"Aku dari bandara naek bus Damri. Nanti jemput ya..."

"Oh iya. oke"

"Yaudah sana cepetan kamu siap siap mandi dulu."

"Yaelah dari bandara kesini masih lama kali Bung...Dah ah aku mau tidur lagi. Klo dah mau sampe Bogor, telfon aja. Hati hati ya di jalan. Awas copet!"

"Tuut...tuut...tuut..."

Hari ini Bunga pulang ke Bogor setelah kurang lebih hampir satu minggu dia ke Bali. Pastinya gw udah kangen berat sama dia. Tapi dia pulang kesini sendirian. Kebetulan orang tuanya masih ada keperluan di sana dan baru bisa pulang besok lusa.

Sudah dua hari ini juga, gw selalu bangun siang. Karena memang tidak ada kegiatan apa apa. Sekolah udah beres, lulus juga udah. Mendingan gw ngabisin waktu dengan tidur seharian di rumah. Daripada kelayapan nggak jelas cuma ngabisin duit doang. Lagipula gw belum ada rencana ke depannya bagaimana. Kemarin sih bapak gw bilang kalo gw disuruh kuliah. Dan beliau juga menyuruh gw untuk mencari info tentang SPMB/SNMPTN. Tapi beliau hanya mau ngebiayain gw kuliah kalo gw diterima di Universitas Negeri saja. Kalo gw nggak diterima di Negeri, dia nggak mau kuliahin gw.

Alamat mampus lah gw. Bisa lulus sekolah aja udah sukur, biar kata nilai gw pas pasan. Ini malah disuruh masuk Universitas Negeri, yang favorit pula. Entahlah, otak gw nyampe atau nggak buat kesana.

"Haloo..." Ucap Bunga dari telefon.

"Yaa..."

"Aku udah di tol Jagorawi nih. Kamu siap siap ya..."

"Yaudah, aku mandi dulu."

"Okay, dont be late" Ujarnya

Ternyata lumayan cepet ya. Belum ada satu jam semenjak telefon pertama, sekarang Bunga sudah sampai di tol Jagorawi. Lantas gw buru buru bangkit dari kasur, ambil handuk dan mandi. Setelah semuanya siap, dan muka gw udah lumayan ganteng, lalu gw pun berangkat di tengah hari bolong menunggangi jupi.

Panas terik matahari tak mampu meruntuhkan semangat gw untuk menjemput Bunga. Sebab gw udah kangen banget sama bidadari gw yang satu ini. Apalagi gw dibawain oleh oleh langsung dari pulau Dewata. Gw belum tau sih dia bawain gw apa, karena sebelumnya gw nggak pernah minta apa apa sama dia.

Hampir setengah jam perjalanan akhirnya gw sampai di Pangkalan Bus Damri. Gw memutuskan menunggu dia duduk manis di sebuah halte sambil menghisap sebatang rokok. Belum habis rokok sebatang, ada sebuah bus yang masuk pangkalan dan gw yakin ini pasti bus yang ditumpangi Bunga. Tak lama kemudian, sosoknya muncul keluar dari bus menggendong tas ransel. Tapi ada yang sedikit berbeda darinya. Rambutnya kini dicat sedikit kecoklatan di bagian poninya. Namun dia terlihat semakin, aah....Gw jatuh cinta lagi sama lu Bunga.

"Halo princess selamat datang kembali di Bogor." Ujar gw seraya tersenyum

"Hehe...Apaan sih yank."

"Heh, aku kangen tau sama kamu." Ucap gw.

"I miss you too..." Balasnya.

"Halaah...Sini tasnya aku yang bawain aja." Tawar gw.

"Ya ampun perhatian banget sih kamu." Ujarnya.

"Iya doong. Harus itu! Oya, kamu nggak bawa koper?"

"Nggak, diitinggal disana. Ntar katanya dibawa sama ayah."

"Yaudah yuk pulang, motor aku disana."

"Ntar dulu. Ke B****i Square dulu ya..."

"Ngapain?"

Tanpa menjawab pertanyaan gw, Bunga langsung melenggang menuju B****i Square. Kesana itu nggak jauh sih, lah wong persis di sebelah pangkalan Damri.

Akhirnya gw manut aja diajak kesana. Gw pun berjalan di belakangnya mengikuti dia yang mulai mempercepat langkahnya. Sebenarnya gw malu banget waktu itu. Ya gimana nggak malu, masa iya ke Mall sekelas B****I gw cuma pake celana jeans pendek rombeng rombeng, ditambah sendal jepit swallow warna ijo boleh nuker di Masjid. Apa boleh buat daripada nantinya dia manyun seharian, mendingan gw yang ngalah.

"Kamu jangan jauh jauh jalannya yank!" Ucap dia.

"Aku malu ah. Lagian kenapa nggak bilang kalo mau kesini? kan aku bisa pake baju yang rada beneran dikit."

"Kenapa mesti malu?"

"Ya liat aja sendiri aku pake baju begini doang, kamunya rapih gitu. Ntar dikira majikan ama tukang kebon lagi jalan bareng." Ujar gw

"Haha, apaan sih kamu! Udah ayo sini"

Kemudian dia menggandeng tangan gw dengan eratnya. Sebenernya gw sempat risih dengan cara dia itu, sebab ada beberapa pasang mata yang memperhatikan kami dengan pandangan yang aneh seperti penuh tanda tanya. Masa bodohlah, fikir gw. Style gw emang malu maluin, yang penting face gw nggak malu maluin.

Gw terus berjalan bergandengan tangan dengan Bunga ke arah sudut mall di lantai dasar. Dan toko buku lah tujuan Bunga saat itu. Sesampainya di dalam lantas gw memisahkan diri dengan Bunga. Dia kesana sedangkan gw kesono (Kesana & Kesono apa bedanya?). Gw punya dunia sendiri kalau berada di toko buku . Tentunya gw langsung menuju rak buku berukuran lumayan besar bertuliskan 'MUSIK' di atasnya. Ketika sedang asik membaca, tiba tiba Bunga sudah berada di depan gw sembari membawa beberapa buku.

"Baca apa kamu?" Tanya dia

"Nih...liat aja sendiri." Ucap gw sambil menodongkan cover depan buku ke arah mukanya.

"Itu mulu yang dibaca. Nggak ada yang laen apa.."

"Yang laen nggak menarik."

"Huuh..."

"Kamu beli buku apa aja sayank?" Tanya gw.

"NIH LIAT AJA SENDIRI!" Dia menodongkan cover depan buku ke muka gw.

"(Sial gw dibales)"

Nih anak sekarang udah pinter ngeledek gw, udah pinter mengcounter attack gw. Gw yang kepalang sebel akhirnya berhenti membaca lalu mengajak dia ke meja kasir.

Oya, Bunga saat itu membeli beberapa buku panduan SPMB, karena dia memang ingin melanjutkan kuliah setelah lulus SMA. Sebenernya tanpa buku macam itu pun gw percaya seorang Bunga pasti bisa diterima di Universitas negeri favorit. Dia pintar, wawasannya luas, attitude bicaranya pun halus nan sopan. Tapi sifat kekanak-kanakkannya kadang sukses bikin gw geleng geleng kepala.

"Aaa...TIME ZONE!!" Ujarnya girang.

"......"

"Ayo Yaank main itu ya...ya..." Ujarnya setengah merengek.

"......"

Ya, seperti itulah dia. Cuma ngeliat time zone aja sampe sebegitu girangnya sampe ngerengek kaya bocah TK. Dengan semangat 45, Bunga langsung berjalan cepat menuju pintu masuk Time Zone. Dia tidak menyadari kalau dia narik narik baju gw sampe melar. Dan gw pun akhirnya manyun.

Ketika berada disini, Bunga terlihat mondar mandir mencoba satu permainan ke permainan lainnya. Raut wajahnya terlihat sangat cerah, dihiasi dengan senyum khasnya dan canda tawanya di sepanjang permainan. Gw hanya bisa diam memperhatikan tingkahnya. Walaupun sedikit bete, tapi setidaknya gw bisa bikin dia tertawa lepas dan itu semua cukup untuk gw merasa bahagia.

"Kliniing.." Suara koin.

"Kamu emang bisa main ini?" Tanya gw.

"Hehe, Nggak bisa." Ujarnya.

"Lah terus kenapa masukin koin?"

"Kan kamu yang main. Bukan aku."

"Loh kok aku sih??"

Akhirnya dengan sangat terpaksa gw menuruti kemaunnya dia memainkan permainan ini. Ya, satu set drum akustik sungguhan yang dilengkapi sebuah layar besar di depannya. Layar itu berfungsi sebagai 'guide' untuk si player. Entah itu memukul 'kick bass', 'snare', 'tom tom', dan lain lain. Mirip game yang joget joget itu. Bedanya kalo yang joget di injek pake kaki, nah kalo ini dipukul. Gw pun mulai duduk memegang stick, lalu memilih sebuah lagu yang ada di list. Tentunya gw pilih lagu yang gampang dengan tempo rendah. Karena memang gw tidak terlalu mahir main drum.

"Dug-Tak-Dug-Dug-Dug-Tak-Aing Ngabeledag"

Satu lagu berjudul 'Beat It' dari mendiang Mekel Jeksen sukses gw mainkan, walaupun sedikit ngawur ketukannya. Bunga pun tepuk tangan kegirangan sambil teriak "Yeeeaaahh" disusul oleh gw yang cengar cengir sendirian. Namun setelah itu gw terkejut karena suasana di situ mendadak ramai. Banyak orang ngeliatin gw main terutama anak cowo kira kira seumuran SD.

"iiih Kakak keren....Kakak hebaat...Kakak belajar drum dimana? Kak, mainin lagi dong mau liat. Kak bisa muter muterin stiknya nggak? Kak bisa ini nggaak...? Kak bisa itu nggak....? Kak bisa anu nggak...?"

Lalu tiba tiba,
"Kliniiing" dua buah koin kembali di masukkan oleh Bunga. Gw yang masih duduk di kursi drum langsung melotot ke arahnya.

"Main satu lagu lagi ya...Jangan kecewain penonton." Ujarnya setengah berbisik.

"&#&$@-#&*$+#*%+#@"

Skor akhir 2-0 untuk kemenangan Bunga (Loh?). Semenjak main di Time Zone itu dia udah ngerjain gw dua kali, tanpa bisa gw membalas mengerjainya sekalipun. Sebelum keluar dari sini, kami menuju meja kasir untuk menukarkan lembaran 'karcis' hasil bermain. Gw nggak tau itu namanya apa, jadi gw sebut aja karcis. Dan akhirnya kami pulang dengan membawa satu buah tempat minum anak TK, dua buah beng beng, dan 10 buah permen.

"Nih helmnya pake." Ucap gw sebelum naik motor.

"Iya..." Sahutnya

"Kita langsung pulang aja ya. Kamu pasti capek kan abis jalan jauh."

"Tapi aku mau ke rumah kamu dulu."

"Ngapain?" Tanya gw.

"Aku mau ngasih oleh oleh buat Mama kamu, sama buat ade kamu."

"Waah...kamu beliin buat mereka juga?"

"Ya iya lah. Aku mana lupa..."

"Hehe...makasih ya." Ucap gw.

"He'emm..."

Sesampainya di rumah, kamipun disambut dengan hingar bingar oleh Bidadari No.1 gw. Emm, maksud gw bukan kami, tapi Bunga doang yang disambut. Nampak beliau senang sekali karena calon menantunya yang paling cantik ini datang ke rumah. Begitu juga dengan kedua adik gw yang antusias menyambut kedatangannya. Lantas gw menuju ke dapur membuat minuman, dan menyiapkan beberapa cemilan untuk tamu istimewa gw. Ketika gw sampe di ruang tamu, Bunga mendadak berubah seperti pedagang kaki lima di emperan jalan.

Dipilih, dipilih, dipilih...
Ya, satu persatu dia mengeluarkan isi tas ranselnya lalu memberikan masing masing kepada adik adik gw, Bidadari No.1 gw, dan tak lupa Bapak gw. Beliau yang sedang sibuk membetulkan mini compo polytron jadulnya langsung menuju ke ruang tamu tempat kami berkumpul.

"Makasih ya Mba Bunga... Hehe." Ucap bapak gw sambil senyum manis banget ke arah Bunga. Asli!

"Yaelah Paak...." Ujar gw.

Oke, semuanya udah kebagian. Sekarang tinggal gw seorang yang belum kebagian.

"Aku mana?" Tanya gw.

"Hehe, kamu mah spesial nih..."

"Spesial gimana?" Tanya gw lagi.

"Iya aku beliin kamu baju yang spesial. Pokoknya seratus persen cocok banget sama kamu!! Dan mencerminkan 'kamu banget!'. Penasaran yaa? Hehe..." Ujarnya.

"Hehe iya...mana?"

Kemudian dia merogoh kembali ranselnya, dan mengeluarkan sebuah baju berwarna krem cerah masih dibungkus plastik. Dia membuka plastiknya, dan sekarang terpampanglah jelas baju 'Jog*r' khas Bali. Gw bukannya senang dapet oleh oleh baju darinya, justru gw langsung pasang muka asem sambil menatap ke arahnya. Gw nggak habis fikir, bisa bisanya Bunga ngasih baju seperti itu ke gw. Memang bajunya bagus, warnanya bagus, bahannya juga bagus. Tapi tulisannya itu loh.....

"WALAUPUN KURUS, TAPI HATIKU LURUS"
Diubah oleh javiee 26-03-2015 18:38
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.