Kaskus

Story

divadivniaAvatar border
TS
divadivnia
You're Not The One
Terima kasih kamu telah membawaku sejauh ini.

Aku senang berada disampingmu. Tapi terlalu lama kita berjalan, aku lelah.

Semakin jauh kita menyelam, semakin gelap, semakin sulit bagiku untuk bernafas.

Aku memutuskan kembali ke permukaan, melepaskan tanganmu.


Spoiler for Part 1:


*mohon maaf kalau tulisannya kurang enak dibaca, maklum ts bukan penulisemoticon-Malu (S)
*sangat menerima kritik dan saran mengenai penulisan biar lebih ajibemoticon-Kiss (S)
*ini true story dari sudut pandang ts

Spoiler for Index:

Diubah oleh divadivnia 14-12-2014 22:52
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
8.1K
115
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.1KAnggota
Tampilkan semua post
divadivniaAvatar border
TS
divadivnia
#95
Part 16
hari penyambutan maba tiba, calon panitia yang sudah resmi jadi panitia sibuk hilir mudik di kampus berbaur bersama maba. suasana kampus jadi hidup kembali setelah libur panjang. mahasiswa pun sudah mulai bermunculan dikampus, setelah mudik liburan kemarin.

beberapa pendiklat yang punya idealisme tinggi soal kaderisasi maba rajin dateng ke kampus untuk mengawasi keberjalanan acara, mayoritas pendiklat yang rajin dateng berasal dari ring satu. gue pun menjadi salah satu pendiklat yang rajin dateng ngawas. bukan karena gue punya idealisme tinggi hahaha jelas bukanemoticon-Ngakak (S). gue ga begitu serius mengawasi acara ini, tujuan gue satu-satunya dateng ke kampus adalah untuk ketemu wisaemoticon-Malu (S)

tapi ternyata ga semudah itu. sekarang wisa lebih sibuk di himpunan yang mulai aktif lagi setelah tidur panjang saat liburan. wisa jarang ikut ngumpul bareng pendiklat. dalam satu hari mungkin gue cuma ketemu wisa sekilas, kemudian wisa akan pamit ke sekre himpunannya.

gue dan wisa masih sering kontekan via line, meski cuma sebatas pertanyaan "lo dateng diklat?" "jangan lupa makan. jangan makan mie terus!" "gue ga ikut ngawas hari ini, mau himpunan". ga ada lagi obrolan ga jelas, ketawa-ketawa, puisi, gombalan dari wisa buat gue.

kali ini gue ga terlalu terbawa perasaan. gue sedih, sedikit. tapi gue ajarin diri gue untuk mulai terbiasa dengan perubahan wisa. gue tau ga ada yang bisa gue harapin dari hubungan gue dan wisa. ga ada yang pernah wisa janjiin buat gue, ga ada juga yang pernah gue janjiin buat wisa.

gue tau apapun bisa terjadi dan ga ada yang bisa gue salahin kalau tiba-tiba wisa ninggalin gue. dari awal hubungan gue dan wisa emang cuma hubungan yang bias. hubungan tanpa komitmen.

---------------------------

ga berasa udah seminggu hari penyambutan maba terlewati. seperti tahun-tahun sebelumnya, di hari terakhir penyambutan maba, ada acara closing yang selalu meriah. closing diadakan di lapangan besar kampus pada malam hari.

gue bersama pendiklat lain janjian untuk dateng closing bareng-bareng. sehabis maghrib kita menuju lapangan tempat closing akan diadakan. ga ada wisa disana, gue ga tau wisa ada dimana. gue juga ga mencoba menghubungi wisa yang sedari pagi juga ga menghubungi gue.

gue dan pendiklat lain asik ngobrol di sudut lapangan, menunggu acara mulai.
"eh beli minum dulu yuk" ajak nata
"yuk, gue haus" gue mengiyakan

gue, nata, dan dua pendiklat lain pergi sebentar meninggalkan lapangan untuk beli minum di warung yang ga jauh dari lapangan.
sambil menegak minuman dingin, gue berjalan kembali ke lapangan, menuju pendiklat lain yang masih bergerombol di sudut lapangan. baru setengah jalan, farid berlari mengahadang gue.

"eh div" dia berhenti tepat di depan gue, menghalangi jalan.
"kenapa? lo mau?emoticon-Big Grin" gue menyodorkan minuman yang gue bawa
"engga... ng... disana ada wisa, div"
"oh" tiba-tiba dada gue berdegup kencang, entah kenapa "ya udah, terus kenapa? yuk kesana" gue mulai melangkahkan kaki lagi
"eh div" farid masih menghalangi jalan gue "wisa bareng cewenya"

langkah gue pun terhenti mendengar kalimat terakhir farid. gue diem, kemudian gue liat farid. farid juga diem, nunggu reaksi gue.

gue pun melepas kaca mata gue (gue min 3, biasanya gue pake softlens, tapi hari ini gue pake kaca mata). farid keliatan bingung ngeliat gue lepas kaca mata.

"biar muka dia sama cewenya ngeblur heheheemoticon-Big Grin" gue mencoba ketawa, menunjukan ke farid kalau gue baik-baik aja, sekaligus menghibur diri
"yuk" kata gue sambil melangkah menuju sudut lapangan, tempat pendiklat lain bergerombol. farid menepuk-nepuk pundak gue sekilas, kemudian ikut berjalan disamping gue.

'kenapa lo dateng kesini bawa cewe lo? kenapa lo maksa gue untuk liat?'
Diubah oleh divadivnia 29-11-2014 09:30
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.