- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#1740
PART 82
Tami gak menjawab pertanyaan gue, dan beringsut duduk di karpet di bawah gue. Sambil senyum-senyum dia menyilangkan kakinya dan memandangi gue. Dia menyibakkan rambutnya yang cukup panjang ke belakang.
Gue dan Tami sama-sama terdiam. Gue memandangi cewek ngeselin di depan gue. Awalnya tanpa ekspresi, tapi lama-lama geregetan juga gue. Sambil ketawa gue colek bahunya.
Gue memalingkan muka ke arah lain. Salting gue. Sialan. Kok bisa-bisanya gue dibikin salting sama nih Cumi satu. Tami tertawa lembut.
Tami memandangi gue sambil tersenyum, dan gue melirik Tami. Mendadak diluar dugaan gue, dia mendekatkan badannya ke kaki gue (posisi dia duduk di karpet didepan gue) dan menyandarkan kepalanya di lutut gue.
Tami memandangi gue sambil tersenyum, kemudian menyilangkan tangannya diatas lutut gue dan menaruh kepalanya diatas itu sambil memandangi gue langsung.
Gue gak menjawab, cuma mencibir dikit.
Gue tertawa. Mendadak Blackberry gue berbunyi, pertanda ada pesan BBM masuk. Gue langsung meraih Blackberry gue dan berharap-harap cemas kalo ini Anin yang ngejawab BBM gue tadi. Dan bener aja dugaan gue.
Gue tersenyum tipis, dan menulis balasan BBM itu.
Tami memandangi gue yang tersenyum membalas BBM itu. Sambil tetap menaruh kepalanya diatas tangan yang disilangkan diatas lutut gue, dia nanya.
Gue melihat sekilas raut muka Tami berubah, tapi dia cepet-cepet masang ekspresi santai. Dengan senyum yang agak kaku karena dipaksakan, dia menepuk paha gue pelan.
Gue tersenyum dan mengusap rambutnya lembut.
Tami gak menjawab pertanyaan gue, dan beringsut duduk di karpet di bawah gue. Sambil senyum-senyum dia menyilangkan kakinya dan memandangi gue. Dia menyibakkan rambutnya yang cukup panjang ke belakang.
Quote:
Gue dan Tami sama-sama terdiam. Gue memandangi cewek ngeselin di depan gue. Awalnya tanpa ekspresi, tapi lama-lama geregetan juga gue. Sambil ketawa gue colek bahunya.
Quote:
Gue memalingkan muka ke arah lain. Salting gue. Sialan. Kok bisa-bisanya gue dibikin salting sama nih Cumi satu. Tami tertawa lembut.
Quote:
Tami memandangi gue sambil tersenyum, dan gue melirik Tami. Mendadak diluar dugaan gue, dia mendekatkan badannya ke kaki gue (posisi dia duduk di karpet didepan gue) dan menyandarkan kepalanya di lutut gue.
Quote:
Tami memandangi gue sambil tersenyum, kemudian menyilangkan tangannya diatas lutut gue dan menaruh kepalanya diatas itu sambil memandangi gue langsung.
Quote:
Gue gak menjawab, cuma mencibir dikit.
Quote:
Gue tertawa. Mendadak Blackberry gue berbunyi, pertanda ada pesan BBM masuk. Gue langsung meraih Blackberry gue dan berharap-harap cemas kalo ini Anin yang ngejawab BBM gue tadi. Dan bener aja dugaan gue.
Quote:
Gue tersenyum tipis, dan menulis balasan BBM itu.
Quote:
Tami memandangi gue yang tersenyum membalas BBM itu. Sambil tetap menaruh kepalanya diatas tangan yang disilangkan diatas lutut gue, dia nanya.
Quote:
Gue melihat sekilas raut muka Tami berubah, tapi dia cepet-cepet masang ekspresi santai. Dengan senyum yang agak kaku karena dipaksakan, dia menepuk paha gue pelan.
Quote:
Gue tersenyum dan mengusap rambutnya lembut.
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
4


: emang kenapa kalo gue punya cowok?
: ya gak kenapa-kenapa sih, tapi kok lo tega banget gak cerita lagi deket sama siapa, tau-tau jadian aja.
: lah itu ada bunga?
: emang kalo ada bunga udah pasti jadian?
: eenggg…. Ya enggak juga sih.
: Cum, siapa ah! Kasi tau gak!
: enggak.
: dih dasar daki ketek, gitu ya lo nutup-nutupin dari gue. 4 taun Cum, pertemanan 4 taun musnah gara-gara ini 
: siapa yang cemburu? Enggak!
: lo kenal darimana?
: ntar malem kerumah bisa?
: Anin?