- Beranda
- Stories from the Heart
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
...
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
Bissmillah.
Assalamualaikum.
Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato
mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
DISCLAIMER
1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.
Selamat membaca tulisan busuk ini!
*******
Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******
soudtrack: Eminem Not Afraid
Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99
WhatsappBrother-sister
Jangan lupa

Bikin

sekalian


Atas saran berbagai pihak.
:Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Rudi hermawan

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?
Guest what?
Yang nulis HIV+

jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.


warning 16+ only.

Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah
Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"

harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.


stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.

impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.
dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.
cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.


1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.
Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99
Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan
Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato
selamat membaca

HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?
Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel


"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"

Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.
Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale

Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.
DAFTAR ISI:
Update langsung ad line:
@masternagato
BAB1: KABUKI
BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK
BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK
BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN
BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA
BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA
BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA
BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL
BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL
BAB6: SAVE HOUSE
BAB7: OTAK ATIK
BAB8: TEKAD BLENDER
BAB9 BAGIAN1: EMOTION
BAB9 BAGIAN2: EMOTION
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB10: LATIHAN MEMBUNUH
BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE
BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE
BAB : warning2: galaw gak penting!
BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB13: NGENES AWARDS
BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU
BAB15 BAGIAN1: HEY MAN
BAB15 BAGIAN2: HEY MAN
update FHD16: koberlaw
BAB16 BAGIAN1: RIP
BAB16 BAGIAN2: RIP
BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH
BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK
BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK
BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART
BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART
REHAT
BAB WARNING4: FHD LEGOWO
BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT
BAB21 BAGIAN1: BIG MOM
BAB21 BAGIAN2: BIG MOM
BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH
BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER
BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER
BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS
BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS
BAB25: VIRGIN SEGAW
BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU
BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU
BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT
BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT
BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON
video zamirah monster kecil
wait yo!
IN PROGRESS


Kontak:
WA: 08128886670
Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato
Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabila memberi reputasi
1
256.8K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
masternagato
#1001
BAB23-1
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB23-1:
FOUR GODFATHER
Sumber:
www.masternagato.com
*******
Geko Village, Nirva East.
Dibawah kaki gunung Tranggok, bertengger rumah dusun,tengah hutan, menyendiri jauh dari keramaian.
Tanpa penerangan bulan, lampu patromak menjadi penerangan seadanya.,
200m dari rumah itu, bersembunyi dibalik pohon dan bayangan malam.,
seseorang mengenakan outfit dengan tulisan SAT kecil dibagian leher.,
suit buatan Rusia, khas tim SAT, wajahnya tertutup Thermal Scop.,
sejenis helm yang biasa dipakai pilot jet tempur.
Ia memegang marker, alat pemancar gelombang transmisi.,
berbentuk selinder panjang, setelah mengaktifkan marker.,
ia menanam selinder ke dalam tanah.,
gerakanya cepat, berhati-hati, tanpa suara.,
melaporkan tugasnya, ia menekan bagian Thermal Scop, dekat telinganya.
-------
“lapor chief”
“SAT six, segera aktifkan marker, baru aku akan melapor HQ.,
untuk pelaksanaan mission erased”
“siap chief, marker dah aktif” jawab SAT6.
“good job SAT six, laksanakan sebaik mungkin”
“Des, tegang amat lo? Santailah dikit.
Pasti berhasil kita”
“kejadian di Mercy, kegagalan SAT paling fatal!
Gimana caranya gua bisa santai?”
“huh, jangan samain ama Mercy Des.
Kita ini ada di gunung bukan lokasi keramaian.,
sampai kapan lo mau nyalahin diri sendiri karena tragedi Mercy?”
“udahlah nanti aja kalo mau ngobrol.,
yang penting lo semua pulang selamat”
“bercanda lo Des? SAT dibuat untuk mati.,
lo malah minta pada pulang selamat?”
-------
tim SAT berjumlah 8 orang mengepung rumah itu.,
masing-masing terpisah, memberi jarak 500m.
*******
apa yang kau harapkan dari sebuah kedamaian?
Suami soleh, pekerja keras.
Sayang istri.
Sayang anak.
Sayang mertua.
Semua yang kau inginkan terpenuhi.
Nafkah lahir batin lebih dari kata cukup.
Kau adalah untaian mutiara.,
kau mencerminkan berlian tak ternilai.,
kau soleha, piagam lomba juara satu qiroah berjejer.,
kelas tiga SD kau hatam al-quran.
Enam tahun jadi santri.
Sanawiya, aliyah, kau jebolan nilai agama tertinggi.
Tak ada yang tak mengenalmu, dalam lingkungan pondok.
Kau adalah kembang bidadari.,
begitu sempurnanya dirimu, sampai tak ada yang percaya diri untuk mendekatimu.
Apa kau tersinggung, membaca ini?
Sudah terlambat.
Tak perlu menyesal.
Sekarang kau nikmati kesalahanmu.,
begitu bangga kau dengan piala mu?
Kau cuma juara daerah!
Tak terpikirkan olehmu, buat suamimu, kau adalah juaranya sedunia.
Saat membuat segelas teh, aku teringat dirimu.,
apa kau juga mengingatnya?
-------
Sudirman.
Agus berjalan menuju ke parkiran.,
Dari kantornya yang berada di lantai 30.
Keluar dari lift melewati resepsionis, lobi, sepanjang jalan tak henti-hentinya orang menyapa.
"sore pak Agus"
"anak, istri sehat pak Agus?"
"pak Agus, besok, kita makan siang bareng, saya punya proyek bagus di Jepang pak"
Agus (26 tahun)
Muka lembut, berkarisma, rambut rapih belah pinggir.
Sebagai kepala staf di perusahaan properti ternama, gaji yang cukup besar tak merubah penampilan dan pembawaannya yang sederhana.
Agus tipikal orang ramah yang disenangi setiap orang.,
Ia dekat dengan semua lingkup kerjanya, atasan, rekan kerja, bahkan OB, security, mengenalnya dengan baik.
Mengendarai motor bebek, menembus kemacetan Sudirman menuju rumahnya.,
Yang berada di daerah Ampera Poris Tanggerang.
Selama di perjalanan yang teringat hanya anak dan istrinya.,
Pikiranya melantunkan doa yang tak putus-putus untuk keluarga.
Bersyukur atas rahmat allah yang selalu menyertai.
Berada di depan rumah kontrakan yang sederhana, ia tersenyum bahagia.
Walau cuma ngontrak?
Walau cuma terdapat satu kamar?
Sebuah ruangan yang dipaksakan menjadi ruang tamu.,
Dapur kecil, itu semua membuatnya lebih bersyukur lagi.
Mengetuk pintu, mengucapkan salam.
"bentar mas, aku pake jilbab dulu" sahutan lembut dari dalam.
Agus sumringah, betapa beruntungnya ia memiliki istri yang selalu ingat pesan-pesannya.
Pintu terbuka oleh wanita gambaran duplikat bidadari.
Olin (21 tahun)
Kulit putih bangkwang, rambut panjang sempurna tertutup jilbab.,
Cantik tak terbeli, seksi tak terlihat.
Keindahan wajah, serta air-bag full body impact.
Tak bisa ditutupi, terlihat jelas pembawaan fisik bagaikan bidadari.
Olin membuka pintu sambil menggendong Rama (3 tahun)
Mencium tangan suaminya, lalu kembali menonton TV.
Agus duduk di teras, membuka sepatu ditemani Rama.
"anak jagoan papa, dah makan belum?" tanya Agus menggendong.
Agus masih di depan pintu, berharap segelas teh panas, atau air putih?
Hampir menjelang magrib tak ada satupun gelas penghilang dahaga.
Masih tersenyum lembut, Agus mandi bersama Rama.,
Melaksanakan sholat magrib berjamaah, Rama mengikuti gerakan Agus yang sedang sholat.
Selsai sholat, Olin mecium tangan suaminya.
Agus melafatskan doa-doa untuk keluarga.
Untuk rasa syukurnya terhadap kebesaran allah.
mulut berucap, hati menerjemahkan, Agus paham, dan selalu kagum dengan rangkaian kalimat allah.
Dalam setiap sholat, mendoakan semua umat manusia.
Olin terbiasa sehabis sholat, membaca al-quran.
Suara lembut, untaian nada-nada langit.
Menyeruak dalam kamar, meluas menyelimuti rumah.,
Sungguh suara yang indah.
Sungguh menenangkan jiwa.
Keindahan suaranya menyelimuti Bumi.
Sungguh beruntung yang menjadi suaminya.
Agus bersama Rama, menonton TV.
Menelan ludah, mulut terasa kering, tapi Olin duduk disebelahnya dengan senyuman sempurna.
Menghela nafas, Agus ke dapur membuat segelas teh hangat.
"mah kamu mau teh?" tawar Agus.
"mau, aku mas" jawab Olin, singkat.
Memberikan segelas teh pada Olin.,
Ingin rasanya rebahan istirahat, tapi ia teringat pakaian kotor untuk kerja nanti.
Menyuci pakaian kerja, sekaligus pakaian anak dan istrinya.
Sudah menjadi pekerjaan biasa, selama empat tahun pernikahanya.
Nyuci yang cukup melelahkan, perut keroncongan.
Dapur sepi tak ada tanda-tanda kehidupan memasak.
"mah kamu dah makan?" tanya Agus, capek sehabis nyuci.
"udah, biasa beli di warteg depan"
"aku laper nih mah"
"ada mie kamu mau? Kalo nasi beli di warteg aja mas"
"yaudah aku ke warteg dulu, oh iya mah.,
Tadi om Dikin nelpon, kita disuruh main ke rumah, kangen ama Rama katanya" jelas Agus, mengusap rambut Rama.
"aku juga kangen ama Rudi, kapan kita main mas"
"nanti pas aku libur ya, sama aku juga kangen ama Rudi.,
Kamu dulu satu pondok ya kan mah?"
"iya cuma setahun bareng, Rudi sanawiyah kelas satu.,
Aku aliyah kelas tiga.
Gak lama kan mondoknya dia, sekarang kalo gak salah kelas dua SMA"
Agus ingin melanjutkan menjawab, karena Rudi kita bisa bersama.,
Tapi niat itu ia urungkan, Agus mengambil dompet di kamar.,
Sebelum pergi ia melirik koper butut dari zaman ia masih sekolah.
Ia berjongkok, membuka koper, tampak luar memang koper itu penuh debu.,
Tapi isinya selalu dibersihkan sebulan sekali.,
Ia memandangi barang pemberian gurunya dengan hikmat.
Pesan-pesan gurunya terngiang di telinga.
Agus mengerjapkan mata, menahan bendungan air yang tiba-tiba mengalir.
*******
Lorong sepi dengan hawa kematian, pintu baja dijaga ketat.,
sepuluh orang yang sangat disiplin.
Berdiri tegak bagaikan patung, mata elang mengawasi setiap gerakan kecil sekalipun.,
setelan kemeja, jas mereka terlihat seperti esekutif kantoran.,
tak terlihat dibalik jas, bersembunyi pistol dengan berbagai macam kaliber.,
dua diantaranya menggunakan seragam, seorang tentara berpangkat letkol, seorang polisi berpangkat bripka, dari pangkat yang mereka sandang di pundak?
Tak seharusnya mereka berjaga seperti itu? Kecuali ada orang istimewa dibalik baja itu?
apa yang mereka jaga? Ada apa dibalik pintu baja itu?
Di dalam hanya sebuah ruangan rapat tanpa hiasan, penerangan redup, terdapat meja marmer panjang dengan guratan list terbuat dari giok.,
masing-masing sisi terdapat lima kursi empuk dengan sandaran tinggi.,
rata-rata mereka, berumur diatas empat puluh tahun.,
sebelah kiri lima pria duduk tanpa suara, dua diantaranya cukup terkenal pemberitaanya di media.,
bahkan salah satunya yang seharusnya berada di dalam jeruji besi.
’Surya Endo’
siapa yang tak kenal dia?
Otak dibalik pembunuhan berencana tingkat satu, kasus penjualan kapal tanker.
Ketenaranya melebihi selebritis papan atas!
Dalam pemberitaan media yang gencar? Tertangkap tanpa perlawanan.,
divonis belasan tahun liburan di penjara Zion.,
tempat penjara paling ketat? Paling angker? Tanpa jalan keluar?
Pagi tadi masih terpampang beritanya, terlihat Surya begitu patut dikasihani berada dalam penjara Zion.
Semua orang melihatnya di media, ia masih berada di Zion.
Sekarang dia duduk tenang menikmati cerutu Havana dari Kuba, wine berkelas, caviar terbaik.,
wajahnya selalu menyunggingkan senyuman lebar seolah-olah mengejek kebodohan dunia atas berita dirinya.
Sampingnya duduk pria dengan ketampanan yang bisa dibilang cantik.,
menyerupai wanita, kekuasaanya luas, uang tak dipandang sebelah mata.,
ia sedang menyiapkan cakar beracun, untuk mencengkram kekuasaan yang lebih absolut.
Topi koboy, menjadi trademark untuknya.
Cukup menyebut namanya
’Monmon Black’
garansi semua jalan menjadi lancar.
Sebelah kanan kursi pertama di tempati oleh
’Tati Pertiwi’
wanita tua.,mata rabun selalu mengerjap setiap saat, sekali-kali bertanya siapa yang disebelahnya? Lalu beberapa saat kemudian, menanyakan hal yang sama.,
rambut perak ditata seadanya, pakaian tampak aneh diantara setelan jas hitam yang lainya, hanya ia wanita sendiri dengan setelan warna-warni semarak pasar pagi pakaianya.
Kursi ke empat dan ke lima kosong tak terisi.,
ruangan yang hanya terdapat satu pintu, tanpa penjagaan dari dalam.
Di bagian kepala meja, terdapat meja lagi, lebih kecil dan elegan.,
meja kayu jati dengan ukiran pola burung hantu dan gagak.,
empat kursi singgasana istimewa memimpin pertemuan rapat.
Dari belakang tampak.,
kursi pertama dari sebelah kiri, hanya terlihat kepala dengan rambut perak.,
kursi ke dua, tak ada kepala? Apakah kursi itu kosong?
Kursi ke tiga, kepala dengan rambut perak.,
kursi ke empat, kepala plontos licin, tanganya sesekali mengelus kepala.
Di belakang kursi berjarak satu meter, berdiri tiga orang.,
di tengah berdiri tegap, seragam polisi memberi kesan angker! Di pundaknya terdapat pangkat AKP.,
name tag:
’Raven Goldbert’
matanya selalu mengawasi Surya, seperti mau menerkam.
Di sebelah kiri, kananya berdiri pria asing.,
pria dengan badan tinggi, rambut hitam tersisir rapi.,
mata licik, setelan jas dengan name tag:
’Smith Harlem’
’CIA’
pria satunya, berambut hitam panjang kuncir kuda.,
mata biru, sesekali ia mengelus dagunya.,
celana jins, jaket rompi dengan tulisan besar dibelakangnya:
’FBI’
name tag:
’James Flitch’
’FBI’
siapa yang berada di empat kursi itu?
Sampai keamanan berpangkat tinggi mau berdiri dibelakangnya?
Bahkan keamanan internasional sekelas CIA, FBI?
Mau apa mereka di Indonesia?
Bahkan monster sekelas Surya, Monmon, menjadi bawahanya.
-------
Ke bagian2
BAB23-1:
FOUR GODFATHER
Sumber:
www.masternagato.com
*******
Geko Village, Nirva East.
Dibawah kaki gunung Tranggok, bertengger rumah dusun,tengah hutan, menyendiri jauh dari keramaian.
Tanpa penerangan bulan, lampu patromak menjadi penerangan seadanya.,
200m dari rumah itu, bersembunyi dibalik pohon dan bayangan malam.,
seseorang mengenakan outfit dengan tulisan SAT kecil dibagian leher.,
suit buatan Rusia, khas tim SAT, wajahnya tertutup Thermal Scop.,
sejenis helm yang biasa dipakai pilot jet tempur.
Ia memegang marker, alat pemancar gelombang transmisi.,
berbentuk selinder panjang, setelah mengaktifkan marker.,
ia menanam selinder ke dalam tanah.,
gerakanya cepat, berhati-hati, tanpa suara.,
melaporkan tugasnya, ia menekan bagian Thermal Scop, dekat telinganya.
-------
“lapor chief”
“SAT six, segera aktifkan marker, baru aku akan melapor HQ.,
untuk pelaksanaan mission erased”
“siap chief, marker dah aktif” jawab SAT6.
“good job SAT six, laksanakan sebaik mungkin”
“Des, tegang amat lo? Santailah dikit.
Pasti berhasil kita”
“kejadian di Mercy, kegagalan SAT paling fatal!
Gimana caranya gua bisa santai?”
“huh, jangan samain ama Mercy Des.
Kita ini ada di gunung bukan lokasi keramaian.,
sampai kapan lo mau nyalahin diri sendiri karena tragedi Mercy?”
“udahlah nanti aja kalo mau ngobrol.,
yang penting lo semua pulang selamat”
“bercanda lo Des? SAT dibuat untuk mati.,
lo malah minta pada pulang selamat?”
-------
tim SAT berjumlah 8 orang mengepung rumah itu.,
masing-masing terpisah, memberi jarak 500m.
*******
apa yang kau harapkan dari sebuah kedamaian?
Suami soleh, pekerja keras.
Sayang istri.
Sayang anak.
Sayang mertua.
Semua yang kau inginkan terpenuhi.
Nafkah lahir batin lebih dari kata cukup.
Kau adalah untaian mutiara.,
kau mencerminkan berlian tak ternilai.,
kau soleha, piagam lomba juara satu qiroah berjejer.,
kelas tiga SD kau hatam al-quran.
Enam tahun jadi santri.
Sanawiya, aliyah, kau jebolan nilai agama tertinggi.
Tak ada yang tak mengenalmu, dalam lingkungan pondok.
Kau adalah kembang bidadari.,
begitu sempurnanya dirimu, sampai tak ada yang percaya diri untuk mendekatimu.
Apa kau tersinggung, membaca ini?
Sudah terlambat.
Tak perlu menyesal.
Sekarang kau nikmati kesalahanmu.,
begitu bangga kau dengan piala mu?
Kau cuma juara daerah!
Tak terpikirkan olehmu, buat suamimu, kau adalah juaranya sedunia.
Saat membuat segelas teh, aku teringat dirimu.,
apa kau juga mengingatnya?
-------
Sudirman.
Agus berjalan menuju ke parkiran.,
Dari kantornya yang berada di lantai 30.
Keluar dari lift melewati resepsionis, lobi, sepanjang jalan tak henti-hentinya orang menyapa.
"sore pak Agus"
"anak, istri sehat pak Agus?"
"pak Agus, besok, kita makan siang bareng, saya punya proyek bagus di Jepang pak"
Agus (26 tahun)
Muka lembut, berkarisma, rambut rapih belah pinggir.
Sebagai kepala staf di perusahaan properti ternama, gaji yang cukup besar tak merubah penampilan dan pembawaannya yang sederhana.
Agus tipikal orang ramah yang disenangi setiap orang.,
Ia dekat dengan semua lingkup kerjanya, atasan, rekan kerja, bahkan OB, security, mengenalnya dengan baik.
Mengendarai motor bebek, menembus kemacetan Sudirman menuju rumahnya.,
Yang berada di daerah Ampera Poris Tanggerang.
Selama di perjalanan yang teringat hanya anak dan istrinya.,
Pikiranya melantunkan doa yang tak putus-putus untuk keluarga.
Bersyukur atas rahmat allah yang selalu menyertai.
Berada di depan rumah kontrakan yang sederhana, ia tersenyum bahagia.
Walau cuma ngontrak?
Walau cuma terdapat satu kamar?
Sebuah ruangan yang dipaksakan menjadi ruang tamu.,
Dapur kecil, itu semua membuatnya lebih bersyukur lagi.
Mengetuk pintu, mengucapkan salam.
"bentar mas, aku pake jilbab dulu" sahutan lembut dari dalam.
Agus sumringah, betapa beruntungnya ia memiliki istri yang selalu ingat pesan-pesannya.
Pintu terbuka oleh wanita gambaran duplikat bidadari.
Olin (21 tahun)
Kulit putih bangkwang, rambut panjang sempurna tertutup jilbab.,
Cantik tak terbeli, seksi tak terlihat.
Keindahan wajah, serta air-bag full body impact.
Tak bisa ditutupi, terlihat jelas pembawaan fisik bagaikan bidadari.
Olin membuka pintu sambil menggendong Rama (3 tahun)
Mencium tangan suaminya, lalu kembali menonton TV.
Agus duduk di teras, membuka sepatu ditemani Rama.
"anak jagoan papa, dah makan belum?" tanya Agus menggendong.
Agus masih di depan pintu, berharap segelas teh panas, atau air putih?
Hampir menjelang magrib tak ada satupun gelas penghilang dahaga.
Masih tersenyum lembut, Agus mandi bersama Rama.,
Melaksanakan sholat magrib berjamaah, Rama mengikuti gerakan Agus yang sedang sholat.
Selsai sholat, Olin mecium tangan suaminya.
Agus melafatskan doa-doa untuk keluarga.
Untuk rasa syukurnya terhadap kebesaran allah.
mulut berucap, hati menerjemahkan, Agus paham, dan selalu kagum dengan rangkaian kalimat allah.
Dalam setiap sholat, mendoakan semua umat manusia.
Olin terbiasa sehabis sholat, membaca al-quran.
Suara lembut, untaian nada-nada langit.
Menyeruak dalam kamar, meluas menyelimuti rumah.,
Sungguh suara yang indah.
Sungguh menenangkan jiwa.
Keindahan suaranya menyelimuti Bumi.
Sungguh beruntung yang menjadi suaminya.
Agus bersama Rama, menonton TV.
Menelan ludah, mulut terasa kering, tapi Olin duduk disebelahnya dengan senyuman sempurna.
Menghela nafas, Agus ke dapur membuat segelas teh hangat.
"mah kamu mau teh?" tawar Agus.
"mau, aku mas" jawab Olin, singkat.
Memberikan segelas teh pada Olin.,
Ingin rasanya rebahan istirahat, tapi ia teringat pakaian kotor untuk kerja nanti.
Menyuci pakaian kerja, sekaligus pakaian anak dan istrinya.
Sudah menjadi pekerjaan biasa, selama empat tahun pernikahanya.
Nyuci yang cukup melelahkan, perut keroncongan.
Dapur sepi tak ada tanda-tanda kehidupan memasak.
"mah kamu dah makan?" tanya Agus, capek sehabis nyuci.
"udah, biasa beli di warteg depan"
"aku laper nih mah"
"ada mie kamu mau? Kalo nasi beli di warteg aja mas"
"yaudah aku ke warteg dulu, oh iya mah.,
Tadi om Dikin nelpon, kita disuruh main ke rumah, kangen ama Rama katanya" jelas Agus, mengusap rambut Rama.
"aku juga kangen ama Rudi, kapan kita main mas"
"nanti pas aku libur ya, sama aku juga kangen ama Rudi.,
Kamu dulu satu pondok ya kan mah?"
"iya cuma setahun bareng, Rudi sanawiyah kelas satu.,
Aku aliyah kelas tiga.
Gak lama kan mondoknya dia, sekarang kalo gak salah kelas dua SMA"
Agus ingin melanjutkan menjawab, karena Rudi kita bisa bersama.,
Tapi niat itu ia urungkan, Agus mengambil dompet di kamar.,
Sebelum pergi ia melirik koper butut dari zaman ia masih sekolah.
Ia berjongkok, membuka koper, tampak luar memang koper itu penuh debu.,
Tapi isinya selalu dibersihkan sebulan sekali.,
Ia memandangi barang pemberian gurunya dengan hikmat.
Pesan-pesan gurunya terngiang di telinga.
Agus mengerjapkan mata, menahan bendungan air yang tiba-tiba mengalir.
*******
Lorong sepi dengan hawa kematian, pintu baja dijaga ketat.,
sepuluh orang yang sangat disiplin.
Berdiri tegak bagaikan patung, mata elang mengawasi setiap gerakan kecil sekalipun.,
setelan kemeja, jas mereka terlihat seperti esekutif kantoran.,
tak terlihat dibalik jas, bersembunyi pistol dengan berbagai macam kaliber.,
dua diantaranya menggunakan seragam, seorang tentara berpangkat letkol, seorang polisi berpangkat bripka, dari pangkat yang mereka sandang di pundak?
Tak seharusnya mereka berjaga seperti itu? Kecuali ada orang istimewa dibalik baja itu?
apa yang mereka jaga? Ada apa dibalik pintu baja itu?
Di dalam hanya sebuah ruangan rapat tanpa hiasan, penerangan redup, terdapat meja marmer panjang dengan guratan list terbuat dari giok.,
masing-masing sisi terdapat lima kursi empuk dengan sandaran tinggi.,
rata-rata mereka, berumur diatas empat puluh tahun.,
sebelah kiri lima pria duduk tanpa suara, dua diantaranya cukup terkenal pemberitaanya di media.,
bahkan salah satunya yang seharusnya berada di dalam jeruji besi.
’Surya Endo’
siapa yang tak kenal dia?
Otak dibalik pembunuhan berencana tingkat satu, kasus penjualan kapal tanker.
Ketenaranya melebihi selebritis papan atas!
Dalam pemberitaan media yang gencar? Tertangkap tanpa perlawanan.,
divonis belasan tahun liburan di penjara Zion.,
tempat penjara paling ketat? Paling angker? Tanpa jalan keluar?
Pagi tadi masih terpampang beritanya, terlihat Surya begitu patut dikasihani berada dalam penjara Zion.
Semua orang melihatnya di media, ia masih berada di Zion.
Sekarang dia duduk tenang menikmati cerutu Havana dari Kuba, wine berkelas, caviar terbaik.,
wajahnya selalu menyunggingkan senyuman lebar seolah-olah mengejek kebodohan dunia atas berita dirinya.
Sampingnya duduk pria dengan ketampanan yang bisa dibilang cantik.,
menyerupai wanita, kekuasaanya luas, uang tak dipandang sebelah mata.,
ia sedang menyiapkan cakar beracun, untuk mencengkram kekuasaan yang lebih absolut.
Topi koboy, menjadi trademark untuknya.
Cukup menyebut namanya
’Monmon Black’
garansi semua jalan menjadi lancar.
Sebelah kanan kursi pertama di tempati oleh
’Tati Pertiwi’
wanita tua.,mata rabun selalu mengerjap setiap saat, sekali-kali bertanya siapa yang disebelahnya? Lalu beberapa saat kemudian, menanyakan hal yang sama.,
rambut perak ditata seadanya, pakaian tampak aneh diantara setelan jas hitam yang lainya, hanya ia wanita sendiri dengan setelan warna-warni semarak pasar pagi pakaianya.
Kursi ke empat dan ke lima kosong tak terisi.,
ruangan yang hanya terdapat satu pintu, tanpa penjagaan dari dalam.
Di bagian kepala meja, terdapat meja lagi, lebih kecil dan elegan.,
meja kayu jati dengan ukiran pola burung hantu dan gagak.,
empat kursi singgasana istimewa memimpin pertemuan rapat.
Dari belakang tampak.,
kursi pertama dari sebelah kiri, hanya terlihat kepala dengan rambut perak.,
kursi ke dua, tak ada kepala? Apakah kursi itu kosong?
Kursi ke tiga, kepala dengan rambut perak.,
kursi ke empat, kepala plontos licin, tanganya sesekali mengelus kepala.
Di belakang kursi berjarak satu meter, berdiri tiga orang.,
di tengah berdiri tegap, seragam polisi memberi kesan angker! Di pundaknya terdapat pangkat AKP.,
name tag:
’Raven Goldbert’
matanya selalu mengawasi Surya, seperti mau menerkam.
Di sebelah kiri, kananya berdiri pria asing.,
pria dengan badan tinggi, rambut hitam tersisir rapi.,
mata licik, setelan jas dengan name tag:
’Smith Harlem’
’CIA’
pria satunya, berambut hitam panjang kuncir kuda.,
mata biru, sesekali ia mengelus dagunya.,
celana jins, jaket rompi dengan tulisan besar dibelakangnya:
’FBI’
name tag:
’James Flitch’
’FBI’
siapa yang berada di empat kursi itu?
Sampai keamanan berpangkat tinggi mau berdiri dibelakangnya?
Bahkan keamanan internasional sekelas CIA, FBI?
Mau apa mereka di Indonesia?
Bahkan monster sekelas Surya, Monmon, menjadi bawahanya.
-------
Ke bagian2
0