- Beranda
- Kepolisian
TUGU, MONUMEN DAN JALAN2 TENTANG POLRI
...
TS
danielldt
TUGU, MONUMEN DAN JALAN2 TENTANG POLRI
Trit ini merupakan Report dari Trit lama saya Tugu dan monumen tentang polriyang sudah masuk archive kaskus. Semoga bisa semakin menambah pengetahuan Forpoler dan Kaskuser pada umumnya tentang polri
Halaman ini berisikan index trit per propinsi
Halaman ini berisikan index trit per propinsi
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Lampung
- Kepulauan Bangka Belitung
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
Monumen Pengabdian Brimob (Tugu Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan) Depok
Monumen Trijaya Perjuangan Brimob Kuningan
- Banten
- Jawa Tengah
Monumen Brimob Pati
- Yogyakarta
MONUMEN KORPS BRIMOB SEDAYU - Jawa Timur
Monumen Perjuangan Polri Surabaya
MONUMEN PALAGAN JUMERTO JEMBER
TUGU MONUMEN POLRI DI DESA TUMPENG LUMAJANG - Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Gorontalo
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua
Quote:
Diubah oleh danielldt 21-11-2014 07:05
0
15K
21
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kepolisian
3.6KThread•862Anggota
Tampilkan semua post
daniel.ldt
#17
TUGU MONUMEN POLRI DI DESA TUMPENG, LUMAJANG, JAWA TIMUR

Lumajang - Tugu Polri yang terletak di Desa Tumpeng Barat, Candipuro Lumajang. Monumnen ini didrikan/diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1956, oleh kepala Polisi Jawa Timur Komisaris Besar Polisi R. Soekarno Djojonagoro.
Tugu Polri ini adalah untuk mengenang pertempuran antara Belanda dengan pasukan Polri yang dibawah pimpinan AP 1 Djama’ari.
Sejarah Tugu Monumen Polri Tumpeng.
Pada tanggal 7 oktober 1947 saat itu kekuatan polisi diLumajang berkurang , Batalion Polis Mobiri yang sekarang Brimob di Turen, Malang, Batalion Polisi beranggotakan 36 orang yang di pimpin AP 1 Djama’ari di berangkatkan menuju daerah gerilya Lumajang. Dalam perjalanan AP 1 Djama’ari berhasil menemukan semangat rakyat sehingga banyak pemuda yang bergabung dalam pasukannya hingga mencapai 56 orang.
Pada tanggal 9 oktober 1947 pasukan yang di pimpin Aiptu Djama’ar kembali kemarkas di Desa Tumpeng, beberapa hari di Tumpeng, pasukan belanda lantas mengetahui keberadaan pasukan poilisi yang di pimpin AP 1 Djama’ari, sehingga pada tanggal 13 oktober 1947 terjadilah pertempuran antara belanda di Tumpeng.
Pertempuran yang berlangsung tepatnya berada di sekitar tugu Brigade Polisi, perjuangan polisi tak seimbang dengan pasukan Belanda sebab pasukan Belanda di bantu oleh pasukan KNIL dan Cakra (pasukan bantuan dari Madura) dengan kekuatan penuh dan didukung kendaraan perang untuk menegepung posiisi pasukan Brigade Mobil Polri ini. Tetapi para Bhayangkari pejuang dan pengawal Republik Indonesia tidak gentar menghadapi pasukan Belanda yang kekuatannya personel/senjatanya lebih besar. .
Dalam pertempuran anatara pasukan Polisi dan Pasukan Belanda akhirnya APtu Djama’ari gugur setelah dadanya di terjang peluru oleh pasukan Belanda, jasad djama’ari langsung dirusak dan dibuang Parid dipertigaan Tumpeng. Sekitar 28 orang anggota pasukan Brigade Mobil yang gugur di Tumpeng, sedangkan 20 orang ditangkap Belanda dan sisa lainnya menyelamatkan diri untuk bergabung dengan para pejuang yang ada di Pasrujambe, Lumajang
Sumber: http://sejarah.kompasiana.com/2014/1...ng-689531.html
0