Kaskus

News

danielldtAvatar border
TS
danielldt 
TUGU, MONUMEN DAN JALAN2 TENTANG POLRI
Trit ini merupakan Report dari Trit lama saya Tugu dan monumen tentang polriyang sudah masuk archive kaskus. Semoga bisa semakin menambah pengetahuan Forpoler dan Kaskuser pada umumnya tentang polri

Halaman ini berisikan index trit per propinsi

  1. Aceh
  2. Sumatera Utara
  3. Sumatera Barat
  4. Bengkulu
  5. Riau
  6. Kepulauan Riau
  7. Jambi
  8. Sumatera Selatan
  9. Lampung
  10. Kepulauan Bangka Belitung
  11. DKI Jakarta
  12. Jawa Barat
    Monumen Pengabdian Brimob (Tugu Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan) Depok
    Monumen Trijaya Perjuangan Brimob Kuningan

  13. Banten
  14. Jawa Tengah
    Monumen Brimob Pati

  15. Yogyakarta
    MONUMEN KORPS BRIMOB SEDAYU
  16. Jawa Timur
    Monumen Perjuangan Polri Surabaya
    MONUMEN PALAGAN JUMERTO JEMBER
    TUGU MONUMEN POLRI DI DESA TUMPENG LUMAJANG
  17. Kalimantan Barat
  18. Kalimantan Tengah
  19. Kalimantan Selatan
  20. Kalimantan Timur
  21. Kalimantan Utara
  22. Bali
  23. Nusa Tenggara Barat
  24. Nusa Tenggara Timur
  25. Sulawesi Barat
  26. Sulawesi Utara
  27. Sulawesi Tengah
  28. Sulawesi Selatan
  29. Sulawesi Tenggara
  30. Gorontalo
  31. Maluku
  32. Maluku Utara
  33. Papua Barat
  34. Papua


Quote:
Diubah oleh danielldt 21-11-2014 07:05
0
15K
21
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kepolisian
Kepolisian
KASKUS Official
3.6KThread870Anggota
Tampilkan semua post
daniel.ldtAvatar border
daniel.ldt
#16
MONUMEN PALAGAN JUMERTO, JEMBER, JAWA TIMUR
kaskus-image

Spoiler for Foto Monumen Palagan Jumerto lainnya:

Desa Jumerto, Patrang, Jember, menyimpan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan NKRI. Tiga belas anggota Brimob dan 20 warga setempat tewas karena ditembus peluru pasukan Cakra dari KNIL Belanda yang berniat menduduki Indonesia. Monumen Palagan Jumerto yang berdiri di depan Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, tetap kukuh. Deretan nama 13 anggota Brimob Polri dan 20 warga setempat tertulis jelas pada monumen yang diresmikan 1 Juli 1984 oleh Kapolda Jawa Timur saat itu, Mayjen Polisi Soedarmadji.

Kapolres Jember saat itu, Letkol Polisi H Soemardiono, juga tertulis di monumen tersebut. Dua bambu runcing, logo Brimob, logo Polri, serta logo Polda Jatim, pun terpampang di monumen bersejarah tersebut.

Tidak banyak yang tahu sejarah monumen setinggi 10 meter tersebut. Para saksi mata peristiwa maut itu sudah tiada. Kini tinggal anak dan para cucu saksi mata yang tetap mengenang sejarah kepahlawanan 13 anggota Brimob dan 20 warga Jumerto tersebut.

Suhadi, salah seorang warga Jumerto, menyatakan mendapatkan cerita kepahlawanan itu dari Abdarullah, ayahnya yang meninggal lima bulan lalu. Dia kemudian menceritakan peristiwa Palagan Jumerto. Kejadian tersebut bermula dari kedatangan 13 anggota Brimob yang mendapatkan tugas patroli keliling Jawa Timur (Jatim).

“Tiga belas anggota Brimob itu baru datang dari perjalanan panjang,” kata Suhadi. Sebelum menginap di Desa Jumerto, mereka menempuh perjalanan dari Lumajang, Malang, dan Blitar. “Ayah saya lupa harinya. Saat itu 1949,” tambahnya.


Lebih lanjut dia bercerita, karena sudah kelelahan, mereka memutuskan bermalam di Desa Jumerto. “Ketika sampai di Desa Jumerto, mereka bertemu Pak Yakub (salah satu warga),” tuturnya.

Saat ketemu Pak Yakub, salah seorang anggota Brimob meminta ditunjukkan rumah kepala desa. Memang, selama perjalanan, mereka pasti mampir di rumah perangkat desa setempat. Termasuk saat datang ke Desa Jumerto. “Oleh Pak Yakub, mereka diajak ke rumah sesepuh desa bernama Pak Asmar,” ujarnya. Pak Asmar merupakan kakek Suhadi.

Nah, saat itulah KNIL -tentara bentukan Belanda- ternyata juga datang ke Desa Jumerto. Mereka membagi-bagikan gula untuk mengambil hati warga Jember. Kedatangan tentara KNIL tersebut tidak disadari anggota Brimob.

Paginya, tentara KNIL yang bersenjata lengkap langsung menyerbu 13 anggota Brimob yang sedang beristirahat. Mendapatkan serangan tiba-tiba, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka dengan mudah dihabisi.

Ratusan warga yang berniat menolong akhirnya juga menjadi korban. Setidaknya 20 warga Desa Jumerto tewas karena ditembus peluru tentara KNIL. Abdurra, anak Pak Asmar yang mengantarkan anggota Brimob, juga tertembak. Padahal, saat itu Abdurra berniat merawat anggota Brimob yang gugur. Menurut kesaksian Bpk Asmar selain korban dari Brimob 13 anggota yang gugur dan rakyat 20 orang yang meninggal serta korban penganiayaan dan rudapaksaan, di pihak Belanda juga banyak yang tewas karena pada saat itu ada seorang warga yang ditanya oleh pasukan Belanda dimana tempat persembunyian pasukan Brimob, mereka menunjukan ke arah tentara Belanda sehingga terjadi tembak menembak sesama pasukan Belanda dari kesalah pahaman ini, banyak pasukan Belanda yang tewas tetapi jumlahnya tidak diketahui dengan pasti sampai sekarang.

Sumber :
http://www.jawapos.com/radar/index.p...tail&rid=99342
http://fendyaditiya.wordpress.com/20...terpinggirkan/
http://sma1jember.info/2011/01/palag...rakyat-jember/
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.