Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
delet3Avatar border
delet3 dan 50 lainnya memberi reputasi
49
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#1648
PART 80

Quote:


Mata gue terbelalak melihat isi BBM itu, dan menelan ludah. Tau darimana nih Anin kalo gue ada di kosan Tami sekarang? Apa jangan-jangan dia juga disini nih, pikir gue parno. Gue celingukan seisi kamar, kemudian berdiri, dan melihat sekeliling kamar Tami itu. Sepi. Cuma ada suara-suara TV dari masing-masing kamar disamping kanan-kiri. Gue keluar kamar Tami dan berjalan ke arah sebuah sudut yang jadi tempat nongkrong anak-anak kosan. Sepi juga, gak ada siapa-siapa. Setelah yakin Anin gak ada di nih kosan, gue kembali ke kamar Tami. Dia masih duduk di atas kasur dan sambil makan jagung serut. Dia memandangi gue dengan heran.

Quote:


Gue gak menjawab, dan menyodorkan Blackberry gue ke Tami. Dia menerima Blackberry gue dengan heran, dan mulai membaca BBM yang barusan masuk. Tami mendongak.

Quote:


Gue mengangkat bahu.

Quote:


Gue menunduk dan memandangi BBM dari Anin yang sedari tadi masih menyala kuning, pertanda disana masih delivered, belom gue read. Gue menoleh ke Tami, dan dia juga memandangi gue dengan pandangan yang entah apa artinya, gue gak bisa menjelaskan. Tami melepaskan ikatan rambutnya, dan membiarkan rambutnya tergerai. Kemudian dia menggeser duduknya ke ujung tempat tidur dan menyebelahi gue yang duduk di kursi belajar.

Quote:


Gue terdiam, dan menunduk memandangi BBM yang masih belom gue bales. Kemudian gue memandangi Tami yang ternyata masih memandangi gue sambil tersenyum. Tami menggerakkan kepalanya ke arah Blackberry gue, dan gue paham maksudnya. Gue harus membalas itu. Gue mengangguk pelan.

Quote:


1 menit, 3 menit, 5 menit, BBM gue gak kunjung dibales sama Anin. Gue meletakkan Blackberry gue di meja, kemudian menyandarkan tubuh ke belakang, memejamkan mata dan menarik napas panjang.

Quote:


Gue menoleh ke Tami. Dia bangkit dan berjalan ke dispenser, mengambil gelas dan mengisinya, kemudian meminumnya. Gue memandangi sekeliling, memperhatikan setiap detail kamarnya. Ini kamar, bukan kayak kamar cewek, tapi juga bukan kayak kamar cowok. Sepertinya dia emang sengaja ga naruh barang-barang yang aneh-aneh yang jadi ciri khas kamar cewek ataupun kamar cowok. Kamar ini kesannya tetap netral. Tapi malah dewasa sih menurut gue.

Mendadak mata gue menemukan sesuatu yang sangat gak biasa di kamar Tami. Ada setangkai bunga mawar merah, yang tergeletak diatas tumpukan buku di lantai. Mawar itu tampak masih baru, dan masih ada plastik bening yang melingkarinya. Gue penasaran.

Quote:


Tami gak menjawab. Dia cuma tersenyum misterius sambil menjulurkan lidah. Entah kenapa gue gak rela kalo Tami punya pacar, atau ada cowok yang mendekati. Gue cemburu.
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 6 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.