Kaskus

News

widyanpanjiAvatar border
TS
widyanpanji
Romawi - Dari Republik menuju ke Kekaisaran
VENI, VIDI, VICI


Quote:


Quote:


OTHER THREAD


INDEX



Quote:

Diubah oleh widyanpanji 08-11-2015 20:01
0
16.1K
50
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sejarah & Xenology
Sejarah & Xenology
KASKUS Official
6.5KThread11.6KAnggota
Tampilkan semua post
khiekhanAvatar border
khiekhan
#27
Senate of Roman Republic

sejarah umum

setelah Raja terakhir Roma, Lucius Tarquinus Superbus, digulingkan oleh senat dibawah pimpinan Lucius Junius Brutus dan Lucius Tarquinius Collatinus, senat menjadi badan publik dan pemegang kekuasaan politik tertinggi di roma, yang sekarang memasuki era republik.

pada masa republik, pemerintahan roma dijalankan oleh beberapa jabatan publik, yang pada masa itu disebut magistrate. untuk selanjutnya, jabatan publik dan pejabat akan dijelaskan dengan istilah magistrate.

magistrate Roma menjalankan tugas sehari-hari pemerintahan roma kuno, sesuai dengan jabatannya masing-masing, seperti Consul, Censor, Praetor, Tribune, dictator dan lainnya. penjelasan atas jabatan-jabatan tersebut akan dijelaskan dengan post tersendiri.

walaupun kekuasaan eksekutif dipegang oleh Magistrates dan Kekuasaan Legislatif dipegang oleh Roman Assembly, senat memiliki pengaruh dan kekuasaan yang lebih tinggi dari keduanya. Hal ini disebabkan wewenang senat atas anggaran negara, sistem administrasi dan kebijakan luar negeri, sehingga walaupun secara teknis consul adalah jabatan tertinggi, consul tetap tidak akan berfungsi tanpa dukungan dan persetujuan senat. hal ini berlaku pula atas jabatan lainnya, karena anggaran yang diperlukan untuk menjalankan tugas jabatan para magistrates berada sepenuhnya di tangan senat.

selain menjalankan fungsi keuangan, senat juga menjalankan fungsi penasihat untuk para pejabat publik. Fungsi ini dijalankan dalam bentuk penerbitan senatus consultum atau nasihat/usulan senat. walaupun secara teknis senatus consultum hanyalah usulan atau nasihat, pada prakteknya nasihat ini selalu dituruti oeh para magistrates, sehingga senat memiliki pengaruh luar biasa besar pada kebijakan publik pemerintah.

dalam kondisi luar biasa atau darurat, senat dapat menunjuk dictator, yang memiliki kendali penuh atas kebijakan pemerintah dan komando militer republik untuk masa tertentu.

keanggotaan
pada awalnya, anggota senat ditunjuk oleh Consul. Consul dapat pula memberhentikan seseorang dari jabatannya sebagai anggota senat. Hal ini terus berlanjut sampai tahun 318 SM,dimana senat menerbitkan Plebiscitum Ovinium yang menyerahkan wewenan penunjukan anggota senat kepada Censor. plebiscitum Ovinium juga mengatur bahwa setiap pejabat Magistrate secara otomatis menjadi anggota senat. Selain itu, anggota senat tidak boleh cacat secara sosial. Seseorang yang pernah bangkrut, terlibat dalam prostitusi dan pernah menjadi gladiator tidak boleh menjadi anggota senat. Lex repetundarum yang terbit pada tahun 123 SM melarang seseorang yang pernah terlibat dalam tindakan kriminal untuk menjadi anggota senat.

Jabatan senat berlaku seumur hidup, walaupun Censor dapat memberhentikan anggota senat yang melanggar kode etik atau berperilaku amoral.

Kode Etik dan Peraturan
dalam menjalankan fungsinya, senat memiliki beberapa peraturan dan kode etik yang sangat kompleks dan kuno dan berdasarkan pada prinsip Mos Maiorum (Kebiasaan Para Pendahulu/Custom of the ancestor), diantaranya antara lain:

Tempat Berkumpul:
- senat hanya dapat berkumpul di dalam Pomerium (batas formal kota Roma), atau setidak-tidaknya kurang dari satu mil di luar Pomerium. perkumpulan di luar Pomerium dilakukan jika senat harus bertemu dengan perwakilan negara lain yang tidak diizinkan memasuki kota.
- pada awal tahun senat harus berkumpul dan mengadakan rapat di Kuil Jupiter Capitolinus, Kuil Fides, atau Kuil Concord
- Jika senat berkumpul di luar Pomerium, rapat harus diadakan di Kuil Apollo (Jika membahas perihal peperang) atau Kuil Bellonum
- Di luar tempat-tempat di atas, senat hanya dapat berkumpul di tempat-tempat suci, seperti Curia Hostilia
- Sebelum berkumpul dan memulai rapat, senat harus memberikan persembahan/kurban bagi para dewa, dan kemudian dilakukan ramalan untuk mengetahui apakah rapat senat saat itu akan memberikan hasil baik atau tidak. Jika ramalan yang keluar buruk, rapat dibatalkan dan dilakukan di hari berikutnya.

Kode Etik anggota senat:
- tidak boleh terlibat dalam usaha perbankan
- tidak boleh melakukan kontrak publik
- tidak boleh memiliki kapal besar yang dapat menjalankan perjalanan dagang ke luar negeri
- tidak boleh meninggalkan tanah italia tanpa persetujuan dari senat

selain itu, anggota senat tidak mendapatkan bayaran/gaji, sehingga seseorang biasanya sudah cukup kaya sebelum mencalonkan diri menjadi anggota senat.

Censor memiliki wewenang untuk menjalankan kode etik senat, dan dalam hal terjadi pelanggaran berat, seperti Penyalahgunaan Wewenang, korupsi, Penjatuhan Hukuman Mati secara sewenang-wenang dan ketidakpatuhan atas veto, anggota senat dapat diberhentikan. Hukuman lain seperti denda juga diberlakukan atas pelanggaran-pelanggaran ringan, seperti tindakan amoral dan ketidaksopanan di muka publik.

Perkumpulan/Rapat
Senat biasanya berkumpul atas permintaand dari salah seorang pejabat publik yang mengajukan petisi atau suatu masalah yang membutuhkan perhatian senat dan kemudian menerbitkan perintah/permintaan berkumpul (a cogere), anggota senat yang tidak menghadiri pertemuan tersebut tanpa alasan yang jelas dapat dikenakan hukuman. pada tahun 44 SM, Consul Marcus Antonius, mengancam untuk merubuhkan rumah Cicero, jika Cicero tidak menghadiri rapat senat yang akan segera berlangsung. Rapat senat dipimpin oleh seorang magistrate, biasanya consul, praetor, atau tribune.

Rapat senat pada dasarnya bersifat publik dan pintu ruang rapat dibiarkan terbuka, sehingga masyarakat kebanyakan dapat menghadiri dan menyaksikan rapat senat, walaupun hanya senator yang boleh berbicara dalam rapat tersebut.

Rapat Senat biasanya dimulai saat fajar dan harus sudah selesai sebelum malam, jika rapat tidak mencapai hasil yang konklusif, rapat dibubarkan dan harus dimulai lagi dari awal.

Rapat senat dimulai dengan pidato pembukaan (verba fecit) oleh pimpinan rapat, yang kemudian diikuti dengan penyampaian isu/masalah yang harus diputuskan oleh senat. Setelah itu para senator akan menyampaikan pandangan atau pendapat atas isu tersebut secara bergantian dengan urutan sebagai berikut:
1. Senator paling senior (Princepus Senator)
2. Para mantan Consul (Consulares), dimulai dari yang paling senior
3. Para mantan Praetor (Praetorii), dimulai dari yang paling senior
4. Anggota senat lainnya, dimulai dari yang paling senior dan Magister yang masih memegang jabatan Magistrate
5. Dalam hal terdapat anggota senat yang senioritasnya sama, anggota senat yang berasal dari kelas patrician berbicara mendahului kelas plebian
6. seluruh anggota senat harus sudah menyampaikan pendapat/pidatonya sebelum voting dapat dilakukan

setiap senator dapat memberikan pendapat ringkas, membicarakan hal tersebut secara detail, maupun membicarakan hal lain yang tidak berhubungan. Seorang senator dapat berbicara dalam waktu tidak terbatas selama ia dapat membuat debat terus berjalan. Dikarenakan rapat harus dihentikan pada malam hari, seorang senator dapat memperlambat pengambilan keputusan dengan mempertahakan debat sampai malam hari dan keesokan harinya. Taktik ulur waktu ini digunakan oleh Cato The Younger/Cato Minor untuk menggagalkan usaha Julius Caesar memberikan tanah kepada Veteran pasukan Pompey.

Voting dan Veto
Setelah seluruh anggota senat selesai memberikan pendapatnya, senat lalu melakukan voting setuju dan tidak setuju atas suatu proposal atau peraturan. Jika isu yang diputuskan bersifat minor atau tidak signifikan, veto cukup dilakukan dengan pernyataan setuju/tidak atau dengan mengacungkan tangan. Namun jika isu yang diputuskan bersifat urgent atau signifikan, veto dilakukan dengan membagi ruangan rapat menjadi dua, bagian setuju dan tidak setuju, setiap senator lalu mengisi bagian ruangan tersebut sesuai dengan apakah dia menyetujui usulan tersebut atau tidak.

Selama voting masih belum selesai, Plebeian Tribune (Pejabat yang berfungsi sebagai perwakilan rakyat) dapat melakukan veto. Veto ini dilakukan dengan "memerintahkan" senat untuk tidak melakukan voting (Intercessio) dan dengan "ancaman" jika veto tidak diindahkan, ia dapat memaksa senat untuk menghentikan voting dengan tindakan fisik maupun kekerasan, dan jika seorang senator melawan, senator tersebut dapat dijatuhi hukuman. Pada saat terjadi veto, rapat dihentikan. Namun demikian, rapat dapat dimulai lagi keesokan harinya dengan dimulai lagi dari awal. Jika Plebeian Tribune tidak hadir pada saat rapat senat, ia tidak dapat melakukan veto. Plebeian Tribune tidak dapat memveto keputusan senat yang sudah dihasilkan melalui voting, sehingga ia harus mencegah voting selesai untuk dapat mem-veto suatu keputusan.

Hasil rapat senat, baik yang diveto (senatus auctoritas) maupun tidak (senatus consultum) kemudian dicatat dan dijadikan sebuah dokuman yang berisi:
1. nama pimpinan rapat;
2. lokasi dan tanggal rapat diadakan;
3. Jumlah senator yang hadir pada rapat tersebut;
4. Nama saksi-saksi;
5. Keputusan atau hasil rapat.
6. Jika hasil rapat tidak di-veto, dokumen tersebut diberi can huruf "C" sebagai tanda bahwa keputusan tersebut telah disetujui senat dan Plebian Tribunes

Dokumen tersebut (baik Senatus Consultum maupun Senatus Auctoritas) lalu diserahkan ke Pejabat/Magistrate bersangkutan, diumumkan kepada publik, dan disimpan di kuil penyimpanan kas negara.

Senatus Auctoritas pada dasarnya tidak memiliki nilai secara hukum, namun dokumen tersebut berguna sebagai pernyataan pendapat oleh senat.

Jika Senatus Consultum bertentangan dengan hukum (Lex) yang ditetapkan oleh Roman Assembly, Senatus Consultum dinyatakan tidak berlaku.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.