Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#1599
PART 79

Gue sedang duduk memandangi hujan di sebuah sore hari di penghujung bulan Oktober. Sambil sesekali menyeruput kopi panas, pikiran gue melayang setinggi-tingginya, seakan menembus gelapnya awan yang menggantung rendah di kejauhan. Gue menoleh ke BB yang gue letakkan di samping, dan mulai membuka BBM yang sedari tadi udah gue kirimkan tapi gak ada balasan.

BBM itu gue tujukan ke Anin. Beberapa hari terakhir ini hubungan kami memang agak renggang. Hal ini dipicu oleh pertengkaran kecil yang kemudian menjadi besar karena gue salah menanggapi. Pertengkaran itu berawal dari kami berdua merencanakan untuk keluar pada suatu malam, tapi pada waktu terakhir gue membatalkannya karena gue merasa cukup lelah untuk keluar. Anin yang kecewa mulai ngomel-ngomel, sedangkan gue mulai terpancing bersuara keras karena lelah fisik dan mental. Hal itu menyebabkan pertengkaran yang cukup panjang diantara kami berdua pada malam itu.

Selama beberapa hari ini komunikasi kami berdua bisa dibilang sangat jauh berkurang. Dalam sehari paling cuma sekali-dua kali kami berbicara. Selebihnya sunyi. Gue bener-bener gak tau apa yang dia lakukan pada hari-hari itu. Gue memutuskan untuk kerumahnya, pada suatu sore hari, 2 hari setelah pertengkaran itu. Tapi yang gue temui adalah pembantu rumah Anin, yang bilang bahwa Anin pergi sejak siang. Gue BBM untuk menanyakan dia ada dimana, dan gak ada jawaban yang masuk ke BB gue. Telepon gue, entah berapa belas kali, gak pernah diangkat.

Selama 4 tahun gue pacaran sama Anin, baru kali ini gue merasakan dia sedemikian jauhnya dari gue. Shinta yang gue harap bisa jadi penyelamat, juga gak bisa berbuat apapun, karena dia udah kuliah di luar kota. Segala usaha gue bener-bener menemui jalan buntu.

Gue menarik napas panjang, dan membaca-baca lagi chat di BBM itu. Semakin gue baca, semakin besar juga rasa bersalah dan rasa rindu gue ke Anin. Dan semakin besar juga rasa khawatir gue akan kehilangan Anin. kemudian gue scroll layar BB gue, dan menemukan kontak Tami disitu. Tanpa pikir panjang gue buka kontak Tami dan gue ketikkan beberapa kata.

Quote:


Gue letakkan BB dan menghela napas panjang. Gak berapa lama kemudian, ada notifikasi pesan masuk di BB gue, dan langsung gue buka.

Quote:


Gue berdiri dan masuk kedalam rumah. Setelah siap-siap gue kemudian ke kosan Tami, sebelumnya gue mampir bentar ke warung jagung serut, dan beli 2 cup jagung serut pedes buat si Tami. Sesampai di kosan Tami, gue langsung menuju kamarnya dan mengetuk pintunya sekali. Seketika itu juga pintu kamarnya terbuka dan gue liat Tami berdiri di depan gue sambil senyum-senyum. Rambut Tami dikuncir kuda, pake kaos dan celana pendek doang.

Quote:


Tami mendengus kemudian duduk di kasurnya. Pintu kamar kosannya tetep dibuka, karena ini aslinya kosan cewek. Kebetulan karena gue sering main kesini jaman kuliah, jadinya penghuni kosan yang lain udah apal sama gue, tanpa mereka mikir yang aneh-aneh.

Gue duduk di kursi belajar yang ada di sudut kamar, sambil menaikkan kaki gue di kasur. Tami mulai makan jagung pesenannya, sambil memandangi gue aneh.

Quote:


Gue memandangi Tami dengan heran. Buset nih anak, bisa tepat gitu nebaknya. Sambil tertawa gue mengangguk pelan.

Quote:


Gue menarik napas panjang, dan pelan-pelan mulai bercerita ke Tami tentang segala masalah gue dengan detail. Tami mendengarkan cerita gue dengan seksama, sesekali berkomentar “ooh” “hmm” “terus?” sampe “ambilin minum dong” dan sebagainya. Cukup lama gue bercerita, dan menumpahkan segala pikiran yang menghantui gue selama beberapa waktu.

Mendadak BB gue berbunyi. Ada notifikasi BBM masuk. Gue buka tuh BBM. Dan isinya sukses membuat jantung gue nyaris meloncat keluar.

Quote:

khodzimzz
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 3 lainnya memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.