Kaskus

Story

ajprimeAvatar border
TS
ajprime
The Goat and The Buffalo
The Goat and The Buffalo

"There is a world full of words that we can understand, and there is a world full of words that only can understood by heart."


Permisi para rakyat SFTH !

Salam kenal !

Setelah terlalu lama bertapa jadi SR, akhirnya thread pertama ane rilis juga. emoticon-Malu (S)Cerita-cerita dahsyat dari sesepuh SFTH disini yang menginspirasi ane buat bikin thread ini. Ane pengen berbagi cerita tentang sebuah kisah yang sampai sekarang gak bisa luput dari kehidupan ane. Cerita ini based on true story yang bermula ketika ane masih mengenakan seragam putih abu. Ya, ane yakin agan-agan sekalian bisa menebak cerita tentang apa yang ane post disini.

Ane harap agan dan aganwati bisa menjaga privasi ane kalau-kalau diantara kalian ada yang tau cerita ini atau bahkan mengenal ane dan tokoh-tokoh lainnya di dalam cerita ini. Mohon maaf kalo cerita ane masih banyak mengandung kesalahan dan unsur typo hehe. emoticon-I Love Indonesia

Oh iya ane juga berterimakasih buat agan-agan atas abu gosok dan cendol perdana yang dikasih ke ane emoticon-Mewek
The Goat and The Buffalo

Selamat membaca !

-Regards



Quote:
Diubah oleh ajprime 05-09-2016 20:22
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
199
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread54.2KAnggota
Tampilkan semua post
ajprimeAvatar border
TS
ajprime
#49
PART 25 - TIME
Perempuan itu, nyaman sekali bermain di dalam kepala ini. Terlalu nyaman. Entah udah berapa cara yang gue coba buat mengusirnya. Tapi dia sama sekali tak ingin pulang. Atau mungkin tak bisa pulang. Lalu bagaimana dengan gue ? Gue hanya bisa menatapnya yang sedang menari di dalam sini. Terkadang sambil tersenyum. Terkadang sambil menangis. Bahkan kadang penuh amarah. Dia…selalu disini, meski hanya satu detik.

***


Hari ini hari Jumat. Entah tanggal berapa, gue lupa. Beberapa waktu ini, gue lagi sering-seringnya memimpikan Chika. Anehnya, setiap mimpi itu mempunyai alur cerita yang sama. Chika selalu menunggu gue di depan sebuah pintu. Menunggu gue yang tengah menghabiskan waktu bersama keluarga ataupun teman-teman. Sebenernya gue sendiri gak tau apa maksud mimpi-mimpi itu. Meskipun begitu, gue percaya bahwa setiap mimpi itu mempunyai pesan tersendiri.

Quote:

Kata yang pertama gue ucapkan ketika gue terbangun dari mimpi-mimpi yang hampir sama tentang dia untuk yang keempat kalinya terulang lagi di pagi ini. Gue langsung duduk di atas kasur dengan kaki yang masih berselimut. Sambil melamun gue menatap handphone yang tergeletak di lantai. Tadinya gue pengen langsung menceritakan hal ini sama dia. Mimpi-mimpi aneh ini. Tapi gue mengurungkan niat. Gue rasa dia gak perlu tau.

Lalu sesuatu menarik perhatian gue ketika sejenak memandangi layar handphone. Jam udah menunjukkan pukul delapan lebih lima belas menit dan terdapat dua notifikasi missed call dari atasan gue. Berbahagialah gue karena bakal telat datang ke kantor.

Buru-buru gue mandi dan sarapan secepat kilat sambil memikirkan alasan karena telat. Kebetulan hari ini atasan gue meminta gue buat datang pagi berhubung ada beberapa laporan yang harus diselesaikan. Akhirnya gue berkilah telat gara-gara ban motor bocor dan gue gak punya pulsa buat nelepon balik atasan. Dan alasan seperti itu selalu ampuh mengelabui atasan gue.

Seharian itu hampir setiap jam mata gue selalu menatap layar berukuran 15 inchi yang menampilkan beribu-ribu angka dan huruf dengan jari-jari gue yang jarang lepas dari mouse dan keyboard. Bahkan buat mencuri-curi waktu bermain game pun gak bisa. Hal yang paling menjengkelkan ketika banyak pekerjaan yang dilimpahkan ke gue. Hingga akhirnya semua itu selesai saat jarum jam menunjukkan pukul 5 sore. Dan hari Jumat merupakan hari favorit gue karena setelah hari ini gue bisa bersantai di hari Sabtu dan Minggu.

Sepulang ngantor, gue memutuskan pergi ke kampus berhubung temen-temen gue lagi pada nongkrong disana. Kebetulan juga udah hampir sebulan gue gak ngumpul bareng mereka.

Lagi-lagi hal memuakkan itu datang ketika gue pergi ke kampus disaat jam pulang kantor. Jalan Suci lagi macet-macetnya. Rasanya gue pengen pulang aja ke rumah. Tapi di rumah pun mau apa ? Paling istirahat lagi di kamar. Gue pun memilih tetap pergi ke kampus meskipun harus menempuh kemacetan di jalan. Karena teman selalu bisa menjadi tempat gue menghilangkan penat.

Kurang lebih 45 menit gue udah sampai di kampus. Gue berjalan menuju kantin kampus setelah memarkirkan motor, tempat teman-teman berada. Dan gue pun disambut dengan sebuah teriakan dari seorang teman yang seketika membuat gue tersenyum dan bersemangat buat melempar tas tepat di depan mukanya.

Quote:

Gue pun menyimpan tas dan mulai bergabung bersama mereka, para alumni-alumni bedebah yang masih berani menginjakkan kaki di kampus. Belagu amat gue ngomong kaya gitu. Jelas aja, gue kan masih berstatus mahasiswa. Mahasiswa yang masih berjuang melawan Tugas Akhir yang terus-menerus menjajah.

Gak lupa gue selalu memesan kopi di Pak Komar, penjual minuman dan roti kukus di kantin kampus yang selalu menjadi andalan gue. Hari ini, di tempat ini, gue menghabiskan waktu dengan gelak tawa bersama teman.

***


Setelah itu, gue pulang pada pukul setengah 9 malam untuk selanjutnya pergi menyambangi teman-teman rumah yang lagi pada kumpul juga di angkringan. Letaknya memang di sekitaran rumah gue gak terlalu jauh.

Sama halnya dengan di kampus tadi. Disini pun gue menghabiskan waktu dengan gelak tawa hingga larut malam. Bahkan seringkali gue menjadi sasaran empuk ketika kata "jomblo"keluar dari salah satu mulut mereka. Dan terkadang gue suka mem-bully mereka balik karena ketika mereka ada masalah dengan pacar masing-masing, gue yang seorang jomblo selalu diandalkan sebagai tempat untuk bercerita. Tentunya dengan konteks candaan.

Ketika jam menunjukkan pukul setengah 12 malam, kita semua kembali pulang ke rumah masing-masing dan seperti biasa ketika tiba di rumah, lampu dalam rumah udah dalam keadaan padam pertanda saudara gue udah pada tidur.

Buru-buru gue ganti baju dan cuci muka buat segera bersantai di kamar. Tak lupa gue menyalakan laptop dam menyeduh secangkir kopi sebagai peralatan perang untuk melalui malam.

Semua udah siap. Lagu dari Alterbridge dengan judul Watch Over You menjadi lagu pembuka di malam sunyi ini, sambil memandangi langit malam yang terpampang di luar jendela kamar.

Entah kenapa kali ini gue gak bergairah buat sekedar nongkrong di depan laptop sambil browsingan. Mau langsung tidur pun apa daya, gue gak ngantuk. Yang gue lakukan hanya melipat-lipat kertas kosong di meja belajar sambil chatting sama Chika via BBM seharian ini.

Ketika Chika mengirimkan foto Ola yang baru disadari mulai beranjak remaja…

Quote:

Wah…biasanya celetukan-celetukan kaya gini bakal berujung pada obrolan tentang gue dan dia.

Quote:

Gue terkejut ketika membaca kata itu. Kenapa dia bisa tau !

Quote:


Quote:
Diubah oleh ajprime 27-08-2016 15:37
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.