TS
CSdnadychi
Review Your Character
Halo semuanya 
Sebelumnya, saya ucapkan selamat datang di thread terbaru ini. Setelah beberapa lama (atau emang sudah lama) nggak pernah ngebuat thread di forbuk, akhirnya saya memutuskan kembali untuk membuat satu thread di sini.
Kalau membaca judul di atas, pasti kalian jadi terheran-heran, me-review karakter? Kedengaran agak aneh, kan? Ehm..., jadi begini, kita sudah sering membaca atau pun melihat review-review novel yang bertebaran, entah di blog, thread katalog, atau pun di goodreads. Dalam review-review tersebut, tentu sekali-dua kali (jika di pe-review rajin dan teliti) kita bisa menemukan bagaimana pendapat pereview/peresensi mengenai karakter dari tokoh pada novel tersebut. Namun, biasanya, review ini sekilas, mungkin paling banyak sekitar 1 paragraf, tidak secara mendalam.
Nah, saya membuat thread ini bertujuan untuk mengumpulkan pendapat-pendapat kalian mengenai karakter-karakter tokoh dalam novel-novel yang pernah kalian baca. Entah itu karakter yang amat kalian sukai atau kalian benci, silakan di-review di thread ini. Analisis seperti apa watak, sikap, tindak-tanduk, bahkan mungkin, kalian bisa pura-pura menjadi ahli kejiwaan untuk mengira-ngira kenapa tokoh ini bisa begitu ababil atau bisa begitu sadis.
Jangan lupa sertakan judul novel, ciri fisik tokoh, atau kalau bisa ya sekalian gambaran seperti apa tokohnya (kalau nemu gambar yang pas dengan tokoh yang kamu bayangin).
Untuk contohnya, silakan dilihat pada salah satu karakter yang akan saya review sebentar lagi. HATI-HATI kemungkinan besar kalian juga akan menemukan spoiler cerita di sini, karena itu, disarankan bagi pereview karakter, jika memang ingin membeberkan jalan cerita atau bahkan endingnya, silakan pakai tag spoiler. (Kalau saya mah, suka-suka aja dikasih spoiler, jadi gak masalah
).
Nah, ayo kita analisis seperti apa karakter-karakter tokoh dalam novel. Siapa tahu, dari karakter-karakter ini, kita pun bisa belajar membuat karakter penokohan yang kuat (bagi para penulis), atau bagi yang lainnya, kita bisa mengambil sisi positif dari menganalisa para karakter dalam novel.
ini salah satu review tokoh yang saya buat. silakan dilihat
Andrew Gregory McGallaghan

Sebelumnya, saya ucapkan selamat datang di thread terbaru ini. Setelah beberapa lama (atau emang sudah lama) nggak pernah ngebuat thread di forbuk, akhirnya saya memutuskan kembali untuk membuat satu thread di sini.

Kalau membaca judul di atas, pasti kalian jadi terheran-heran, me-review karakter? Kedengaran agak aneh, kan? Ehm..., jadi begini, kita sudah sering membaca atau pun melihat review-review novel yang bertebaran, entah di blog, thread katalog, atau pun di goodreads. Dalam review-review tersebut, tentu sekali-dua kali (jika di pe-review rajin dan teliti) kita bisa menemukan bagaimana pendapat pereview/peresensi mengenai karakter dari tokoh pada novel tersebut. Namun, biasanya, review ini sekilas, mungkin paling banyak sekitar 1 paragraf, tidak secara mendalam.
Nah, saya membuat thread ini bertujuan untuk mengumpulkan pendapat-pendapat kalian mengenai karakter-karakter tokoh dalam novel-novel yang pernah kalian baca. Entah itu karakter yang amat kalian sukai atau kalian benci, silakan di-review di thread ini. Analisis seperti apa watak, sikap, tindak-tanduk, bahkan mungkin, kalian bisa pura-pura menjadi ahli kejiwaan untuk mengira-ngira kenapa tokoh ini bisa begitu ababil atau bisa begitu sadis.

Jangan lupa sertakan judul novel, ciri fisik tokoh, atau kalau bisa ya sekalian gambaran seperti apa tokohnya (kalau nemu gambar yang pas dengan tokoh yang kamu bayangin).

Untuk contohnya, silakan dilihat pada salah satu karakter yang akan saya review sebentar lagi. HATI-HATI kemungkinan besar kalian juga akan menemukan spoiler cerita di sini, karena itu, disarankan bagi pereview karakter, jika memang ingin membeberkan jalan cerita atau bahkan endingnya, silakan pakai tag spoiler. (Kalau saya mah, suka-suka aja dikasih spoiler, jadi gak masalah
).Nah, ayo kita analisis seperti apa karakter-karakter tokoh dalam novel. Siapa tahu, dari karakter-karakter ini, kita pun bisa belajar membuat karakter penokohan yang kuat (bagi para penulis), atau bagi yang lainnya, kita bisa mengambil sisi positif dari menganalisa para karakter dalam novel.

Selamat menganalisa! 



ini salah satu review tokoh yang saya buat. silakan dilihat

Andrew Gregory McGallaghan
Diubah oleh CSdnadychi 12-11-2014 13:00
0
5.7K
16
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Buku
7.8KThread•4.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
CSdnadychi
#5
Beatrice Prior / Tris

Nama :Beatrice Prior
Panggilan : Tris
Tokoh dalam :
1. Divergent
2. Insurgent
3. Allegeiant
Genre : Young Adult, Science Fiction, Romance
Penulis : Veronica Roth
Terbitan : Mizan Fantasi
Maaf, ya, setelah sekian lama, postingan di trit ini baru di update sekarang

Nah, seperti reserved saya dulu, sekarang saya mau membicarakan mengenai Beatrice Prior atau biasa dipanggil Tris dalam novel trilogi Divergent. Sebelumnya, berhubung sudah ada filmnya, jadi saya ndak perlu menampilkan ciri-ciri fisiknya, ya. Saya langsung ambil foto pemeran Tris di film Divergent

Sudah lama sekali saya membaca buku Divergent, tepatnya sekitar 4-5 bulan yang lalu. Awal mula buku ini beredar, sebenarnya saya ndak terlalu tertarik untuk membacanya, karena terbayang-bayang dengan Hunger Games. Namun, begitu melihat thriller filmnya, saya pun mulai berpikir, 'wah..., ceritanya keknya asik nih' dan jadilah saya ngubek-ngubek di toko buku untuk nyari buku ini. Saya nyari yang cover lama, eh, dapetnya yang cover film. Sialnyaaaaa.....


Nah, awal mula dari buku ini menceritakan soal kehidupan Tris. Bagaimana setiap di antara mereka terkotak-kotak menjadi beberapa bagian yang didasarkan oleh 'emosi'. Ya, saya kira emosi paling tepat. Yang pertama dan awal mula kehidupan Tris adalah berasal dari kelompok/faksi Abgenation yang cinta kedamaian, rendah hati, dan tenang. Kemudian ada kelompok Dauntless, lalu ada Amity, Erudite, dan terakhir adalah Candor. Masing-masing faksi memiliki ciri-ciri khususnya sendiri dan didasarkan pada emosi atau karakter.
Sejujurnya, saya sama sekali kurang sreg dengan cara pengarang membagi kelompoknya dalam faksi-faksi seperti ini. Memang, akan sangat menarik jika sekelompok orang disatukan dari karakter mereka, tapi menurut saya itu justru menjadi sebuah tanda tanya besar. Kenapa? Karena sifat dasar manusia yang berubah-ubah. Berbeda dari Hunger games yang kelompoknya terbagi menjadi beberapa distrik berdasarkan apa yang mereka hasilkan untuk Capitol, dalam Divergent, saya mendapati dari awal bahwa pengelompokan orang yang berdasarkan karakter justru memang sudah membawa masalah dari awal. Selain pengelompokan yang tidak masuk akal ini, saya juga mendapati ada adegan-adegan kurang penting yang dimaksudkan seperti keren-kerenan saja. Contohnya, adegan melompat keluar-masuk ke kereta yang sedang berjalan. Ini adegan paling fatal menurutku. Bisa bayangin, nggak, ada orang yang bisa keluar-masuk kereta yang sedang berjalan cepat tanpa cedera sedikit pun? Kecepatan kereta itu tinggi lho. Nggak masuk akal kalau bisa selamat. Trus, yang jadi tanda tanya di sini adalah, dari mana datangnya itu keretaaaaaaaa????? Tiap kali si Tris mau pergi, itu kereta ada aja, seolah-olah memang dipersiapkan untuk kendaraan para Dauntless.
Ah, sudahlah, kenapa saya jadi pengin misuh-misuh soal bukunya, ya. Ini kan saya mau review soal karakter Tris di Divergent, ya. Ehm, singkat saja mengenai karakter Tris ini. Dia itu... MENYEBALKAN!
Iya, serius, menyebalkan. Beatrice Prior awalnya menarik dalam tampilan karakternya yang sederhana dan santun, lalu sedikit mempunyai karakter memberontak yang tersembunyi. Dia jelas berbeda dari Katniss walaupun ingin dipersiapkan seperti Katniss. Di buku pertamanya, Divergent, kehidupan Tris hanya berpusat pada pelatihannya sebagai anggota muda Dauntless. Kebanyakan nggak menarik sih, apalagi ada kisah lope-lopeannya ama si Four. Tris beranggapan bahwa dirinya kuat, tetapi pada dasarnya saya kira dia ini ababil yang sok tahu dan cuek bebek. Apakah dia tipikal orang yang peduli terhadap orang lain? NGGAK! Aku merasa dia ini egois. Terutama ketika di bagian akhir, saat dia
Spoiler for apa ya:
. Ini beneran bikin saya jengkel setengah mati.Waktu dia kehilangan keluarganya, hanya begitu doang reaksinya??? Katanya dia sayang ama Ibu dan Ayahnya. Tapi begitu doang? Iya, sik, saya nyadar, mereka lagi di tengah pertempuran jadi nggak bisa nangis menye-menye. Tapi, begitu saya membaca awal mula Insurgent, saya ndak mendapati kesedihan Tris setelah kehilangan keluarganya. Saya kira, dia malah lempeng-lempeng aja. Malah, ketika berhadapan dengan Four, baru kelihatan melasnya dan menye-menyenya.
Duh..., aku beneran geregetan sama Tris deh.

Antara 1 sampai 10, aku kasih nilai 4 untuk karakter Tris.

Diubah oleh CSdnadychi 12-03-2015 21:03
0