- Beranda
- The Lounge
[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!
...
TS
mrmildhunter
[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://s.kaskus.id/images/2014/11/12/3101737_20141112075706.gif)
MAKASIH BANYAK GAN INI HT #1 ANE DI THREAD #1 ANE 

Spoiler for HT#1:
MAKASIH GAN CENDOL SAMA RATENYA
Spoiler for Cendol:
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://s.kaskus.id/images/2014/11/12/3101737_20141112075807.gif)
Spoiler for Cek:
Berikut adalah bahaya pada saat musim hujan yang kini sedang di alami oleh Indonesia[/QUOTE]
Quote:
Siaga Banjir
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/esubijono.files.wordpress.com/2013/01/banjir-jkt-bunderan-hi.jpg?w=500&h=333)
Sebuah banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami.
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/esubijono.files.wordpress.com/2013/01/banjir-jkt-bunderan-hi.jpg?w=500&h=333)
Sebuah banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan.Ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain.
Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami.
Quote:
11 Provinsi yang sering dilanda banjir :
Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Barat,DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogjakarta dan Jawa Timur.
Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Barat,DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogjakarta dan Jawa Timur.
Quote:
Banyak sekali dampak yang di timbulkan oleh banjir ini dimulai dari kerugian materiil sampai korban jiwa pun dapat terjadi .
Dampak Yang Timbul Akibat Banjir :
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/www.radarjakarta.com/foto_berita/55jalan%20rusak.jpg)
Mampu merusak berbagai jenis struktur,
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/4.bp.blogspot.com/-XE7-rC5tm8s/UtjQV6p4ByI/AAAAAAAAAvo/FaB-oa2G81U/s1600/Leptospirosis.JPG)
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/08/22/237082/670x335/kondisi-ekonomi-saat-ini-berbeda-dengan-krisis-1998-dan-2008.jpg)
Ekonomi
Dampak Yang Timbul Akibat Banjir :
Spoiler for 1. Primer:
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/www.radarjakarta.com/foto_berita/55jalan%20rusak.jpg)
Mampu merusak berbagai jenis struktur,
- Jembatan
- Kendaraan
- Bangunan
- Sistem Drainase
- Infrastruktur Jalan
- Dll
Quote:TEMPO.CO, Jakarta - Hujan yang terus mengguyur Jakarta sejak Desember 2013 lalu menyebabkan jalanan di Ibu Kota banyak yang rusak. Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Juani mengatakan hujan ditambah tonase kendaraan menyebabkan jalan mudah rusak.
Berikut titik jalan rusak di Ibu Kota:
1. Jakarta Pusat:
- Dekat Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 21 Kemayoran.
- Gunuh Sahari dekat Kementerian Keuangan.
- Jalan Penjernihan.
- Jalan Tomang Raya.
- Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Gajah Mada.
2. Jakarta Utara:
- Jalan RE Marta Dinata.
- Akses keluar-masuk Terminal Tanjung Priok.
- Akses masuk Kawasan Muara Angke.
- Muara Karang.
- Jalan Yos Sudarso.
- Jalan Cilincing.
3. Jakarta Barat:
- Jalan Mangga Besar.
- Jalan Jelambar Utama dan Jalan Jelambar Madya.
- Jalan Panjang.
- Petamburan.
- Jalan Raya Daan Mogot hingga Kalideres.
- Kedoya.
4. Jakarta Selatan:
- Jalan Kemang Utara.
- Jalan Mampang Raya.
- Jalan Bungur Dalam.
- Akses masuk Ragunan.
- Jalan TB Simatupang.
5. Jakarta Timur:
- Jalan Taruna Raya.
- Jalan Dewi Sartika.
- Jalan Mualim Aminudin.
- Jalan Kayu Putih Tengah.
Quote:
HATI HATI DALAM BERKENDARA SELALU LIHAT KEADAAN SEKITAR KETIKA HUJAN !
Spoiler for 2. Sekunder:
- Persediaan air – Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka.
- Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air.
- Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen. Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat.
- Pepohonan - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.
- Transportasi - Jalur transportasi rusak, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan.
Spoiler for 3. Tersier:
![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/08/22/237082/670x335/kondisi-ekonomi-saat-ini-berbeda-dengan-krisis-1998-dan-2008.jpg)
Ekonomi
- menurunnya minat wiasatawan
- biaya pembangunan kembali
- kelangkaan makanan (Skala Besar)
- kenaikan harga sandang pangan
- dll.
SOLUSI
Hal kecil yang sebenernya paling kita dapat lakukan seperti tapi setidaknya mengurangi dampak banjir:
- Buang Sampah Pada Tempatnya !!!!
Spoiler for sampah:
Gampang bener kan itu ? Saya suka kesal ketika ada yang buang sampahbukan pada tempatnya padahal hal tersebut sangatlah mudah dilakukan oleh MANUSIA.
- Alasan Klassik :
- Gak Ada Tong Sampah

Solusi : Selalu Sediakan Kantong Plastik dari Rumah / dimana saja , toh kantong plastik beratnye paling brp "gram" dan FLEKSIBEL
- Orang Malas berdiri dan berjalan menuju tempat sampah. (Eh mbujud timbang gerak dikit aje males bener
)
Quote:Entah itu disebabkan oleh posisi tubuh yang sudah Pewe, asyik mengerjakan sesuatu, baik itu game, browsing, dan menonton tayangan televisi maupun video. Dan pastinya merasa malas untuk membuang sampah walaupun jaraknya hanya 3-4 meter.
Solusi : Kesadaran Mau Bergerak (Paling cuma berapa detik ke tmt sampah gak akan menghabiskan waktu agan
)
- Kebiasaan sejak kecil
Quote:Hal ini mungkin disebabkan oleh lingkungan atau meniru orangtua, kakak, atau siapa pun yang biasa membuang sampah tidak pada tempatnya. Biasanya hal ini ditiru oleh anak-anak yang masih dalam tahap pembelajaran dan terbawa hingga dewasa.
Solusi : Niat Untuk Berubah dan Mencintai Lingkungan (Mungkin Hal ini paling sulit dilakukan jika sudah mendarah daging tapi denganNIAT dan ACTION semua bisa dilakukan )
- Tidak ada yang melihat dan melarang.
Quote:Hukum atau perundang-undangan tentang larangan membuang sampah sembarangan di Indonesia memang belum ada. Hanya beberapa kota yang telah merilis Perda mengenai larangan ini seperti ibukota Jakarta. Pada dasarnya tipikal orang Indonesia adalah individu-individu yang patuh terhadap hukum, karena takut didenda. Baik dari segi adat istiadat, sampai hukum ketatanegaraan. Bayangkan bila orang yang ketahuan membuang sampah sembarangan, didenda Rp. 1 juta dan kurungan minimal 5 bulan. Pasti akan menghasilkan efek jera kepada yang melanggar.
Solusi : Sadar akan lingkunganmu toh gak rugi juga kan buang sampah pada tempatnya .
- Mengandalkan petugas kebersihan (OB).
Quote:Memang secara tupoksi, OB dan petugas kebersihan lainnya bertugas dan bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan tempatnya bekerja. Namun bila dibiarkan, akan menjadi kebiasaan di berbagai tempat, dan akan ditiru oleh teman, saudara, bahkan anak cucu kita nantinya.
Solusi : Gak Susah kok gan buang sampah pada tempatnya , its easy
Quote:Kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai khalifah di bumi. So, jangan wariskan keburukan dan bencana kepada anak cucu, tapi wariskan keasrian dan ketentraman agar kehidupan ini tetap berjalan sebagaimana mestinya.
- Kebiasaan sejak kecil
- Membuat Sumur Resapan Biopori
Spoiler for Sumur Resapan:
Sumur Resapan (infiltration Well) adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang dibuat untuk menampung air hujan/aliran permukaan agar dapat meresap ke alam tanah. Biopori merupakan lubang vertikal ke dalam tanah yang berfungsi meningkatkan laju peresapan air hujan. Pembuatan lubang resapan biopori ke dalam tanah secara langsung akan memperluas bidang permukaan peresapan air, seluas permukaan dinding lubang.
Biopori atau sumur resapan merupakan teknik baru dalam memperbaiki lingkungan yang ada di sekitar kita. Membuat biopori atau sumur resapan memang tidak serta merta mengatasi masalah krisis air tanah. Tetapi paling tidak, pembuatannya dapat lebih cepat mengalirkan air permukaan ke dalam tanah. Jadi, selain menambah pasokan air di dalam tanah, sumur ini juga bisa mengurangi banjir.
Quote:Quote:Cara pembuatan sumur resapan air pada rumah dengan talang air adalah sebagai berikut:
- Buat sumur dengan diameter 80-100 cm sedalam 1,5 m namun tidak
melebihi muka air tanah. - Untuk memperkuat dinding tanah, gunakan buis beton, pasangan bata
kosong (tanpa plesteran) atau pasangan batu kosong. - Buatlah saluran pemasukan yang mengalirkan air hujan dari talang ke
dalam sumur resapan dengan menggunakan pipa paralon. - Buatlah saluran pembuangan dari sumur resapan menuju paritng
berfungsi membuang limpahan air saat sumur resapan kelebihan air.
Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari muka air tanah
tertinggi pada selokan drainase jalan tersebut. - Isi lubang sumur resapan air dengan koral setebal 15 cm.
- Tutup bagian atas sumur resapan dengan plat beton. Di atas plat beton
ini dapat diurug dengan tanah.
Quote:Biopori mempunyai berbagai fungsi antara lain :
- Membantu meresapkan air hujan ke dalam tanah. Air hujan tidak
terbuang percuma ke laut. - Penyubur tanah. Sampah dedaunan yang dimasukkan dalam lubang ini
akan menjadi pupuk alami yang dapat menyuburkan tanah. Karena itu,
setelah sekian lama lubang biopori ini ditutup dan dibuat lubang yang
lain lagi, maka akhirnya tanah secara keseluruhan akan menjadi subur. - Mengurangi penumpukan sampah. Sampah rumah tangga (organik) dapat dimasukkan ke dalam lubang ini.
- Terhindar berbagai jenis penyakit.
- Penghasil kompos. Sampah organik yang telah dimasukkan ke dalam lubang resapan ini, dapat diambil setelah 1-2 bulan.
- Mengurangi genangan air.
- Mengurangi emisi gas rumah kaca (CO₂ dan metan)
- Mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan air
- Menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah
- Selalu SIAGA WASPADA SIGAP
Spoiler for SIAGA SIGAP WASPADA:![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://dl.kaskus.id/1.bp.blogspot.com/-ST6OzOw3Tcs/UtGVs9zpWsI/AAAAAAAAACo/aANXTRfvAXo/s1600/poster_banjir.jpg)
[QUOTE] Sebelum Terjadinya Banjir
- Segera mungkin dapatkan pengumuman resmi dari sumber yang dapat dipercaya tentang banjir di wilayah Anda.
- Pastikan anda mencatat nomor telepon Posko Banjir di bawah ini untuk memperoleh informasi awal tentang bencana banjir di daerah anda (Posko Banjir/Satlak PBP)
- Dengarkan tentang perkembangan situasi melalui media elektronik radio FM/AM atau televisi Anda juga via RT/RW lingkungan Anda. Dan jangan mudah terpancing isu. Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
- Periksa & bersihkan lubang saluran pembuangan air anda. Pastikan tidak ada masalah.
- Jika daerah Anda dipastikan menjadi langganan banjir setiap tahunnya, pastikan Anda dan keluarga Anda mengetahui jalur evakuasi dan tempat pengungsian dan letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
- Pastikan bahwa Anda dan keluarga anda tahu benar dimana POSKO banjir terdekat dari rumah Anda.
- Buat perencanaan dengan keluarga, kalau perlu latihan evakuasi keluarga, sebagai persiapan jika banjir benarbenar datang.
- Sediakan Perlengkapan P3K dan alat-alat standard penyelamatan.
- Pastikan seluruh anggota keluarga Anda mengetahui langkah darurat jika banjir tiba.
Quote:Saat Hampir Banjir
- Dengar pengumuman dan berita dari radio.
- Penuhi tong, bak mandi, ember dan segala wadah air lainnya dengan air bersih. Karena saat banjir, air mungkin menjadi kotor dan sulit mendapatkan air bersih.
- Bawalah masuk perabot atau perkakas di luar rumah.
- Letakkan dokumen penting di tempat yang aman atau masukkan pada wadah yang kedap/tahan air, agar tidak rusak.
- Tutuplah dengan aman stop kontak listrik, jika perlu padamkan listrik dan saluran gas rumah Anda.
- Beritahu anggota keluarga Anda dan bersiaplah untuk mengungsi.
- Pastikan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana, telah disiapkan & berada ditempat yang mudah dijangkau.
Quote:Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam rumah)
- Terus pantau pengumuman dan berita dari radio. Dan jangan mudah terpancing isu.Dengarkan hanya informasi dari pemerintah atau aparat berwenang.
- Siap sedialah dengan semua peralatan darurat standard, termasuk tas siaga bencana. Jangan keluar dari rumah kecuali telah dipastikan bahwa perlengkapan ini anda bawa.
- Perhatikan jalur evakuasi & tempat pengungsian yang telah dibuat oleh keluarga anda.
- Ingatlah bahwa aparat memerlukan waktu untuk tiba dilokasi pada saat bencana.
- Jika diarahkan oleh POSKO dan/atau RT/RW untuk keluar dan mengungsi, segera lakukan!
Quote:Saat Banjir Tiba (Ketika berada di luar rumah)
- Pergilah ke tempat yang tinggi dan aman.
- Hindari melalui kawasan banjir, arus yang deras dapat menghanyutkan Anda dan keluarga Anda.
- Jangan berjalan-jalan/melihat-lihat/berenang-renang di kawasan banjir, baik dengan rakit maupun berjalan kaki, berbahaya!
- Jangan sampai menyentuh kabel-kabel yang jatuh atau Jangan menyentuh tiang listrik.
- Awasi anak-anak, jangan biarkan mereka bermain-main di saluran air, sungai atau kawasan banjir dan arus deras lainnya.
- Jangan minum dan memasak dengan air banjir.
Quote:Saat Banjir Tiba (Ketika berada di dalam kendaraan)
- Terus pantau pengumuman dan berita dari radio.
- Jangan terus mengarungi/melalui kawasan banjir, segeralah berbalik arah.
- ika kendaraan Anda terhenti (mogok atau terjebak dalam kemacetan), segera kunci kendaraan Anda dan tinggalkanlah.
- Segeralah pergi ke tempat yang aman. Nyawa Anda jauh lebih berharga.
Quote:Saat evakuasi
- Apabila menerima pengarahan untuk evakuasi/mengungsi, segeralah mengungsi.
- Segeralah mengungsi lebih awal, jauh sebelum air banjir meningkat atau saat hari masih siang, karena lebih mudah dan aman bagi Anda dan keluarga Anda.
- Ikuti pengarahan yang diberikan POSKO dan/atau RT/RW.
- Jangan mengganggu kerja aparat yang sedang memberikan bantuan dan mengevakuasi korban, karena hanya akan memperkeruh keadaan.
- Tetap waspada akan bahaya bencana susulan, selamatkan diri dan keluara anda ke tempat yang aman atau lokasi pengungsian, dan jangan kembali ke tempat bencana.
Quote:Setelah Banjir Reda & Saat Memasuki Bangunan
- Dengar pengumuman radio atau tunggu pengarahan dari POSKO dan/atau RT/RW, jangan kembali ke rumah sebelum diperbolehkan atau sebelum keadaan benarbenar aman.
- Beri bantuan kepada anggota keluarga Anda yang lemah (Orang tua, anak-anak, orang-orang sakit atau cacat).
- Periksa rumah Anda, lihat jika ada tanda-tanda retakan di dinding atau kerusakan-kerusakan lainnya, mungkin berbahaya.
- Jangan memasuki rumah yang masih dibanjiri air, berhat-hatilah dengan berbagai bahaya-bahaya yang tersembunyi.
- Pastikan anda memasuki rumah/bangunan menggunakan sepatu bot karet dan pelindung kepala/helm.
- Periksa kerusakan dinding, lantai, pintu dan atap.
- Periksa kemungkinan binatang atau serangga beracun dan berbahaya di dalam rumah (ular, kalajengking, kelabang dll).
- Gunakan batang kayu (kering) untuk memindahkan berbagai kotoran/timbunan barang yang berserak dilantai rumah Anda, untuk menghindari segala resiko seperti tersengat listrik atau digigit binatang beracun.
- Perhatian atap/enternit dan plaster dinding yang mungkin retak, rusak dan jatuh, agar tidak menimpa anggota keluarga.
- Buat sumur dengan diameter 80-100 cm sedalam 1,5 m namun tidak
- Aplikasi SIAGA BANJIR
Spoiler for Aplikasi:
Salah satu karya anak Indonesia
tapi Aplikasi ini hanya mencakup untuk DKI Jakarta 
Siaga Banjir adalah aplikasi untuk memantau ketinggian pintu air yang ada di kota Jakarta. Saat musim hujan tiba, ketinggian pada masing-masing pintu air akan mengalami perubahan yang tak menentu dan bisa menjadi bahaya seiring dengan cuaca yang semakin buruk.
Terdapat 12 pintu air yang dapat dipantau dengan Siaga Banjir:
1. Katulampa
2. Pesanggrahan
3. Angke Hulu
4. Cipinang Hulu
5. Angker Hulu
6. Depok
7. Manggarai
8. Karet
9. Waduk Pluit
10. Pasar Ikan
11. Pulo Gadung
12. Krukut Hulu
Fungsi yang ada pada Siaga Banjir:
- Rangkuman status terakhir (Normal/Waspada/Rawan/Kritis) dari seluruh pintu air yang mempengaruhi kota Jakarta.
- Detail masing-masing pintu air, seperti lokasi pintu air dan grafik perubahannya selama 6 jam terakhir.
- Menyimpan beberapa lokasi (rumah/sekolah/kantor) dan memberikan rekomendasi untuk dipantau pengaruhnya terhadap perubahan ketinggian di pintu air.
- Informasi perbedaan status ketinggian air dan pengaruhnya terhadap warga Jakarta.
- Notifikasi apabila ketinggian pintu air menjadi berbahaya dan akan menyebabkan banjir pada daerah tertentu.
Ayo bantu sebarkan ketinggian pintu air untuk menanggulangi banjir di Jakarta bersama.
Quote:MAKASIH SUDAH BERKUNJUNG DI THREAD PERTAMA ANE , MOHON MAAF KALAU ADA SALAH SALAH ANE CUMA MUA BELAJAR MEMBUAT THREAD YANG BAIK

Spoiler for Sumber:[URL="panduan Banjir"]http://dmii.or.id/panduan-praktis-siaga-banjir/[/URL]
Banjir
Biopori
Tempo
APLIKASI BANJIR
Ada tambahan dari Kaskuser
Spoiler for Postingan:
Quote:UPDATE GAN
Spoiler for Update:
Quote:![[Hati-Hati] Bahaya Pada Saat Musim Hujan !!](https://s.kaskus.id/images/2014/11/13/3101737_20141113072156.jpg)
Quote:
MULAILAH PEDULI DENGAN LINGKUNGAN WALAUPUN DENGAN HAL HAL KECIL SEKALIPUN
- Alasan Klassik :
Diubah oleh mrmildhunter 13-11-2014 19:22
0
75.8K
Kutip
730
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•104.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
mrmildhunter
#11
update
Quote:
makasih gan haha ..
moga moga bermanfaat buat semuanya

ADA TAMBAHAN

Quote:
Original Posted By idenez►klo menurut ane: sampah lebih baik didaur ulang gan,,,
jangan dibuang percuma,,selain mencegah atau mengurangi banjir
# sampah juga bisa mendatangkan berkah gan...berikut adalah meme karya ane sendiri gan:

jangan dibuang percuma,,selain mencegah atau mengurangi banjir
# sampah juga bisa mendatangkan berkah gan...berikut adalah meme karya ane sendiri gan:

Quote:
Original Posted By burmencia►Bahaya pas musim ujan ya jalanan licin gan..
Kalau berkendara dengan motor sebaiknya ngga usah ngebut2an..

Kalau berkendara dengan motor sebaiknya ngga usah ngebut2an..

HATI HATI KETIKA HUJAN LEBAT DI SERTAI ANGIN
Quote:
Original Posted By sprudulz►Mesti waspada juga parkir.. Jangan parkir dibawah pohon 

Quote:
Original Posted By rd.arifudin►yang suka bepergian jgan lupa kantong kersek selalu ada di jok motor buat hp ama dompet klo hujan dateng..
plastik gede buat laptop takutnya jas ujan masih tembus
plastik gede buat laptop takutnya jas ujan masih tembus
Quote:
Original Posted By fadelalwi►Pemerintah pusat harusnya menggalakkan pembuatan Sumur Resapan biopori di semua wilayah yang memungkinkan pembuatannya, mari kita membuat Sumur Resapan Biopori!
DKI Jakarta sudah memberlakukan sistem ini untuk semua gedung bertingkat
tinggal semua daerah juga menjalankan , toh ini juga untuk kepentingan bersama .
bukan hanya pemerintah juga tapi semua elemen masyarakat gan

tapi Pemerintah Pusat juga wajib menggalakkannya
Quote:
Original Posted By jangkrik.tshirt►
Jalan di depan MM UGM, perumahan deresan, dan beberapa lokasi lain kalo ujan lebat langsung tergenang semata kaki. Emang banjir di Jogja ga separah Jakarta, tapi kalo dibiarin bisa jadi Jakarta wanna be.
Jalan di depan MM UGM, perumahan deresan, dan beberapa lokasi lain kalo ujan lebat langsung tergenang semata kaki. Emang banjir di Jogja ga separah Jakarta, tapi kalo dibiarin bisa jadi Jakarta wanna be.
Quote:
Original Posted By durenmangga►solusi siaga banjir rakyat Indonesia masih rendah banget gan, BUANG SAMPAH, sakit banget kalo ngliat orang buang sampah sembarangan, ga bermaksud sombong, kadang ane suka mungut sampah dan ane buang sampah ke tempatnya, setelah mulai dari sendiri ane lanjutkan dengan memberi sentilan seperti itu
hehehe
hehehe
Quote:
Original Posted By condor87►kubangan air dimana2 gan, bikin rusak jalanan dan yang hidup diatasnya 
ane harap pemerintah bnr2 serius soal ini, dimulai dr kita sebagai individu harus menghormati lingkungan seperti buang sampah ditempatnya

ane harap pemerintah bnr2 serius soal ini, dimulai dr kita sebagai individu harus menghormati lingkungan seperti buang sampah ditempatnya

JONES

Quote:
Perspektif Agama Islam
Quote:
Original Posted By junkIST►Bagi saudara-saudara se-iman, berikut amalan pada musim hujan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Kita bersyukur kepada Allah, hujan yang kita nanti-nantikan telah tiba. Kita berharap, semoga hujan yang Allah turunkan, menjadi keberkahan bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.
Sebagai tanda syukur kepada Allah atas nikmat hujan yang Allah turunkan, sejenak kita akan mempelajari beberapa amalan sunah ketika hujan,
Pertama, merasa takut ketika melihat mendung gelap
Diantara kebiasaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau sangat takut ketika melihat mendung yang sangat gelap. Karena kehadiran mendung gelap, merupakan mukadimah adzab yang Allah berikan kepada umat-umat di masa silam. Sebagaimana yang terjadi pada kaum ‘Ad.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
أَن النبِى -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِى أُفُقِ السمَاءِ تَرَكَ الْعَمَلَ وَإِنْ كَانَ فِى صَلاَةٍ ثُم يَقُولُ « اللهُم إِنى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرهَا ». فَإِنْ مُطِرَ قَالَ « اللهُم صَيبًا هَنِيئًا »
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan gelap di ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya meskipun dalam shalat. Lalu beliau membaca, ‘Allahumma inni a’udzubika min syarriha’ [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya].” Apabila turun hujan, beliau membaca ‘Allahumma Shayyiban Hani’a’ [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat] (HR. Abu Daud 5101 dan dishahihkan al-Albani)
Mengapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan semua aktivitasnya?
Karena beliau takut, beliau keluar masuk rumah sambil berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan awan itu.
A’isyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,
كَانَ النبِى – صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى مَخِيلَةً فِى السمَاءِ أَقْبَلَ وَأَدْبَرَ وَدَخَلَ وَخَرَجَ وَتَغَيرَ وَجْهُهُ ، فَإِذَا أَمْطَرَتِ السمَاءُ سُرىَ عَنْهُ ، فَعَرفَتْهُ عَائِشَةُ ذَلِكَ ، فَقَالَ النبِى – صلى الله عليه وسلم – « مَا أَدْرِى لَعَلهُ كَمَا قَالَ قَوْمٌ ( فَلَما رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ .
Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung gelap di lanngit, beliau tidak tenang, keluar masuk, dan wajahnya berubah. Ketika hujan turun, baru beliau merasa bahagia. A’isyahpun bertanya kepada beliau apa sebabnya. Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Saya tidak tahu ini mendung seperti apa. Bisa jadi ini seperti yang disampaikan kaum ‘Ad, “Tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih” (HR. Bukhari 3206).
Kedua, Membaca doa ketika ada angin kencang
Ketika ada angin kencang, dianjurkan membaca doa,
اللهُم إِنى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرهَا وَشَر مَا فِيهَا وَشَر مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus.
A’isyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,
كَانَ النبِى -صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَصَفَتِ الريحُ قَالَ « اللهُم إِنى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرهَا وَشَر مَا فِيهَا وَشَر مَا أُرْسِلَتْ بِهِ »
Apabila ada angin bertiup, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa,
[doa di atas]
Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus. (HR. Muslim 2122).
Ketiga, Membaca doa ketika hujan turun
Ketika hujan turun, dianjurkan membaca,
اللهُم صَيباً ناَفِعاً
“Allahumma shoyyiban naafi’aa”
[Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat].”
Dari Ummul Mukminin, A’isyah radhiyallahu ‘anha,
إِن النبِى -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ: اللهُم صَيباً نَافِعاً
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].” (HR. HR. Ahmad no. 24190, Bukhari no. 1032, dan yang lainnya).
Dalam riwayat lain, beliau membaca,
اللهُم صَيبًا هَنِيئًا
“Allahumma shoyyiban hani’an”
[Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat].”
Keempat, Perbanyak doa ketika turun hujan
Dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدانِ الدعَاءُ عِنْدَ الندَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika azan dan doa ketika ketika hujan turun.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi; dan dihasankan al-Albani; lihat Shahihul Jami’, no. 3078)
Turunnya Hujan, Kesempatan Terbaik untuk Memanjatkan Do’a
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
’Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan, Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (al-Mughni, 2/294)
Kelima, Ngalap Berkah dari Air Hujan
Dalam al-Quran, Allah menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi,
وَنَزلْنَا مِنَ السمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَناتٍ وَحَب الْحَصِيدِ
Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf: 9)
Diantara bentuk ngalap berkah (tabarruk) yang diperbolehkan dalam syariat adalah ngalap berkah dengan air hujan. Bentuknya, dengan menghujankan sebagian anggota tubuh kita. Mengapa ini diizinkan? Jawabnya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
“Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لأَنهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبهِ تَعَالَى
“Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya).
An Nawawi menjelaskan,
ومعناه أَن الْمَطَرَ رَحْمَةٌ وَهِيَ قَرِيبَةُ الْعَهْدِ بِخَلْقِ اللهِ تَعَالَى لَهَا فَيُتَبَركُ بِهَا
“Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat. Rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertabaruk (mengambil berkah) darinya.” (Syarh Shahih Muslim, 6/195).
Kapan Dianjurkan Ngalap Berkah?
Kita simak keterangan an Nawawi,
وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ دَلِيلٌ لِقَوْلِ أَصْحَابِنَا أَنهُ يُسْتَحَب عِنْدَ أَولِ الْمَطَرِ أَنْ يَكْشِفَ غَيْرَ عَوْرَتِهِ لِيَنَالَهُ الْمَطَرُ
“Dalam hadits ini terdapat dalil yang pendukung pendapat ulama syafi’iyah tentang anjuran menyingkap bagian badan selain aurat pada awal turunnya hujan, agar bisa terguyur air hujan.” (Syarh Shahih Muslim, 6/196).
Contoh Bentuk Ngalap Berkah dengan Hujan
Praktek ngalap berkah ketika turun hujan, juga dilakukan oleh Ibnu Abbas. Ketika hujan turun, Ibnu Abbas menyuruh pembantunya (Jariyah) untuk mengeluarkan barang-barangnya, agar terkena hujan.
Dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Ibnu ‘Abbas,
أَنهُ كَانَ إِذَا أَمْطَرَتِ السمَاءُ، يَقُوْلُ: “يَا جَارِيةُ ! أَخْرِجِي سَرْجِي، أَخْرِجِي ثِيَابِي، وَيَقُوْلُ: وَنَزلْنَا مِنَ السمَاءِ مَاءً مُبَارَكاً
“Apabila turun hujan, beliau mengatakan, ”Wahai jariyah keluarkanlah pelanaku, juga bajuku”.” Lalu beliau membaca (ayat),
وَنَزلْنَا مِنَ السمَاءِ مَاءً مُبَارَكاً
“Dan Kami menurunkan dari langit air yang penuh barokah (banyak manfaatnya).” (QS. Qaaf: 9).” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 1228 dan dinyatakan shahih mauquf, sampai Ibnu Abbas).
Keenam, Membaca doa ketika melihat atau mendengar suara petir
Doa ini menunjukkan pengagungan kita kepada Allah. Di saat kita terheran karena melihat fenomena alam yang mengerikan, kita memuji Allah yang telah menciptakannya.
Diantara doa yang dianjurkan untuk kita baca, doa ketika melihat atau mendengar petir.
سُبْحَانَ الذِى يُسَبحُ الرعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Maha Suci Dzat, petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya.
Dari Amir, dari ayahnya Abdullah bin Zubair,
أَنهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ الرعْدَ تَرَكَ الْحَدِيثَ وَقَالَ سُبْحَانَ الذِى يُسَبحُ الرعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ. ثُم يَقُولُ إِن هَذَا لَوَعِيدٌ لأَهْلِ الأَرْضِ شَدِيدٌ
Apabila beliau mendengar petir, beliau berhenti bicara. Lalu membaca doa di atas. Kemudian beliau mengatakan, ‘Sungguh ini adalah ancaman keras bagi penduduk bumi.’ (al-Muwatha’, Malik, no. 1839 dan dihahihkan al-Albani dalam Shahih al-Kalim at-Thayib).
Demikianlah adab yang diajarkan dalam islam, mengisi setiap suasana keheranan, dan ketakutan dengan zikir dan memuji Sang Pencipta.
Ketujuh, Ketika Terjadi Hujan Lebat
Ketika turun hujan, kita berharap agar hujan yang Allah turunkan menjadi hujan yang mendatangkan berkah dan bukan hujan pengantar musibah. Karena itu, ketika hujan datang semakin lebat, dan dikhawatirkan membahayakan lingkungan, kita berdoa memohon agar hujan dialihkan ke daerah lain, agar lebih bermanfaat.
Di Madinah pernah terjadi hujan satu pekan berturut-turut, hingga banyak tanaman yang rusak dan binatang kebanjiran. Para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau berdoa,
اللهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللهُم عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشجَرِ
Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan membahayakan kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari 1013 & Muslim 2116).
Doa ini juga dianjurkan ketika merasa khawatir akan terjadi banjir.
Demikian beberapa adab yang bisa kita rutinkan selama musim hujan. Semoga Allah memberikan keberkahan di musim hujan ini.
Sumber :
http://www.konsultasisyariah.com/ama...ujan-bagian-01
http://www.konsultasisyariah.com/ama...ujan-bagian-02
Page one bila berkenan 👍
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Kita bersyukur kepada Allah, hujan yang kita nanti-nantikan telah tiba. Kita berharap, semoga hujan yang Allah turunkan, menjadi keberkahan bagi kehidupan manusia dan lingkungannya.
Sebagai tanda syukur kepada Allah atas nikmat hujan yang Allah turunkan, sejenak kita akan mempelajari beberapa amalan sunah ketika hujan,
Pertama, merasa takut ketika melihat mendung gelap
Diantara kebiasaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau sangat takut ketika melihat mendung yang sangat gelap. Karena kehadiran mendung gelap, merupakan mukadimah adzab yang Allah berikan kepada umat-umat di masa silam. Sebagaimana yang terjadi pada kaum ‘Ad.
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata,
أَن النبِى -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا فِى أُفُقِ السمَاءِ تَرَكَ الْعَمَلَ وَإِنْ كَانَ فِى صَلاَةٍ ثُم يَقُولُ « اللهُم إِنى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرهَا ». فَإِنْ مُطِرَ قَالَ « اللهُم صَيبًا هَنِيئًا »
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila melihat awan gelap di ufuk langit, beliau meninggalkan aktivitasnya meskipun dalam shalat. Lalu beliau membaca, ‘Allahumma inni a’udzubika min syarriha’ [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya].” Apabila turun hujan, beliau membaca ‘Allahumma Shayyiban Hani’a’ [Ya Allah jadikanlah hujan ini sebagi hujan yang bermanfaat] (HR. Abu Daud 5101 dan dishahihkan al-Albani)
Mengapa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan semua aktivitasnya?
Karena beliau takut, beliau keluar masuk rumah sambil berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan awan itu.
A’isyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,
كَانَ النبِى – صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى مَخِيلَةً فِى السمَاءِ أَقْبَلَ وَأَدْبَرَ وَدَخَلَ وَخَرَجَ وَتَغَيرَ وَجْهُهُ ، فَإِذَا أَمْطَرَتِ السمَاءُ سُرىَ عَنْهُ ، فَعَرفَتْهُ عَائِشَةُ ذَلِكَ ، فَقَالَ النبِى – صلى الله عليه وسلم – « مَا أَدْرِى لَعَلهُ كَمَا قَالَ قَوْمٌ ( فَلَما رَأَوْهُ عَارِضًا مُسْتَقْبِلَ أَوْدِيَتِهِمْ .
Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat mendung gelap di lanngit, beliau tidak tenang, keluar masuk, dan wajahnya berubah. Ketika hujan turun, baru beliau merasa bahagia. A’isyahpun bertanya kepada beliau apa sebabnya. Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Saya tidak tahu ini mendung seperti apa. Bisa jadi ini seperti yang disampaikan kaum ‘Ad, “Tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami”. (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih” (HR. Bukhari 3206).
Kedua, Membaca doa ketika ada angin kencang
Ketika ada angin kencang, dianjurkan membaca doa,
اللهُم إِنى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرهَا وَشَر مَا فِيهَا وَشَر مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus.
A’isyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,
كَانَ النبِى -صلى الله عليه وسلم- إِذَا عَصَفَتِ الريحُ قَالَ « اللهُم إِنى أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرهَا وَشَر مَا فِيهَا وَشَر مَا أُرْسِلَتْ بِهِ »
Apabila ada angin bertiup, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca doa,
[doa di atas]
Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan angin ini, kebaikan yang dibawa angin ini, dan kebaikan angin ini diutus. Dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan angin ini, keburukan yang dibawa angin ini, dan keburukan angin ini diutus. (HR. Muslim 2122).
Ketiga, Membaca doa ketika hujan turun
Ketika hujan turun, dianjurkan membaca,
اللهُم صَيباً ناَفِعاً
“Allahumma shoyyiban naafi’aa”
[Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat].”
Dari Ummul Mukminin, A’isyah radhiyallahu ‘anha,
إِن النبِى -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ: اللهُم صَيباً نَافِعاً
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].” (HR. HR. Ahmad no. 24190, Bukhari no. 1032, dan yang lainnya).
Dalam riwayat lain, beliau membaca,
اللهُم صَيبًا هَنِيئًا
“Allahumma shoyyiban hani’an”
[Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat].”
Keempat, Perbanyak doa ketika turun hujan
Dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
ثِنْتَانِ مَا تُرَدانِ الدعَاءُ عِنْدَ الندَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ
“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika azan dan doa ketika ketika hujan turun.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi; dan dihasankan al-Albani; lihat Shahihul Jami’, no. 3078)
Turunnya Hujan, Kesempatan Terbaik untuk Memanjatkan Do’a
Ibnu Qudamah dalam Al Mughni mengatakan, “Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ
’Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : Bertemunya dua pasukan, Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (al-Mughni, 2/294)
Kelima, Ngalap Berkah dari Air Hujan
Dalam al-Quran, Allah menyebut hujan sebagai sesuatu yang diberkahi,
وَنَزلْنَا مِنَ السمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَناتٍ وَحَب الْحَصِيدِ
Kami turunkan dari langit air yang berkah (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. (QS. Qaf: 9)
Diantara bentuk ngalap berkah (tabarruk) yang diperbolehkan dalam syariat adalah ngalap berkah dengan air hujan. Bentuknya, dengan menghujankan sebagian anggota tubuh kita. Mengapa ini diizinkan? Jawabnya, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukannya.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,
“Kami pernah kehujanan bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyingkap bajunya, lalu beliau guyurkan badannya dengan hujan. Kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa anda melakukan demikian?” Jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لأَنهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبهِ تَعَالَى
“Karena hujan ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Ahmad 12700, Muslim 2120, dan yang lainnya).
An Nawawi menjelaskan,
ومعناه أَن الْمَطَرَ رَحْمَةٌ وَهِيَ قَرِيبَةُ الْعَهْدِ بِخَلْقِ اللهِ تَعَالَى لَهَا فَيُتَبَركُ بِهَا
“Makna hadits ini adalah hujan itu rahmat. Rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertabaruk (mengambil berkah) darinya.” (Syarh Shahih Muslim, 6/195).
Kapan Dianjurkan Ngalap Berkah?
Kita simak keterangan an Nawawi,
وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ دَلِيلٌ لِقَوْلِ أَصْحَابِنَا أَنهُ يُسْتَحَب عِنْدَ أَولِ الْمَطَرِ أَنْ يَكْشِفَ غَيْرَ عَوْرَتِهِ لِيَنَالَهُ الْمَطَرُ
“Dalam hadits ini terdapat dalil yang pendukung pendapat ulama syafi’iyah tentang anjuran menyingkap bagian badan selain aurat pada awal turunnya hujan, agar bisa terguyur air hujan.” (Syarh Shahih Muslim, 6/196).
Contoh Bentuk Ngalap Berkah dengan Hujan
Praktek ngalap berkah ketika turun hujan, juga dilakukan oleh Ibnu Abbas. Ketika hujan turun, Ibnu Abbas menyuruh pembantunya (Jariyah) untuk mengeluarkan barang-barangnya, agar terkena hujan.
Dari Ibnu Abi Mulaikah, dari Ibnu ‘Abbas,
أَنهُ كَانَ إِذَا أَمْطَرَتِ السمَاءُ، يَقُوْلُ: “يَا جَارِيةُ ! أَخْرِجِي سَرْجِي، أَخْرِجِي ثِيَابِي، وَيَقُوْلُ: وَنَزلْنَا مِنَ السمَاءِ مَاءً مُبَارَكاً
“Apabila turun hujan, beliau mengatakan, ”Wahai jariyah keluarkanlah pelanaku, juga bajuku”.” Lalu beliau membaca (ayat),
وَنَزلْنَا مِنَ السمَاءِ مَاءً مُبَارَكاً
“Dan Kami menurunkan dari langit air yang penuh barokah (banyak manfaatnya).” (QS. Qaaf: 9).” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, no. 1228 dan dinyatakan shahih mauquf, sampai Ibnu Abbas).
Keenam, Membaca doa ketika melihat atau mendengar suara petir
Doa ini menunjukkan pengagungan kita kepada Allah. Di saat kita terheran karena melihat fenomena alam yang mengerikan, kita memuji Allah yang telah menciptakannya.
Diantara doa yang dianjurkan untuk kita baca, doa ketika melihat atau mendengar petir.
سُبْحَانَ الذِى يُسَبحُ الرعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Maha Suci Dzat, petir itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya.
Dari Amir, dari ayahnya Abdullah bin Zubair,
أَنهُ كَانَ إِذَا سَمِعَ الرعْدَ تَرَكَ الْحَدِيثَ وَقَالَ سُبْحَانَ الذِى يُسَبحُ الرعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ. ثُم يَقُولُ إِن هَذَا لَوَعِيدٌ لأَهْلِ الأَرْضِ شَدِيدٌ
Apabila beliau mendengar petir, beliau berhenti bicara. Lalu membaca doa di atas. Kemudian beliau mengatakan, ‘Sungguh ini adalah ancaman keras bagi penduduk bumi.’ (al-Muwatha’, Malik, no. 1839 dan dihahihkan al-Albani dalam Shahih al-Kalim at-Thayib).
Demikianlah adab yang diajarkan dalam islam, mengisi setiap suasana keheranan, dan ketakutan dengan zikir dan memuji Sang Pencipta.
Ketujuh, Ketika Terjadi Hujan Lebat
Ketika turun hujan, kita berharap agar hujan yang Allah turunkan menjadi hujan yang mendatangkan berkah dan bukan hujan pengantar musibah. Karena itu, ketika hujan datang semakin lebat, dan dikhawatirkan membahayakan lingkungan, kita berdoa memohon agar hujan dialihkan ke daerah lain, agar lebih bermanfaat.
Di Madinah pernah terjadi hujan satu pekan berturut-turut, hingga banyak tanaman yang rusak dan binatang kebanjiran. Para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau berdoa,
اللهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللهُم عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشجَرِ
Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan membahayakan kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari 1013 & Muslim 2116).
Doa ini juga dianjurkan ketika merasa khawatir akan terjadi banjir.
Demikian beberapa adab yang bisa kita rutinkan selama musim hujan. Semoga Allah memberikan keberkahan di musim hujan ini.
Sumber :
http://www.konsultasisyariah.com/ama...ujan-bagian-01
http://www.konsultasisyariah.com/ama...ujan-bagian-02
Page one bila berkenan 👍
Diubah oleh mrmildhunter 13-11-2014 11:18
0
Kutip
Balas

