Kaskus

News

stuka1788Avatar border
TS
stuka1788
[MILITARY FAN FICTION] PEMBAJAKAN DI METROTV
Disclaimer:


Cerpen Fan Fiction ini ane buat dan selesaikan pada tahun 2009 lalu, dan menggunakan nama tokoh-tokoh asli dengan urutan kejadian yang fiksi, tentu saja. Oleh karena cerita ini dibuat pada tahun 2009, maka keadaannya adalah sebagaimana pada tahun 2009, dan tidak untuk dilihat dengan kacamata pada tahun ini.

Cerpen ini akhirnya ane putuskan untuk rilis setelah menunggu selama 5 tahun, which is rentang waktu biasa dari sebuah statute of limitation, tapi terutama adalah menunggu sampai keadaan benar-benar lain dari saat ketika cerpen ini dibuat. Diharapkan cerpen akan update setidaknya 2 chapter setiap minggunya dimulai dari minggu ini hingga selesai.

Selamat menikmati...

DAFTAR ISI

Chapter I: Zero Hour

Chapter II: The V.I.Ps

Chapter III: Trojan Horse Pt 1

Chapter III: Trojan Horse Pt 2

Chapter IV: Breaking News

Chapter V: Executive Decision

Chapter VI: Fatal Mistake Pt 1

Chapter VI: Fatal Mistake Pt 2

Chapter VII: Father of Sons Pt 1

Chapter VII: Father of Sons Pt 2

Chapter VIII: Fortress Pt 1

Chapter VIII: Fortress Pt 2

Chapter IX: Company In Need

Chapter X: Inside Men

Chapter XI: The Fool's Plan Pt 1

Chapter XI: The Fool's Plan Pt 2

Chapter XII: March of The Volunteers Pt 1

Chapter XII: March of The Volunteers Pt 2

Chapter XIII: Enemies at The Gate Pt 1

Chapter XIII: Enemies at The Gate Pt 2

Chapter XIV: Thunderstorm Pt 1

Chapter XIV: Thunderstorm Pt 2

Chapter XV: Courage Under Fire Pt 1

Chapter XV: Courage Under Fire Pt 2

Chapter XV: Courage Under Fire Pt 3

Chapter XVI: Clean Shot


Diubah oleh stuka1788 13-11-2014 18:56
0
55.5K
179
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
Militer
KASKUS Official
20.4KThread10.7KAnggota
Tampilkan semua post
stuka1788Avatar border
TS
stuka1788
#141
Markas Komando Angkatan Udara
Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur
02.24 WIB


Para personel radar TNI-AU ribut luar biasa. Dua tanda tak dikenal terlihat mendekati ibukota dalam garis lurus yang apabila ditarik akan menuju ke MetroTV. Dua pesawat F-16A mencoba untuk mengintersep bogey itu, tapi satupun tak ada yang berhasil. Keributan ini pun tentu saja menarik perhatian Jend. Djoko Santoso dan Mars. Soebandrio.

"Apa sudah menerbangkan Sukhoi?" tanya Jend. Djoko.
"Sudah, tapi saya ragu apakah Sukhoi bisa lebih beruntung," kata Mars. Soebandrio, "mengingat F-16 kita saja..."
"Posisi mereka di mana?" tanya Jend. Djoko.
"Sebentar lagi memasuki Selat Sunda, dan diperkirakan dalam waktu 10 menit akan sampai di Jakarta," kata Mars. Soebandrio, "Sukhoi kita harus bisa menghalau mereka sebelum sampai Jakarta,"
"Persenjataan kita?" tanya Jend. Djoko.
"Sukhoi sudah dilengkapi rudal terbaru R-73 Archer, tapi itu rudal jarak pendek," kata Mars. Soebandrio, "kita tidak tahu apakah dua bogey itu berbahaya,"
"Siagakan batalion Arhanud," kata Jend. Djoko.
"Sudah kita siapkan di sepanjang jalan," kata Mars. Soebandrio.
"Kita ke ruang kendali," kata Jend. Djoko.

Selat Sunda
02.26 WIB


Dua buah pesawat Sukhoi Su-27SKM milik TNI-AU melesat dengan cepat menembus awan gerimis untuk mengintersep target tak dikenal yang memasuki wilayah udara Indonesia. Kedua Sukhoi ini dilengkapi dengan masing-masing 4 rudal jarak pendek R-73 Archer yang baru saja dibeli dari Russia, selain kanon standar GSh-30 kaliber 30mm. Idealnya, untuk menghadapi ancaman ini, Sukhoi harus dilengkapi pula dengan rudal jarak menengah semacam R-27 Alamo, atau rudal jarak jauh semacam R-77 Adder. Tapi apapun itu, para pilot TNI-AU dengan gagah berani tetap terbang untuk menjaga kedaulatan Republik Indonesia.

Kode dari pesawat masing-masing adalah "Oscar-1" dan "Oscar-2". Pesawat Sukhoi Su-27SKM adalah pesawat paling canggih yang dimiliki TNI-AU yang diharapkan bisa untuk menghadapi tantangan yang akan datang kali ini. Dua pilot jelas saja gugup. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka hadapi, hanya "dua target tak dikenal". Bagaimana kalau ternyata lawan mereka memiliki persenjataan yang lebih hebat?

"Heads up!" kata Oscar-2, "multiple bogey inbound, bearing 2-8-0,"
"Arming weapons," kata Oscar-1, "ready on my tail, Oscar-2,"
"Wilco," kata Oscar-2.

Semua pengaman rudal pun dilepaskan, termasuk juga persiapan untuk menembakkan kanon Gsh-30 kalau pertempuran ternyata merembet hingga jarak amat dekat. Dua titik pun mulai tampak dalam layar radar mereka.

"Unknown bogeys, you're entering Indonesian airspace, identify yourselves," kata Oscar-1.

Bagaikan kilat, dua sasaran tak dikenal itu begitu saja melewati kedua pesawat Sukhoi ini hingga hampir saja terjadi tabrakan di udara. Pilot Sukhoi segera melakukan manuver Immelman dan balik mengejar sasaran mereka. Dua pesawat tak dikenal itu sesungguhnya adalah 2 buah F-22 yang dikerahkan untuk mengebom MetroTV. Dalam misi awalnya, seharusnya mereka tidak menggunakan afterburner sehingga tidak akan terdeteksi oleh radar. Akan tetapi, perkembangan selanjutnya membuat kedua pesawat ini terpaksa melaju dengan afterburner maksimum. Adu afterburner antara mesin perang Amerika Serikat dan Russia pun terjadi membelah langit malam Indonesia.

"Unknown bogeys, identify yourselves!" tuntut Oscar-1.

F-22 masih belum menjawab.

"Stop or we'll open fire!" kata Oscar-1 lagi.

Karena masih tidak ada jawaban, Oscar-1 pun akhirnya mengontak Markas Komando Angkatan Udara. Berbahaya sekali untuk membuka kontak senjata dengan pesawat tak dikenal. Namun dari sekilas siluet, pilot Oscar-1 bisa menebak bahwa yang mereka kejar adalah dua buah F-22.

"Pak, mohon izin menembak," kata Oscar-1.
"Negatif, bisa kau identifikasi asalnya?" tanya Mars. Soebandrio.
"Tidak, decal dan insignia disembunyikan," kata Oscar-1, "tapi yang pasti, jenis F-22,"
"Bisa diulangi sekali lagi?" tanya Mars. Soebandrio terkejut.
"Jenis F-22," kata Oscar-1.
"Apa positif?" tanya Mars. Soebandrio.
"Positif," kata Oscar-1, "boleh menembak?"

Mars. Soebandrio lalu melirik pada Jend. Djoko. Jend. Djoko tampak menimbang untung ruginya. Di saat kritis itu, seorang ajudan segera tiba dan membisikkan sesuatu pada Jend. Djoko.

"Jangan!" perintah Jend. Djoko tiba-tiba.

Mars. Soebandrio hanya melihat saja pada Jend. Djoko Santoso, tapi dia tahu apa alasannya.

"Kau dengar, Oscar-1?" tanya Mars. Soebandrio.
"Roger that," kata Oscar-1.
"Hanya menit-menit terakhir," kata Mars. Soebandrio.
"Understood," jawab Oscar-1.

Markas Komando Angkatan Udara
Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur
02.29 WIB


Jend. Djoko dengan tergopoh-gopoh menuju ke hanggar tempat personel Delta Force bersemayam. Helikoper Blackhawk yang sedianya sudah siap terbang entah kenapa kembali diurungkan. Jend. Djoko tahu pasti alasannya. Pasti berkaitan dengan kedatangan 2 pesawat F-22. Menurut intuisi Jend. Djoko, maka tim Delta pastilah hanya dikerahkan untuk menyelamatkan Condoleezza Rice saja, dan sisa teroris akan dihabisi dengan cara mengebom seluruh gedung MetroTV yang pastinya akan membunuh semua sandera juga. Karena F-22 tidak terdeteksi, maka laporan resmi hanya akan mengungkapkan bahwa "teroris meledakkan seluruh bangunan". Tentu bakal menjadi propaganda hebat untuk perang melawan terorisme, tapi betul-betul tragedi yang amat memilukan.

"Call your planes back!!" kata Jend. Djoko ketika memasuki hanggar.
"Step back, Sir!" seorang personel Delta berusaha menghalangi Jend. Djoko.

Melihat komandannya dihalangi, para pengawal dari TNI-AU segera menodongkan senjata SS-1 mereka ke arah para prajurit Delta Force, yang tentu saja dibalas dengan todongan balik senjata.

"Hold it!" perintah Col. McNay melihat situasi makin memanas.
"Call your planes back!" kata Jend. Djoko.
"I'm sorry, I don't know what are you talking about, Sir," kata Col. McNay.
"You're going to bomb the site, eh?" tanya Jend. Djoko, "don't play fool with me,"
"I'm sorry, Sir..." kata Col. McNay.
"Condoleeza Rice has been secured, call your planes back!" kata Jend. Djoko.

Jend. Djoko segera menghubungi radio panggilnya di depan Col. McNay, kemudian dia mengeraskan suara radio itu. Sejenak kemudian terdengar suara Condoleezza Rice.

"This is Condoleezza Rice," kata Condoleezza Rice, "I'm now with the Indonesian response team, the hostage situation is over, I repeat, the hostage situation is over; Dorothy has returned from Oz,"

Seketika itu Col. McNay terdiam.

"Condoleeza Rice has been secured and has been escorted to safety. Call back your planes, or there'll be bloodshed here and there," kata Jend. Djoko.

Suasana hening sejenak, tapi kemudian Col. McNay mengambil alat komunikasi.

Wilayah Udara DKI Jakarta
02.32 WIB


Kejar mengejar antara Su-27 dan F-22 pun akhirnya memasuki wilayah udara Jakarta, dan seperti diduga sebelumnya, F-22 itu mengarah ke gedung MetroTV. Puluhan meriam Arhanud Jakarta yang kebetulan melihat pesawat-pesawat itu langsung saja menghujani langit malam dengan ratusan peluru artileri anti pesawat terbang, mulai dari kaliber 23mm hingga 57mm. Tidak jelas, apakah yang ditembaki itu F-22 atau Su-27, karena dalam keadaan langit malam, susah untuk melihat jelas mana kawan dan mana lawan. Sirene tanda serangan udara pun berbunyi untuk pertama kalinya di Jakarta semenjak tahun 1940-an.

Oscar-1 dan Oscar-2 dengan lincah menghindari ledakan dari peluru artileri sambil terus menerus menguntit F-22. Kecepatan pesawat modern Amerika itu betul-betul hebat, dan apabila bukan Sukhoi, pastinya bakal susah untuk menguntit.

"Shake! Kurang ajar, mereka (Arhanud) menembaki siapa sih??" tanya Oscar-2 pada Oscar-1.
"Siapapun yang terbang!" kata Oscar-1, "bisa lock on?"
"Negatif! Kurang dekat!" kata Oscar-2.

Pisir lock on di head-up display pesawat mereka pun hanya bergerak-gerak tanpa bisa menangkap pesawat yang mereka kejar. Sementara afterburner sudah dibuka maksimal, dan dengan peluru artileri meledak di sekitar mereka, rasanya seperti mengendarai motor ngebut di jalanan yang penuh polisi tidur. Menembakkan kanon juga rasanya sia-sia, karena dengan jarak sejauh ini, hanya akan membuang-buang peluru saja.

Warga Jakarta yang kebetulan berada di lintasan pesawat-pesawat itu akan mengingat bunyi mendecit seperti halilintar yang membelah angkasa, amat keras sehingga seolah-olah seperti tengah memecahkan telinga. Tak terkecuali mereka yang ada di Kedoya. Kol. Basuki terkejut ketika tiba-tiba dia melihat ada dua pesawat jet yang mendekat ke arah gedung MetroTV, dan feelingnya langsung mengatakan bahwa itu bukan pesawat kawan.

"Tiarap!!!" teriak Kol. Basuki.

Semua orang terkejut dan langsung melihat ke atas, dan waktu pun seolah melambat sehingga jet-jet tempur yang mendekat itu terlihat seperti berhenti. Tidak ada yang berteriak, semua tertegun. F-22 itu terlihat dengan amat jelas, dan sejenak, semua orang mengira melihat bomb-bay di kedua pesawat itu terbuka dan bom yang dibawanya akan dijatuhkan.

Namun pada saat-saat terakhir, pesawat F-22 langsung melakukan manuver menanjak kembali ke atas, dan diikuti oleh dua pesawat Su-27. Meskipun tidak terlalu dekat, tapi efek dari menuver itu membuat siapapun yang di bawah langsung jatuh terjengkang. Angin yang menghembus luar biasa kencang dan suara gabungan mesin-mesin jet itu bagaikan sebuah bom yang diledakkan tepat di dekat telinga. Sesaat kemudian, telinga serasa masih berdenging kencang, tapi setelah dengingan itu berhenti, langit malam kembali cerah. Hujan sudah berhenti, dan tidak ada apa-apa di sana.

Markas Komando Angkatan Udara
Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur
02.34 WIB


Col. McNay meletakkan kembali alat komunikasinya.

"Done, call your fighter back," kata Col. McNay.

Jend. Djoko hanya mengangguk saja, lalu sang ajudan pun segera berlari untuk mengatakan ini kepada Mars. Soebandrio.

"Thank you," kata Jend. Djoko.
"We are never here," kata Col. McNay.

Kemudian Col. McNay segera memberi isyarat kepada anak buahnya untuk segera berkemas dan kembali ke pesawat.
Diubah oleh stuka1788 13-11-2014 08:55
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.