- Beranda
- Stories from the Heart
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
...
TS
masternagato
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS (POSITIF HIV AIDS)
Bissmillah.
Assalamualaikum.
Nb: kontak bbm berubah: 5AB07E99
Wa:08128886670
Line:
@masternagato
mas ter nagato proudly Present
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
DISCLAIMER
1. sangat dianjurkan mencopy dan memperbanyak. Share kepada dunia tulisan busuk ini! (kayanya lebay banget sih?)
Ijin atau tanpa seijin dari penulis (buat ane sah-sah aje)
pelanggaran hak cipta akan dikenakan sanksi sesuai dengan hati nurani lau sendiri.
.
2. Kisah dalam cerita ini adalah fiksi belaka kalau ada kesamaan nama, tempat atau kejadian itu cuma kebetulan semata.
Selamat membaca tulisan busuk ini!
*******
Petunjuk arah baca HD
Kalo membaca tanda:
*******
Berarti pergantian waktu, bisa tempat, tokoh.
Atau bisa tokoh sama waktu dan tempat berbeda?
Bisa aja cuma di alam mimpi!
Kalo membaca tanda:
-------
Ini menandakan hari yang sama.
Bisa berbbeda waktu, berbeda tokoh, berbeda tempat, tapi tetap dihari yang sama.
Bisa juga menunjukan kelanjutan alur cerita!
*******
soudtrack: Eminem Not Afraid
Langsung update add line:
@masternagato
Pin bb: 5AB07E99
WhatsappBrother-sister
Jangan lupa

Bikin

sekalian


Atas saran berbagai pihak.
:Yang mau memberikan donasi seikhlasnya.

Untuk terwujudnya buku ini
Rekening bank btpn
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Rudi hermawan

sedikit sinobsis:
bersetting di tahun 2003.
Rudi kelas 2 SMA.
Masuk ke blackworl, drugs user tingkat dewa.
Menjadi drugs dealer.
Hidup penuh bling-bling,wanita.
Teman-teman yang mengelilingi karena uang.
Dengan time skip.
Rudi yang di tahun 2014.
Sudah berkeluarga,punya anak.
Hidup dengan kemiskinan,tanpa penglihatan,positif HIV?
*******
’HIV AIDS salah satu penyakit paling menakutkan.’
’penyakit kutukan’
’yang terkena tak tertolong!’
’sampah masyarakat’
’jauhi orang-orang sampah itu’
’tak ada obatnya!’
’pasti mati’
dan masih banyak lagi label stigma yang menempel!
Yang berpendapat sama dengan stigma di atas!
Monggo jangan di teruskan membaca.
Why..?
Guest what?
Yang nulis HIV+

jadi harus di jauhi.. Nanti ketularan.


warning 16+ only.

Minimal SMA kelas satu boleh lanjut baca, wajib malah!

"Ini nyata gan?"
"terserah.! Anggap aja fiksi"
HIV (Human Immunodeficiency Virus)
AIDS (Acquired Immunodeficiency Deficiency Syndrome)
ane nulis ini biar bro-sis mikir sejuta kali!
Untuk tenggelam di blackworl,sex,drugs.
Dan buat yang sudah terkena!
Bangun! Bangkit! Kembalikan warna hidup lo sebelumnya.
Gak ada yang mau bertemen ama lo?
Minder?
Sekeliling lo penuh kepalsuan?
Takut? Trauma?
Sumpah demi Allah
Ane siap kapan aja jadi best friend forever!
Melewati semua cobaan yang ane anggap adalah pujian dari Allah
ane bukan siapa-siapa.
Cuma orang buta pengangguran kelas berat.
Bermodalkan laptop jadul dengan pembaca layar.
Dengan tetesan darah, dengan gerimis air mata.
Dengan sepenuh hati..
Berharap kejelekan ane jadi kebaikan lo.
Kesedihan ane menjadi kebahagiaan buat lo.
Salah langkahnya ane menjadi jalan buat lo.
Penyakit ane menjadi kesehatan buat lo.
"kenapa pemeran utamanya Rudi sama ama agan?"
"habis gak ada yang lebih bagus dari Rudi, yang lebih mahal banyak!"

harapan utama ane. Menurunkan tingkat HIV AIDS walaupun cuma beberapa %
setidaknya menghambat kecepatan tingkat HIV AIDS yang menggila setiap detiknya.
Harapan ke dua.
Tentu saja tulisan ini jadi sumber penghasilan ane!
Gak ada yang bisa ane lakuin selain nulis!
Setiap hari bini kerja nyari nafkah!
Bayangin perasaan ane yang cuma enak-enakan dirumah!
Asli mending tusuk ane gan.. Daripada ane ngerasain ini setiap hari.


stop!
Ane gak minta di kasihani.
Tapi ane berharap buat agan-sista bantuin nerbitin tulisan ane ini.
Kendala ane di modal gak ada!
Boro-boro buat publish keseharian ane juga susah.
Ngiklanin rumah buat modal di fjb.
Ampe capek nyundulnya belum ketemu jodohnya tuh rumah.
Entah kenapa ane yakin aja kalo ini jadi novel, pasti laris.

impianya sih kalo jadi novel.
Taruh di sekolahan, yayasan narkoba atau HIV AIDS.
Taruh dirumah sakit tempat HIV AIDS.
Kalo bisa di toko buku apalagi.
Yah cuma harapan.
Mudah-mudah dikabulkan allah, aamiin.
dan agan sista ada yang tertarik.
Apalagi dilirik penerbit.
"kenapa gak langsung ngirim ke penerbit gan?"
"karena tulisan ane,ane ngerasa berantakan perlu di poles.. Perlu ada yang ngeditorin.
Penerbit mana mau nerima tulisan mentah ane!"

"emang tulisanya udah tamat gan?"
"boro-boro,. Males-malesan nulisnya. Kalo ada yang nerbitin tuh! Baru semangat"
sebetulnya sih tokoh utamanya bukan cuma Rudi.
Banyak tokoh utama lainya.
Termasuk pembaca ane sebut tokoh utama juga disini.
cerita ini agan-sista
Bakal nemuin 3type orang HIV

Ini pakai pengamatan ane sendiri dan bahasa ane seadanya:
Jadi gak bakal ketemu kalo search di google.


1: saver: orang yang terkena HIV dan sadar akan HIVnya!
2. Invite: orang terkena HIV tapi dendam!
Dan membahayakan orang lain.
Menyebarkan HIV ke orang lain!
Biasanya faktornya adalah type invite ini terkena HIV tapi gak terima!
Masih bisa disadarkan type yang ini.
3. Zero: orang ini terkena HIV tapi ia gak tahu!
Ini yang paling berbahaya!
Ia gak tahu.
Yang terkena gak tahu!
Semua gak tahu.
Tahu-tahu pada kena HIV.
Sedikit saran dan percobaan buat agan-sista.
Supaya lebih bersyukur atas nikmat Allah
Kalo agan-sista di rumah sendiri.
Terserah mau malem boleh, siang juga boleh.
Coba lakuin kegiatan sambil di tutup pake apa aja matanya.
Sejam aja coba rasain.abis itu agan-sista renungin.
Seberapa nikmat Allah yang diberikan.
Banyak yang nyoba saran ane ini.
Nanti pandangan agan-sista berubah, setelah melakukan percobaan di atas.

Index setelah pariwara berikut ini:yang mau bergabung di FHD (fans hati malaikat darah iblis)
Invite pin: 5AB07E99
Mau memberikan donasi silakan
Rekening btpn.
Kode bank 213
Norek:
90010415858
Atas nama Rudi hermawan
Call/sms/whatsapp:
08128886670
Update add line:
@masternagato
selamat membaca

HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
’BLACK WORLD’
Mau membeli buku ini?
Mau memberikan donasi untuk membantu tulisan ini
:thubup
Menjadi novel


"apa yang didapetin kalo ngasih donasi gan?"
"gak ada! Ente dapet ucapan terimakasih sedalamnya dari lubuk hati ane!"

Mudah-mudahan dengan donasi gotong royong seikhlasnya.
Bisa menerbitkan tulisan busuk ane.
aamiin..
Bisa di bilang ini sumbangan lebih tepatnya kale

Rekening btpn.
Norek:
90010415858
Rudi hermawan.
DAFTAR ISI:
Update langsung ad line:
@masternagato
BAB1: KABUKI
BAB2 BAGIAN1: PENGANTIN KOPLAK
BAB2 BAGIAN2: PENGANTIN KOPLAK
BAB SIDE STORY: PENCARIAN SAHABAT 12 TAHUN
BAB3 BAGIAN1: TULISAN BERBICARA
BAB3 BAGIAN2: TULISAN BERBICARA
BAB4 BAGIAN1: OTAK MAFIA
BAB4 BAGIAN2: OTAK MAFIA
BAB5 BAGIAN1: PRODUK GAGAL
BAB5 BAGIAN2: PRODUK GAGAL
BAB6: SAVE HOUSE
BAB7: OTAK ATIK
BAB8: TEKAD BLENDER
BAB9 BAGIAN1: EMOTION
BAB9 BAGIAN2: EMOTION
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB WARNING: WAJIB BACA
BAB10: LATIHAN MEMBUNUH
BAB11 BAGIAN1: UNDER THE INFLUENCE
BAB11 BAGIAN2: UNDER THE INFLUENCE
BAB : warning2: galaw gak penting!
BAB12 BAGIAN1: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB12 BAGIAN2: CANDIED MANGO MISERABLE
BAB13: NGENES AWARDS
BAB14: TULISANKU ATAU KELUARGAKU
BAB15 BAGIAN1: HEY MAN
BAB15 BAGIAN2: HEY MAN
update FHD16: koberlaw
BAB16 BAGIAN1: RIP
BAB16 BAGIAN2: RIP
BAB WARNING3: PETUNJUK ARAH
BAB17 BAGIAN1: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB17 BAGIAN2: LOVE NOTES FOR MY DRUGS
BAB18 BAGIAN1: POCONG VS KUNTILANAK
BAB18 BAGIAN2: POCONG VS KUNTILANAK
BAB19 BAGIAN1: FROZEN HEART
BAB19 BAGIAN2: FROZEN HEART
REHAT
BAB WARNING4: FHD LEGOWO
BAB20: MENGECOH HITUNGAN LANGIT
BAB21 BAGIAN1: BIG MOM
BAB21 BAGIAN2: BIG MOM
BAB22: SATU TITIK X SEPULUH=SEPULUH
BAB23 BAGIAN1: FOUR GODFATHER
BAB23 BAGIAN2: FOUR GODFATHER
BAB24 BAGIAN1: ROLLER HEARTS
BAB24 BAGIAN2: ROLLER HEARTS
BAB25: VIRGIN SEGAW
BAB26 BAGIAN1: MASIH HIJAU
BAB26 BAGIAN2: MASIH HIJAU
BAB27 BAGIAN1: FIRST JACKPOT
BAB27 BAGIAN2: FIRST JACKPOT
BAB28 BAGIAN1: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN2: FOR SENTIMENTAL REASON
BAB28 BAGIAN3: FOR SENTIMENTAL REASON
video zamirah monster kecil
wait yo!
IN PROGRESS


Kontak:
WA: 08128886670
Pin bbm: 5AB07E99
line:
@masternagato
Twitter: @masternagato
Diubah oleh masternagato 24-03-2017 22:20
anasabila memberi reputasi
1
256.6K
1.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
masternagato
#967
BAB22
HATI MALAIKAT DARAH IBLIS
BAB22:
SATU TITIK X SEPULUH=DEMAM
SUMBER:
www.masternagato.com
******
Apa kau kenal aku? Apa yang kulakukan dulu?
Yang kenal? Tahu seberapa gilanya aku!
Apa kita saling mengenal di BlackWorld? Tak perlu menyapa! Tak perlu mengirim pesan! Hindari kontak langsung! Hentikan penghormatan yang tak ada gunanya lagi! Jangan berpikiran untuk bertemu, dua mantan BlackWorld saling bertemu?
Takan menghasilkan apa-apa!
Cuma menjadi pertemuan anak kecil yang membanggakan mainan lama.
Cuma membahayakan diri sendiri?
Cuma diri sendiri? Tidak! Berkali lipat bahayanya kalau sudah berkeluarga.
Memmpertaruhkan keluarga? Untuk pertemuan yang sia-sia?
Aku takut! Apa kau tidak?
Kau takut! Aku tidak?
Takut? Takut? Dan takut?
Bersyukur dapat melepaskan diri dari BlackWorld dalam keadaan utuh, sedangkan aku?
Habis tak tersisa, masih sering dihantui rasa takut.
Bayang-bayang kematian yang menagih darah? Meminta tolong? Rasa bersalah membunuhku perlahan tapi pasti!
Bisa kah kau berada diposisiku? Bisakah kau keluar?membaca tulisanku cuma bisa mengejek? Menghina? Merasakan hal yang sama?
Nyata, hayalan, kagum, sedih, merasakan hal yang sama?
Jijik! Mual! Celaan! Hujatan! Menghakimi!
Peduli setan! Dengan pikiranmu, takan ada yang bisa menghentikanku!
Silahkan berpikir sesukamu, ini cuma tulisan kentut.
Perkataanku hanyalah angin busuk.,
yang masih terus membaca? Jari tengahku untuk kalian semua!
Percuma kata-kata indahmu, takan mengubah tulisan ini.,
aku hanya merangkai hayalan dikepala, membuat lukisan potret kehidupan mimpi.,
hidupmu sederhana, miskin? Kulitmu mencerminkan betapa kau berteman dengan matahari.,
mobil, motor, tak pernah menemani, mungkin angkutan umum mau menjadi temanmu.,
merasa tak adil? Padahal masalah tak pernah mengejar, kepalamu mengejar masalah itu sendiri.,
andai kau tahu betapa irinya aku, ingin hidup sepertimu.
Hidupmu serba berlebih, makan lebih, uang lebih? Gayamu melebihi balita, mencari perhatian.,
ayah konglomerat, ibu pejabat? Tampang oke, kulit putih? Tangan halus?
Menjadi raja dirumah, memerintah dengan masih menggunakan pempers, botol susu ditangan?
Tak pernah melihat kebawah? Ada masalah dengan kepalamu yang selalu melihat langit?
Ada masalah dengan dadamu, yang selalu membusung?
Tak pernah pandang sebelah mata, terhadap semua orang?
Bangga orang menghormati, karena bayangan orang tuamu.,
bosan hidup enak? Pengen yang lebih enak lagi?
Jadi jungkie? You know what, man?
Kita punya persamaan yang hebat, aku berharap jalanmu tak sama.,
aku cuma jungkie abal-abal yang tak selamat, karena sifatku yang melebihi balita.,
kalau memang kau seperti itu, kita bisa menjadi partner in crime yang hebat.,
melangkahlah bersamaku, sejajarkan bahu, biarkan semua orang merangkul.,
keluar dari kegelapan? Bersama melewati cuaca buruk.,
kalau masih keras kepala dengan kerajaanmu, biar waktu yang merubahmu, akan tiba saatnya sadar kalau dirimu bukan poros dunia.,
man kau tak sendiri, kita berada dijalan yang sama.
Macam-macam jungkie kutemui, apa yang bisa dibanggain jadi jungkie?
Cuma sampah masyarakat, kau tahu apa?!
Jungkie itu bang'sat! Jungkie maling! Jungkie sensor malunya tak ada!
Apa kau tahu? Jungkie itu jenius? Pintar melebihi Davinci.,
cerdik menyamai Macgyver.
Royal, memandang uang seperti sampah! Hugh Hefner yang royal terhadap Playboy bunny, tak bisa dibandingkan dengan keroyalan jungkie.,
jungkie pekerja keras, ahli menyusuaikan diri, berani! Tapi takut mati?
Kalau kau tak masuk kategori apapun diatas, beruntungnya? Menjadi jungkie abal-abal.,
atau sebutan jungkie menjadi kebanggaan?
Nyedot lem sekali? Aku adalah jungkie!
Jajal heroin, muntah-muntah? Aku adalah jungkie!
Ngamen, sambil nyopet, neken lexotan? Berasa jadi Jimi Hendrixs dengan gitar Strat?
Aku adalah jungkie!
What? Lebih baik nonton sinetron seminggu full, lalu teriak.,
AKU ADALAH JUNGKIE!
Yang terbaik, terhebat, mari angkat topi.,
adalah ex jungkie yang masih bertahan hidup!
No more drugs, aku berjanji!
Aku bangga? lalu balik lagi.
No more drugs, aku bersumpah!
Aku menyesal? Lalu balik lagi.
No more drugs, aku membawa nama allah!
Aku insyaf? Lalu balik lagi.
Masih bisa? No more drugs?
Aku tak sempat ingat allah, aku lagi di sholatin!
Masih bisa? No more drugs?
Aku bingung? Masih hidup? Tanpa penglihatan!
Jangan percaya dengan janjiku.,
suruh aku berhenti? Lebih baik isap processorku.,
keputusan untuk berhenti, hanya datang dari dalam diri.,
merasa capek, merasa mengecewakan orang yang dicintai.,
dari ia kecewa dengan air mata jernih? Lalu darah? Lalu tak tersisa.
Saat air mata jatuh dengan sendirinya, saat itulah terlahir, aku yang baru.
Tak bisa terus seperti ini.
Mulai detik ini.
Tutup pembukuan, sebelum sang maha sutradara memecat.
Sudah cukup bermain, aku butuh pegangan.
Lebih dari cukup, sudah melampaui batas.
Masih bernafas, masih dikasih kesempatan.
Ya allah, kuatkan hambamu yang hina ini, menuju jalanmu.
Aku berhenti! Sekarang! Amin!
--------
23:00 Pulau Aounter, Mercy Town.
Depan club hiburan malam kawasan Mercy, tak pernah sepi dari aktifitas yang sama setiap harinya.,
lagu Peterpan versi House music, terdengar sampai ke jalan.,
menandakan betapa jelek kualitas peredam tempat itu?sebagian orang malah menikmati? Disco gratis tanpa masuk.
Lagu yang lagi booming, versi house musicnya terdengar, di hampir setiap tempat hiburan malam.
Warung makan pecel lele, merangkap kedai minuman.
Sutimin bandar extasi, obad kuat, obad aborsi, obad perangsang.,
obad tidur, obad penenang, sampai obad bunuh diri tanpa sakit ia punya!
Kenapa bilang tanpa sakit? Apa ia pernah jajal obad itu, dan hidup kembali?
Dari obad anti hamil, anti ejakulasi, sampai obad anti susah?
Tampilan beler, mata merah, senyum-senyum gila.,
badan triplek, kaos ketat? Ia serasa jadi model majalah ANEKA?
Mungkin majalah aneka satwa, juga bingung masuk spesies apa?
Lengan bertato ganja dengan tulisan menyilang:
’Land Of God’
keluar dari warung pecel lele, makan gratis, ia senyum-senyum gila.,
membakar rokok duduk di trotoar, menunggu pasien.,
"woi bang! Bengong lo?" tegur wanita, pakaian kurang bahan.
Sutimin asik menikmati rokok, melihat keramaian daerah Mercy.,
betapa beruntungnya ia tinggal di lahan penuh uang.,
tersadar dari lamunan menjadi presiden berikutnya, ia melihat Diana PSK, sekaligus pasien yang menguntungkan.,
tak jarang ia mendapat orderan besar dari Diana.
"wah! Edan lo Na, copot jantung gua barusan" omel Sutimin, menarik Diana duduk disampingnya.
"lo tuh yang edan, bang ada ube gak?
Tamu gua minta dibeliin ube nih" ucap manja Diana.
"yah? Gua mana main ubas Na?
Kaya gak kenal gua aja lo" tukas Sutimin genit, mencium pipi Diana.
"terus gimana dong?" bingung Diana, takut mengecewakan tamu.
"santai dong Na, bukan Mercy namanya kalo ube, gak ada disini.
Lo tau sendiri, daerah sini perwarung rokok ada BD" balas Sutimin, meraba air-bag.
Makin malam, suasana makin ramai, tak jauh dari tempat Sutimin.,
mobil patroli bertengger tanpa arti.
"dih apaan sih lo bang, gua buru-buru nih.
Kalo ama BD lain gua gak dapat diskon X dong?" senyum Diana, menolak halus tangan jahil Sutimin.
"tenaang, gua kenalin ama temen gua.
Pasti harganya miring, kalo ama gua lewat jalur belakang Na" bangga Sutimin, menepuk dada.
Sutimin bersiul kencang, temannya yang diwarung rokok sebrang jalan menengok.,
Sutimin melambaikan tangan lalu menunjuk Diana, temannya mengangguk mengerti.
"tuh gampang kan? Lo ama temen gua sana" ucap Sutimin, memeluk.
"oke deh, obad tidur ama X dua bang" pinta Diana, memberi uang.
"obad kuatnya gak sekalian?"
"buat apaan? Makin cepet keluar, makin cepet selsai kerja gua" tawa Diana, memukul bahu.
"itu di kaki gelang emas asli? Perasaan kemaren gak ada?" Sutimin memperhatikan kaki Indah Diana.
Entah berapa banyak kaki itu mengangkangi tamu pria? Tamu perempuan?
Sambil mengelus gelang, ia memberikan obad tidur, extasi.
"gua cabut ah, daah"
"sono lo pergi, udah dapat kabur lo" grutu Sutimin, meremas bemper Diana.
Pekerja sex komersial dari mulai, perempuan? Pria? Sampai anak-anak dibawah sepuluh tahun, berjamuran menjajakan diri dengan bebas.
Transaksi narkoba terang-terangan? Tak perlu risau, tak perlu takut.,
di pulau Baounter, hukum hanya ada di media saja, penangkapan, penyergapan?.
Razia sana? Grebek sini? Kamuflase agar semua tampak stabil.,
agar masyarakat tahu! Negara kita punya aturan hukum yang tegas?
Mau bagaimana? Yang jelas Baounter surga kebebasan.,
Baounter dikenal juga sebagai Land Of God.,
bahkan sebutan Land Of God, ada di kurikulum pelajaran SD!
Memang sebuah trademark yang tepat! Welcome To The Land Of God!
-------
23:30 Mercy Town.
Tempat yang sama, hari belum berganti? Belum ada tiga puluh menit?
Situasi keadaan berubah drastis, tempat hiburan hancur.,
puing-puing sisa kejayaan setengah jam yang lalu menjadi saksi bisu.,
serpihan kaca kobaran api? Pecahan botol minuman seolah tersenyum.,
sebelah botol pecah, ada perempuan tergeletak sekarat.,
penuh luka bakar,nyawanya di tepi jurang kematian.,
kaki hangus dengan perhiasan gelang emas.,
gelang itu lebih bersinar terkena kobaran api!
suara-suara saling sahut-menyahut, susul-menyusul.,
teriakan histeris, tangisan keras, tangisan tanpa suara?
Ratusan orang sudah tak bernyawa, darah? Serpihan? Potongan? Hancuran tubuh manusia bercampur dengan puing.,
ratusan orang terluka parah,
dibawah mobil yang terbalik, potongan lengan berukir tato daun ganja.,
dengan tulisan menyilang Land Of God!
Tampak seperti daging panggang, api melalap mobil itu tak tersisa.,
kepanikan, ketakutan, suasana mencekam, kemana petugas yang seharusnya dibutuhkan? Pada saat seperti ini?
Ditengah-tengah kekacauan itu, seruan allahu akbar menggema dari seorang pria yang memeluk mayat.,
satu orang berseru, yang lain mengikuti, menyerukan kebesaran allah.,
kemana mereka 30 menit yang lalu?
Sedang apa? Ingat apa?
Kebanyakan orang bersedih, memohon pertolongan.,
tak sedikit juga orang yang bersorak, bersyukur tempat itu rata dengan tanah.
Seorang pria dengan topi kupluk, jaket levis.
Berdiri disamping tiang listrik, pantulan api dilokasi kejadian.,
terbias dimatanya yang penuh dendam.,
nafasnya berat, gigi mengretak, amarah terpancar.
"bang'sat!" teriaknya, memukul tiang sekeras mungkin.
Luka ditangan, tak menyurutkan amarah.,
ia berbalik wajahnya suram, dibagian kerah, tertutup jaketnya.
Terlihat tulisan kecil:
’SAT’
*******
Untuk beberapa saat aku membeku, tak percaya dengan kemampuan fantastis Ria merombak rambut.,
potongan pendek, sedikit spyke tapi masih berkesan berantakan yang menjadi kesukaanku.,
malu jadinya, sempat meragukan kemampuan Ria, bangun dari kursi aku memeluknya.,
meluapkan rasa bahagia, aku lupa diri, dengan hasil potonganya.,
memeluk, kaki Ria terangkat, ia menjerit kaget.,
mengangkat Ria berputar-putar di taman, mirip film India sialan!.,
tetap dalam keadaan memeluknya, tawa Fio, Nia menjadi backsound kegembiraanku.,
sudah lama aku ingin melakukan ini, waktu bersama Dewi, aku berhasil menahanya.,
sekarang tak ada yang menghalangi keinginanku, memegang wajah Ria..
Melihat kilauan penasaran dimatanya, nafas berhenti.,
waktu serasa terhenti, bibir kami menyatu, masih malu-malu berkesan kaku.,
rasa kaku cuma bertahan selama lima detik, memiringkan wajah dari satu sisi ke sisi lainya.,
kami melumat, menjadi jalur koneksi berkercepatan tinggi.,
bukan ciuman pertamaku, bukan juga ciuman terakhirku, tapi menjadi salah satu yang terbaik.,
apakah ciumanku, menjadi terakhir untuknya? Ini termasuk sifat bang'satku yang egois.,
tak mau mengetahui ada yang merasakan bibirnya selain diriku!
Melepaskan Ria, ia tampak malu, Fio mendengus tak jelas ucapanya?
"seneng amat lo? Gua doang kayanya yang gak dapet" cibir Fio.
"ampun Fioku sayang, kamu iri ya?" canda Ria, memeluk Fio.
"hmm, puas lo ya? Awas lo Day" omel Fio, tak terima.
"aih gila? Ganteng juga gue ye?" ucapku terkagum-kagum, memegang cermin.
Fio kesal, mendengar ucapanku ia tertawa lepas, disusul Ria, Nia.
"kemana aja lo Day? Baru ngerasa ganteng sekarang?" tanya Fio, kegelian.
"ganteng? Kaya skuteng iye muke gue"
"kaya skuteng? Sakit lo Day" timpal Nia, menggeleng tak percaya.
"emang nih setan, begonya gak ketulungan" sahut Fio, frustasi.
"ngemeng apa sih lo pade?" tanyaku, bingung?
Nia mendekat, disampinku, melihat cermin lalu melihatku.,
ia menggeleng, menghela nafas, menatapku serius.
"lo tau gak Day? Siapa aja yang ngejar-ngejar Ria? Fio? Ama gua?"
mengernyit, aku menggeleng bodoh.
"gak tahu? Kelewatan lo Day" marah Nia, mendelik, membuatnya tampak lucu.
"emang sape yang mau ama nenek sihir kaya lo bertiga?" tukasku, masih kagum dengan pantulan dicermin.
"Day? Lo anggap kita cewek gampangan? Karena ngejar lo" kata Fio dingin.
"hah? Kapan gue bilang lo pada gampangan?" balasku cepat.
"lo harus tau Day, kalo lo kaya skuteng? Ogah amat gua ngejar lo?
Emang tampang gak jadi patokan buat kita, masih banyak unsur lain yang bikin gua suka ama lo.
Tapi gak muna juga Day, fisik penting buat gua.
Kalo lo Fio, yang lo suka dari orang nyebelin ini apa?" tanya Nia, mencubit pipiku.
"gua? Apa ya? Mungkin karena dongonya" jawab Fio, wajah lucu.
"kalo lo Ria?"
"gua suka semuanya" sahut Ria singkat, menghindari tatapanku.
"bentar, bentar? Jadi maksud lo pade gue ganteng? Gue keren gitu?"
"iya, iya lo ganteng! Lo keren! Puas?" tanggap Fio, kegelian.
"gila lo pade! Denger ye, yang namanye ganteng? Keren?
Itu pinter. Bersih dari drugs, ama rajin ke masjid dah!
Hem.. Lo kenal Digta yang dikelas gue gak?
Tuh anak pinter, kagak ngerokok, kagak minum, boro-boro kenal drugs!
Itu baru keren namanye" protesku, membakar rokok.
Mereka bengong, tak percaya, terbahak-bahak.
"Day, kalo lo bilang gitu? Berarti terbalik, yang gua suka harus pemake, gitu?
Yang gua suka, harus dongo gitu?
" timpal Ria, senyum menggoda.
"yang gua lihat dari lo Day.
Bukan karena lo pemake?
Bukan karena kepinteran, apalagi karena duit?
Yang gua suka ya lo apa adanya Day" ucap Fio lembut, memainkan rambutnya.
"badboy atau bukan? Gak ada artinya buat gua" timpal Nia.
"masa sih? Gue gak ngarti jadinya?" ucapku bingung, menikmati sirup.
"aduh, udah deh, capek gua, kapan sembuhnya dongo lo Day" jawab Nia, malas.
"nyesel gua, motong rambut lo!" ucap Ria, tangan kiri bertolak pinggang, tangan satunya memutar-mutar gunting, sambil menggeleng.
"iya nek, bagusan tadi F four kaya gembel, sekarang malah bikin gua baik jadinya" tanggap Fio, tak senang.
"baik? Gilaa lo Fio" omelku, menyemburkan sirup, terbatuk-batuk.
"huh, emang cowok doang yang bisa baik?" sanggah Fio, mengerjap lucu.
*******
Ara, Bego, turun dari metromini 700.
Memasuki Alergo, melakukan transaksi heroin dengan bandar eceran.,
tak memakan waktu lama, kedua setan berjalan melewati gang-gang sempit padat penduduk.
Sampai di tempat pembuangan sampah yang lumayan besar, delapan orang nongkrong ditengah-tengah hamparan sampah.
"lo gak bawa integ Ra?" tanya Bego, nongkrong membakar rokok.
"setan! Ngapain gua bawa-bawa integ? Lo sendiri ngapa gak bawa?" tukas Ara, mengambil rokok.
"lah? Gua mau bawa tapi lupa" jawab Bego, meyakinkan.
"udahlah! Gua yakin yang disini semuanya gak bawa integ.
Tenang bentar lagi si Kurap juga dateng" sewot Ara.
Alergo tempat heroin kualitas satu.,
nama Alergo dikenal oleh setiap jungkie Jakarta.
Sayangnya situasi sedang gawat, bisa beli, jangan harap bisa keluar tenang.,
saran dari bandar Alergo, beli disini! Pakai disini!
Sepuluh orang termasuk Ara, Bego, menunggu gelisah.,
dari jauh terlihat pria kulit gosong, mengenakan tas bergambar donal bebek.
Ia berjalan lambat, kemalas-malasan.
Mereka yang menunggu seperti melihat malaikat penolong.
"woi Kurap cepet ngapa, wakas nih gua" protes pria gemuk, tak sabar.
"sst, tenang, jangan berisik" ucap Kurap lambat.
Kurap mendekat, jongkok, membakar rokok.
Ada yang kesal, bertanya mengejek.,
Kurap tetap menjawab, sambil mengacungkan telunjuk dimulut.
"ssst, jangan berisik, tenang" ucap Kurap, lambat.
"kelamaan lo, kaya keong" ledek Ara.
"ssst, jangan berisik, tenang" ucap Kurap, masih dengan nada slow motion.
Kurap membuka tas, membagi-bagikan insulin bekas.
Dengan kecepatan tinggi sepuluh orang meracik heroin, sementara Kurap masih merokok.,
gerakanya lambat,perlahan, kemalas-malasan.
Selalu menampilkan senyuman kosong, senyum yang tak enak untuk dilihat.
Ia mulai berkeliling, seperti knek yang menagih bayaran.,
ia menadahkan bungkus rokok, dari satu ke yang lainya.
Sebagai jatah pinjaman, masing-masing orang membagi setitik air dari insulin.
Tiba di bagian Ara dan Bego, ia menadahkan bungkus rokoknya.
"kalo dipikir-pikir.
Jadi banyakkan lo Kurap daripada gua jadinya" grutu Ara, menaruh setitik air diplastik rokok.
Kurap masih seperti kaset kusut, menjawab dengan perkatan yang sama.
"ssst, jangan berisik, tenang" ucapnya lambat.
Bego membagikan setitik yang sama.
-------
jelas mereka bukan saver?
Apakah invite?
Kalau zero, sunggu zero harus dibagi menjadi dua klasifikasi lagi.
Zero yang murni tak tahu, atau zero yang tak punya otak?
Atau mereka tak masuk dalam kategori, saver, invite, zero?
Bahkan demam tak terbesit saat sharing insulin?
Tanpa rasa takut, padahal sudah mengerti apa itu demam?
Yang dilakukan sekarang, apakah mendapat bonus di masa depan?
"ssst, jangan berisik, tenang.
Lo makan nih darah gua"
*******
bersambung..
BAB22:
SATU TITIK X SEPULUH=DEMAM
SUMBER:
www.masternagato.com
******
Apa kau kenal aku? Apa yang kulakukan dulu?
Yang kenal? Tahu seberapa gilanya aku!
Apa kita saling mengenal di BlackWorld? Tak perlu menyapa! Tak perlu mengirim pesan! Hindari kontak langsung! Hentikan penghormatan yang tak ada gunanya lagi! Jangan berpikiran untuk bertemu, dua mantan BlackWorld saling bertemu?
Takan menghasilkan apa-apa!
Cuma menjadi pertemuan anak kecil yang membanggakan mainan lama.
Cuma membahayakan diri sendiri?
Cuma diri sendiri? Tidak! Berkali lipat bahayanya kalau sudah berkeluarga.
Memmpertaruhkan keluarga? Untuk pertemuan yang sia-sia?
Aku takut! Apa kau tidak?
Kau takut! Aku tidak?
Takut? Takut? Dan takut?
Bersyukur dapat melepaskan diri dari BlackWorld dalam keadaan utuh, sedangkan aku?
Habis tak tersisa, masih sering dihantui rasa takut.
Bayang-bayang kematian yang menagih darah? Meminta tolong? Rasa bersalah membunuhku perlahan tapi pasti!
Bisa kah kau berada diposisiku? Bisakah kau keluar?membaca tulisanku cuma bisa mengejek? Menghina? Merasakan hal yang sama?
Nyata, hayalan, kagum, sedih, merasakan hal yang sama?
Jijik! Mual! Celaan! Hujatan! Menghakimi!
Peduli setan! Dengan pikiranmu, takan ada yang bisa menghentikanku!
Silahkan berpikir sesukamu, ini cuma tulisan kentut.
Perkataanku hanyalah angin busuk.,
yang masih terus membaca? Jari tengahku untuk kalian semua!
Percuma kata-kata indahmu, takan mengubah tulisan ini.,
aku hanya merangkai hayalan dikepala, membuat lukisan potret kehidupan mimpi.,
hidupmu sederhana, miskin? Kulitmu mencerminkan betapa kau berteman dengan matahari.,
mobil, motor, tak pernah menemani, mungkin angkutan umum mau menjadi temanmu.,
merasa tak adil? Padahal masalah tak pernah mengejar, kepalamu mengejar masalah itu sendiri.,
andai kau tahu betapa irinya aku, ingin hidup sepertimu.
Hidupmu serba berlebih, makan lebih, uang lebih? Gayamu melebihi balita, mencari perhatian.,
ayah konglomerat, ibu pejabat? Tampang oke, kulit putih? Tangan halus?
Menjadi raja dirumah, memerintah dengan masih menggunakan pempers, botol susu ditangan?
Tak pernah melihat kebawah? Ada masalah dengan kepalamu yang selalu melihat langit?
Ada masalah dengan dadamu, yang selalu membusung?
Tak pernah pandang sebelah mata, terhadap semua orang?
Bangga orang menghormati, karena bayangan orang tuamu.,
bosan hidup enak? Pengen yang lebih enak lagi?
Jadi jungkie? You know what, man?
Kita punya persamaan yang hebat, aku berharap jalanmu tak sama.,
aku cuma jungkie abal-abal yang tak selamat, karena sifatku yang melebihi balita.,
kalau memang kau seperti itu, kita bisa menjadi partner in crime yang hebat.,
melangkahlah bersamaku, sejajarkan bahu, biarkan semua orang merangkul.,
keluar dari kegelapan? Bersama melewati cuaca buruk.,
kalau masih keras kepala dengan kerajaanmu, biar waktu yang merubahmu, akan tiba saatnya sadar kalau dirimu bukan poros dunia.,
man kau tak sendiri, kita berada dijalan yang sama.
Macam-macam jungkie kutemui, apa yang bisa dibanggain jadi jungkie?
Cuma sampah masyarakat, kau tahu apa?!
Jungkie itu bang'sat! Jungkie maling! Jungkie sensor malunya tak ada!
Apa kau tahu? Jungkie itu jenius? Pintar melebihi Davinci.,
cerdik menyamai Macgyver.
Royal, memandang uang seperti sampah! Hugh Hefner yang royal terhadap Playboy bunny, tak bisa dibandingkan dengan keroyalan jungkie.,
jungkie pekerja keras, ahli menyusuaikan diri, berani! Tapi takut mati?
Kalau kau tak masuk kategori apapun diatas, beruntungnya? Menjadi jungkie abal-abal.,
atau sebutan jungkie menjadi kebanggaan?
Nyedot lem sekali? Aku adalah jungkie!
Jajal heroin, muntah-muntah? Aku adalah jungkie!
Ngamen, sambil nyopet, neken lexotan? Berasa jadi Jimi Hendrixs dengan gitar Strat?
Aku adalah jungkie!
What? Lebih baik nonton sinetron seminggu full, lalu teriak.,
AKU ADALAH JUNGKIE!
Yang terbaik, terhebat, mari angkat topi.,
adalah ex jungkie yang masih bertahan hidup!
No more drugs, aku berjanji!
Aku bangga? lalu balik lagi.
No more drugs, aku bersumpah!
Aku menyesal? Lalu balik lagi.
No more drugs, aku membawa nama allah!
Aku insyaf? Lalu balik lagi.
Masih bisa? No more drugs?
Aku tak sempat ingat allah, aku lagi di sholatin!
Masih bisa? No more drugs?
Aku bingung? Masih hidup? Tanpa penglihatan!
Jangan percaya dengan janjiku.,
suruh aku berhenti? Lebih baik isap processorku.,
keputusan untuk berhenti, hanya datang dari dalam diri.,
merasa capek, merasa mengecewakan orang yang dicintai.,
dari ia kecewa dengan air mata jernih? Lalu darah? Lalu tak tersisa.
Saat air mata jatuh dengan sendirinya, saat itulah terlahir, aku yang baru.
Tak bisa terus seperti ini.
Mulai detik ini.
Tutup pembukuan, sebelum sang maha sutradara memecat.
Sudah cukup bermain, aku butuh pegangan.
Lebih dari cukup, sudah melampaui batas.
Masih bernafas, masih dikasih kesempatan.
Ya allah, kuatkan hambamu yang hina ini, menuju jalanmu.
Aku berhenti! Sekarang! Amin!
--------
23:00 Pulau Aounter, Mercy Town.
Depan club hiburan malam kawasan Mercy, tak pernah sepi dari aktifitas yang sama setiap harinya.,
lagu Peterpan versi House music, terdengar sampai ke jalan.,
menandakan betapa jelek kualitas peredam tempat itu?sebagian orang malah menikmati? Disco gratis tanpa masuk.
Lagu yang lagi booming, versi house musicnya terdengar, di hampir setiap tempat hiburan malam.
Warung makan pecel lele, merangkap kedai minuman.
Sutimin bandar extasi, obad kuat, obad aborsi, obad perangsang.,
obad tidur, obad penenang, sampai obad bunuh diri tanpa sakit ia punya!
Kenapa bilang tanpa sakit? Apa ia pernah jajal obad itu, dan hidup kembali?
Dari obad anti hamil, anti ejakulasi, sampai obad anti susah?
Tampilan beler, mata merah, senyum-senyum gila.,
badan triplek, kaos ketat? Ia serasa jadi model majalah ANEKA?
Mungkin majalah aneka satwa, juga bingung masuk spesies apa?
Lengan bertato ganja dengan tulisan menyilang:
’Land Of God’
keluar dari warung pecel lele, makan gratis, ia senyum-senyum gila.,
membakar rokok duduk di trotoar, menunggu pasien.,
"woi bang! Bengong lo?" tegur wanita, pakaian kurang bahan.
Sutimin asik menikmati rokok, melihat keramaian daerah Mercy.,
betapa beruntungnya ia tinggal di lahan penuh uang.,
tersadar dari lamunan menjadi presiden berikutnya, ia melihat Diana PSK, sekaligus pasien yang menguntungkan.,
tak jarang ia mendapat orderan besar dari Diana.
"wah! Edan lo Na, copot jantung gua barusan" omel Sutimin, menarik Diana duduk disampingnya.
"lo tuh yang edan, bang ada ube gak?
Tamu gua minta dibeliin ube nih" ucap manja Diana.
"yah? Gua mana main ubas Na?
Kaya gak kenal gua aja lo" tukas Sutimin genit, mencium pipi Diana.
"terus gimana dong?" bingung Diana, takut mengecewakan tamu.
"santai dong Na, bukan Mercy namanya kalo ube, gak ada disini.
Lo tau sendiri, daerah sini perwarung rokok ada BD" balas Sutimin, meraba air-bag.
Makin malam, suasana makin ramai, tak jauh dari tempat Sutimin.,
mobil patroli bertengger tanpa arti.
"dih apaan sih lo bang, gua buru-buru nih.
Kalo ama BD lain gua gak dapat diskon X dong?" senyum Diana, menolak halus tangan jahil Sutimin.
"tenaang, gua kenalin ama temen gua.
Pasti harganya miring, kalo ama gua lewat jalur belakang Na" bangga Sutimin, menepuk dada.
Sutimin bersiul kencang, temannya yang diwarung rokok sebrang jalan menengok.,
Sutimin melambaikan tangan lalu menunjuk Diana, temannya mengangguk mengerti.
"tuh gampang kan? Lo ama temen gua sana" ucap Sutimin, memeluk.
"oke deh, obad tidur ama X dua bang" pinta Diana, memberi uang.
"obad kuatnya gak sekalian?"
"buat apaan? Makin cepet keluar, makin cepet selsai kerja gua" tawa Diana, memukul bahu.
"itu di kaki gelang emas asli? Perasaan kemaren gak ada?" Sutimin memperhatikan kaki Indah Diana.
Entah berapa banyak kaki itu mengangkangi tamu pria? Tamu perempuan?
Sambil mengelus gelang, ia memberikan obad tidur, extasi.
"gua cabut ah, daah"
"sono lo pergi, udah dapat kabur lo" grutu Sutimin, meremas bemper Diana.
Pekerja sex komersial dari mulai, perempuan? Pria? Sampai anak-anak dibawah sepuluh tahun, berjamuran menjajakan diri dengan bebas.
Transaksi narkoba terang-terangan? Tak perlu risau, tak perlu takut.,
di pulau Baounter, hukum hanya ada di media saja, penangkapan, penyergapan?.
Razia sana? Grebek sini? Kamuflase agar semua tampak stabil.,
agar masyarakat tahu! Negara kita punya aturan hukum yang tegas?
Mau bagaimana? Yang jelas Baounter surga kebebasan.,
Baounter dikenal juga sebagai Land Of God.,
bahkan sebutan Land Of God, ada di kurikulum pelajaran SD!
Memang sebuah trademark yang tepat! Welcome To The Land Of God!
-------
23:30 Mercy Town.
Tempat yang sama, hari belum berganti? Belum ada tiga puluh menit?
Situasi keadaan berubah drastis, tempat hiburan hancur.,
puing-puing sisa kejayaan setengah jam yang lalu menjadi saksi bisu.,
serpihan kaca kobaran api? Pecahan botol minuman seolah tersenyum.,
sebelah botol pecah, ada perempuan tergeletak sekarat.,
penuh luka bakar,nyawanya di tepi jurang kematian.,
kaki hangus dengan perhiasan gelang emas.,
gelang itu lebih bersinar terkena kobaran api!
suara-suara saling sahut-menyahut, susul-menyusul.,
teriakan histeris, tangisan keras, tangisan tanpa suara?
Ratusan orang sudah tak bernyawa, darah? Serpihan? Potongan? Hancuran tubuh manusia bercampur dengan puing.,
ratusan orang terluka parah,
dibawah mobil yang terbalik, potongan lengan berukir tato daun ganja.,
dengan tulisan menyilang Land Of God!
Tampak seperti daging panggang, api melalap mobil itu tak tersisa.,
kepanikan, ketakutan, suasana mencekam, kemana petugas yang seharusnya dibutuhkan? Pada saat seperti ini?
Ditengah-tengah kekacauan itu, seruan allahu akbar menggema dari seorang pria yang memeluk mayat.,
satu orang berseru, yang lain mengikuti, menyerukan kebesaran allah.,
kemana mereka 30 menit yang lalu?
Sedang apa? Ingat apa?
Kebanyakan orang bersedih, memohon pertolongan.,
tak sedikit juga orang yang bersorak, bersyukur tempat itu rata dengan tanah.
Seorang pria dengan topi kupluk, jaket levis.
Berdiri disamping tiang listrik, pantulan api dilokasi kejadian.,
terbias dimatanya yang penuh dendam.,
nafasnya berat, gigi mengretak, amarah terpancar.
"bang'sat!" teriaknya, memukul tiang sekeras mungkin.
Luka ditangan, tak menyurutkan amarah.,
ia berbalik wajahnya suram, dibagian kerah, tertutup jaketnya.
Terlihat tulisan kecil:
’SAT’
*******
Untuk beberapa saat aku membeku, tak percaya dengan kemampuan fantastis Ria merombak rambut.,
potongan pendek, sedikit spyke tapi masih berkesan berantakan yang menjadi kesukaanku.,
malu jadinya, sempat meragukan kemampuan Ria, bangun dari kursi aku memeluknya.,
meluapkan rasa bahagia, aku lupa diri, dengan hasil potonganya.,
memeluk, kaki Ria terangkat, ia menjerit kaget.,
mengangkat Ria berputar-putar di taman, mirip film India sialan!.,
tetap dalam keadaan memeluknya, tawa Fio, Nia menjadi backsound kegembiraanku.,
sudah lama aku ingin melakukan ini, waktu bersama Dewi, aku berhasil menahanya.,
sekarang tak ada yang menghalangi keinginanku, memegang wajah Ria..
Melihat kilauan penasaran dimatanya, nafas berhenti.,
waktu serasa terhenti, bibir kami menyatu, masih malu-malu berkesan kaku.,
rasa kaku cuma bertahan selama lima detik, memiringkan wajah dari satu sisi ke sisi lainya.,
kami melumat, menjadi jalur koneksi berkercepatan tinggi.,
bukan ciuman pertamaku, bukan juga ciuman terakhirku, tapi menjadi salah satu yang terbaik.,
apakah ciumanku, menjadi terakhir untuknya? Ini termasuk sifat bang'satku yang egois.,
tak mau mengetahui ada yang merasakan bibirnya selain diriku!
Melepaskan Ria, ia tampak malu, Fio mendengus tak jelas ucapanya?
"seneng amat lo? Gua doang kayanya yang gak dapet" cibir Fio.
"ampun Fioku sayang, kamu iri ya?" canda Ria, memeluk Fio.
"hmm, puas lo ya? Awas lo Day" omel Fio, tak terima.
"aih gila? Ganteng juga gue ye?" ucapku terkagum-kagum, memegang cermin.
Fio kesal, mendengar ucapanku ia tertawa lepas, disusul Ria, Nia.
"kemana aja lo Day? Baru ngerasa ganteng sekarang?" tanya Fio, kegelian.
"ganteng? Kaya skuteng iye muke gue"
"kaya skuteng? Sakit lo Day" timpal Nia, menggeleng tak percaya.
"emang nih setan, begonya gak ketulungan" sahut Fio, frustasi.
"ngemeng apa sih lo pade?" tanyaku, bingung?
Nia mendekat, disampinku, melihat cermin lalu melihatku.,
ia menggeleng, menghela nafas, menatapku serius.
"lo tau gak Day? Siapa aja yang ngejar-ngejar Ria? Fio? Ama gua?"
mengernyit, aku menggeleng bodoh.
"gak tahu? Kelewatan lo Day" marah Nia, mendelik, membuatnya tampak lucu.
"emang sape yang mau ama nenek sihir kaya lo bertiga?" tukasku, masih kagum dengan pantulan dicermin.
"Day? Lo anggap kita cewek gampangan? Karena ngejar lo" kata Fio dingin.
"hah? Kapan gue bilang lo pada gampangan?" balasku cepat.
"lo harus tau Day, kalo lo kaya skuteng? Ogah amat gua ngejar lo?
Emang tampang gak jadi patokan buat kita, masih banyak unsur lain yang bikin gua suka ama lo.
Tapi gak muna juga Day, fisik penting buat gua.
Kalo lo Fio, yang lo suka dari orang nyebelin ini apa?" tanya Nia, mencubit pipiku.
"gua? Apa ya? Mungkin karena dongonya" jawab Fio, wajah lucu.
"kalo lo Ria?"
"gua suka semuanya" sahut Ria singkat, menghindari tatapanku.
"bentar, bentar? Jadi maksud lo pade gue ganteng? Gue keren gitu?"
"iya, iya lo ganteng! Lo keren! Puas?" tanggap Fio, kegelian.
"gila lo pade! Denger ye, yang namanye ganteng? Keren?
Itu pinter. Bersih dari drugs, ama rajin ke masjid dah!
Hem.. Lo kenal Digta yang dikelas gue gak?
Tuh anak pinter, kagak ngerokok, kagak minum, boro-boro kenal drugs!
Itu baru keren namanye" protesku, membakar rokok.
Mereka bengong, tak percaya, terbahak-bahak.
"Day, kalo lo bilang gitu? Berarti terbalik, yang gua suka harus pemake, gitu?
Yang gua suka, harus dongo gitu?
" timpal Ria, senyum menggoda.
"yang gua lihat dari lo Day.
Bukan karena lo pemake?
Bukan karena kepinteran, apalagi karena duit?
Yang gua suka ya lo apa adanya Day" ucap Fio lembut, memainkan rambutnya.
"badboy atau bukan? Gak ada artinya buat gua" timpal Nia.
"masa sih? Gue gak ngarti jadinya?" ucapku bingung, menikmati sirup.
"aduh, udah deh, capek gua, kapan sembuhnya dongo lo Day" jawab Nia, malas.
"nyesel gua, motong rambut lo!" ucap Ria, tangan kiri bertolak pinggang, tangan satunya memutar-mutar gunting, sambil menggeleng.
"iya nek, bagusan tadi F four kaya gembel, sekarang malah bikin gua baik jadinya" tanggap Fio, tak senang.
"baik? Gilaa lo Fio" omelku, menyemburkan sirup, terbatuk-batuk.
"huh, emang cowok doang yang bisa baik?" sanggah Fio, mengerjap lucu.
*******
Ara, Bego, turun dari metromini 700.
Memasuki Alergo, melakukan transaksi heroin dengan bandar eceran.,
tak memakan waktu lama, kedua setan berjalan melewati gang-gang sempit padat penduduk.
Sampai di tempat pembuangan sampah yang lumayan besar, delapan orang nongkrong ditengah-tengah hamparan sampah.
"lo gak bawa integ Ra?" tanya Bego, nongkrong membakar rokok.
"setan! Ngapain gua bawa-bawa integ? Lo sendiri ngapa gak bawa?" tukas Ara, mengambil rokok.
"lah? Gua mau bawa tapi lupa" jawab Bego, meyakinkan.
"udahlah! Gua yakin yang disini semuanya gak bawa integ.
Tenang bentar lagi si Kurap juga dateng" sewot Ara.
Alergo tempat heroin kualitas satu.,
nama Alergo dikenal oleh setiap jungkie Jakarta.
Sayangnya situasi sedang gawat, bisa beli, jangan harap bisa keluar tenang.,
saran dari bandar Alergo, beli disini! Pakai disini!
Sepuluh orang termasuk Ara, Bego, menunggu gelisah.,
dari jauh terlihat pria kulit gosong, mengenakan tas bergambar donal bebek.
Ia berjalan lambat, kemalas-malasan.
Mereka yang menunggu seperti melihat malaikat penolong.
"woi Kurap cepet ngapa, wakas nih gua" protes pria gemuk, tak sabar.
"sst, tenang, jangan berisik" ucap Kurap lambat.
Kurap mendekat, jongkok, membakar rokok.
Ada yang kesal, bertanya mengejek.,
Kurap tetap menjawab, sambil mengacungkan telunjuk dimulut.
"ssst, jangan berisik, tenang" ucap Kurap, lambat.
"kelamaan lo, kaya keong" ledek Ara.
"ssst, jangan berisik, tenang" ucap Kurap, masih dengan nada slow motion.
Kurap membuka tas, membagi-bagikan insulin bekas.
Dengan kecepatan tinggi sepuluh orang meracik heroin, sementara Kurap masih merokok.,
gerakanya lambat,perlahan, kemalas-malasan.
Selalu menampilkan senyuman kosong, senyum yang tak enak untuk dilihat.
Ia mulai berkeliling, seperti knek yang menagih bayaran.,
ia menadahkan bungkus rokok, dari satu ke yang lainya.
Sebagai jatah pinjaman, masing-masing orang membagi setitik air dari insulin.
Tiba di bagian Ara dan Bego, ia menadahkan bungkus rokoknya.
"kalo dipikir-pikir.
Jadi banyakkan lo Kurap daripada gua jadinya" grutu Ara, menaruh setitik air diplastik rokok.
Kurap masih seperti kaset kusut, menjawab dengan perkatan yang sama.
"ssst, jangan berisik, tenang" ucapnya lambat.
Bego membagikan setitik yang sama.
-------
jelas mereka bukan saver?
Apakah invite?
Kalau zero, sunggu zero harus dibagi menjadi dua klasifikasi lagi.
Zero yang murni tak tahu, atau zero yang tak punya otak?
Atau mereka tak masuk dalam kategori, saver, invite, zero?
Bahkan demam tak terbesit saat sharing insulin?
Tanpa rasa takut, padahal sudah mengerti apa itu demam?
Yang dilakukan sekarang, apakah mendapat bonus di masa depan?
"ssst, jangan berisik, tenang.
Lo makan nih darah gua"
*******
bersambung..
0