Quote:
Droi penyuka binatang terutama kucing. Masih teringat jelas di ingatan Droi ketika dia pertama kali memelihara anak kucing ketika dia berusia 9 tahun. Seekor kitty yang dia temukan di selokan dekat masjid tempatnya biasa sholat Subuh berjamaah. Tanpa merasa jijik diambilnya anak kucing tersebut dari dalam selokan dan diletakkan di jalanan aspal samping masjid. Kucing itu mengikutinya hingga sampai rumah. Karena ia merasa kasihan, dimandikannya kucing tersebut sampai bersih, dikeringkannya dengan handuk bekas dan dibalut dengan kaus bekas yang sudah tidak terpakai. Dipeluknya kaus itu hingga anak kucing itu merasa hangat. Terdengar bunyi grr.. grr.. khas kucing yang sedang merasa nyaman. Akhirnya Droi memutuskan untuk memelihara kucing itu meski tak pernah sempat menamainya. No name. Kucing itu akhirnya mati karena tidak sengaja tersambit clurit tukang rumput yang sedang membersihkan belukar di bawah pohon mangga depan rumahnya. Sungguh tragis nasib anak kucing itu.
Dia hentikan sepedanya di jalan setapak pintu masuk pemakaman. Pemakaman ini bentuknya seperti sebuah bukit. Makin ke tengah tanahnya makin menanjak dan mengerucut ke atas. Kebetulan kucing yang menarik perhatiannya itu sedang duduk di makam yang letaknya di tanah datar tak jauh dari jalan setapak tempatnya memarkir sepeda.
Quote:
Droi mengamati gerak-gerik kucing itu. Tak sedikit pun kucing itu merasa terusik atau takut dengan kehadiran Droi. Tak terasa Droi berjalan mendekati makam tersebut. Tubuh dan kakinya seolah tertarik oleh medan magnet yang sangat kuat. Selangkah demi selangkah Droi makin mendekati makam. Hingga akhirnya Droi cukup dekat untuk bisa membaca tulisan di batu nisan makam tersebut. Imelda Vissati binti Hartanto. Lahir 14 November 1983. Wafat 22 Desember 1999. Wow.. Tanggal lahir yang sama persis dengan dirinya. Hari ke-14 di bulan November tahun delapan tiga.
Quote:
Hari itu tanggal 29 Desember 1999. Benar-benar baru seminggu yang lalu makam itu eksis di pemakaman dekat rumah sang eyang. Siapa itu Imelda, dimana rumahnya dan siapa Hartanto tak sedikit pun diketahui oleh Droi. Teman-temannya dari SD hingga SMA tak satu pun yang bernama Imelda. Sepengetahuannya juga tak ada ayah temannya yang bernama Hartanto. Nama-nama itu terasa begitu asing dan baru dalam ingatan Droi.
Quote:
"Kamu kenal Imelda?"