- Beranda
- The Lounge
Infografis Penulis-Penulis Indonesia yang Paling Populer
...
TS
radith.yoga
Infografis Penulis-Penulis Indonesia yang Paling Populer
Quote:

Spoiler for HT:

Quote:
Quote:
INTRO
Setiap era selalu melahirkan generasi penulis populer dengan berbagai karya yang fenomenal dan memberi nuansa berbeda bagi dunia sastra indonesia. Setiap penulis memiliki ciri khas tersendiri dalam karyanya baik itu novel, cerita pendek, fiksi, naskah drama maupun lainnya. jalan cerita yang unik dengan para tokoh yang berkarakter dan kuat merupkan salah satu faktor yang membuat karya si penulis laris manis.
Quote:
10 Penulis Indonesia Terpopuler
Quote:
1. Raditya Dika

image courtesy of infografisokezone.com
Dika Angkasaputra Moerwani atau dikenal dengan nama Raditya Dika (lahir di Jakarta, 28 Desember 1984; umur 29 tahun, akrab dipanggil Radith, adalah seorang penulis asal Indonesia. Di Indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Buku tersebut menampilkan kehidupan Dikung (Raditya Dika) saat kuliah di Australia. Tulisan Radith bisa digolongkan sebagai genre baru. Kala ia merilis buku pertamanya tersebut, memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi (personal essay).
Novel
Penulis skenario
Sutradara
source

image courtesy of infografisokezone.com
Dika Angkasaputra Moerwani atau dikenal dengan nama Raditya Dika (lahir di Jakarta, 28 Desember 1984; umur 29 tahun, akrab dipanggil Radith, adalah seorang penulis asal Indonesia. Di Indonesia, Raditya Dika dikenal sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan-tulisan itu berasal dari blog pribadinya yang kemudian dibukukan. Buku pertamanya berjudul Kambing Jantan masuk kategori best seller. Buku tersebut menampilkan kehidupan Dikung (Raditya Dika) saat kuliah di Australia. Tulisan Radith bisa digolongkan sebagai genre baru. Kala ia merilis buku pertamanya tersebut, memang belum banyak yang masuk ke dunia tulisan komedi. Apalagi bergaya diari pribadi (personal essay).
Novel
- 2005 - Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
- 2006 - Cinta Brontosaurus
- 2007 - Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
- 2008 - Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang
- 2010 - Marmut Merah Jambu
- 2011 - Manusia Setengah Salmon
Penulis skenario
- Maling Kutang (2009)
- Cinta Brontosaurus (2013)
- Manusia Setengah Salmon (2013)
- Marmut Merah Jambu (2014)
Sutradara
- Marmut Merah Jambu (2014)
- Malam Minggu Miko The Movie (2014)
source
Quote:
2. Dewi Lestari

image courtesy of infografisokezone.com
Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976; umur 38 tahun) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976; umur 38 tahun) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumnus SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.
Karya
- 2001 - Novel Supernova : Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh
- 2002 - Novel Supernova : Akar
- 2003 - Kumpulan Prosa dan Puisi "Filosofi Kopi"
- 2004 - Novel Supernova : Petir
- 2008 - Kumpulan Cerita Rectoverso
- 2009 - Novel Perahu Kertas
- 2011 - Kumpulan Cerita Madre
- 2012 - Novel Supernova : Partikel
- 2014 - Novel Supernova : Gelombang
source
Quote:
3. Andrea Hirata

image courtesy of infografisokezone.com
Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun (lahir di Belitung, 24 Oktober 1976; umur 38 tahun) adalah novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia. Ia berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Andrea Hirata terlahir dengan nama Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun (lahir di Belitung, 24 Oktober 1976; umur 38 tahun) adalah novelis yang telah merevolusi sastra Indonesia. Ia berasal dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah Laskar Pelangi.
Karya
- 2005 - Laskar Pelangi
- 2006 - Sang Pemimpi
- 2007 - Edensor
- 2008 - Maryamah Karpov
- 2010 - Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas
- 2011 - Sebelas Patriot
- 2012 - Laskar Pelangi Song Book
source
Quote:
4. Mira Widjaja

image courtesy of infografisokezone.com
Mira Widjaja (Wong), atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. (lahir 13 September 1951; umur 63 tahun), adalah novelis Indonesia. Terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa, ia dikenal sebagai salah satu penulis novel-novel roman populer di Indonesia. Ayahnya, Othniel, adalah pelopor industri perfilman di Indonesia. Mira menulis novel dengan berbagai genre, termasuk roman, kriminal, dan kehidupan rumah sakit. Ia berprofesi sebagai dokter sebelum menjadi penulis
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Mira Widjaja (Wong), atau lebih dikenal dengan nama pena Mira W. (lahir 13 September 1951; umur 63 tahun), adalah novelis Indonesia. Terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa, ia dikenal sebagai salah satu penulis novel-novel roman populer di Indonesia. Ayahnya, Othniel, adalah pelopor industri perfilman di Indonesia. Mira menulis novel dengan berbagai genre, termasuk roman, kriminal, dan kehidupan rumah sakit. Ia berprofesi sebagai dokter sebelum menjadi penulis
Karya
- 1975 - Benteng Kasih
- 1977 - Dokter Nona Friska
- 1980 - Disini Cinta Pertama Kali Bersemi
source
Quote:
5. Habiburrahman El Shirazy

image courtesy of infografisokezone.com
Habiburrahman El Shirazy(lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976; umur 38 tahun) adalah novelis nomor. 1 Indonesia dinobatkan oleh Insani Universitas Diponegoro. Selain novelis, sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini juga dikenal sebagai sutradara, dai, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Habiburrahman El Shirazy(lahir di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976; umur 38 tahun) adalah novelis nomor. 1 Indonesia dinobatkan oleh Insani Universitas Diponegoro. Selain novelis, sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir ini juga dikenal sebagai sutradara, dai, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Di antara karya-karyanya yang telah beredar di pasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta (telah disinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) Dalam Mihrab Cinta (2007), Bumi Cinta, (2010) dan The Romance. Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.
Karya
- 2004 - Ayat-Ayat Cinta
- 2004 - Pudarnya Pesona Cleopatra
- 2006 - di Atas Sajadah Cinta
- 2007 - Dalam Mihrab Cinta
- 2009 - Ketika Cinta Bertasbih
- 2009 - Ketika Cinta Bertasbih 2
- 2010 - Bumi Cinta
source
Quote:
6. Ayu Utami

image courtesy of infografisokezone.com
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968; umur 45 tahun) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Novelnya yang pertama, Saman, mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar. Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Akhir 2001, ia meluncurkan novel Larung.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Justina Ayu Utami atau hanya Ayu Utami (lahir di Bogor, Jawa Barat, 21 November 1968; umur 45 tahun) adalah aktivis jurnalis dan novelis Indonesia, ia besar di Jakarta dan menamatkan kuliah di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi wartawan di majalah Humor, Matra, Forum Keadilan, dan D&R. Tak lama setelah penutupan Tempo, Editor dan Detik pada masa Orde Baru, ia ikut mendirikan Aliansi Jurnalis Independen yang memprotes pembredelan. Kini ia bekerja di jurnal kebudayaan Kalam dan di Teater Utan Kayu. Novelnya yang pertama, Saman, mendapatkan sambutan dari berbagai kritikus dan dianggap memberikan warna baru dalam sastra Indonesia. Ayu dikenal sebagai novelis sejak novelnya Saman memenangi sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta 1998. Dalam waktu tiga tahun Saman terjual 55 ribu eksemplar. Berkat Saman pula, Ayu mendapat Prince Claus Award 2000 dari Prince Claus Fund, sebuah yayasan yang bermarkas di Den Haag, yang mempunyai misi mendukung dan memajukan kegiatan di bidang budaya dan pembangunan. Akhir 2001, ia meluncurkan novel Larung.
Karya
- 1998 - Novel Saman
- 2001 - Novel Larung
- 2003 - Kumpulan Esai "Si Parasit Lajang"
- 2008 - Novel Bilangan Fu
- 2010 - Novel Manjali Dan Cakrabirawa (Seri Bilangan Fu)
- 2012 - Novel Cerita Cinta Enrico
- 2012 - Novel Soegija: 100% Indonesia
- 2012 - Novel Lalita (Seri Bilangan Fu)
- 2013 - Novel Si Parasit Lajang
- 2013 - Novel Pengakuan: Eks Parasit Lajang
- Novel Maya
source
Quote:
7. Marga T

image courtesy of infografisokezone.com
Marga Tjoa (lahir di Jakarta, 27 Januari 1943; umur 71 tahun), yang lebih dikenal dengan nama Marga T., adalah salah seorang pengarang Indonesia yang paling produktif. Namanya mulai dikenal pada tahun 1971 lewat cerita bersambungnya, Karmila yang kemudian dibukukan dan difilmkan. Sejak kecil Marga telah banyak menulis. Karangan-karangannya mula-mula dimuat di majalah sekolahnya. Pada usia 21 tahun, ia menghasilkan cerita pendeknya yang pertama, Kamar 27, yang kemudian disusul oleh bukunya yang pertama, Rumahku adalah Istanaku, sebuah cerita anak-anak, yang diterbitkan pada 1969. Sebagai penulis, Marga adalah seorang pekerja keras. Ia dapat menghabiskan waktu empat hingga lima jam sehari dalam mengarang. Kedisiplinannya juga tampak dari kegiatannya membaca apa saja. "Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun," begitu prinsip Marga. Karena itu ia rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli novel. Novelnya yang paling mutakhir, "Sekuntum Nozomi", buku ketiga, yang terbit pada 2004, mengangkat kisah seputar tragedi Mei 1998 yang menelan banyak korban khususnya di kalangan kaum perempuan keturunan Tionghoa.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Marga Tjoa (lahir di Jakarta, 27 Januari 1943; umur 71 tahun), yang lebih dikenal dengan nama Marga T., adalah salah seorang pengarang Indonesia yang paling produktif. Namanya mulai dikenal pada tahun 1971 lewat cerita bersambungnya, Karmila yang kemudian dibukukan dan difilmkan. Sejak kecil Marga telah banyak menulis. Karangan-karangannya mula-mula dimuat di majalah sekolahnya. Pada usia 21 tahun, ia menghasilkan cerita pendeknya yang pertama, Kamar 27, yang kemudian disusul oleh bukunya yang pertama, Rumahku adalah Istanaku, sebuah cerita anak-anak, yang diterbitkan pada 1969. Sebagai penulis, Marga adalah seorang pekerja keras. Ia dapat menghabiskan waktu empat hingga lima jam sehari dalam mengarang. Kedisiplinannya juga tampak dari kegiatannya membaca apa saja. "Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun," begitu prinsip Marga. Karena itu ia rela mengeluarkan banyak uang untuk membeli novel. Novelnya yang paling mutakhir, "Sekuntum Nozomi", buku ketiga, yang terbit pada 2004, mengangkat kisah seputar tragedi Mei 1998 yang menelan banyak korban khususnya di kalangan kaum perempuan keturunan Tionghoa.
Karya
- 1969 - Rumahku adalah Istanaku
- 1971 - Karmila
- 1974 - Badai Pasti Berlalu
- 1976 - Gema Sebuah Hati
- 1976 - Bukan Impian Semusim
- 1977 - Sepotong Hati Tua
- 1979 - Lagu Cinta: kumpulan cerpen
source
Quote:
8. Asma Nadia

image courtesy of infografisokezone.com
Asma Nadia, adalah penulis Indonesia. Saat ini dikenal sebagai Pendiri Forum Lingkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda, dan manajer AsmaNadia Publishing House. Karena karya-karyanya ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai loka karya yang berkaitan dengan penulisan serta keperempuanan, baik di dalam mau pun di luar negeri. Tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa usai mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus - September 2009), Nadia sempat diundang untuk memberikan workshop dan dialog kepenulisan al. di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Asma Nadia, adalah penulis Indonesia. Saat ini dikenal sebagai Pendiri Forum Lingkar Pena, suatu perkumpulan yang ikut dibidaninya untuk membantu penulis-penulis muda, dan manajer AsmaNadia Publishing House. Karena karya-karyanya ia pernah mendapat berbagai penghargaan. Selain menulis, Asma sering diminta untuk memberi materi dalam berbagai loka karya yang berkaitan dengan penulisan serta keperempuanan, baik di dalam mau pun di luar negeri. Tahun 2009 dalam perjalanannya keliling Eropa usai mendapatkan undangan writers in residence dari Le Chateau de Lavigny (Agustus - September 2009), Nadia sempat diundang untuk memberikan workshop dan dialog kepenulisan al. di PTRI Jenewa, Masjid Al Falah Berlin (bekerja sama dengan FLP dan KBRI di sana), KBRI Roma, Manchester (dalam acara KIBAR Gathering), dan Newcastle.
Karya
- 2009 - Emak Ingin Naik Haji
- 2011 - Rumah tanpa Jendela
source
Quote:
9. W.S. Rendra

image courtesy of infografisokezone.com
Rendra (Willibrordus Surendra Broto Rendra); lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, kemudian ia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok, pada bulan Oktober 1985. Semenjak masa kuliah ia sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.
Drama
Kumpulan Sajak/Puisi
source

image courtesy of infografisokezone.com
Rendra (Willibrordus Surendra Broto Rendra); lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – meninggal di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967. Ketika kelompok teaternya kocar-kacir karena tekanan politik, kemudian ia mendirikan Bengkel Teater Rendra di Depok, pada bulan Oktober 1985. Semenjak masa kuliah ia sudah aktif menulis cerpen dan esai di berbagai majalah.
Drama
- 1954 - Orang-orang di Tikungan Jalan
- 1967 - Bib Bob Rambate Rate Rata (Teater Mini Kata)
- 1977 - SEKDA
- 1972 - Mastodon dan Burung Kondor
- 1986 - Panembahan Reso
Kumpulan Sajak/Puisi
- Ballada Orang-orang Tercinta (Kumpulan sajak)
- Blues untuk Bonnie
- Empat Kumpulan Sajak
- Sajak-sajak Sepatu Tua
- Mencari Bapak
source
Quote:
10. Djenar Maesa Ayu

image courtesy of infografisokezone.com
Djenar Maesa Ayu (lahir di Jakarta, 14 Januari 1973; umur 41 tahun) adalah seorang penulis Indonesia Cerpen-cerpennya telah tersebar di berbagai media massa Indonesia seperti Kompas, The Jakarta Post, Republika, Koran Tempo, Majalah Cosmopolitan,Lampung Post, dan majalah Djakarta! . Karyanya tergambar sebagai propokatif dan mengerikan, unik dan berani. Karena keberaniannya dalam menulis topik buku yang ditulisnya, Djenar dianggap sebagai salah satu sastra wangi (mengangkat seksualitas). Djenar mulai menulis saat masih sekolah dasar. Setelah lulus kuliah, dia bekerja sebagai presenter televisi untuk jangka waktu pendek sebelum memulai dunia menulis. Ia adalah putri dari pasangan sutradara film legendaris Syuman Djaya dan pemeran wanita Tutie Kirana. Djenar memiliki dua orang anak yaitu Banyu Bening dan Btari Maharani.
Karya
source

image courtesy of infografisokezone.com
Djenar Maesa Ayu (lahir di Jakarta, 14 Januari 1973; umur 41 tahun) adalah seorang penulis Indonesia Cerpen-cerpennya telah tersebar di berbagai media massa Indonesia seperti Kompas, The Jakarta Post, Republika, Koran Tempo, Majalah Cosmopolitan,Lampung Post, dan majalah Djakarta! . Karyanya tergambar sebagai propokatif dan mengerikan, unik dan berani. Karena keberaniannya dalam menulis topik buku yang ditulisnya, Djenar dianggap sebagai salah satu sastra wangi (mengangkat seksualitas). Djenar mulai menulis saat masih sekolah dasar. Setelah lulus kuliah, dia bekerja sebagai presenter televisi untuk jangka waktu pendek sebelum memulai dunia menulis. Ia adalah putri dari pasangan sutradara film legendaris Syuman Djaya dan pemeran wanita Tutie Kirana. Djenar memiliki dua orang anak yaitu Banyu Bening dan Btari Maharani.
Karya
- 2001 - Mereka Bilang, Saya Monyet!
- 2005 - Jangan Main-main (dengan Kelaminmu)
- 2006 - Cerita Pendek Tentang Cerita Cinta Pendek
- 2008 - Nayla
- 2011 - 1 Perempuan 14 Lelaki
- 2012 - T(w)itit!
- 2014 - SAIA
source
Quote:
Tambahan
Quote:
Pramoedya Ananta Toer

image courtesy of wikipedia.com
Pramoedya Ananta Toer (lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 – meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun), secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.
source

image courtesy of wikipedia.com
Pramoedya Ananta Toer (lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 – meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun), secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.
Spoiler for Bibliografi:
- 1946 - Sepoeloeh Kepala Nica
- 1947 - Kranji–Bekasi Jatuh
- 1950 - Perburuan
- 1950 - Keluarga Gerilya
- 1951 - Subuh
- 1951 - Percikan Revolusi
- 1951 - Mereka yang Dilumpuhkan (I & II)
- 1951 - Bukan Pasar Malam
- 1951 - Di Tepi Kali Bekasi
- 1951 - Dia yang Menyerah
- 1952 - Cerita dari Blora
- 1953 - Gulat di Jakarta
- 1954 - Midah Si Manis Bergigi Emas
- 1954 - Korupsi
- 1954 - Mari Mengarang
- 1957 - Cerita Dari Jakarta
- 1957 - Cerita Calon Arang
- 1958 - Sekali Peristiwa di Banten Selatan
- 1965 - Panggil Aku Kartini Saja
- 1965 - Kumpulan Karya Kartini
- 1965 - Wanita Sebelum Kartini
- 1965 - Gadis Pantai
- 1965 - Sejarah Bahasa Indonesia. Satu Percobaan
- 1963 - Realisme Sosialis dan Sastra Indonesia
- 1965 - Lentera
- 1980 - Bumi Manusia
- 1981 - Anak Semua Bangsa
- 1981 - Sikap dan Peran Intelektual di Dunia Ketiga
- 1982 - Tempo Doeloe
- 1985 - Jejak Langkah
- 1985 - Sang Pemula
- 1987 - Hikayat Siti Mariah
- 1988 - Rumah Kaca
- 1995 - Memoar Oei Tjoe Tat
- 1995 - Nyanyi Sunyi Seorang Bisu I
- 1995 - Arus Balik
- 1997 - Nyanyi Sunyi Seorang Bisu II
- 1999 - Arok Dedes
- 2000 - Mangir
- 2000 - Larasati
- 2005 - Jalan Raya Pos, Jalan Daendels
source
Quote:
Sutan Takdir Alisjahbana

image courtesy of wikipedia
Sutan Takdir Alisjahbana, (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun) adalah seorang sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia.
Karya
source

image courtesy of wikipedia
Sutan Takdir Alisjahbana, (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 – meninggal di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun) adalah seorang sastrawan dan ahli tata bahasa Indonesia.
Karya
- 1929 - Tak Putus Dirundung Malang
- 1932 - Dian Tak Kunjung Padam
- 1935 - Tebaran Mega
- 1936 - Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia
- 1936 - Layar Terkembang
- 1940 - Anak Perawan di Sarang Penyamun
- 1941 - Puisi Lama
- 1946 - Puisi Baru
- 1946 - Pelangi
- 1946 - Pembimbing ke Filsafat
- 1957 - Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia
- 1962 - The Indonesian language and literature
- 1966 - Revolusi Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia
- 1969 - Kebangkitan Puisi Baru Indonesia
- 1976 - The failure of modern linguistics
- 1977 - Perjuangan dan Tanggung Jawab dalam Kesusastraan
- 1977 - Dari Perjuangan dan Pertumbuhan Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia sebagai Bahasa Modern
- 1977 - Perkembangan Sejarah Kebudayaan Indonesia Dilihat dari Segi Nilai-Nilai
- 1978 - Lagu Pemacu Ombak
- 1982 - Menuju Seni Lukis Lebih Berisi dan Bertanggung Jawab
- 1987 - Sajak-Sajak dan Renungan
- 1992 - Pemikiran Islam Dalam Menghadapi Globalisasi Dan Masa Depan Umat manusia
source
Diubah oleh radith.yoga 04-11-2014 20:17
swiitdebby memberi reputasi
1
71.2K
Kutip
713
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105KAnggota
Tampilkan semua post
TS
radith.yoga
#6

Quote:
Original Posted By simazimazi►tambahin dong gan! penulis favorit ane: Darwis Tere Liye, a.k.a Tere Liye. ane gak tau biografinya.. tp ane suka sama gaya penulisannya yg ciamik & unik. (bukan promo) hehehe.
novel2 yg udah ane punya (rekomended!!!):
1. Aku, Kau, dan Sepucuk Angpau Merah
2. Berjuta Rasanya
3. Sepotong Hati yang Baru
4. Semoga Bunda Disayang Alloh
novel doi lainnya yg lagi ane incer buat dibeli (nabuuuuung) hehehe:
- Hapalan Sholat Delisa
- Rindu
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu
- Sunset bersama Rosi
- Negeri Para Bedebah
- Bumi
- Bidadari Surga
- Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
- dan banyaaak lainnya.. ane pengen beli semuaaa kalo bisa hehehe...
novel2 yg udah ane punya (rekomended!!!):
1. Aku, Kau, dan Sepucuk Angpau Merah
2. Berjuta Rasanya
3. Sepotong Hati yang Baru
4. Semoga Bunda Disayang Alloh
novel doi lainnya yg lagi ane incer buat dibeli (nabuuuuung) hehehe:
- Hapalan Sholat Delisa
- Rindu
- Rembulan Tenggelam di Wajahmu
- Sunset bersama Rosi
- Negeri Para Bedebah
- Bumi
- Bidadari Surga
- Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
- dan banyaaak lainnya.. ane pengen beli semuaaa kalo bisa hehehe...
Quote:
Original Posted By bangugeng►Tere Liye gan,udah banyak menghasilkan novel berkualitas bahkan diantaranya sudah di filmkan seperti Bidadari-Bidadari Surga,Hafalan Sholat Delisa,Moga Bunda di sayang Allah.
Ini karya2nya.
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum,2010)
Ø Pukat (Penerbit Republika, 2010)
Ø Burlian (Penerbit Republika, 2009)
Ø Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005)
Ø Moga Bunda Disayang Alloh (Penerbit Republika, 2005)
Ø The Gogons Series : James & Incridible Incodents (Gramedia Pustaka Umum, 2006)
Ø Bidadari – Bidadari Surga (Penerbit Republika, 2008)
Ø Sang Penandai (Penerbit Serambi, 2007)
Ø Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo 2006 & Republika 2009)
Ø Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (Penerbit AddPrint, 2005)
Ø Cintaku Antara Jakarta dan Kualal Lumpur (Penerbit AddPrint, 2006)
Ø Senja Bersama Rosie (Penerbit Grafindo, 2008)
Ø Eliana, Serial Anak-Anak Mama
*Kau,aku dan sepucuk angpau merah.
*Sunset bersama Rossie
*Rindu
Ini karya2nya.
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin (Gramedia Pustaka Umum,2010)
Ø Pukat (Penerbit Republika, 2010)
Ø Burlian (Penerbit Republika, 2009)
Ø Hafalan Shalat Delisa (Penerbit Republika, 2005)
Ø Moga Bunda Disayang Alloh (Penerbit Republika, 2005)
Ø The Gogons Series : James & Incridible Incodents (Gramedia Pustaka Umum, 2006)
Ø Bidadari – Bidadari Surga (Penerbit Republika, 2008)
Ø Sang Penandai (Penerbit Serambi, 2007)
Ø Rembulan Tenggelam di Wajahmu (Grafindo 2006 & Republika 2009)
Ø Mimpi-Mimpi Si Patah Hati (Penerbit AddPrint, 2005)
Ø Cintaku Antara Jakarta dan Kualal Lumpur (Penerbit AddPrint, 2006)
Ø Senja Bersama Rosie (Penerbit Grafindo, 2008)
Ø Eliana, Serial Anak-Anak Mama
*Kau,aku dan sepucuk angpau merah.
*Sunset bersama Rossie
*Rindu
Quote:
Original Posted By ndiechan►
masi ada paporit ane gan:
CLARA NG
karyanya : dimsum terakhir, the unreality show, Indiana chronicle, Rahasia Bulan, dll
CLARA NG
karyanya : dimsum terakhir, the unreality show, Indiana chronicle, Rahasia Bulan, dll
Quote:
Original Posted By albrado►name: Bernard Batubara
gender: male
website: http://bisikanbusuk.com
twitter username: @benzbara_
genre: Poetry, Romance, Fiction
Bernard Batubara lahir 9 Juli 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat; saat ini tinggal di Yogyakarta. Tahun 2012 menamatkan studi Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Selama kuliah aktif di lembaga pers mahasiswa. Belajar menulis sejak medio 2007. Puisi dan cerpennya dimuat di majalah seni GONG, harian Kompas, Batam Pos, Koran Tempo, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, Pontianak Post, dan antologi bersama: “Teka-teki tentang Tubuh dan Kematian” (2010), “Pedas Lada Pasir Kuarsa” (2010), “Percakapan Lingua Franca” (2011), "Tuah Tara No Ate" (2011), “Mata” (2012), “Empat Cangkir Kenangan” (2012), "Cerita Hati" (2012), "Singgah" (2013), "Habis Gelap Terbitlah Terang" / "Through Darkness To Light" (2013), dan "Puisi-Puisi di Jantung Tamansari" (2014).
Buku tunggalnya, kumpulan puisi
“Angsa-angsa Ketapang” (2010),
"Radio Galau FM" (2011),
"Kata Hati" (2012),
"Milana" (2013), dan
"Cinta." (2013).
"Radio Galau FM" dan "Kata Hati" telah diadaptasi ke layar lebar oleh Rapi Films dengan judul yang sama. Cerpennya "Goa Maria" telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam buku antologi dwibahasa UWRF 2013 "Through Darkness To Light" (Habis Gelap Terbitlah Terang).
Mengisi sebagai pembicara di festival sastra Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, dan penulis terpilih Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2013.
Sekarang bekerja sebagai editor.
Novel terbarunya telah terbit April 2014, berjudul "Surat untuk Ruth" (GPU, 2014)
Twitter: @benzbara_
Blog: bisikanbusuk.com
gender: male
website: http://bisikanbusuk.com
twitter username: @benzbara_
genre: Poetry, Romance, Fiction
Bernard Batubara lahir 9 Juli 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat; saat ini tinggal di Yogyakarta. Tahun 2012 menamatkan studi Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Selama kuliah aktif di lembaga pers mahasiswa. Belajar menulis sejak medio 2007. Puisi dan cerpennya dimuat di majalah seni GONG, harian Kompas, Batam Pos, Koran Tempo, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, Pontianak Post, dan antologi bersama: “Teka-teki tentang Tubuh dan Kematian” (2010), “Pedas Lada Pasir Kuarsa” (2010), “Percakapan Lingua Franca” (2011), "Tuah Tara No Ate" (2011), “Mata” (2012), “Empat Cangkir Kenangan” (2012), "Cerita Hati" (2012), "Singgah" (2013), "Habis Gelap Terbitlah Terang" / "Through Darkness To Light" (2013), dan "Puisi-Puisi di Jantung Tamansari" (2014).
Buku tunggalnya, kumpulan puisi
“Angsa-angsa Ketapang” (2010),
"Radio Galau FM" (2011),
"Kata Hati" (2012),
"Milana" (2013), dan
"Cinta." (2013).
"Radio Galau FM" dan "Kata Hati" telah diadaptasi ke layar lebar oleh Rapi Films dengan judul yang sama. Cerpennya "Goa Maria" telah diterjemahkan ke bahasa Inggris dalam buku antologi dwibahasa UWRF 2013 "Through Darkness To Light" (Habis Gelap Terbitlah Terang).
Mengisi sebagai pembicara di festival sastra Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, dan penulis terpilih Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2013.
Sekarang bekerja sebagai editor.
Novel terbarunya telah terbit April 2014, berjudul "Surat untuk Ruth" (GPU, 2014)
Twitter: @benzbara_
Blog: bisikanbusuk.com
Quote:
Original Posted By melissahana►kurang tuh.
dosen ane gan
Helvi Tiana Rosa
![kaskus-image]()
lahir di Medan, Sumatera Utara, 2 April 1970; umur 44 tahun adalah sastrawan, Pendiri Forum Lingkar Pena dan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Beliau juga merupakan kakak dari sastrawan Asma Nadia
Buku
Guru Cinta; Kumpulan Tulisan Bersama Para Guru Teladan (Gramedia Pustaka Utama, 2014)
Juragan Haji, Kumpulan Cerpen (Gramedia Pustaka Utama, 2014)
Mata Ketiga Cinta (ANPH, 2012)
Kartini 2012: Antologi Puisi Perempuan Penyair Indonesia Mutakhir (Kosakatakita, 2012)
Ketika Mas Gagah Pergi...dan Kembali (ANPH,2011)
Idiosinkrasi; Pendidikan Karakter Melalui Bahasa dan Sastra (Kumpulan Tulisan Bersama, Kepel Press, 2010)
Bukavu (LPPH, 2008)
Catatan Pernikahan (LPPH, 2008)
Tanah Perempuan, Drama 3 Babak (Lapena, 2007)
Tanah Perempuan, Drama 9 Babak (Lapena, 2005)
Risalah Cinta (Lingkar Pena Publishing House, 2005)
Menulis Bisa Bikin Kaya! (MVP, 2006)
Perempuan Bermata Lembut ( Antologi Cerpen Bersama, FBA Press, 2005)
Ketika Cinta Menemukanmu (Antologi Cerpen Bersama, Gema Insani Press, 2005)
Dokumen Jibril (Antologi Cerpen Bersama, Republika, 2005)
Jilbab Pertamaku (Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH, 2005)
1001 Kisah Luar Biasa dari Orang-orang Biasa (Penerbit Anak Saleh 2004)
Dari Pemburu ke Teurapeutik (Antologi Cerpen Bersama, Pusat Bahasa, 2004)
Lelaki Semesta (Antologi Cerpen Bersama, LPPH, 2004)
Matahari Tak Pernah Sendiri I (Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH, 2004)
Di Sini Ada Cinta! (Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH, 2004)
Leksikon Sastra Jakarta (DKJ dan Penerbit Bentang, 2003)
Segenggam Gumam, Esai-esai Sastra dan Budaya, Syaamil, 2003)
Bukan di Negeri Dongeng (Syaamil, 2003)
Lelaki Kabut dan Boneka/ Dolls and The Man of Mist, Kumpulan Cerpen Dwi Bahasa (Syaamil, 2002)
Wanita yang Mengalahkan Setan, Kritik Sastra (Tamboer Press/ Indonesia Tera, 2002)
Pelangi Nurani (Syaamil, 2002)
Sajadah Kata (Antologi Puisi Bersama, Syaamil, 2002)
Kitab Cerpen: Horison Sastra Indonesia (Yayasan Indonesia & Ford Foundation, 2002)
Dunia Perempuan (Antologi Cerpen Bersama, Bentang, 2002)
Ini…Sirkus Senyum (Antologi Cerpen Bersama, Komunitas Bumi Manusia, 2002)
Luka Telah Menyapa Cinta (Antologi Cerpen Bersama, FBA Press, 2002)
Kado Pernikahan (Antologi Cerpen Bersama, Syaamil, 2002)
Graffiti Gratitude (Antologi Puisi Bersama, Penerbit Angkasa, 2001)
Dari Fansuri ke Handayani (Penerbit Horison dan Ford Foundation, 2001)
Ketika Duka Tersenyum (Antologi Cerpen Bersama, FBA Press, 2001)
Titian Pelangi, Kumpulan Cerpen (Mizan, 2000)
Hari-Hari Cinta Tiara, Kumpulan Cerpen (Mizan, 2000)
Akira no Seisen/ Akira: Muslim wa tashiwa, Novel (Syaamil, 2000)
Pangeranku, Cerita Anak (Syaamil, 2000)
Manusia-Manusia Langit, Kumpulan Cerpen (Syaamil, 2000)
Nyanyian Perjalanan, Kumpulan Cerpen (Syaamil, 1999)
Hingga Batu Bicara, Kumpulan Cerpen (Syaamil, 1999)
Lentera (An Najah Press,1999)
Kembara Kasih, Novel (Pustaka Annida, 1999)
Sebab Sastra yang Merenggutku dari Pasrah, Kumpulan Cerpen (Gunung Jati, 1999)
Ketika Mas Gagah Pergi, Kumpulan Cerpen (Pustaka Annida, 1997. Cet II dstnya Syaamil )
Mc Alliester, Novel (Moslem Press, London, 1996)
Angkatan 2000 Dalam Sastra Indonesia (Kumpulan Tulisan Bersama, Grasindo, 2000.)
Kembang Mayang (Antologi Cerpen Bersama, Penerbit Kelompok Cinta Baca, 2000)
Sembilan Mata Hati (Antologi Cerpen Bersama, Pustaka Annida, Jakarta, 1998), dll
Naskah Drama
Jiroris (2012)
Tanah Perempuan versi 3 Babak (2009)
Tanah Perempuan versi 9 Babak (2005)
Mataairmata Merdeka (bersama Rahmadiyanti, 2000).
Pertemuan Perempuan (bersama Muthiah Syahidah, 1997)
Mencari Senyuman (1998)
Sebab Aku Cinta, Sebab Aku Angin (1999)
Luka Bumi (1997)
Fathiya dari Srebrenica (1994)
Maut di Kamp Loka (1994)
Negeri Para Pesulap (1993)
Aminah & Palestina (1991)
Editor
Mataharu, Kitab Sastra Mahasiswa (Sastralica Publishing, 2011)
Leksikon Sastra Jakarta (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., DKJ dan Penerbit Bentang Budaya, 2003)
Merajut Cahaya (Kumpulan Cerpen Terbaik Majalah Annida, Pustaka Annida, Jakarta , 2000).
Sastra Kota: Bunga Rampai Esai Temu Sastra Jakarta (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Bentang Budaya, 2003)
Bisikan Kata, Teriakan Kota: Bunga Rampai Puisi Temu Sastra Jakarta (Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Bentang Budaya, 2003)
Kota Tanpa Nama: Bunga Rampai Cerpen Temu Sastra Jakarta, (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Bentang Budaya, 2003)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Birahi Hujan: Suara dari Jawa Timur, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Cerpen (bersama Agus R. Sarjono, Maman S. Mahayana, Jamal D Rahman) Kalau Julies sedang Rindu: Cerita dari Sumatera Barat, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Malaikat Biru Kota Hobart: Suara dari Bali, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Medan Waktu: Suara dari Yogyakarta, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Nafas Gunung: Suara dari Jawa Barat, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Cerpen (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman, Maman S. Mahayana) Pertemuan dalam Pipa: Cerita dari Riau, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Tak Ada yang Mencintaimu Setulus Kematian: Suara dari Sulawesi Selatan (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Cerpen (bersama Maman S. Mahayana, Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman) Bidadari Sigar Rasa: Cerita dari Jawa Tengah, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Perjamuan Senja: Suara dari Lampung, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S. Mahayana) Perkimpoian Batu: Suara dari Kalimantan, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Semangkuk Embun: Suara dari Sumatera Selatan (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
dosen ane gan
Helvi Tiana Rosa

lahir di Medan, Sumatera Utara, 2 April 1970; umur 44 tahun adalah sastrawan, Pendiri Forum Lingkar Pena dan dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. Beliau juga merupakan kakak dari sastrawan Asma Nadia
Buku
Guru Cinta; Kumpulan Tulisan Bersama Para Guru Teladan (Gramedia Pustaka Utama, 2014)
Juragan Haji, Kumpulan Cerpen (Gramedia Pustaka Utama, 2014)
Mata Ketiga Cinta (ANPH, 2012)
Kartini 2012: Antologi Puisi Perempuan Penyair Indonesia Mutakhir (Kosakatakita, 2012)
Ketika Mas Gagah Pergi...dan Kembali (ANPH,2011)
Idiosinkrasi; Pendidikan Karakter Melalui Bahasa dan Sastra (Kumpulan Tulisan Bersama, Kepel Press, 2010)
Bukavu (LPPH, 2008)
Catatan Pernikahan (LPPH, 2008)
Tanah Perempuan, Drama 3 Babak (Lapena, 2007)
Tanah Perempuan, Drama 9 Babak (Lapena, 2005)
Risalah Cinta (Lingkar Pena Publishing House, 2005)
Menulis Bisa Bikin Kaya! (MVP, 2006)
Perempuan Bermata Lembut ( Antologi Cerpen Bersama, FBA Press, 2005)
Ketika Cinta Menemukanmu (Antologi Cerpen Bersama, Gema Insani Press, 2005)
Dokumen Jibril (Antologi Cerpen Bersama, Republika, 2005)
Jilbab Pertamaku (Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH, 2005)
1001 Kisah Luar Biasa dari Orang-orang Biasa (Penerbit Anak Saleh 2004)
Dari Pemburu ke Teurapeutik (Antologi Cerpen Bersama, Pusat Bahasa, 2004)
Lelaki Semesta (Antologi Cerpen Bersama, LPPH, 2004)
Matahari Tak Pernah Sendiri I (Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH, 2004)
Di Sini Ada Cinta! (Kumpulan Tulisan Bersama, LPPH, 2004)
Leksikon Sastra Jakarta (DKJ dan Penerbit Bentang, 2003)
Segenggam Gumam, Esai-esai Sastra dan Budaya, Syaamil, 2003)
Bukan di Negeri Dongeng (Syaamil, 2003)
Lelaki Kabut dan Boneka/ Dolls and The Man of Mist, Kumpulan Cerpen Dwi Bahasa (Syaamil, 2002)
Wanita yang Mengalahkan Setan, Kritik Sastra (Tamboer Press/ Indonesia Tera, 2002)
Pelangi Nurani (Syaamil, 2002)
Sajadah Kata (Antologi Puisi Bersama, Syaamil, 2002)
Kitab Cerpen: Horison Sastra Indonesia (Yayasan Indonesia & Ford Foundation, 2002)
Dunia Perempuan (Antologi Cerpen Bersama, Bentang, 2002)
Ini…Sirkus Senyum (Antologi Cerpen Bersama, Komunitas Bumi Manusia, 2002)
Luka Telah Menyapa Cinta (Antologi Cerpen Bersama, FBA Press, 2002)
Kado Pernikahan (Antologi Cerpen Bersama, Syaamil, 2002)
Graffiti Gratitude (Antologi Puisi Bersama, Penerbit Angkasa, 2001)
Dari Fansuri ke Handayani (Penerbit Horison dan Ford Foundation, 2001)
Ketika Duka Tersenyum (Antologi Cerpen Bersama, FBA Press, 2001)
Titian Pelangi, Kumpulan Cerpen (Mizan, 2000)
Hari-Hari Cinta Tiara, Kumpulan Cerpen (Mizan, 2000)
Akira no Seisen/ Akira: Muslim wa tashiwa, Novel (Syaamil, 2000)
Pangeranku, Cerita Anak (Syaamil, 2000)
Manusia-Manusia Langit, Kumpulan Cerpen (Syaamil, 2000)
Nyanyian Perjalanan, Kumpulan Cerpen (Syaamil, 1999)
Hingga Batu Bicara, Kumpulan Cerpen (Syaamil, 1999)
Lentera (An Najah Press,1999)
Kembara Kasih, Novel (Pustaka Annida, 1999)
Sebab Sastra yang Merenggutku dari Pasrah, Kumpulan Cerpen (Gunung Jati, 1999)
Ketika Mas Gagah Pergi, Kumpulan Cerpen (Pustaka Annida, 1997. Cet II dstnya Syaamil )
Mc Alliester, Novel (Moslem Press, London, 1996)
Angkatan 2000 Dalam Sastra Indonesia (Kumpulan Tulisan Bersama, Grasindo, 2000.)
Kembang Mayang (Antologi Cerpen Bersama, Penerbit Kelompok Cinta Baca, 2000)
Sembilan Mata Hati (Antologi Cerpen Bersama, Pustaka Annida, Jakarta, 1998), dll
Naskah Drama
Jiroris (2012)
Tanah Perempuan versi 3 Babak (2009)
Tanah Perempuan versi 9 Babak (2005)
Mataairmata Merdeka (bersama Rahmadiyanti, 2000).
Pertemuan Perempuan (bersama Muthiah Syahidah, 1997)
Mencari Senyuman (1998)
Sebab Aku Cinta, Sebab Aku Angin (1999)
Luka Bumi (1997)
Fathiya dari Srebrenica (1994)
Maut di Kamp Loka (1994)
Negeri Para Pesulap (1993)
Aminah & Palestina (1991)
Editor
Mataharu, Kitab Sastra Mahasiswa (Sastralica Publishing, 2011)
Leksikon Sastra Jakarta (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., DKJ dan Penerbit Bentang Budaya, 2003)
Merajut Cahaya (Kumpulan Cerpen Terbaik Majalah Annida, Pustaka Annida, Jakarta , 2000).
Sastra Kota: Bunga Rampai Esai Temu Sastra Jakarta (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Bentang Budaya, 2003)
Bisikan Kata, Teriakan Kota: Bunga Rampai Puisi Temu Sastra Jakarta (Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Bentang Budaya, 2003)
Kota Tanpa Nama: Bunga Rampai Cerpen Temu Sastra Jakarta, (bersama Ahmadun Yosi Herfanda, dkk., Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta bekerja sama dengan Bentang Budaya, 2003)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Birahi Hujan: Suara dari Jawa Timur, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Cerpen (bersama Agus R. Sarjono, Maman S. Mahayana, Jamal D Rahman) Kalau Julies sedang Rindu: Cerita dari Sumatera Barat, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Malaikat Biru Kota Hobart: Suara dari Bali, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Medan Waktu: Suara dari Yogyakarta, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Nafas Gunung: Suara dari Jawa Barat, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Cerpen (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman, Maman S. Mahayana) Pertemuan dalam Pipa: Cerita dari Riau, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia I: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Tak Ada yang Mencintaimu Setulus Kematian: Suara dari Sulawesi Selatan (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2004)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Cerpen (bersama Maman S. Mahayana, Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman) Bidadari Sigar Rasa: Cerita dari Jawa Tengah, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Perjamuan Senja: Suara dari Lampung, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S. Mahayana) Perkimpoian Batu: Suara dari Kalimantan, (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Cakrawala Sastra Indonesia II: Antologi Puisi (bersama Agus R. Sarjono, Jamal D Rahman, Maman S Mahayana) Semangkuk Embun: Suara dari Sumatera Selatan (Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta, 2005)
Quote:
Original Posted By BangBuddeLC►nambah gan..
![kaskus-image]()
Y.B. Mangunwijaya alias Romo Mangun
seorang bapak arsitektur modern Indonesia dan sastrawan. Novelnya yg paling terkenal Burung-Burung Manyarmendapat penghargaan sastra se-ASEAN Ramon Masagsay tahun 1996.. ceritanya tentang roman di masa perjuangan Indonesia dari th 30an-70an.. sudah diterjemahkan ke bahasa Jepang dan Belanda
tulisannya sangat khas, puitis, ga njlimet tapi indah. karya-karya yang lain (diluar buku arsitektur seperti Pengantar Fisika Bangunan dan kitab suci arsitektur Indonesia, Wastu Citra):

Y.B. Mangunwijaya alias Romo Mangun
seorang bapak arsitektur modern Indonesia dan sastrawan. Novelnya yg paling terkenal Burung-Burung Manyarmendapat penghargaan sastra se-ASEAN Ramon Masagsay tahun 1996.. ceritanya tentang roman di masa perjuangan Indonesia dari th 30an-70an.. sudah diterjemahkan ke bahasa Jepang dan Belanda
tulisannya sangat khas, puitis, ga njlimet tapi indah. karya-karya yang lain (diluar buku arsitektur seperti Pengantar Fisika Bangunan dan kitab suci arsitektur Indonesia, Wastu Citra):
- 1981 - Burung-Burung Manyar
- 1981 - Romo Rahadi
- 1982 - Sastra dan Religiositas
- 1983 - Ikan-Ikan Hiu, Ido, Homa
- 1985 - Balada Becak
- 1985 - Durga Umayi
- 1992 - Burung-Burung Rantau
- 1993 - Balada dara-dara Mendut
- 1999 - Pohon-Pohon Sesawi
- 2000 - Rumah Bambu
- 2008 - Rara Mendut, Genduk Duku, Lusi Lindri
Quote:
Original Posted By no.Or.yes►
cak nun gan
Menerbitkan buku puisi:
“M” Frustasi (1976),
Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
Sajak-Sajak Cinta (1978),
Nyanyian Gelandangan (1982),
102 Untuk Tuhanku (1983),
Suluk Pesisiran (1989),
Lautan Jilbab (1989),
Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),lalalaw
Cahaya Maha Cahaya (1991),
Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
Abacadabra (1994),
Syair-syair Asmaul Husna (1994)
Buku-buku esainya antara lain:
Dari Pojok Sejarah (1985),
Sastra yang Membebaskan (1985)
Secangkir Kopi Jon Pakir (1990),
Markesot Bertutur (1993),
Markesot Bertutur Lagi (1994),
Opini Plesetan (1996),
Gerakan Punakawan (1994),
Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996),
Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994),
Slilit Sang Kiai (1991),
Sudrun Gugat (1994),
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995),
Bola- Bola Kultural (1996),
Budaya Tanding (1995),
Titik Nadir Demokrasi (1995),
Tuhanpun Berpuasa (1996),
Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997),
Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997),
Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997),
2,5 Jam Bersama Soeharto (1998),
Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998),
Kiai Kocar Kacir (1998),
Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (Penerbit Zaituna, 1998),
Keranjang Sampah (1998) Ikrar Husnul Khatimah (1999),
Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000),
Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000),
Menelusuri Titik Keimanan (2001),
Hikmah Puasa 1 & 2 (2001),
Segitiga Cinta (2001),
Kitab Ketentraman (2001),
Trilogi Kumpulan Puisi (2001),
Tahajjud Cinta (2003),
Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun (2003),
Folklore Madura (Agustus 2005, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Puasa Itu Puasa (Agustus 2005, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Syair-Syair Asmaul Husna (Agustus 2005, Yogyakarta; Penerbit Progress)
Kafir Liberal (Cet. II, April 2006, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Kerajaan Indonesia (Agustus 2006, Yogyakarta; Penerbit Progress),
Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006; Penerbit Kompas),
Istriku Seribu (Desember 2006, Yogyakarta; Penerbit Progress),
Orang Maiyah (Januari 2007, Yogyakarta; Penerbit Progress,),
Tidak. Jibril Tidak Pensiun (Juli 2007, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Kagum Pada Orang Indonesia (Januari 2008, Yogyakarta; Penerbit Progress),
Dari Pojok Sejarah; Renungan Perjalanan Emha Ainun Nadjib (Mei 2008, Yogyakarta: Penerbit Progress)
DEMOKRASI La Raiba Fih(cet ketiga, Mei 2010, Jakarta: Kompas)

cak nun gan
Menerbitkan buku puisi:
“M” Frustasi (1976),
Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978),
Sajak-Sajak Cinta (1978),
Nyanyian Gelandangan (1982),
102 Untuk Tuhanku (1983),
Suluk Pesisiran (1989),
Lautan Jilbab (1989),
Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990),lalalaw
Cahaya Maha Cahaya (1991),
Sesobek Buku Harian Indonesia (1993),
Abacadabra (1994),
Syair-syair Asmaul Husna (1994)
Buku-buku esainya antara lain:
Dari Pojok Sejarah (1985),
Sastra yang Membebaskan (1985)
Secangkir Kopi Jon Pakir (1990),
Markesot Bertutur (1993),
Markesot Bertutur Lagi (1994),
Opini Plesetan (1996),
Gerakan Punakawan (1994),
Surat Kepada Kanjeng Nabi (1996),
Indonesia Bagian Penting dari Desa Saya (1994),
Slilit Sang Kiai (1991),
Sudrun Gugat (1994),
Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai (1995),
Bola- Bola Kultural (1996),
Budaya Tanding (1995),
Titik Nadir Demokrasi (1995),
Tuhanpun Berpuasa (1996),
Demokrasi Tolol Versi Saridin (1997),
Kita Pilih Barokah atau Azab Allah (1997),
Iblis Nusantara Dajjal Dunia (1997),
2,5 Jam Bersama Soeharto (1998),
Mati Ketawa Cara Refotnasi (1998),
Kiai Kocar Kacir (1998),
Ziarah Pemilu, Ziarah Politik, Ziarah Kebangsaan (Penerbit Zaituna, 1998),
Keranjang Sampah (1998) Ikrar Husnul Khatimah (1999),
Jogja Indonesia Pulang Pergi (2000),
Ibu Tamparlah Mulut Anakmu (2000),
Menelusuri Titik Keimanan (2001),
Hikmah Puasa 1 & 2 (2001),
Segitiga Cinta (2001),
Kitab Ketentraman (2001),
Trilogi Kumpulan Puisi (2001),
Tahajjud Cinta (2003),
Ensiklopedia Pemikiran Cak Nun (2003),
Folklore Madura (Agustus 2005, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Puasa Itu Puasa (Agustus 2005, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Syair-Syair Asmaul Husna (Agustus 2005, Yogyakarta; Penerbit Progress)
Kafir Liberal (Cet. II, April 2006, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Kerajaan Indonesia (Agustus 2006, Yogyakarta; Penerbit Progress),
Jalan Sunyi EMHA (Ian L. Betts, Juni 2006; Penerbit Kompas),
Istriku Seribu (Desember 2006, Yogyakarta; Penerbit Progress),
Orang Maiyah (Januari 2007, Yogyakarta; Penerbit Progress,),
Tidak. Jibril Tidak Pensiun (Juli 2007, Yogyakarta: Penerbit Progress),
Kagum Pada Orang Indonesia (Januari 2008, Yogyakarta; Penerbit Progress),
Dari Pojok Sejarah; Renungan Perjalanan Emha Ainun Nadjib (Mei 2008, Yogyakarta: Penerbit Progress)
DEMOKRASI La Raiba Fih(cet ketiga, Mei 2010, Jakarta: Kompas)
Quote:
Original Posted By leetinho►Tambahan gan, Surayah Pidi Baiq. Kalo ane paling suka sama si Ayah Pidi dari trilogi novel series Drunken sampai Dilan.
Dia populer kok di dunia tulis-menulis. Tapi kalo di dunia entertain dia kurang karena dia sendiri emang ga mau masuk TV, karena lebih ingin masuk surga. Dan, bagi dia, tugasnya adalah menulis. Jadi, dia tidak perlu masuk TV hanya karena masuk TV lagi ngetrend. Kan, kalo seseorang suka jurusan Filsafat, dia ga perlu masuk jurusan IT cuma karena jurusan IT lagi ngetrend
Dia populer kok di dunia tulis-menulis. Tapi kalo di dunia entertain dia kurang karena dia sendiri emang ga mau masuk TV, karena lebih ingin masuk surga. Dan, bagi dia, tugasnya adalah menulis. Jadi, dia tidak perlu masuk TV hanya karena masuk TV lagi ngetrend. Kan, kalo seseorang suka jurusan Filsafat, dia ga perlu masuk jurusan IT cuma karena jurusan IT lagi ngetrend

Quote:
Original Posted By hilton13►
ini sih penulis stensilan gan
. ketauan tuanya ente gan

tambahin gan TS penulis fav ane selain yang diatas
karyanya negeri 5 menara, ranah 3 warna, sama rantau 1 muara
aseli nih penulis misterius banget gan, ga ada fotonya sama sekali. tapi karya karya lumayan terkenal diantaranya novel 4 seasons : summer in seoul, autumn in paris, winter in tokyo, dan spring in london, ada juga sunshine becomes you
karyanya diantaranya 5cm sama 2
ini sih penulis stensilan gan
. ketauan tuanya ente gan

tambahin gan TS penulis fav ane selain yang diatas
Spoiler for ahmad fuadi:
Spoiler for A. fuadi:
karyanya negeri 5 menara, ranah 3 warna, sama rantau 1 muara
Spoiler for ilana tan:
Spoiler for Ilana tan:
aseli nih penulis misterius banget gan, ga ada fotonya sama sekali. tapi karya karya lumayan terkenal diantaranya novel 4 seasons : summer in seoul, autumn in paris, winter in tokyo, dan spring in london, ada juga sunshine becomes you
Spoiler for donny dhirgantoro:
Spoiler for donny:
karyanya diantaranya 5cm sama 2
Diubah oleh radith.yoga 14-11-2014 14:54
0
Kutip
Balas
