Kaskus

Story

aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
CINTA NGUMPET - NGUMPET
ASSALAMUALAIKUM WR. WB


Sebagai anak baru, ijinin ane memperkenalkan diri, ane aqiaqi, ane baru di SF ini awalnya ane maen ke SF ini sebagai SR tapi akhirnya ane memutuskan untuk bergabung dengan SFTH , buat agan - aganwati yang budiman, jangan segan segan memberi kritik, saran dan masukan buat ane, karena ane masih dalam tahap belajar


Spoiler for CHAPTER 1:



Spoiler for index update:


Quote:
Diubah oleh aqiaqi 20-12-2015 23:04
anasabilaAvatar border
elianasidik914Avatar border
elianasidik914 dan anasabila memberi reputasi
0
28.4K
239
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
#178
Cinta Ngumpet - Ngumpet - Chapter 32 : "Semoga Kalian Jodoh"
“hahaha, emang kamu punya anak dari aku?” kata gue bertanya,
“asal yang halal sih gapapa hehe” kata dia sambil tersenyum manis,
“serius?” kata gue,
“engga!” kata dia ketus tapi diiringi senyuman setelahnya.

Saat itu tanpa bicara, gue pegang kedua tangan dia dan gue tatap mata dia. Matanya sedikit berair waktu itu, dia berkaca-kaca sambil menatap gue, entah berapa lama kami saling menatap, yang gue rasakan waktu itu hanya kebahagiaan yang mendalam.. sangaat dalam. Sari menatap mata gue dengan penuh arti, tangannya penyambut tangan gue dan dia menggenggam tangan gue dengan sangat erat. Lalu kita berdua tersadar dengan sendirinya dan kita mendadak salah tingkah,

“eh. Hmm. Anu.. eh,” kata gue gugup,
“hmm... “ dia tersenyum sambil berusaha menutupi ekspresi malu,
“maaf yah buat yang barusan, heheh” kata gue,
“gapapa kok, aku seneng kok sama yang barusan” kata dia, mendengar ucapannya gue terbang untuk kesekian kalinya hari itu. Kita langsung bayar makanan lalu pergi ke toko buku yang tadi.

Di toko buku, kami menjelajahi bagian komik, karena kami berdua suka komik. Dia tetap menggandeng tangan gue dengan mesra, kami lebih terlihat seperti pengantin baru daripada sepasang teman, begitulah yang gue dengar dari ucapan mbak-mbak kasir toko buku disitu. Sibuk mencari komik, gue bilang sama dia kalau gue mau nyari sebuah buku di bagian buku bisnis, gue tawarin dia mau ikut kebagian itu atau engga tapi dia bilang dia mau nunggu disitu aja,

“sar,” kata gue
“hmm” kata tetap sambil menggandeng gue,
“aku mau nyari buku tentang bisnis di rak sana, kamu mau di sini apa nemenin kesana?” tanya gue,

“hmm.. aku nunggu di sini aja yah, aku gak ngerti tentang buku yang kamu cari, lagian ntar yang ada aku malah bingung” kata dia menjelaskan,

“yaudah aku kesana dulu yah” kata gue,
“iyah jangan lama-lama yah” kata dia
“loh kok tangan aku masih di peluk gitu sih?” kata gue,
“eh iya hehe, maaf..” kata dia sambil ngelepasin tangan gue,
“ntar kalo aku udah dapet bukunya kamu boleh peluk lagi kok “ kata gue,
“(melet)” dia hanya menjulurkan lidah sebagai tanda setuju.

Engga sampe 10 menit gue nemuin buku yang gue cari, dan gue bermaksud membayarnya duluan, soalnya mumpung deket sama kasirnya.

“loh, kok jadi sendiri mas, istrinya mana?” tanya kasirnya,
“istri, saya kesini sama temen kok mbak” kata gue,
“ah masa? Pacarannya udah berapa lama?” kata mbak-mbak kasir ini kepo,
“kita engga pacaran kok mbak, kita temen biasa” jawab gue,
“ah mas ini, keliatan banget boongnya masa pacarnya dikatain temen”,
“beneran kok mba” kata gue datar,
“masa sih? Kok mesra banget, kalau segitu aja temenan gimana kalau udah nikah, engga kebayang mesranya gimana” kata dia cerewet,

“jangan dibayangin mbak kalo gitu” kata gue datar,
‘ah si mas ini bisa aja, kalian berdua keliatan kayak pengantin baru loh mas, serasi banget, tadi temen-temen saya pada bilang loh mas, mereka sirik liat pasangan muda kaya kalian” kata dia cerewet, gue pun hanya tersenyum dan tidak jawab apa-apa lagi. Gue berjalan menghampiri Sari tapi ada seorang pegawai menyapa gue,

“pacarnya mana mas?” kata dia,
“aduh mbak ini, sama kayak temennya aja yang di kasir” kata gue,
“eh mas, tapi kalian emang pacaran kan” kata dia,
“engga mbak, cuma temen aja” kata gue,
“wah sayang banget, serasi loh mas” kata dia,
“masa sih? Bukannya tinggian cewenya itu aneh ya mbak?” kata gue bertanya,
“engga lah mas, cinta itu engga ngukur fisik,ma gak pede yah?” kata dia.
“ah engga cuma nanya, eh mbak mau tanya dong, tadi tmen saya datang kesini jam berapa yah?” tanya gue,

“sekitar jam 4 kurang, kenpa mas?”,
“ah engga, makasih mba, permisi saya mau ketemen saya dulu” kata gue,
“iya mas, semoga kalian jodoh” kata dia dengan nada tengil.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.