Kaskus

Story

divadivniaAvatar border
TS
divadivnia
You're Not The One
Terima kasih kamu telah membawaku sejauh ini.

Aku senang berada disampingmu. Tapi terlalu lama kita berjalan, aku lelah.

Semakin jauh kita menyelam, semakin gelap, semakin sulit bagiku untuk bernafas.

Aku memutuskan kembali ke permukaan, melepaskan tanganmu.


Spoiler for Part 1:


*mohon maaf kalau tulisannya kurang enak dibaca, maklum ts bukan penulisemoticon-Malu (S)
*sangat menerima kritik dan saran mengenai penulisan biar lebih ajibemoticon-Kiss (S)
*ini true story dari sudut pandang ts

Spoiler for Index:

Diubah oleh divadivnia 14-12-2014 22:52
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
8.1K
115
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
divadivniaAvatar border
TS
divadivnia
#75
Part 13
gue dan farid kembali ke lapangan, ikut membantu mengawasi simulasi. sekitar pukul 2, wisa datang ke lapangan.
gue mendekati farid ketika melihat wisa datang, gue menghindari wisa, berusaha agar ga sampe tatap muka.
sepertinya wisa menyadari gue sengaja menghindar, farid juga terlihat mengerti kenapa gue nempelin dia terus, gue ga peduli.

hari itu terasa sangat panjang, dengan gue yang selalu menghindari kontak mata dengan wisa dan selalu berjalan bersama farid, tapi diam-diam tetap mengamati gerak-gerik wisa.
dengan wisa yang seperti biasa, sibuk, mengawasi, mencatat bahan untuk evaluasi, tapi beberapa kali gue pergokin sedang melihat ke arah gue.
mungkin wisa bingung, mungkin wisa tau kalau gue abis curhat sama farid dan menduga farid udah cerita banyak hal, atau mungkin wisa sama sekali ga peduli dengan apa yang terjadi sama gue....
gue ga tau, gue ga bisa nebak atau lebih tepatnya gue ga mau lagi nebak-nebak. gue takut salah mengartikan lagi, gue takut tebakan gue salah lagi.

setelah maghrib, evaluasi simulasi dimulai. semua calon panitia dikumpulkan dan dievaluasi oleh para pendiklat.
evaluasi dilakukan di selasar lantai 2. karena jumlah orang terlalu banyak, selasar menjadi sangat penuh, membuat kita harus berdiri berhimpitan dan menggunakan semua ruang yang ada.
para calon panitia duduk dilantai selasar, sementara para pendiklat berdiri mengelilingi. tempatnya jadi padet banget, kayak nonton konser...

ketika gue datang bersama beberapa pendiklat lain, belum terlalu banyak orang disana, gue langsung mencari tempat di pojok ruangan, deket tembok, gue sengaja pilih tempat yang sulit dijangkau supaya wisa ga bisa nyamperin gue. gue tadi liat wisa jalan cukup jauh dibelakang gue, hitungan gue, pas dia nyampe sini, tempat ini sudah akan terisi penuh.
dan gue bener, wisa dateng pas ruangan udah lumayan penuh, gue melihat wisa dan wisa melihat gue, kemudian dia berjalan kesisi kanan. gue bernafas lega karena dia menuju sisi ruangan yang berbeda dengan gue.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.