- Beranda
- Stories from the Heart
★ MY ROOMATE ★
...
TS
Veronicas
★ MY ROOMATE ★
Halo Kaskusers sekalian, ijinkan aku bergabung disini. Aku ingin belajar menulis, dan semoga SFTH ini tempat yang tepat untukku dalam belajar menulis. Aku akan menulis sebuah cerita, ya cerita tentang pengalaman pribadiku. Aku sangat senang jika ada komentar, saran, dan kritik tentang tulisanku. Selamat membaca ya....
I Don't Wanna Be Alone
First Day
Menunggu Wanda
Wanda Novianti
Aku Sakit!
Wanda Datang
Obrolan Aneh
Keanehan Wanda Part I
Dijenguk
Sedikit tentang Kakakku
Putus
Paket Misterius
Rama
Wanda Menangis
Duka Wanda
Kita Sampai
What a Place...
Mengembalikan Wanda
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Quote:
★ MY ROOMATE ★
Hallo, perkenalkan namaku Magna Dwitasari. Biasa dipanggil Agna, oleh teman-temanku. Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Cerita ini dimulai pada saat tahun pertama aku mulai kuliah. Yang jelas aku kuliah di luar kota. Jauh dari kampung halaman, dan juga jauh dari mama dan papa. Akhirnya, setelah 18 tahun bersama mereka, aku harus meninggalkan rumah yang kucinta, tentunya demi mengejar masa depan dan cita-cita.
Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku hidup mandiri, jauh dari orang tua, keluarga, dan rumah. Ini merupakan tantangan tersendiri bagiku, karena selama hidup ini aku tidak bisa lepas dari orang tua. Istilahnya aku ini anak pingit, tidak mudah bagi orang tuaku untuk melepasku. Aku orang yang sangat manja, dan paling disayang dirumah. Dengan tidak mendiskreditkan adiku dan kakaku, tapi itulah faktanya. Aku anak mama, bahkan sampai kemarin terakhir SMA tidak jarang aku sering tidur bareng Mama. Hehehe..
Pada akhirnya dengan bertambahnya umur dan tingkat pendidikan memaksaku untuk pergi dari dirumah, berat hatiku ketika harus meninggalkan rumah. Rumah adalah segalanya, sumber kenyamanan, dan kepuasaan. Bagaimana tidak? Di rumah kita itu makan gratis, nyuci baju ada yang nyuciin, gak bayar listrik, gak bayar air, tidur bisa sepuasnya, kalau sakit ada yang ngerawat, minta uang jajan gampang tinggal minta langsung dikasih, terus kalau ada yang apel, gak jadi-jadi. Oops. Pokoknya home sweet home deh.
Nah, sudah waktunya aku pergi meninggalkan rumah dan menuju kampus impian. Ku tinggalkan kenangan dan separuh jiwaku disana. Rumahku adalah surgaku.
Hallo, perkenalkan namaku Magna Dwitasari. Biasa dipanggil Agna, oleh teman-temanku. Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Cerita ini dimulai pada saat tahun pertama aku mulai kuliah. Yang jelas aku kuliah di luar kota. Jauh dari kampung halaman, dan juga jauh dari mama dan papa. Akhirnya, setelah 18 tahun bersama mereka, aku harus meninggalkan rumah yang kucinta, tentunya demi mengejar masa depan dan cita-cita.
Kali ini aku ingin berbagi pengalamanku hidup mandiri, jauh dari orang tua, keluarga, dan rumah. Ini merupakan tantangan tersendiri bagiku, karena selama hidup ini aku tidak bisa lepas dari orang tua. Istilahnya aku ini anak pingit, tidak mudah bagi orang tuaku untuk melepasku. Aku orang yang sangat manja, dan paling disayang dirumah. Dengan tidak mendiskreditkan adiku dan kakaku, tapi itulah faktanya. Aku anak mama, bahkan sampai kemarin terakhir SMA tidak jarang aku sering tidur bareng Mama. Hehehe..
Pada akhirnya dengan bertambahnya umur dan tingkat pendidikan memaksaku untuk pergi dari dirumah, berat hatiku ketika harus meninggalkan rumah. Rumah adalah segalanya, sumber kenyamanan, dan kepuasaan. Bagaimana tidak? Di rumah kita itu makan gratis, nyuci baju ada yang nyuciin, gak bayar listrik, gak bayar air, tidur bisa sepuasnya, kalau sakit ada yang ngerawat, minta uang jajan gampang tinggal minta langsung dikasih, terus kalau ada yang apel, gak jadi-jadi. Oops. Pokoknya home sweet home deh.
Nah, sudah waktunya aku pergi meninggalkan rumah dan menuju kampus impian. Ku tinggalkan kenangan dan separuh jiwaku disana. Rumahku adalah surgaku.
INDEKS
Spoiler for indeks:
I Don't Wanna Be Alone
First Day
Menunggu Wanda
Wanda Novianti
Aku Sakit!
Wanda Datang
Obrolan Aneh
Keanehan Wanda Part I
Dijenguk
Sedikit tentang Kakakku
Putus
Paket Misterius
Rama
Wanda Menangis
Duka Wanda
Kita Sampai
What a Place...
Mengembalikan Wanda
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diubah oleh Veronicas 31-12-2015 23:26
anasabila memberi reputasi
1
13.1K
Kutip
140
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Veronicas
#13
Quote:
Aku sakit !
Aku sakit. Tubuhku meriang, lemas, kepala pusing. Aku menyerah. Aku ke rumah mbak dede. Nanya dokter paling dekat disini. Keadaanku yang sakit tidak aku ceritakan kepada keluargaku. Sebenarnya sih ingin aku memberitahu mamaku bahwa aku sakit, tapi aku sudah berjanji tidak ingin membuatnya kecewa.Aku harus kuat. Ya, aku pasti bisa hidup mandiri.
Aku pun segera pergi ke dokter, dianter suaminya mbak dede. Dokter bilang aku kecapean. Aku disuruh istirahat beberapa hari dan tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat. Selama aku sakit aku dirawat mbak Dede. Makasih mbak Dede.
“Neng Agna, temanku belum datang juga, kalian kan satu kampus kan?”
Tanya mbak Dede ketika membawakan makanan ke kamarku.
“Gak tau tuh nih, katanya sih ada urusan keluarga.”
“Oh.. ini habiskan makanannya, semoga cepat sembuh. Jangan lupa minum obat.”
“Terima kasih mbak Dede.”
--000--
Penyesalanku adalah ketika memutuskan kos bareng dengan Wanda. Memang sih aku nantinya bakal punya teman sekamar, akan tetapi lokasi dan kondisi tempat kosanku sangatlah jauh. Bayangin saja aku kalau jalan dari kos ke gerbang kampus itu setengah jam. Belum lagi cuaca disini yang begitu panas banget, beda dengan kotaku yang sejuk. Makanan disini juga warnanya merah semua alias pedas. Padahal aku orang tidak suka makan makanan yang pedas.
Memang aku perlu adaptasi dengan kondisi lingkungan yang baruku, tapi bagi orang sepertiku sangatlah sulit, aku belum terbiasa hidup sendiri dan mandiri. Aku gak kebayang selama satu tahun disini, ah males ngebayanginya.
Tidak ada hiburan sama sekali haaaaa.
Ring….ring….ring….
hpku berbunyi..
Ring..ring..ring…..
Masih terus berbunyi.
….
…
..
Tapi tidak kuangkat, soalnya aku lagi tidur pas telepon itu berbunyi. Aku baru tahu ada tiga panggilan masuk ke hpku setelah aku bangun tidur. Satu dari mama, satu dari Wanda, dan satu lagi tidak kenal.
Aku sms mama, lalu sms wanda juga untuk memberitahu bahwa tadi aku lagi tidur. Aku tidak sms no yang terakhir, karena aku tidak mengenalnya.
Ring….ring…ring…
Ternyata nomor yang tidak aku kenali menelepon lagi. Aku biarkan, karena aku lagi malas mengangkat telepon, tenggorokanku masih tidak enak. Aku biarkan sampai hpku berhenti berbunyi.
Ring…ring…ring…
1x
…
2 menit kemudian..
Ring…ring…ring..
2x
….
…
1 menit kemudian..
Ring…ring..ring..
Apaan sih, aku langsung mengambil hpku langsung kutekan tombol merah. Aku reject, tapi pas aku melihat layar, aku mereject panggilan Wanda. Astaga, Wanda yang telepon pastinya penting. Aku langsung menelepon balik Wanda.
“Halo, Wanda. Ada apa?”
“Kenapa tadi di reject?”
“Sorry kepencet.”
“Oh, Agna kayaknya aku ke tempat kos besok.”
“Nah gitu dong, asyik. sini cepat makanya. Aku kemarin sakit.”
“Oh, sakit apa?”
“Kata dokter sih kecapean, tapi gak kenapa. Jangan tanya, nanti sakitku kambuh.”
“Ok..ok, sampai ketemu besok ya. Mau nitip apa?”
“Apa ya? Makanan yang banyak aja Wan.”
“Oke deh.”
……
………
Aku menutup telepon, lalu aku kembali berbaring di kasur.
Ring…ring…ring….
Hpku kembali berbunyi. Sambil merem tanpa melihat layar hp, aku yang lagi tiduran mengangkat telepon itu. Ada apa lagi ya Wanda nelepon pikirku.
“Halo, selamat malam.” Suara cowok.
…
…..
Aku kaget, aku kira Wanda. Aku langsung terbangun dan membuka mata.
“Iya, halo. Maaf dengan siapa?” Tanyaku.
“Gue Adi, salam kenal..” Jawab dia.
“Adi.. sia..”
Tut….tut…tut…
“pa..?”
Belum selesai aku bicara teleponya sudah terputus. Orang aneh pikirku, mau ngapain tuh orang nelepon gak jelas malam-malam hanya untuk mengenalkan nama doang. Setelah aku lihat, ternyata yang meneleponku barusan yang mengatasnamakan Adi itu adalah nomor yang tidak aku kenali. Total dia misscall aku ada 27. Buset dah, mau mecahin rekor panggilan tak terjawab di hpku.
Tapi itu tidak penting, aku sudah terbiasa dengan teror seperti itu. Yang penting sekarang aku harus segera tidur, bersiap menanti kedatangan Wanda besok.
…..
………
Good night
Aku sakit. Tubuhku meriang, lemas, kepala pusing. Aku menyerah. Aku ke rumah mbak dede. Nanya dokter paling dekat disini. Keadaanku yang sakit tidak aku ceritakan kepada keluargaku. Sebenarnya sih ingin aku memberitahu mamaku bahwa aku sakit, tapi aku sudah berjanji tidak ingin membuatnya kecewa.Aku harus kuat. Ya, aku pasti bisa hidup mandiri.
Aku pun segera pergi ke dokter, dianter suaminya mbak dede. Dokter bilang aku kecapean. Aku disuruh istirahat beberapa hari dan tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berat. Selama aku sakit aku dirawat mbak Dede. Makasih mbak Dede.
“Neng Agna, temanku belum datang juga, kalian kan satu kampus kan?”
Tanya mbak Dede ketika membawakan makanan ke kamarku.
“Gak tau tuh nih, katanya sih ada urusan keluarga.”
“Oh.. ini habiskan makanannya, semoga cepat sembuh. Jangan lupa minum obat.”
“Terima kasih mbak Dede.”
--000--
Penyesalanku adalah ketika memutuskan kos bareng dengan Wanda. Memang sih aku nantinya bakal punya teman sekamar, akan tetapi lokasi dan kondisi tempat kosanku sangatlah jauh. Bayangin saja aku kalau jalan dari kos ke gerbang kampus itu setengah jam. Belum lagi cuaca disini yang begitu panas banget, beda dengan kotaku yang sejuk. Makanan disini juga warnanya merah semua alias pedas. Padahal aku orang tidak suka makan makanan yang pedas.
Memang aku perlu adaptasi dengan kondisi lingkungan yang baruku, tapi bagi orang sepertiku sangatlah sulit, aku belum terbiasa hidup sendiri dan mandiri. Aku gak kebayang selama satu tahun disini, ah males ngebayanginya.
Tidak ada hiburan sama sekali haaaaa.
Ring….ring….ring….
hpku berbunyi..
Ring..ring..ring…..
Masih terus berbunyi.
….
…
..
Tapi tidak kuangkat, soalnya aku lagi tidur pas telepon itu berbunyi. Aku baru tahu ada tiga panggilan masuk ke hpku setelah aku bangun tidur. Satu dari mama, satu dari Wanda, dan satu lagi tidak kenal.
Aku sms mama, lalu sms wanda juga untuk memberitahu bahwa tadi aku lagi tidur. Aku tidak sms no yang terakhir, karena aku tidak mengenalnya.
Ring….ring…ring…
Ternyata nomor yang tidak aku kenali menelepon lagi. Aku biarkan, karena aku lagi malas mengangkat telepon, tenggorokanku masih tidak enak. Aku biarkan sampai hpku berhenti berbunyi.
Ring…ring…ring…
1x
…
2 menit kemudian..
Ring…ring…ring..
2x
….
…
1 menit kemudian..
Ring…ring..ring..
Apaan sih, aku langsung mengambil hpku langsung kutekan tombol merah. Aku reject, tapi pas aku melihat layar, aku mereject panggilan Wanda. Astaga, Wanda yang telepon pastinya penting. Aku langsung menelepon balik Wanda.
“Halo, Wanda. Ada apa?”
“Kenapa tadi di reject?”
“Sorry kepencet.”
“Oh, Agna kayaknya aku ke tempat kos besok.”
“Nah gitu dong, asyik. sini cepat makanya. Aku kemarin sakit.”
“Oh, sakit apa?”
“Kata dokter sih kecapean, tapi gak kenapa. Jangan tanya, nanti sakitku kambuh.”
“Ok..ok, sampai ketemu besok ya. Mau nitip apa?”
“Apa ya? Makanan yang banyak aja Wan.”
“Oke deh.”
……
………
Aku menutup telepon, lalu aku kembali berbaring di kasur.
Ring…ring…ring….
Hpku kembali berbunyi. Sambil merem tanpa melihat layar hp, aku yang lagi tiduran mengangkat telepon itu. Ada apa lagi ya Wanda nelepon pikirku.
“Halo, selamat malam.” Suara cowok.
…
…..
Aku kaget, aku kira Wanda. Aku langsung terbangun dan membuka mata.
“Iya, halo. Maaf dengan siapa?” Tanyaku.
“Gue Adi, salam kenal..” Jawab dia.
“Adi.. sia..”
Tut….tut…tut…
“pa..?”
Belum selesai aku bicara teleponya sudah terputus. Orang aneh pikirku, mau ngapain tuh orang nelepon gak jelas malam-malam hanya untuk mengenalkan nama doang. Setelah aku lihat, ternyata yang meneleponku barusan yang mengatasnamakan Adi itu adalah nomor yang tidak aku kenali. Total dia misscall aku ada 27. Buset dah, mau mecahin rekor panggilan tak terjawab di hpku.
Tapi itu tidak penting, aku sudah terbiasa dengan teror seperti itu. Yang penting sekarang aku harus segera tidur, bersiap menanti kedatangan Wanda besok.
…..
………
Good night
0
Kutip
Balas