- Beranda
- Stories from the Heart
You're Not The One
...
TS
divadivnia
You're Not The One
Terima kasih kamu telah membawaku sejauh ini.
Aku senang berada disampingmu. Tapi terlalu lama kita berjalan, aku lelah.
Semakin jauh kita menyelam, semakin gelap, semakin sulit bagiku untuk bernafas.
Aku memutuskan kembali ke permukaan, melepaskan tanganmu.
Aku senang berada disampingmu. Tapi terlalu lama kita berjalan, aku lelah.
Semakin jauh kita menyelam, semakin gelap, semakin sulit bagiku untuk bernafas.
Aku memutuskan kembali ke permukaan, melepaskan tanganmu.
Spoiler for Part 1:
*mohon maaf kalau tulisannya kurang enak dibaca, maklum ts bukan penulis

*sangat menerima kritik dan saran mengenai penulisan biar lebih ajib

*ini true story dari sudut pandang ts
Spoiler for Index:
Diubah oleh divadivnia 14-12-2014 22:52
anasabila memberi reputasi
1
8.1K
115
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
divadivnia
#36
Part 8
oke coba kita runut kembali ceritanya. gue adalah mahasiswi senormalnya mahasiswi. bukan cewe tercantik badai dikampus, yang kalau jalan anginpun teralihkan pandangannya. bukan aktivis kampus, yang wawasannya seluas 2 kali lapangan sepak bola. bukan juga ring satu di diklat kali ini, yang posisinya dianggap paling tinggi setinggi langit.
gue mahasiswi biasa, yang suka iseng-iseng ikut kepanitiaan. yang kemudian jatuh hati dengan sesosok cowo super kharismatik (menurut gue) yang jadi petinggi di kepanitiaan itu.
gue ga pernah bermimpi gue bakal sedeket ini sama sosok itu sekarang. jadi bisa dibayangin kan betapa senengnya gue. betapa sahabat gue udah bosen denger cerita gue yang super sampah setiap hari, karena semua tentang wisa adalah bahan cerita yang menyenangkan buat gue.
iya gue seseneng itu.... wisa ngebuat gue diatas angin.
---------
wisa sering bilang gue nyenengin, dia bilang gue anaknya gampang ditebak dan gampang kebaca ekspresinya. dia selalu nahan ketawa tiap liat gue yang salah tingkah kalau lagi bareng dia. padahal gue selalu berusaha nutupin kesaltingan gue, dan gue fikir gue udah cukup berhasil, tapi ternyata ga sama sekali
"lo tuh ya, bener-bener nyenengin anaknya. gue selalu seneng tiap ketemu lo pas diklat" wisa berkata dengan nada gemas
"lo juga nyenengin hehehe"
gue senyum, dia membalas senyum gue. kita tatap-tatapan (kaya adegan romantis di film-film gitu
) . pandangan matanya ga sedetikpun lepas dari wajah gue. bikin gue salting ga karuan
"div gue suka sama lo, suka beneran. gpp kan?" wisa memecahkan keheningan adegan tatap-tatapan tadi
"ya gpp lah" (gue malah seneng
)
keadaan sempat hening sejenak, lalu wisa bicara lagi
"tapi lo bukan yang pertama buat gue"
nada bicara wisa terdengar yakin, tapi gue menangkap keraguan digelagatnya ketika dia bicara.
"maksud lo?"
"ada orang yang jadi nomer satu buat gue, dan itu bukan lo"
gue kaget denger wisa tiba-tiba ngomong gini sama gue, dan lagi-lagi gue ga bisa nutupin perasaan gue, wisa terlihat menyadari perubahan ekspresi gue.
"tapi gue beneran suka sama lo, gue ga main-main. gue selalu pengen lo ada disamping gue" wisa terdengar mencoba meyakinkan gue
gue berusaha tetap tenang, gue diam sejenak,dan akhirnya gue sanggup bersuara
"cewenya orang *** juga? anak sini?" gue bertanya dengan senyum, mencoba menutupi perasaan sedih gue.
"lo ga perlu siapa orangnya"
"tapi gue pengen tau"
"buat apa lo tau?" nada bicara wisa terdengar meninggi. kemudian dia menatap gue, melanjutkan pembicaraanya, kali ini nadanya sangat lembut "......yang penting, gue sekarang ada disini, sama lo"
gue terdiam, hati gue terluka, tapi gue ga munafik, ada senang dihati gue mendengar kata-kata terakhir wisa. gue merasa sedikit memiliki kesempatan.
hati dan fikiran gue beradu, gue juga suka sama lo sa, gue juga pengen lo ada disamping gue terus, meskipun sekarang gue merasa ini salah. iya, lo bener, buat apa gue tau siapa orangnya. bahkan lebih baik gue ga usah tau sama sekali kalau ada sosok cewe itu dihidup lo, sa.
gue mahasiswi biasa, yang suka iseng-iseng ikut kepanitiaan. yang kemudian jatuh hati dengan sesosok cowo super kharismatik (menurut gue) yang jadi petinggi di kepanitiaan itu.
gue ga pernah bermimpi gue bakal sedeket ini sama sosok itu sekarang. jadi bisa dibayangin kan betapa senengnya gue. betapa sahabat gue udah bosen denger cerita gue yang super sampah setiap hari, karena semua tentang wisa adalah bahan cerita yang menyenangkan buat gue.
iya gue seseneng itu.... wisa ngebuat gue diatas angin.
---------
"ada orang yang jadi nomer satu buat gue, dan itu bukan lo "
wisa sering bilang gue nyenengin, dia bilang gue anaknya gampang ditebak dan gampang kebaca ekspresinya. dia selalu nahan ketawa tiap liat gue yang salah tingkah kalau lagi bareng dia. padahal gue selalu berusaha nutupin kesaltingan gue, dan gue fikir gue udah cukup berhasil, tapi ternyata ga sama sekali

"lo tuh ya, bener-bener nyenengin anaknya. gue selalu seneng tiap ketemu lo pas diklat" wisa berkata dengan nada gemas
"lo juga nyenengin hehehe"
gue senyum, dia membalas senyum gue. kita tatap-tatapan (kaya adegan romantis di film-film gitu
) . pandangan matanya ga sedetikpun lepas dari wajah gue. bikin gue salting ga karuan
"div gue suka sama lo, suka beneran. gpp kan?" wisa memecahkan keheningan adegan tatap-tatapan tadi
"ya gpp lah" (gue malah seneng
)keadaan sempat hening sejenak, lalu wisa bicara lagi
"tapi lo bukan yang pertama buat gue"
nada bicara wisa terdengar yakin, tapi gue menangkap keraguan digelagatnya ketika dia bicara.
"maksud lo?"
"ada orang yang jadi nomer satu buat gue, dan itu bukan lo"
gue kaget denger wisa tiba-tiba ngomong gini sama gue, dan lagi-lagi gue ga bisa nutupin perasaan gue, wisa terlihat menyadari perubahan ekspresi gue.
"tapi gue beneran suka sama lo, gue ga main-main. gue selalu pengen lo ada disamping gue" wisa terdengar mencoba meyakinkan gue
gue berusaha tetap tenang, gue diam sejenak,dan akhirnya gue sanggup bersuara
"cewenya orang *** juga? anak sini?" gue bertanya dengan senyum, mencoba menutupi perasaan sedih gue.
"lo ga perlu siapa orangnya"
"tapi gue pengen tau"
"buat apa lo tau?" nada bicara wisa terdengar meninggi. kemudian dia menatap gue, melanjutkan pembicaraanya, kali ini nadanya sangat lembut "......yang penting, gue sekarang ada disini, sama lo"
gue terdiam, hati gue terluka, tapi gue ga munafik, ada senang dihati gue mendengar kata-kata terakhir wisa. gue merasa sedikit memiliki kesempatan.
hati dan fikiran gue beradu, gue juga suka sama lo sa, gue juga pengen lo ada disamping gue terus, meskipun sekarang gue merasa ini salah. iya, lo bener, buat apa gue tau siapa orangnya. bahkan lebih baik gue ga usah tau sama sekali kalau ada sosok cewe itu dihidup lo, sa.
Spoiler for Hivi- Orang Ketiga:
Diubah oleh divadivnia 12-10-2014 02:47
0