- Beranda
- Stories from the Heart
If I live two times , I will say that I love you
...
TS
addictyou
If I live two times , I will say that I love you

.: If I live two times , I will say that I love you :.
Ada waktu dimana kita saling mengingat kejadian kemarin
Seperti sebuah jam dinding yang berputar terbalik
Seperti yang biasa dilakukan kebanyakan orang
Berlari......
Rasa sedih hanyalah sebuah periode waktu dimana tubuh dan perasaan kita tidak ingin pergi dari keadaan masa lalu, rasa kehilangan yang kian memuncak kadang membuat kita menjadi orang lain..
sampai pada akhirnya waktu itu habis dan kita sadar bahwa keterpurukan ini sudah terlalu lama
Ini bukan lagi waktunya kita terlempar oleh dongeng dongeng kenangan manis yang ga bisa kita ulangin
Bukan lagi waktunya kita menghabis air mata seolah semua itu begitu pahit dan tak adil
hanya butuh sebuah cara, cara agar semuanya terlupakan adalah dengan mengingat semuanya dengan baik.....CIH
Ada waktu dimana kita saling mengingat kejadian kemarin
Seperti sebuah jam dinding yang berputar terbalik
Seperti yang biasa dilakukan kebanyakan orang
Berlari......
Rasa sedih hanyalah sebuah periode waktu dimana tubuh dan perasaan kita tidak ingin pergi dari keadaan masa lalu, rasa kehilangan yang kian memuncak kadang membuat kita menjadi orang lain..
sampai pada akhirnya waktu itu habis dan kita sadar bahwa keterpurukan ini sudah terlalu lama
Ini bukan lagi waktunya kita terlempar oleh dongeng dongeng kenangan manis yang ga bisa kita ulangin
Bukan lagi waktunya kita menghabis air mata seolah semua itu begitu pahit dan tak adil
hanya butuh sebuah cara, cara agar semuanya terlupakan adalah dengan mengingat semuanya dengan baik.....CIH
(November, Hujan)
Kan sudah aku bilang aku gak bisa ngelakuin hal itu Yan
Tapi, bukannya kita sudah membicarakan ini jauh hari sebelum waktunya tiba, dan sekarang? kenapa dengan begitu gampangnya kamu malah berfikir seperti itu
Bukan seperti itu, kamu salah mengerti Yan
Bagaimana aku mau mengerti, kalau kamu aja gak ngejelasin apa apa !
Yan...tolong..tolong beri aku waktu
Jadi? Tolong jelaskan...aku akan dengar semua, apapun itu
Kita harus putus Yan
Apa?
Iya Yan, sepertinya kita harus putus..hubungan ini gak akan berhasil
Jangan gila Rin, ini bukan waktunya bercanda, bisa kan bedakan kondisinya
Aku sunggu sungguh Yan. Menurutmu aku bohong?
Gak mungkin lah Rin, kita sudah bejanji untuk yang satu ini..ahhahaa sudahlah kalau kau memberi kejutan dihari ulang tahunku ini, sekarang hentikan...aku sudah tau semuanya kok..makasih ya buat kejutannya tapi ini gak mempan hehee
Riyan! bisa ga kamu bedakan yang mana serius dan yang mana bohong? aku gak lagi sedang bercanda Yan, aku serius !
.............
Aku sudah ga bisa Yan, hubungan ini..semua perjuangamu..ini terlalu naif kalau aku menolak semuanya, tapi untuk alasan tertentu aku harus mengakhiri ini Yan
Rin. kamu lagi gak bercanda kan? ini kejutan kan?
Riyan! Dengarkan aku, maaf kalau hari terbaikmu jadi kejutan terpahit juga, bukan bermaksud membuat semuanya lebih sakit, aku sudah memikirkannya matang matang Yan
Ini kado buatmu...*menghela nafas panjang
semoga kau cepat lupakan ini
.......................apa ini semua karena hal itu?
bukan Yan bukan
Jadi apa?
ini terkahir kali aku berbicara padamu Yan, mulai detik ini dan setelah ini semuanya berkahir Yan, aku kamu dan semua cerita kita..............................

*tidididitt dit ditt tididit. tididididit dit tididit
Mungkin sudah beberapa kali jam weker ini berbunyi berulang
Jam berapa sih, ganggu orang lagi tidur aja. Jam setan ! *brakk suara jam pecah
9.37...................sial gue telat lagi. CIH
Quote:
Spoiler for INDEX:
Diubah oleh addictyou 06-09-2015 20:53
anasabila memberi reputasi
1
14.1K
80
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
addictyou
#14
Sadness and Sorrow
Sadness and Sorrow
Feb, Febriiiii loe dimana sih….Feb udah dong sembunyinya gue udah cape nih
Feb ayolah ini udah gak lucu lagi, udah malem nih mendingan kita balik yok
Teriak gue tanpa memperhatikan orang orang yang ada disekitar gue.
Ahh kemanasih itu anak *umpat gue
Gue melirik jam ditangan kiri gue, duh sudah jam setengah sepuluh, seharunya gue udah nganter dia pulang. Hati gue mulai ga enak, perasaan gue campur aduk disana mulai dari lelah, bingung sampai panik karena takut Febri kenapa kenapa. Gue akhirnya memilih mencari Febri didaerah pinggir sungai dekat dengan pasar malam tersebut. Semenjak sama gue, Febri jadi suka nongkrong dipinggir sungai seperti gue. Aliran sungai yang lembut dan aromanya yang khas membuat suasana terasa sangat Syahdu. Itu alasan gue menyukai duduk dipinggiran seperti ini dan mungkin Febri ketularan dengan kebiasaan gue itu.
Gue mulai menyisir pinggiran sungai sambil sesekali berteriak memanggil nama Febri berulang ulang. Udah hampir dipojok sungai dekat jempatan gue susurin, gue mulai ngerasa cape dan putus asa, gue sempet kesal dengan kelakuan Febri yang seperti anak kecil ini. Ini sudah gak lucu lagi, gue malah dibuatnya semakin kawatir. Kebiasaan dia yang seperti ini yang paling gue gak suka.
Huhuhuuuuu hiks hikss huhuhuuuuu…….
Suara tangisan cewek samar samar dari arah siring sungai.
Bulu kuduk gue berdiri seketika mendengar suara tangisan itu. Malem malem begini ngedengar tangisan cewek siapa yang gak takut. Gue lihat disekitar gue ada beberapa orang yang masih asik mengobrol satu sama lain namun agak berjauhan dari posisi gue. Mereka tampak asik dengan kesibukan mereka masing masing.
Gue beranikan diri gue untuk ngedekatin asal suara tersebut. Hingga pada akhirnya gue mulai melihat sesosok cewek yang sedang duduk dipinggiran sungai sambil melipat kedua lutut dan memeluknya. Rambutnya tampak lurus dan panjang. Disini jantung gue udah mulai berdebar debar. Tapi dalam hati gue udah bertekad untuk ngedekatin itu cewek, gue penasaran kenapa dia menangis malam malam seperti ini.
Dan kalaupun yang gue lihat ini bukan lah sososk seorang manusia gue udah siap berteriak sekencang kencangnya karena gue yakin orang yang sedang berkumpul mengobrol diujung sana dapat mendengar suara teriakan gue nantinya. Iya, gue harus berani.
Samar samar gue melihat dia memakai baju terusan berwarna putih, ehh gak gak. Semakin dekat gue melihat semakin aneh?
Inikan baju tidur?
Baju tidur berwarna putih bergambar hello kita membentuk polkadot pada motifnya. Entah kenapa gue begitu lega dengan penglihatan gue. Bukan karena Hello Kittynya tapi karena gue yakin hanya manusia beneran yang makai baju tidur motif Hello Kitty seperti ini. Pemikiran gue saat itu mungkin pendek, tapi dengan yakin gue jadi berani mendekatinya lebih dan lebih.
Loe?
Hiks hikss huhuhuuuu…
Loe kan yg kemarin?
Hiks hiksss huhuhuhuhuu*masih nangis
Hei, udah udah kenapa menangis sendirian sih? Bukannya ini udah malem..rumah loe dimana?
Huhuhuuuuuuu *masih menangis
Udah udah, loe kenapa sih..mending kita pulang. Rumah loe dimana biar gue antar?
Huhuuuuhhuuuu *tetap nangis
Sial gue dari tadi bicara ga ditanggepin. Ahhh mending gue tinggal *umpat gue dalem hati
Gue pun dengan kesal berjalan menjauhi cewek tadi, gue pikir ini ini hanya cewek gila yang gak ngerti kalau ada orang lain yang berbicara dengan dia.
Huhuhuuhhuuu tunggu, loe yang kemarin nolong gue ya?
Hehh?
Huhuuhuuu loe yang kemarin kan?
Iya, gue kamarin yang nolong loe yang tiba tiba nyebur ga jelas! Loe kalau mau bunuh diri liat liat dong, ada cara lain yang lebih aman dibandingkan loe harus nyebur kayak kemarin. Udah gitu loe langsung ngilang aja dari rumah gue. Paling gak loe bisa pamit buat pulang atau bagaimana…bukan malahan hilang begitu aja *cerocos gue kesal
Huhuuhuhuh maaf
Buat apa loe minta maaf sama orang yang loe aja ga kenal, kalau gue sih gak masalah tapi mungkin orang lain engga. Gue cuma ngingetin
Iii….iii ya maaf…makasih juga yang kemarin
Gue akhirnya duduk disebelah cewek tadi sambil menggantungkan kaki di Siring sungai tersebut.
Loe ngapain sih nangis disini?
…………………
Minimal loe harus cerita kalau lagi ada masalah, paling gak setelah itu loe bakalan ngerasa sedikit jauh lebih lega
…………………..
Yaudah kalau loe ga mau cerita, gak apa
Loe pernah ngerasain kehilangan gak sih?
Heh?
Ehhh engga engga apa
…………………….
…………………….
Gue paling senang duduk disekitaran sungai kayak gini, gue senang dengar suara arusnya yang lembut. Aroma sungai juga bikin gue tenang. Gue rasa Tuhan nyiptakan pinggiran sungai seperti ini buat kita kita yang memuntahkan semua penat beban hidup kita untuk sekedar santai dan tersenyum dan mungkin juga sekedar berbagi cerita. Mungkin
Mungkin
………………..
…………………
Yang terdengar saat itu hanya suara sungai dan samar samar beberapa orang yang sedang mengobrol dan pastinya suara lagu dangdut dikios kios pedagang makanan.
Astagfirullah..gue lupa !
Lupa apa?
Sorry ya sepertinya loe harus gue tinggal sekarang? Loe tau jalan pulang kan? Gue harus pergi sekarang
Iya rumah gue ada diseberang jalan ini dikomplek itu kok
Ehhh iya gue tinggal dulu …daaaaa *gue loncat turun dari siring dan berlari
Ehhh nama loe siapa ?
Apa ? *Gue sedikit berteriak karena sudah berlari meninggalkannya
Makasih ya buat malam ini ! Nama gue Dindaaa ! *dia sedikit berteriak
Iyaaaaaaaaa! *Balas gue sekenanya yg tak mendengar lagi apa yang Dinda katakan
Gue gak ngiraukan lagi cewek yang bernama Dinda tadi. Gara gara kejadian sama Dinda ini gue jadi lupa gue sejatinya sedang mencari Febri. Rasa gugup dan takut kehilangan itu menyeruak kembali kerongga tubuh gue. Rasa yang tadinya tidak ada saat bersama Dinda muncul kembali saat gue teringat gue sedang apa awalnya. Gue panik!
Gue sudah berkeliling kesemua tempat tapi gak nemuin sosok Febri. Parkiran? Oh iya parkiran. Kenapa gue gak cari disana dari tadi ya. TOLOL. Saking paniknya gue gak sempat mikir lagi.
Setibanya diparkiran gue gak ngeliat sosok yang gue cari. Akhirnya gue nanya sama tukang parkir disana. Tukang parkir yang berperawakan muda, mungkin 20 atau kurang.
Gue : Misi mas…mmmmm Mas, mas ada liat cewe pakai baju warna pink ga mas ?
Mas Parkir : Waduh mas, cewek pakai baju pink yang kemari kan banyak mas.
Gue : Mmmm mas kalau yang baju pink bawa tas warna coklat mas?
Mas Parkir : Waduh mas saya ga ingat tuh mas, bentar bentar mas……………….mmmmm kalau cewek cantik rambut panjang gelombang pakai baju pink bawa boneka Rillakuma kalau ga salah mas, tadi ada nunggu dimotor yang itu mas
Boneka itu boneka Rillakuma yang gue baru belikan disalah satu kios boneka tadi. Febri sangat senang dengan boneka itu sampai sampai dia maksa gue buat beli itu kalau engga dia gak bakal mau pulang. Beruntung karena boneka itu akhirnya gue dapat petunjuk keberadaan Febri
Gue : iya mas, cewek yang itu. Itu motor saya. Mas liat cewek itu ga mas?
Mas Parkir : Ohh kalau cewek tadi habis dia nunggu di motor itu. Dia jalan kaki kearah sana mas
Gue : Ohhh iya iya…makasih ya mas
Gue langsung pergi begitu aja setelah membayar uang parkir dengan uang 5000-an. Gue langsung pergi kearah mas mas parkiran yang tunjukin. Iya, itu adalah arah jalan pulang kerumah Febri.
Gak beberapa menit gue berkendara, gue ngeliat sesosok cewek yang gue kenal. Dia berjalan kaki menenteng boneka Rillakuma yang dilihat tukang parkir tadi. Gue mengahampirinya pelan.
Feb……..
Feb…………
Febri………………………..
Dia berlari menjauhi gue
Gue turun dari motor dan mengejar dia
Gak lama karena perbedaan fisik yang mencolok akhirnya gue berhasil menggenggam tangan Febri dan menghentikannya untuk terus berlari.
Lepasin Yan lepasin……..
Feb……
Lepasin ga Yan…………..
Feb, Febri………………….
Lepasin kan gue bilang !
……………………
Loe tau gak gue benci banget sama loe, loe kenapa gak nyari gue dari tadi. Apasih susahnya nyari gue dikerumunan kayak gitu. Loe kan tinggi, loe mestinya bisa liat gue disekitaran kincir angin kan. Atau gak lo bisa teriak buat nyari gue. Tapi apa yan? loe malah sama sekali gak nyari gue. Gue udah panik Yan nyariin loe kemana mana. Gue kira dengan nunggu loe diparkiran loe bakalan datang tapi nyatanya loe juga gak datang datang. Gue kira loe udah lupa jalan sama gue.
……………………
Apa karena gue Cuma sahabat loe, loe gak punya perasaan seperti ketika loe ngejaga cewek lain? Apa memang loe terlalu tolol buat gak tau perasaan orang lain? Apa karena loe gak pernah sayang sama gue Yan. Apa …………………….
*sstttttt
Peluk gue …
Jangan berbicara terlalu banyak lagi. Maaf…
gue memeluk dia begitu erat. Sanagat erat seperti gak mau kehilangan sosoknya lagi
Maaf. Cuma kata maaf yang bisa gue bilang saat itu. Gue sadar gue salah banget malam ini. Seharusnya gue bisa ngejaga dia seperti yang dia bilang. Dada gue rasanya sesak mendengar ucapan Febri. Mata gue memerah seketika. Gue ngerasakan dada gue udah dipenuhi air mata. Iya itu air mata Febri. Gue sudah salah banget sampai bikin nangis seorang cewek seperti ini. Gue ngerasa gue adalah cowok tertolol saat itu. Gue udah gak memperdulikan kendaraan yang lewat melihat kami sedang berpelukan dipinggir jalan seperti ini. Gw gak peduli. Satu hal yang ada diotak gue saat itu hanya ingin menenangkan tangisan Febri. Itu saja, gue pengen air mata itu ga sia sia jatuh karena cowok seeperti gue.
Maaf Feb ini salah gue, maaf *tes
0


