- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA NGUMPET - NGUMPET
...
TS
aqiaqi
CINTA NGUMPET - NGUMPET
ASSALAMUALAIKUM WR. WB
Sebagai anak baru, ijinin ane memperkenalkan diri, ane aqiaqi, ane baru di SF ini awalnya ane maen ke SF ini sebagai SR tapi akhirnya ane memutuskan untuk bergabung dengan SFTH , buat agan - aganwati yang budiman, jangan segan segan memberi kritik, saran dan masukan buat ane, karena ane masih dalam tahap belajar
Spoiler for CHAPTER 1:
Spoiler for index update:
Quote:
Diubah oleh aqiaqi 20-12-2015 23:04
elianasidik914 dan anasabila memberi reputasi
0
28.4K
239
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
aqiaqi
#145
Cinta Ngumpet - Ngumpet - Chapter 28 : "Perpisahan"
Malam itu langsung balik ke sekolah dan ngembaliin motor sama Prasetyo, terus gue langsung pulang. Sampai di rumah gue langsung tidur, dan bangun pagi-pagi banget karena harus bersiap mengikuti upacara perpisahan. Pagi itu ada sms dari Sari,
“pagi mas , dandan yang ganteng
” kata dia, gue hanya tersenyum membacanya dan gue bales,
“pagi cantik kamu juga dandan biar tambah cantik ” kata gue.
Sesampainya di sekolah gue lihat temen-temen gue lagi ngumpul, mereka bersorak ketika melihat gue datang, dan itu jadi salah satu moment yang paling gue inget.
Gue stay deket gerbang karena penasaran ingin melihat tampang orang-orang, khususnya Sari, acara udah hampir mulai tapi Sari masih gak kelaitan,
“hmm. Mungkin karena semalem dia gak kuat, terus gak ikut perpisahan kali” pikir gue tentanga Sari. Tapi berbalik 180 derajat ternyata Sari hadir, di dampingi oleh ayah dan ibunya dia keliatan cantik banget dengan balutan busana kebaya putih dan dengan sanggul yang membuat dia terlihat dewasa tapi yang bikin gue kagum adalah makeup nya yang tipis, dia terlihat sangaaaaat cantik banget sekali (saking cantiknya). Gue memberanikan diri menyapa ayahnya dan tentu juga anaknya hehe.
“assalamualaikum, pagi om, pagi bu, Sari” sapa gue sambil nahan malu,
“ooh nak ini tohh... siapa namanya?” kata ayah sari menjawab,
“lana, maulana yah” kata Sari
“oh lana, pagi lan, makasih banget loh udah nganterin Sari semalem, bu ini yang ngenterin Sari semalem” kata yah Sari,
“aduh terima kasih yah nak lana” kata ibunya,
“iya tante sama-sama” kata gue tersipu,
“yah, aku mau ngomong dulu sama lana yah” kata Sari minta ijin,
“iyah, jangan lupa acara bentar lagi mulai” kata ayahnya.
“mari om, tante” kata gue pamit.
Sari menarik tangan gue, ke luar sekolah, entah mau dibawa kemana gue waktu itu. Terdenar suara temen-temen ngeledek kita berdua waktu itu. Ternyata Sari mengajak gue ke dekat parkiran, dan dia menatap kearah gue sambil berkata,
“lan, makasih banget yah kamu udah care sama aku, hari ini kita terahir di sekolah, kalo udah di luar sana kita gak akan sering ketemu, aku mau kamu nemenin aku seharian ini, oke?” tanya dia,
“hmm oke” jawab gue sambil mengacungkan kelingking ke dia, dan dia menyambut dengan kelingkingnya. Sedikit terpikir kata-kata yang dilontarkan Sari ke gue, tapi gue gak berlarut-larut dalam pertanyaan itu.
“pagi mas , dandan yang ganteng
” kata dia, gue hanya tersenyum membacanya dan gue bales,“pagi cantik kamu juga dandan biar tambah cantik ” kata gue.
Sesampainya di sekolah gue lihat temen-temen gue lagi ngumpul, mereka bersorak ketika melihat gue datang, dan itu jadi salah satu moment yang paling gue inget.
Gue stay deket gerbang karena penasaran ingin melihat tampang orang-orang, khususnya Sari, acara udah hampir mulai tapi Sari masih gak kelaitan,
“hmm. Mungkin karena semalem dia gak kuat, terus gak ikut perpisahan kali” pikir gue tentanga Sari. Tapi berbalik 180 derajat ternyata Sari hadir, di dampingi oleh ayah dan ibunya dia keliatan cantik banget dengan balutan busana kebaya putih dan dengan sanggul yang membuat dia terlihat dewasa tapi yang bikin gue kagum adalah makeup nya yang tipis, dia terlihat sangaaaaat cantik banget sekali (saking cantiknya). Gue memberanikan diri menyapa ayahnya dan tentu juga anaknya hehe.
“assalamualaikum, pagi om, pagi bu, Sari” sapa gue sambil nahan malu,
“ooh nak ini tohh... siapa namanya?” kata ayah sari menjawab,
“lana, maulana yah” kata Sari
“oh lana, pagi lan, makasih banget loh udah nganterin Sari semalem, bu ini yang ngenterin Sari semalem” kata yah Sari,
“aduh terima kasih yah nak lana” kata ibunya,
“iya tante sama-sama” kata gue tersipu,
“yah, aku mau ngomong dulu sama lana yah” kata Sari minta ijin,
“iyah, jangan lupa acara bentar lagi mulai” kata ayahnya.
“mari om, tante” kata gue pamit.
Sari menarik tangan gue, ke luar sekolah, entah mau dibawa kemana gue waktu itu. Terdenar suara temen-temen ngeledek kita berdua waktu itu. Ternyata Sari mengajak gue ke dekat parkiran, dan dia menatap kearah gue sambil berkata,
“lan, makasih banget yah kamu udah care sama aku, hari ini kita terahir di sekolah, kalo udah di luar sana kita gak akan sering ketemu, aku mau kamu nemenin aku seharian ini, oke?” tanya dia,
“hmm oke” jawab gue sambil mengacungkan kelingking ke dia, dan dia menyambut dengan kelingkingnya. Sedikit terpikir kata-kata yang dilontarkan Sari ke gue, tapi gue gak berlarut-larut dalam pertanyaan itu.
0

MONGGO GAN, SIST, 