- Beranda
- Stories from the Heart
You Are My Happiness
...
TS
jayanagari
You Are My Happiness

Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus 
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian

Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.
Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan

Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.
Quote:
Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
jayanagari
#1282
PART 70
Sore itu gue duduk di teras belakang rumah Anin, sambil mengelus-elus kucing anggora gendut berwarna coklat keemasan yang bermanja-manja di pangkuan gue. Iya, Anin sekarang punya kucing. Namanya Maharaja. Iya, lo semua gak salah baca dan gue gak salah tulis, nih kucing cowok emang namanya Maharaja. Dinamain Maharaja karena Anin sayang banget sama nih kucing, apa-apa diturutin. Sampe-sampe kalo si Yang Mulia Maharaja lagi berkenan untuk gegulingan di sofa, Anin milih ngalah dan duduk di pojokan sofa. Yang penting si Maharaja tercapai kemauannya. Segitunya amat yak.
Gue menggelitik perut dan leher si Maharaja, dan dia keenakan. Suaranya “krrr krrr krrr” gitu sambil merem-merem. Gue memperhatikan muka si Maharaja yang bulet kayak bola, dan badannya yang gede kayak pot bunga. Obesitas nih kucing, pikir gue. Saking gemesnya, gue cubitin pipi nih kucing dan dia semakin mendengkur keenakan.
Anin dateng dan jongkok didepan gue yang sedang mangku si Maharaja gendut ini, dan dengan buas mengusel-usel si Maharaja sampe dianya berontak-berontak. Gue tertawa.
Gue dan Anin duduk berdua sambil memandangi halaman belakang rumah Anin yang rapi. Gue tetep asik ngelus-ngelus seonggok daging berbulu coklat yang udah gak sadarkan diri di pangkuan gue, dan Anin duduk bersandar sambil menopang kepalanya di sandaran kursi dengan sebelah tangan. Kakinya disilangkan.
Anin tersenyum, dan kemudian tertawa kecil sambil memainkan rambut gue yang ikal. Anin kemudian memandangi gue sejenak, dan mengalihkan pandangannya ke halaman belakang sambil tersenyum.
Gue tertawa. Gue paham maksudnya.
Anin tersenyum manis banget, dan gue balas dengan cengiran lebar. Gue merasa, hubungan gue dan Anin udah hampir mencapai babak baru. Gue membayangkan nanti dia jadi istri sah gue, dan membangun rumah tangga berdua. Bayangan itu muncul dengan indahnya di kepala gue, dan itu membuat gue tersenyum sendiri.
Gue gak menjawab. Gue condongkan kepala dan mencium keningnya dengan penuh cinta. Semoga kening ini nanti yang akan gue cium setiap harinya.
Sore itu gue duduk di teras belakang rumah Anin, sambil mengelus-elus kucing anggora gendut berwarna coklat keemasan yang bermanja-manja di pangkuan gue. Iya, Anin sekarang punya kucing. Namanya Maharaja. Iya, lo semua gak salah baca dan gue gak salah tulis, nih kucing cowok emang namanya Maharaja. Dinamain Maharaja karena Anin sayang banget sama nih kucing, apa-apa diturutin. Sampe-sampe kalo si Yang Mulia Maharaja lagi berkenan untuk gegulingan di sofa, Anin milih ngalah dan duduk di pojokan sofa. Yang penting si Maharaja tercapai kemauannya. Segitunya amat yak.
Gue menggelitik perut dan leher si Maharaja, dan dia keenakan. Suaranya “krrr krrr krrr” gitu sambil merem-merem. Gue memperhatikan muka si Maharaja yang bulet kayak bola, dan badannya yang gede kayak pot bunga. Obesitas nih kucing, pikir gue. Saking gemesnya, gue cubitin pipi nih kucing dan dia semakin mendengkur keenakan.
Anin dateng dan jongkok didepan gue yang sedang mangku si Maharaja gendut ini, dan dengan buas mengusel-usel si Maharaja sampe dianya berontak-berontak. Gue tertawa.
Quote:
Gue dan Anin duduk berdua sambil memandangi halaman belakang rumah Anin yang rapi. Gue tetep asik ngelus-ngelus seonggok daging berbulu coklat yang udah gak sadarkan diri di pangkuan gue, dan Anin duduk bersandar sambil menopang kepalanya di sandaran kursi dengan sebelah tangan. Kakinya disilangkan.
Quote:
Anin tersenyum, dan kemudian tertawa kecil sambil memainkan rambut gue yang ikal. Anin kemudian memandangi gue sejenak, dan mengalihkan pandangannya ke halaman belakang sambil tersenyum.
Quote:
Gue tertawa. Gue paham maksudnya.
Quote:
Anin tersenyum manis banget, dan gue balas dengan cengiran lebar. Gue merasa, hubungan gue dan Anin udah hampir mencapai babak baru. Gue membayangkan nanti dia jadi istri sah gue, dan membangun rumah tangga berdua. Bayangan itu muncul dengan indahnya di kepala gue, dan itu membuat gue tersenyum sendiri.
Quote:
Gue gak menjawab. Gue condongkan kepala dan mencium keningnya dengan penuh cinta. Semoga kening ini nanti yang akan gue cium setiap harinya.
Diubah oleh jayanagari 02-10-2014 16:32
pulaukapok dan 2 lainnya memberi reputasi
3


: jangan brutal-brutal gitu napa dek
: gemes sih, mukanya bulet kayak bola tenis, lehernya gede kayak Mike Tyson.
: udah makan?
: bukan, maksudku si Maharaja ini udah makan apa belom hahahahaha
: dih mas gitu, sekarang mentingin Maharaja daripada aku huh gitu ya serah deh
: bawel kamu mas kayak iklan jualan sandal kesehatan.
: lah napa tukang parkir?
: ni gendut cepet banget ya tidurnya, tau-tau udah gak sadarkan diri gini
: yah sama lah kayak yang punya, pelor.
: ih ih ih geli tau dek
: baguslah kamu gelian mas, artinya istrimu besok cakep.
: iya cantik iyaa, kamu cantik kok dek iyaaaa
: : kepaksa gak nih ngomongnya?
: *masih dijewer* ih belom selesai ngomongnya sayaaanggg
: dibilang cantik, dikatain gombal. Gak dibilang cantik, aku dijewer. Dasar cewek.
: aku tau kok. Malu ah ngomongnya.