Kaskus

Story

aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
CINTA NGUMPET - NGUMPET
ASSALAMUALAIKUM WR. WB


Sebagai anak baru, ijinin ane memperkenalkan diri, ane aqiaqi, ane baru di SF ini awalnya ane maen ke SF ini sebagai SR tapi akhirnya ane memutuskan untuk bergabung dengan SFTH , buat agan - aganwati yang budiman, jangan segan segan memberi kritik, saran dan masukan buat ane, karena ane masih dalam tahap belajar


Spoiler for CHAPTER 1:



Spoiler for index update:


Quote:
Diubah oleh aqiaqi 20-12-2015 23:04
anasabilaAvatar border
elianasidik914Avatar border
elianasidik914 dan anasabila memberi reputasi
0
28.5K
239
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
#87
Cinta Ngumpet Ngumpet - Chapter 21 : "Pengkhianatan"
Sebulan sudah Sari kenal dengan Rony, dan nampaknya si Rony semakin berani, karena gue pernah lihat mereka jalan berdua waktu berangkat sekolah, mungkin mereka udah janjian sebelumnya. Sejenak gue kembali berpikir kenapa hal sekecil itu pun tak terbersit dalam pikiran gue, padahal dalam setiap kondisi, gue selalu mikirin Sari. Sang pengecut lana yang memilih diam hanya karena khawatir akan profesinya sebagai seorang pemuja rahasia, sebagai seorang pengagum yang tak punya keberanian mengutarakan isi hatinya dan mungkina akan menyimpannya sampai hatinya membusuk dimakan usia.
Yang gue tahu saat itu mereka nampak akrab dan sedikit terlihat ‘dekat’. Gue pikir gue harus bersiap-siap untuk menyaksikan orang yang gue cintai pacaran sama orang lain, dan kali ini gue lah penghubung mereka berdua.

Di hari yang sama, waktu istirahat fue ketemu Rony di kantin, dia sedang makan dan duduk sendirian di meja waktu itu. Seketika rasa lapar gue pun hilang karena melihat keberadaannya yang sendiri dan dalam kondisi yang tidak memungkinkan dia untuk emnghindari gue lagi, maka gue samperin dia dan duduk di satu meja dengannya.

“eh bung Rony, lagi makan nih” buka gue basa-basi,
“eh, e..elu lan, lu mau makan? Pesen aja ntar gue yang bayar” dia menawarkan, yang aneh dari dia waktu itu adalah gue merasa de javu, tampang roni dan gaya bicara dia menjawab sama seperti gaya bicara gue sewaktu dia memninta bantuan untuk dikenalin sama Sari sebulan silam.

“engga thanks, gue kenyang. Gue kayaknya ganggu yah?” jawab gue,
“ah.. e.. engga juga, santai aja” jawab dia masih gugup,
“kok lu gugup gitu sih?”,
“gugup? Ah engga gue tadi keselek bro” jawab dia ngeles,
“oh keselek yah? Mau gue beliin minum?”,
“oh ga usah bro, sekarang udah engga kok, ngomong-ngomong ada apa yah bro?”, tanya dia pura-pura bego.sempet gue berpikir akan bertanya kenapa dia menghindar dari gue seakan-akan takut melihat gue, tapi urung gue lakukan melhat kondisi yang ada, karena itu hanya akan menguntungkan dia. Menguntungkan bagi dia karena bisa aja dia melaporkan ke Sari dengan segala kata yang sudah dia modifikasi melihat kini dia berada di atas angin karena Sari nampak akrab sama dia.

“ah engga bro, iseng aja.. eh gimana? Kayaknya deket nih sama Sari?”,
“eh anu, eh hmm.. engga juga, biasa aja kayak temen yang lain,btw thanks banget yah udah ngenalin gue sama dia” kata dia,
“oh selow aja bro, lagian guegak ngenalin kalian, gue cuma mintain nomernya Sari aja, sisanya kan kalian yang kenalan sendiri” jawab gue sedikit merendah.
“eh bro, gue ke kelas dulu yah ada ulangan, jdi gue harus belajar dulu” diapun berlalu dan menghilang di tengah hiruk pikuknya keramaian kantin.
Sedikit yang gue tahu kalau dia berbohong bilang kalau ada ulangan, karena minggu itu bukan minggu ulangan apapun (di sekolah gue ulangan harian aja ada minggu khusus).
Dengan modal sedikit kebohongan Rony, gue berkesimpulan kalau Rony menyimpan sesuatu yang berhubungan dengan gue, dan dia nutupin itu semua.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.