Kaskus

Story

aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
CINTA NGUMPET - NGUMPET
ASSALAMUALAIKUM WR. WB


Sebagai anak baru, ijinin ane memperkenalkan diri, ane aqiaqi, ane baru di SF ini awalnya ane maen ke SF ini sebagai SR tapi akhirnya ane memutuskan untuk bergabung dengan SFTH , buat agan - aganwati yang budiman, jangan segan segan memberi kritik, saran dan masukan buat ane, karena ane masih dalam tahap belajar


Spoiler for CHAPTER 1:



Spoiler for index update:


Quote:
Diubah oleh aqiaqi 20-12-2015 23:04
anasabilaAvatar border
elianasidik914Avatar border
elianasidik914 dan anasabila memberi reputasi
0
28.4K
239
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
aqiaqiAvatar border
TS
aqiaqi
#59
Cinta Ngumpet Ngumpet - Chapter 19 : RONY
Pemuja rahasia, setiap orang pasti pernah mainkan perannya, hanya saja beberapa orang enggan mengakuinya aja. Jujur aja kalian pasti pernah menyukai seseorang namun takut kalau orang itu tau perasaan kalian dia akan bertindak sebaliknya. Ketika sesorang menjadi seorang pemuja rahasia mereka lebih memilih diam dan berusaha biar engga keliatan aneh di depan orang yang disukai, jadi kalian pasti tau rasanya gimana kalo kalian berada di posisi gue.

Hari itu entah ada angin apa ada seorang temen cowok menghampiri gue, dan menggelontorkan segudang pertanyaan yang berhubungan dengan Sari (waktun itu istilah KEPO ga ngetop).

“hei cuy, lu lana kan?”,
“iya kak, kenapa?” tanya gue sedikit gugup,
“oh kenalin, gue rony,” kata dia mengulurkan tangan, sontak gue gugup karena jarang-jarang ada cowok yang ngajak kenalan ke sesama jenis.

“apakah dia gay? Atau dia mau malak gue? Atau jangan jangan dia tau kalau gue pendukung persija? Mapus gue” terbersit hal sperti itu di pikiran gue,

“oh iya, maulana bro” jawab gue sambil menyambut jabat tangannya,
“eh pulang sekolah lu ada waktu ga, gue pengen nanya tentang seseorang nih”,
“ada , tapi kayaknya habis sholat ashar bro” jawab gue,
“oke sip, ntar gue jajanin deh, di musola bawah ya”,
“o..oke bro” jawab gue gugup dan gue pun kembali berpikir yang aneh-aneh.
Bener-bener aneh si Rony ini, gue gak bisa berhenti berpikir negatif tentang dia, “jangan-jangan dia robot gedek” pikir gue.

Sore harinya, bener aja setelah sholat ashar si Rony rupanya menemui gue di mushola bawah dan dia mengajak gue buat duduk di koridor menghadap lapangan. Sore itu suasana masih ramai, gue jadi sedikit bersyukur karena ini memperkecil kemungkinan kalo si Rony itu robot gedek.

“lan, gue denger lu deket sama Sari yah?” kata dia memulai pertanyaan,
“Sari? Hmm.. ka.. kata siapa lu?”,
“alaaaah, ga usah gugup gitu, bilang aja iya” kata dia dengan nada yang sedikit tinggi, dan itu berhasil membuat gue sedikit khawatir kalau-kalau ada yang bocorin rahasia gue, entah siapa di antara aiko dan prasetyo.

“i..i.. iya, memang kenapa?” gue balik tanya,
“ah engga, lu ga usah takut gue tau dari prasetyo, tapi lu jangan marah sama dia yah, gue yang maksa dia buat ngaku” kata dia dengan nada sedikit slengean.
“prasetyo??” kata gue kaget,
“iya, gue minta bantuan dia supaya bisa deketin Sari, cuma katanya ada orang yang lebih deket sama Sari, tapi dia gak mau ngaku siapa orangnnya”,
“hmm jadi prasetyo terpaksa...” dalam hati gue memaklumi
“hoi, kok lu diem? Tenang aja, kalo lu bantu gue, gue bakal ngasih PJ yang gede
buat lu.. gimana?” kata dia mengajak gue bernegosiasi
“gimana yah ...” sejenak gue berpikir kalau gue nolak, maka terkesan banget
kalau gue suka dan gak rela dan urusannya adalah rahasia gue akan terbongkar dan mungkin Sari akan menjauhi gue

“yaudah deh, gue minta nomer lu aja, ntar malem gue coba kenalin kalian berdua” kata gue meluruskan.
“lah kenapa gak secara langsung aja?” kata dia protes,
“kalo secara langsung biasanya dia gak mau, maluan kan orangnya”,
“oh gitu, okelah, nih nomer gue.. catet..” kata dia,
“oke, (nyatet nomor) ntar malem gue kabarin” kata gue.
“thanks yoo broo, jangan khawatir kalo sukses gue kasih PJ yang gede buat lu”,
“gak usah bro, nyante aja” kata gue, padahal dalem hati gue merasa teriris karena gue harus mencomblangkan orang yang gue idam-idamkan dengan orang lain yang belum ada satu hari gue kenal.

Malem hari di rumah, gue berpikir beberapa kali tentang apa yang gue bicarakan sama si Rony, tapi akhirnya gue pun melakukan apa yang gue katakan pada Rony. Walau hati gue akan sangat hancur, terlebih kalau apa yang di harapkan oleh si Rony terwujud.
Diubah oleh aqiaqi 22-09-2014 19:11
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.